Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor Yang Memengaruhi Akses Pelayanan di UPTD Puskesmas Masri; Mukhlis; Lisa Rahmi; Nurul Atikah; Abqariah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.171

Abstract

Pelayanan Kesehatan (UPTD) merupakan organisasi kesehatan pelayanan komprehensif, termasuk pengobatan penyakit dan pencegahan kepada masyarakat atau puskesmas merupakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan layanan kesehatan secara paripurna melalui berbagai jenis pelayanan, termasuk rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi akses pelayanan di UPTD Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden, dengan teknik pengambilan random sampling. Variabel dependen penelitian adalah akses pelayanan, sedangkan independen variabelnya adalah faktor sosial ekonomi dan pengetahuan. Analisis bivariat menggunakan uji data kategori chi square Test (X2) pada tingkat kemaknaannya adalah 95% (P ? 0.05). Berdasarkan hasil uji chi square Test (X2) didapatkan dari 60 responden Sosial ekonomi sebanyak 37 orang (84.1%) dengan nilai p-value 0.669 > 0.05, pengetahuan sebanyak 41 orang (89.1%) nilai p-value 0.374 > 0.05. Kesimpulan tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor sosial ekonomi, pengetahuan terhadap Akses Pelayanan di UPTD Puskesmas.
Faktor Komunikasi, Waktu Serta Perjanjian dan Konsensus yang Berhubungan dengan Penerapan Discharge Planning di Rumah Sakit Mukhlis; Masri; Abqariah; Nurul Atikah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.194

Abstract

Discharge planning merupakan perencanaan yang dilakukan untuk pasien dan keluarga sebelum pasien meninggalkan rumah sakit, pendokomentasian belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga berpotensi kembali menjalani rawat ulang setelah pulang dari rumah sakit. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan penerapan discharge planning di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pidie. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel 288 responden dengan pemilihan sampel secara purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik diskriptif. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan faktor personil (p-value = 0.001), faktor keterlibatan dan partisipasi (p-value = 0.003), faktor komunikasi (p-value = 0.000), faktor waktu (p-value = 0.001) serta faktor perjanjian dan konsensus (p-value = 0.016) dengan penerapan discharge planning. Faktor yang paling dominan berhubungan penerapan discharge planning adalah faktor komunikasi dengan (p-value = 0.000) / dan OR/Exp (B) sebesar 9.071. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan discharge planning di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pidie secara signifikan berhubungan dengan faktor komunikasi, waktu serta kejadian dan konsensus.  
Efektivitas Intervensi Psikososial terhadap Resiliensi dan Pemberdayaan Remaja Korban Toxic Relationship Nurul Atikah
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i4.828

Abstract

Intervensi psikososial memegang peranan krusial dalam memberdayakan remaja yang terperangkap dalam hubungan toxic, sebuah dinamika yang merusak kesejahteraan emosional dan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman remaja dalam hubungan tersebut dan mengeksplorasi bagaimana intervensi psikososial memiliki dampak yang signifikan terhadap resiliensi dan pemberdayaan diri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang siswi kela8 SMP yang memiliki pengalaman langsung dengan hubungan toxic, dilengkapi dengan s studi kepustakaan untuk memperkaya perspektif teoritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa remaja yang terlibat dalam hubungan toxic sering kali mengalami penurunan harga diri, kecemasan, isolasi sosial, dan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Intervensi psikososial, yang mencakup konseling individual, dukungan kelompok sebaya, dan edukasi tentang batasan sehat, teridentifikasi sebagai pendekatan efektif untuk meningkatkan kesadaran diri, membangun keterampilan asertif, dan memulihkan resiliensi. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi psikososial tidak hanya membantu remaja mengenali dan keluar dari hubungan yang merusak, tetapi juga membekali mereka dengan strategi koping yang lebih adaptif untuk masa depan, sehingga memutus siklus disfungsi dan mempromosikan hubungan yang lebih sehat.