Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Masyarakat dengan Pembuatan Cairan Fermentasi dari Limbah Sayur dan Buah sebagai Obat Kumur dan Obat Aneka Luka Fahma Riyanti; Desnelli, Desnelli; Nova Yuliasari; Fatma, Fatma; Julinar, Julinar
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v3i2.3112

Abstract

The liquid product resulting from fermentation of leftover vegetables and fruit that is still fresh and not rotten for approximately 100 days has the characteristics of being brown in color, has an aroma like vinegar or fresh sourness and a very acidic pH, namely less than 4. This fermented product contains acertic acid and lactic acid and is a natural antimicrobial source, so it has antibacterial and anti-fungal capabilities. This antibacterial activity can inhibit the activity of bacteria that cause tooth decay such as L.acidophilus and S.mutans bacteria so it can be used as a mouthwash. The wound healing process can be accelerated due to the presence of antibacterial compounds by stimulating the body's immune response. So that this fermented liquid can be used as a wound medicine. Community service activities in the form of counseling, practice of making fermented liquid and providing ready-made products are topics carried out at RT 07 LK IV, Timbangan Indralaya Utara, Ogan Ilir Sumatera Sealatan. The counseling participants were mothers and young women, estimated to be 15 - 25 people. To make it easier for the extension participants to understand and the aim of the activity to be achieved, a demonstration was carried out on making fermentation liquid, harvesting F2 products with mint leaves for gargling and distributing the product. The extension participants were very enthusiastic about participating in the activity, seen from the many questions asked.
Penambahan Eco-Enzym Pada Pembuatan Sabun Cair untuk Menjaga Kesehatan Kulit di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Desnelli, Desnelli; Riyanti, Fahma; Eliza, Eliza; Hidayati, Nurlisa; Syarif, Nirwan; Yuliasari, Nova
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i1.374

Abstract

Sabun cair digunakan sebagai pembersih dengan media air. Bahan yang ditambahkan pada sabun cair seperti pewangi, pelembab, antiseptik, penambah busa dan lain lain. Antiseptik merupakan zat yang bisa membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman seperti virus, bakteri atau jamur. Bahan antiseptik dapat berupa bahan kimia atau bisa juga bahan alami yang mengandung zat antiseptik seperti lidah buaya, daun sirih, eco-enzym dan lain lain. Eco-enzyme mempunyai arti enzim ramah lingkungan mengandung asam asetat, dan berbagai enzym seperti lipase, tripsin, amilase yang mampu membunuh bakteri patogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan antiseptik pada sabun. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek pembuatan sabun cair dilaksanakan di desa Burai Tanjung Batu, Ogan Ilir. Peserta umumnya ibu ibu dan remaja putri yang berjumlah sekitar 20-30 orang. Metode pembuatan sabun cair dengan eco-enzym sangat mudah dipahami oelh peserta dan memberikan peluang membuka usaha pembuatan sabun cair antiseptik.
Penyediaan Obat Penyakit Kulit Dan Luka Dari Cairan Fermentasi Lidah Buaya Dan Daun Sirih Riyanti, Fahma; Desnelli, Desnelli; Fatma, Fatma; Yuliasari, Nova; Julinar, Julinar; Musifa, Eva
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.693

Abstract

Cairan Fermentasi anaerob pada lidah buaya dan daun sirih mengandung enzim-enzim, beberapa senyawa kimia, dan sumber antimikroba alami. Kandungan ini memiliki kemampuan terhadap antibakteri dan anti jamur yang bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit, luka dan untuk kesehatan kulit. Proses penyembuhan dapat dipercepat karena senyawa antibakteri menstimulator respon imun tubuh sehingga dapat menyembuhkan luka dan penyakit kulit. Kegiatan pengabdian yang berupa penyuluhan, praktek pembuatan cairan fermentasi lidah buaya - daun sirih dan pemberian produk yang sudah jadi merupakan metode yang dilaksanakan di Desa Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Agar peserta penyuluhan memahami tujuan kegiatan maka dilakukan praktek pembuatan cairan fermentasi dan peserta penyuluhan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pelaksanaan kedua adalah memantau cairan fermentasi yang dibuat sebelumnya. Hasil fermentasi dibuka setelah 3 bulan, ketiga cairan fermentasi tersebut berhasil dibuat ditandai aroma asam segar dan warna coklat.
Penambahan Eco-Enzym Pada Pembuatan Sabun Cair untuk Menjaga Kesehatan Kulit di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Desnelli, Desnelli; Riyanti, Fahma; Eliza, Eliza; Hidayati, Nurlisa; Syarif, Nirwan; Yuliasari, Nova
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i1.374

Abstract

Sabun cair digunakan sebagai pembersih dengan media air. Bahan yang ditambahkan pada sabun cair seperti pewangi, pelembab, antiseptik, penambah busa dan lain lain. Antiseptik merupakan zat yang bisa membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman seperti virus, bakteri atau jamur. Bahan antiseptik dapat berupa bahan kimia atau bisa juga bahan alami yang mengandung zat antiseptik seperti lidah buaya, daun sirih, eco-enzym dan lain lain. Eco-enzyme mempunyai arti enzim ramah lingkungan mengandung asam asetat, dan berbagai enzym seperti lipase, tripsin, amilase yang mampu membunuh bakteri patogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan antiseptik pada sabun. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek pembuatan sabun cair dilaksanakan di desa Burai Tanjung Batu, Ogan Ilir. Peserta umumnya ibu ibu dan remaja putri yang berjumlah sekitar 20-30 orang. Metode pembuatan sabun cair dengan eco-enzym sangat mudah dipahami oelh peserta dan memberikan peluang membuka usaha pembuatan sabun cair antiseptik.
Ecoenzyme Characterization of Fruit Peel Waste Mixture and Test of Antibacterial Activity against Bacteria Causing Dental Caries Julinar, Julinar; Uswati, Dinii; Riyanti, Fahma; Musifa, Eva
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 10, No 3 (2025): October 2025
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecoenzyme is a product of facultative aerobic fermentation for 3 months from organic fruit and vegetable waste. In this study, ecoenzyme was made from a mixture of fruit peel waste (papaya, orange and pineapple) with the addition of 6 liters of water. Ecoenzyme products were characterized by organoleptic properties, chemical composition, enzyme activity and antibacterial activity tests against Lactobacillus acidophilus and Streptococcus mutans bacteria that cause dental caries. The results of the study show that the ecoenzyme product had a dominant orange peel sour flavor, was cloudy brown in color with a volume of 8.4 liters from 6 liters of added water. The characterization results depict that the chemical composition of ecoenzyme contained acetic acid and lactic acid with a total acid content of 2.26%, 40.45 mg/mL protein, and secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, and saponins. The activity of several enzymes from ecoenzyme was protease 0.0246 U/mL, amylase 0.0032 U/mL and lipase 5 U/mL. Antibacterial activity against bacteria that cause dental caries is included in the category of very strong against S. mutans at a concentration of 40 (% v/v) and moderate against L. acidophilus with inhibition zone diameters of 23.33 mm and 8.23 mm respectively. The Mininum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Killing Concentration (MKC) values of ecoenzyme against S. mutans and L. acidophilus bacteria were 2500 ppm and 5000 ppm respectively.Keywords: ecoenzyme, fruit-peel waste, L.acidophilus, S.mutans, antibacterial