Claim Missing Document
Check
Articles

Majas dalam Album Mantra Mantra Karya Kunto Aji dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA Sahdi Tamamunni'am; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk majas yang terdapat dalam album Mantra Mantra karya Kunto Aji dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran majas dengan menggunakan lirik lagu album Mantra Mantra karya Kunto Aji di kelas X SMA. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu berbahasa Indonesia pada album Mantra Mantra (2018) karya Kunto Aji. Objek penelitiannya adalah penggunaan majas yang terdapat dalam lirik lagu pada album Mantra Mantra (2018) karya Kunto Aji serta relevansi lirik lagu tersebut sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA. Penelitian ini difokuskan pada analisis bentuk majas pada lirik lagu serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran apresiasi puisi di SMA melalui lirik lagu dalam album Mantra Mantra (2018) karya Kunto Aji. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan catat dengan penulis sendiri sebagai human instrumen yang dibantu kartu data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis padan dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) lirik lagu pada album Mantra Mantra karya Kunto Aji menggunakan beragam majas, yakni majas penegasan (aferesis, bombastis, pararima, dan sinkope), majas perbandingan (hiperbola, personifikasi, simbolik, dan sinekdoke pars prototo), majas pertentangan (kontradiksi), dan majas sindiran (ironi), dan (2) lirik lagu pada album Mantra Mantra karya Kunto Aji relevan digunakan sebagai rencana pelaksanaan pembelajaran apresiasi puisi di SMA karena liriknya banyak mengandung majas yang dapat digunakan sebagai contoh ketika pembelajaran apresiasi puisi. Pembelajaran apresiasi puisi dengan materi lirik lagu pada album Mantra Mantra karya Kunto Aji di SMA dapat dilakukan dengan tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Pada perencanaan, guru membuat RPP, menyiapkan media audiovisual, dan instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan metode diskusi kelompok sebagai metode pembelajaran. Pada tahap evaluasi dan refleksi, guru menganalisis proses dan hasil belajar guna mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran dan menyusun penyempurnaan dalam pembelajaran selanjutnya.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA LAGU DENGAN METODE SUGESTI IMAJINASI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Arini Rahayu Suprapto; Khabib Sholeh; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.762 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan metode sugesti imajinasi melalui media lagu, (2) motivasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan metode sugesti imajinasi melalui media lagu, (3) peningkatan hasil belajar keterampilan menulis puisi dengan metode sugesti imajinasi melalui media lagu siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 4 Gombong tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 32 siswa.. Teknik tes digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis puisi, sedangkan teknik nontes yang digunakan dalam pengambilan data berupa wawancara, pedoman observasi, angket, dan dokumentasi foto.Teknik analisis data yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, sedangkan dalam teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan teknik informal. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui media lagu dengan metode sugesti imajinasi pada siswa kelas VII B SMP Negeri 4 Gombong, yakni memutar lagu, mengidentifikasi keindahan alam yang ada dalam lagu, memilih diksi, menulis puisi, dan menyampaikan simpulan. Pengaruh pembelajaran menulis puisi melalui media lagu dengan metode sugesti imajinasi mampu memperbaiki motivasi siswa dalam pembelajaran. Hasil observasi prasiklus, siswa masih kurang berperan aktif dalam pembelajaran dengan persentase rata-rata sebesar 27,41%, pada siklus I peran siswa sudah meningkat dengan persentase rata-rata 66,66%, dan pada siklus II peran aktif siswa meningkat lagi dengan persentase rata-rata 96,66%. Peningkatan keterampilan menulis puisi pada prasiklus, kemampuan menulis puisi peserta didik memperoleh skor rata-rata 60,74, pada siklus I memperoleh skor rata-rata 71,07, dan pada siklus II peserta didik memperoleh rata-rata sebesar 78,83.   Kata kunci : menulis, puisi, dan metode sugesti imajinasi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL VAK PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 ADIMULYO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Siti Fathonah; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.916 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui model pembelajaran VAK; (2) motivasi siswa dalam pembelajaran menulis puisi melalui  model pembelajaran VAK; dan (3) dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis puisi melalui  model pembelajaran VAK pada siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Adimulyo tahun pelajaran 2016/2017. