Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMETAAN DAN RELEVANSI LULUSAN JURUSAN PENDIDIKAN IPS FIS UNY TAHUN 2015 Supardi, Supardi,; Saliman, Saliman; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 3 No. 2 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.908 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v3i2.11696

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan hasil penelusuran alumni Pendidikan IPS terhadap kinerja penyelenggara program dan mutu layanan program, kepuasan Stakeholders atas kinerja alumni, masa tunggu alumni sampai mendapatkan pekerjaan pertama, dan relevansi kurikulum. Peneliti menggunakan metode survey dengan menggunakan angket sebagai teknik mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga aspek kinerja penyelenggaraan program dan tiga aspek mutu layanan program yang perlu diperbaiki. Ketiga aspek kinerja penyelenggaraan program tersebut ialah (1) porsi pembelajaran praktik lebih sedikit ketimbang pembelajaran teori dengan rerata score angket: 3,79 (tafsiran cukup) yang artinya bahwa porsi pembelajaran masih perlu revisi; (2) membantu mahasiswa dalam masalah pribadi dengan rerata score angket: 3,75 (tafsiran cukup) yang artinya para dosen masih perlu meningkatkan upayanya dalam membantu masalah pribadi mahasiswa; (3) peraturan akademik yang dibuat dan disosialisasikan oleh program studi dengan rerata score angket: 4,00 (tafsiran cukup).
PEMAHAMAN TENTANG MENEJEMEN BENCANA ALAM SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sudrajat, Sudrajat; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 3 No. 2 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.178 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v3i2.11697

Abstract

Gempa bumi pada 27 Mei 2006 yang melanda DIY dan sekitarnya pukul 05.55 WIB memberikan gambaran bahwa gempa bumi dapat terjadi kapanpun tanpa diduga. Oleh karena penelitian tentang menejemen bencana pada sekolah siaga bencana menjadi penting untuk mengetahui: 1) pemahaman menejemen bencana siswa SMP di Kabupaten Bantul; 2) gambaran tentang pengetahuan siswa SMP di Kabupaten Bantul terhadap bencana gempa bumi. Penelitian menggunakan metode penelitian survai, populasi dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Imogiri Kabupaten Bantul. Jumlah populasi 363 siswa yang terdiri kelas VII sebanyak 123, kelas VIII 125, dan kelas XI 115. Sedangkan teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling yaitu teknik sampel yang mempunyai tujuan khusus atau pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah 99 resonden dari seluruh siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang terdiri dari 28 item pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan statistik diskriptif untuk menjelaskan fenomena dengan menggunakan tabel frekuensi dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pemahaman menejemen bencana responden sudah cukup baik dimana 72% responden mempunyai pemahaman tentang berbagai bencana alam dan kemungkinan bencana yang akan menimpa wilayah mereka; 2) Gambaran tentang menejemen bencana antara lain: responden mempunyai kesiapan dalam menghadapi bencana sudah sesuai dengan prosedur menghadapi bencana dengan menghindari korban sebanyak mungkin (77%). Kesiapan ini ditunjukan dengan pengetahuan responden untuk mengikuti jalur evakuasi (88%), menolong korban lain bila suasana sudah aman (88%) serta memanfaatkan ruang perawatan di sekolah (88%).
Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan melalui Studi Tanjung Puting dalam Pembelajaran IPS Virnanda Septiana Putri; Happri Novriza Setya Dhewantoro; Satriyo Wibowo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.3115

Abstract

Konservasi lingkungan menjadi isu penting dalam pendidikan. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan peserta didik melalui studi kasus Taman Nasional Tanjung Putting. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan integrasi materi lingkungan pada kasus Tanjung Putting mampu memperkuat pemahaman mengenai isu-isu ekologis, meningkatkan kemampuan berfikir kritis, serta membangun empati dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan alam. Studi ini menegaskan bahwa pembelajaran IPS berbasis lingkungan memiliki potensi besar dalam membentuk karakter peduli lingkungan dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pelestarian alam. Dengan demikian, pembelajaran IPS yang kontekstual dan berbasis studi lingkungan perlu dikembangkan sebagai bagian dan upaya pendidikan berkelanjutan di sekolah.
PINTU TERBUKA, ARENA TERTUTUP: REPRODUKSI KETIDAKSETARAAN SIMBOLIK PADA MAHASISWA PENERIMA KIP-K DALAM KERANGKA SOSIOLOGI BOURDIEU Tasya Lutfiah; Satriyo Wibowo; Riko Septiantoko
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i6.2578

Abstract

The KIP-K (Smart Indonesia Card for Higher Education) program is designed to expand access to higher education for low-income groups. However, financial access does not automatically generate equality in the social and symbolic experiences of scholarship recipients. This study aims to analyse how KIP-K, despite being designed as an equalisation instrument, is structurally implicated in the reproduction of symbolic inequality. The method employed is a systematic critical review of 29 purposively selected sources from 2006–2026, encompassing Pierre Bourdieu's theoretical works, empirical studies of KIP-K students' experiences, and policy evaluations. Analysis draws on Bourdieu's conceptual framework,  habitus, capital, field, and symbolic violence as a reading lens for literature findings. Results identify six simultaneously operating mechanisms of symbolic inequality reproduction: (1) habitus cleft, (2) consumptive distinction, (3) institutional symbolic violence, (4) cultural capital gap, (5) policy stigma, and (6) spatial implementation disparity. These six mechanisms produce a condition termed Pseudo-Inclusion where formal inclusion occurs, but symbolic inequality is latently reproduced. Findings imply the need to reorient scholarship policy design beyond financial intervention toward transforming the structural conditions of the higher education field.
Konservasi Sumber Daya Alam terhadap Konsep Daur Ulang dalam SDGs 12 dan Relevansinya pada Kurikulum Pembelajaran IPS Arfinaela Salsabila; Happri Novriza Setya Dhewantoro; Satriyo Wibowo
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i3.1521

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi daur ulang terhadap Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) sebagai implementasi SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta relevansinya dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis secara kritis literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daur ulang merupakan strategi konservasi yang krusial dengan mengubah limbah menjadi bahan baku sekunder, daur ulang secara signifikan mengurangi tekanan eksploitasi terhadap SDA primer seperti minyak dan mineral serta mendukung model Ekonomi Sirkular. Selain itu, model pengelolaan limbah seperti bank sampah menciptakan dampak sosial dan ekonomi positif, termasuk penciptaan lapangan kerja (SDGs 8) dan peningkatan pendapatan rumah tangga (SDGs 1). Kesimpulannya, topik ini memiliki relevansi yang sangat tinggi untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum IPS, sebab IPS merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan literasi keberlanjutan dan etika lingkungan. Integrasi ini perlu diwujudkan dengan mengaitkan konsep daur ulang dalam Geografi (pengelolaan SDA), Ekonomi (Ekonomi Sirkular), dan Sosiologi (perubahan perilaku), khususnya melalui pembelajaran berbasis proyek yang praktis dari konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna membentuk kebiasaan hidup yang bertanggung jawab.