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Adimulyo tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Alat yang digunakan dalam pengambilan data berupa wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah teknik informal. Indikator keberhasilan penelitian dideskripsikan oleh penulis dari keberhasilan proses dan keberhasilan produk. Keberhasilan proses dapat dilihat dari peningkatan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi melalui VAK (visual, audio, kinestetik) mencapai taraf keberhasilan minimal 75%, sedangkan keberhasilan produk dapat dilihat dari peningkatan keterampilan menulis puisi siswa dalam mencapai taraf keberhasilan minimal siswa memperoleh nilai 75. Hasil penelitian ini meliputi: (1) proses pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui model VAK, yaitu: guru menyampaikan materi; guru memberikan gambar; siswa mengidentifikasi poin penting dalam gambar; siswa memilih diksi; guru memutarkan lagu, siswa menulis puisi, dan guru menyampaikan simpulan. (2) Pengaruh pembelajaran menulis puisi melalui model VAK terhadap motivasi siswa mengalami peningkatan. Pada prasiklus, motivasi siswa dalam pembelajaran masih rendah dengan persentase 30,48%, pada siklus I meningkat menjadi 62,90%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 95,96%. (3) Peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VII B dapat diketahui dari nilai rata-rata kelas, yaitu pada prasiklus 69,3 meningkat menjadi 74 pada siklus I, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 79,9.   Kata kunci: menulis, puisi, dan model VAK  (visual, audio, kinestetik).
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Sutradara Ernest Prakasa dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA Anesty Okta Fianty; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa, (2) fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa, (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dengan media film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif pada film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa dan Skenario Pembelajarannya di SMA. Sumber data pada penelitian ini adalah film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis ini dilakukan dengan metode padan. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan terdiri atas: perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan; (2) fungsi tindak tutur direktif dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan terdiri atas: perintah memiliki fungsi menyuruh 21 data, meminjam 1 data, dan menyilakan 1 data; permintaan memiliki fungsi meminta 32 data, mengharapkan 1 data, memohon 4 data, dan menawarkan 8 data; ajakan memiliki fungsi mengajak 7 data, merayu 1 data, dan mendukung 1 data; nasihat memiliki fungsi menasihati 6 data, menyarankan 8 data, mengarahkan 1 data, dan mengingatkan 3 data; kritikan memiliki fungsi menegur 5 data, menyindir 1 data, mengumpat 2 data, dan marah 2 data; larangan memiliki fungsi melarang 6 data dan menegur 1 data; (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dalam dialog film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan di kelas XI SMA dilaksanakan berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama atau film yang dibaca atau ditonton menggunakan model Discovery Learning. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tahap pendahuluan, guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pembelajaran yang disampaikan. selanjutnya, pada tahap inti, dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran discovery learning (penemuan) yaitu guru memberikan tugas kepada siswa untuk berkelompok kemudian diminta menemukan dialog yang termasuk tindak tutur direktif dalam film. Dalam tahap penutup, guru merefleksikan kegiatan pembelajaran untuk membangun karakter siswa.Kata kunci: tindak tutur direktif, film, dan skenario pembelajaran.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA FILM MARTABAK BANGKA SUTRADARA EMAN PRADIPTA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Refa Kartika Yunarning Fajar; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dialog film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta; (2) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif dalam film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif dalam film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Martabak Bangka. Dalam pengumpulan data ini menggunakan teknik simak dan catat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Martabak Bangka  meliputi enam bentuk yaitu: sepuluh tindak tutur direktif perintah, duabelas tindak tutur direktif permintaan, enam tidak tutur direktif mengajak, sembilan tindak tutur direktif nasihat, tiga tindak tutur direktif menegur, dan dua tindak tutur direktif melarang; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran tindak tutur direktif dalam dialog film Martabak Bangka di kelas XI SMA berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama/film yang dibaca atau ditonton dengan menggunakan model Cooperative learning. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi (a) guru memberikan materi; (b) guru menayangkan film Martabak Bangka; (c) peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok atau menyesuaikan jumlah peserta didik; (d) secara bergantian peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.Kata kunci: tindak tutur direktif, film, rencana pelaksanaan pembelajarannya.Abstract: The objectives of this research are (1) to describe the form of directive speech actin dialogue of Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta, and (2) to describe its lesson plan in eleventh-grade of senior high school. The object of this research is directive speech act in Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta. This research is focused on the analysis of directive speech act Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta and its lesson plan in eleventh-grade of senior high school. The data source is Martabak Bangka film. The data were collected by using observation method with uninvolved conversation observation technique. The  instrument of  this research was the researcher herself and analysis card. The data was analyzed by using identity method. The data were presented by using informal technique. It can be concluded  that (1) there are six forms of directive speech act in Martabak Bangka film: (a) ten forms of commanding directive speech act, (b) twelve forms of requesting directive speech act, (c) six forms of inviting directive speech act, (d) nine forms of advising directive speech act, (e) three forms of reprimanding directive speech act, (f) two forms of forbidding directive speech act; (2) the lesson plan of directive speech act in dialogue of Martabak Bangka film based on KD. 3.19 analyzing content and language of drama/film read or watched using Cooperative Learning method with Student Team Achievement Divisions (STAD) type. The learning steps are (a) teacher provides the material; (b) teacher shows Martabak Bangka  film; (c) students are divided into four groups or adjust the number of students; (d) students present their discussion result in front of the class.Keyword: directive speech act, film, the lesson plan
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA FILM BULANTERBELAH DI LANGIT AMERIKA SUTRADARA HANUM SALSABIELA RAIS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Endah Ayu Puspita Arum; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.887 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur direktif pada film Bulan Terbelah Di Langit Amerika; (2) fungsi tindak tutur direktif pada film Bulan Terbelah Di Langit Amerika; (3) skenario pembelajaran menyimak pada siswa kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah tuturan yang digunakan oleh tokoh pada film Bulan Terbelah Di Langit Amerika dengan fokus penelitian tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan. Teknik penyajian data yang digunakan adalah teknik analisis informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) bentuk tindak tutur direktif pada film Bulan Terbelah Di Langit Amerika; (2) fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan pada film Bulan Terbelah Di Langit Amerika; (3) skenario pembelajaran keterampilan menyimak  di kelas XI SMA dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Langkah-langkah pembelajarannya:(a) pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (b) pendidik menyediakan film Bulan Terbelah Di Langit Amerika, (c) pendidik membimbing mengumpulkan informasi yang relevan, (d) peserta didik mempresentasikan hasil temuannya, (e) pendidik membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap penemuan peserta didik. Kata Kunci: tindak tutur direktif, film, skenario pembelajaran.
PENDIDIKAN KARAKTER LIRIK LAGU METROPOLUTAN, OVER KONSUMSI, DAN ORANGUTAN KARYA NAVICULA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Evi Setianingsih; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.29 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik dan hermeunetik, (2) struktur batin, (3) pendidikan karakter, dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula di kelas X SMA. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula, fokus penelitiannya adalah pembacaan heuristik dan hermeunetik, struktur batin, pendidikan karakter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula di kelas X SMA, teknik pengumpulan datanya adalah teknik simak, pustaka, dan catat, menggunakan teknik analisis isi, dan teknik penyajian hasil analisis teknik informal. Dari analisis data disimpulkan bahwa (1) melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Metropolutan diperoleh makna persoalan lingkungan kota, melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Over Konsumsi diperoleh makna persoalan lingkungan global, melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Orangutan diperoleh makna persoalan eksploitasi orangutan, (2) struktur batin lirik lagu Metropolutan, yaitu tema permasalahan lingkungan, perasaan geram, marah dan resah, nada sinis, suasana penuh perenungan, serta amanat menjaga lingkungan, peduli sosial, dan tertib. Struktur batin lirik lagu Over Konsumsi, yaitu tema permasalahan lingkungan, perasaan sayang, nada memelas, suasana hati iba, amanat cinta tanah air, cinta lingkungan, bersahabat, dan mandiri. Struktur batin lirik lagu Orangutan, yaitu tema eksploitasi orangutan, perasaan terenyuh, nada sinis, suasana penuh perenungan, dan amanat peduli lingkungan dan tanggung jawab, (3) pendidikan karakter lirik lagu Metropolutan, yaitu peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, demokratis, tanggung jawab, dan cinta tanah air, pendidikan karakter lirik lagu Over Konsumsi, yaitu cinta tanah air, peduli sosial, tanggung jawab, bersahabat, semangat kebangsaan, peduli lingkungan, dan mandiri, pendidikan karakter lirik lagu Orangutan, yaitu peduli lingkungan dan tanggung jawab, (4) rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula meliputi identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, media belajar, dan penilaian.   Kata kunci: pendidikan karakter, lirik lagu, pembelajaran puisi di SMA
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL GELISAH CAMAR TERBANG KARYA GOL A GONG DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Indah Pertiwi; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.268 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) unsur intrinsik novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong, (2) psikologi kepribadian tokoh utama novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, baca, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan content analysis (analisis isi). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong; (2) psikologi kepribadian novel ini yaitu konflik batin yang dialami tokoh utama ketika bekerja menjadi seorang TKI, dari teori Sigmund Freud yang membahas id,ego, dan superego tokoh utama lebih menonjol pada superego, yaitu ketika tokoh utama membutuhkan biaya untuk kelangsungan hidupnya, ego memilih untuk bekerja dan hasilnya superego yang baik atau positif; dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel ini dengan menggunakan metode Two-Stay Two-Stray. Langkah-langkah dalam metode ini yaitu, guru membagi kelompok kemudian menjelaskan materi dan siswa diminta untuk mencari unsur intrinsik dan psikologi tokoh dalam novel, selanjutnya dua siswa dalam kelompok pergi ke kelompok lain untuk meminta informasi, dan dua siswa lain tinggal dalam kelompok untuk memberi informasi kepada kelompok lain. Terakhir setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasilnya.   Kata kunci: unsur intrinsik, psikologi sastra, novel gelisah camar terbang.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI FENOMENA SOSIAL MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PERISTIWA PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Eka Sari M Mantiq; Khabib Sholeh; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.377 KB)

Abstract

ABSTRAK :Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) proses pembelajaran menulisteks eksplanasi (2) perubahan perilaku belajar (3) peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi  setelah  menggunakan media gambar  fenomana soaial  siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kebumen tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kebumen.Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket dan soal. Hasil penelitian menunjukkan: (1)langkah-langkah yang diterapkan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan media gambar peristiswa adalah (1) siswa mengamati gambar dan menemukan ide awal untuk menulis teks eksplanasi, (2) guru memandu siswa memahami unsur-unsur teks eksplanasi sesuai dengan gambar yang ditampilkan, dan (3) siswa mengembangkannya menjadi teks eksplanasi. Pengaruh media gambar peristiwa  terhadap sikap dan minat siswa dalam pembelajaran teks eksplanasi menunjukkan adanya perubahan semakin positif.  Pada pra siklus siswa yang siap menerima pembelajaran baru mencapai 47,22% dengan kategori kurang, pada siklus I  meningkat menjadi 61,1%  dan pada siklus II menjadi 80,56% kategori baik. Keaktifkan siswa pra siklus hanya mencapai 47,22%, meningkat menjadi lebih baik  77,78% pada siklus I,  dan pada siklus II meningkat menjadi 86,11%. Penggunaan media gambar peristiwa dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa.Pada tes awal rata-rata yang dicapai adalah 71,56 dengan ketuntasan 25,0%. Kemudian pada siklus I rata-rata kemampuan menulis teks ekslanasi mencapai 75,47. Pada siklus II rata-rata kemampuan menulis teks eksplanasi meningkat menjadi 78,56 dengan ketuntasan 80,56%.   Kata-kata kunci :Kemampuan Menulis, Teks Eksplanasi, Media Gambar Peristiwa
ANALISIS KEARIFAN LOKAL NOVEL KALAMATA KARYA NI MADE PURNAMA SARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Taufan Candra Sentausa; Kadaryati Kadaryati; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.213 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) struktur novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari; (2) nilai kearifan lokal pada novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari; dan (3) skenario pembelajaran struktur novel dan nilai kearifan lokal novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari di kelas XII SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai kearifan lokal pada novel Kalamata dan skenario pembelajarannya di kelas XII SMK. Sumber data penelitian ini adalah novel Kalamata. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) struktur novel Kalamata, yaitu (a) tema mayor: kisah perjuangan hidup dua orang wanita Bali, tema minor: kehidupan adat di Bali dan kesetiakawanan seorang sahabat, (b) tokoh utamanya adalah tokoh aku atau Made dan Ni Rumyig, tokoh aku digambarkan sebagai tokoh yang baik hati dan sabar sedangkan Ni Rumyig digambarkan sebagai tokoh yang pantang menyerah dan pandai, sedangkan tokoh tambahannya adalah Irana, Prof. Beck, Metta, Novi, Made Raka, Yanti, Pak Win, dan Wayan Balik, (c) alur: maju, (d) latar dibagi menjadi 3, yaitu latar tempat: Tilburg, Bali, rumah sakit, dan Toya Bungkah, latar waktu: pagi, sore, dan malam, latar suasana: sunyi dan tegang, (e) sudut pandang: orang pertama pelaku utama, (f) amanat: jangan pernah merasa tinggi hati walaupun sudah sukses, nasib seseorang tidak akan pernah berubah kecuali seseorang itu merubahnya, dan selalu berjuang serta berusaha untuk menggapai cita-cita, (2) nilai kearifan lokal pada novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari meliputi (a) aspek religi: agama hindu, (b) aspek kebudayaan: tradisi di Bali dan kesenian di Bali, (c) aspek bahasa: bahasa Bali dan bahasa Jawa, (d) aspek mata pencaharian: juru dalang wanita dan pembuat kerajinan wayang kulit, (3) skenario pembelajaran novel Kalamata di kelas XII SMK dengan tahap pendahuluan guru mengondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang akan disampaikan. Satu minggu sebelum pembelajaran dimulai siswa diminta untuk membaca novel Kalamata agar dapat memahami isi novel. Kemudian, guru membentuk kelompok kecil yang terdiri atas 4-5 siswa. Selanjutnya, guru membagi sinopsis novel Kalamata untuk membantu siswa mengingat kembali isi novel. Selanjutnya, siswa diminta untuk menganalisis struktur dan nilai kearifan lokalnya. Siswa yang unggul memimpin diskusi kelompok. Setelah itu, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya.Tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran.   Kata kunci : nilai kearifan lokal dan skenario pembelajaran sastra
Co-Authors Ai Nita Puspitasari Akhadi Akhadi Alfian Rizki Febriyadi Aliffah Winarti Alvian Budi Wicaksono Aminuyati Anesty Okta Fianty Anindya Yolan Priyanto Anita Rahmawati Arfian Ade Kristianto Ari Wahyuningsih Arifka Rizki Amalia Arina Dina Sofiyatun Arini Rahayu Suprapto Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bagiya Bayu Aji Wibowo Beni Cahyo Hartono Catur Abi Nugroho Dian Rahmawati Dian Ratnasari Dwi Findy Faisal Eka Sari M Mantiq Eko Apri Wijayanti Elysa Dwi Nuari Endah Ayu Puspita Arum Endang Susilowati Evi Setianingsih Fakhri Fakhrur Rozy Farhan Rafifidananto Hafizda Amandari Azzaki Hamid Pamungkas Heny Susanti Indah Pertiwi Inggar Yossi Randra Irma, Cintya Nurika Iska Wahyu Putri Utami Isni Laelasari Joko Purwanto Kadaryati Kadaryati Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khabib Sholeh Koko Nur Ramdan Kunti Nur Jannah Linda Yuliati Maretta Nastidanela Mari’ah Mari’ah Maulana Ardiansyah Putra Mentari Triati Moh. Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muh. Imaddudin Hidayatullah Muhammad Febriansyah Qodri Nanda Putriningsih Nova Cristiana Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurul Hilal Prayudi Nursodik Puspa Mila Karima Ranna Ranna Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Ambarwat Riskiana, Suci Rizqitaningsih Pratiwi Sahdi Tamamunni'am Salma Hanifah Sediono Dwi Rizqi Saputro Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Nurrohmah Suci Rizkiana Suci Rizqiana Sudi Ardi Sukirno Sukirno Suryo Budi Sriwinoto Taufan Candra Sentausa Tri Inten Pratiwi Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Umi Faizah Umi Maemunah Ummi Khasanah Yuli Nirwanti