Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penyediaan Obat Penyakit Kulit Dan Luka Dari Cairan Fermentasi Lidah Buaya Dan Daun Sirih Riyanti, Fahma; Desnelli, Desnelli; Fatma, Fatma; Yuliasari, Nova; Julinar, Julinar; Musifa, Eva
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.693

Abstract

Cairan Fermentasi anaerob pada lidah buaya dan daun sirih mengandung enzim-enzim, beberapa senyawa kimia, dan sumber antimikroba alami. Kandungan ini memiliki kemampuan terhadap antibakteri dan anti jamur yang bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit, luka dan untuk kesehatan kulit. Proses penyembuhan dapat dipercepat karena senyawa antibakteri menstimulator respon imun tubuh sehingga dapat menyembuhkan luka dan penyakit kulit. Kegiatan pengabdian yang berupa penyuluhan, praktek pembuatan cairan fermentasi lidah buaya - daun sirih dan pemberian produk yang sudah jadi merupakan metode yang dilaksanakan di Desa Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Agar peserta penyuluhan memahami tujuan kegiatan maka dilakukan praktek pembuatan cairan fermentasi dan peserta penyuluhan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pelaksanaan kedua adalah memantau cairan fermentasi yang dibuat sebelumnya. Hasil fermentasi dibuka setelah 3 bulan, ketiga cairan fermentasi tersebut berhasil dibuat ditandai aroma asam segar dan warna coklat.
Penambahan Eco-Enzym Pada Pembuatan Sabun Cair untuk Menjaga Kesehatan Kulit di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Desnelli, Desnelli; Riyanti, Fahma; Eliza, Eliza; Hidayati, Nurlisa; Syarif, Nirwan; Yuliasari, Nova
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i1.374

Abstract

Sabun cair digunakan sebagai pembersih dengan media air. Bahan yang ditambahkan pada sabun cair seperti pewangi, pelembab, antiseptik, penambah busa dan lain lain. Antiseptik merupakan zat yang bisa membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman seperti virus, bakteri atau jamur. Bahan antiseptik dapat berupa bahan kimia atau bisa juga bahan alami yang mengandung zat antiseptik seperti lidah buaya, daun sirih, eco-enzym dan lain lain. Eco-enzyme mempunyai arti enzim ramah lingkungan mengandung asam asetat, dan berbagai enzym seperti lipase, tripsin, amilase yang mampu membunuh bakteri patogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan antiseptik pada sabun. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek pembuatan sabun cair dilaksanakan di desa Burai Tanjung Batu, Ogan Ilir. Peserta umumnya ibu ibu dan remaja putri yang berjumlah sekitar 20-30 orang. Metode pembuatan sabun cair dengan eco-enzym sangat mudah dipahami oelh peserta dan memberikan peluang membuka usaha pembuatan sabun cair antiseptik.
Aplikasi ultrasonik dalam adsorpsi rhodamin oleh hidrochar cangkang buah karet - Zn(OH)2 Yuliasari, Nova; Firdaus, Rizki; Riyanti, Fahma
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1328

Abstract

Rhodamin merupakan polutan dari limbah industri yang bersifat karsinogen sehingga memerlukan pengolahan sebelum terbawa ke perairan. Penelitian ini menggunakan hidrochar cangkang buah karet teraktivasi KOH dan dimodifikasi dengan Zn(OH)2 sebagai adsorben rhodamin. Difraktogram XRD dan spektra FTIR dari adsorben mengkonfirmasi keberhasilan preparasi.Adsorben yang telah dimodifikasi dan pemanfaatan ultrasonik masing-masing menyebabkan persentase rhodamin teradsorpsi yang lebih tinggi. Hasil pH pzc adalah pH 8 sehingga adsorpsi dilakukan pada pH 9. Berat optimum adsorben yaitu 0,075 g, waktu kontak optimum antara adsorben dan rhodamin selama 10 menit. Orde kinetika sesuai orde dua semu dan isoterm adsorpsi cenderung mengikuti model Langmuir, dimana keduanya menunjukkan jenis mekanisme adalah interaksi kimia. Kapasitas adsorpsi hidrochar cangkang buah karet-Zn(OH)2 mencapai 18,0 mg/g.
Green Synthesis of CuO-Doped Fe₃O₄ for Degradation of Crystal Violet Dye: RSM-Based Optimization Ady Mara; Fahma Riyanti; Desnelli; Poedji Loekitowati Hariani
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 9 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v9i1.24394.1-14

Abstract

The limitations of CuO photocatalyst include high electron–hole recombination and low charge-transfer efficiency. In this context, doping with Fe3O4 is used to form a heterojunction, which enhances charge separation, increases electron transfer, and imparts magnetic properties for easy separation and reuse of the catalyst. Therefore, this study aimed to synthesize a biphasic CuO/Fe₃O₄ composite using Rhodomyrtus tomentosa leaf extract as a green reducing agent, and evaluate the performance as a photocatalyst for the degradation of Crystal Violet Dye (CVD). Structural, morphological, optical, and magnetic properties were characterized using X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscopy with energy-dispersive X-ray spectroscopy (SEM–EDX), UV–Vis diffuse reflectance spectroscopy (DRS), and vibrating sample magnetometer (VSM). XRD patterns confirmed the coexistence of CuO and Fe₃O₄ phases, indicating successful composite formation. VSM analysis reported that the composite had magnetic properties with a saturation magnetization and band gap values of 46.92 emu/g and 1.63 eV, respectively. Process optimization was conducted using Response Surface Methodology (RSM) based on Central Composite Design (CCD). The results showed that the quadratic model was the most appropriate and statistically significant model, indicated by a p-value < 0.05 with a coefficient of determination (R2) of 0.9953. In addition, optimization of the degradation process led to CVD degradation efficiency of 98.73% under optimal conditions of initial concentration of 25.4 mg/L, pH 9.5, and irradiation time of 39.4 min with a visible-light radiation source. The composite also reported good reusability, retaining 92.11% of degradation efficiency after five cycles, confirming the potential as a magnetically recoverable, environmentally sustainable photocatalyst for wastewater treatment applications.
Pemanfaatan Bahan Alam Melalui Edukasi Pembuatan Ecoprint Bagi Masyarakat Desa Tanjung Seteko Nurlisa Hidayati; Desnelli Desnelli; Fahma Riyanti; Guntur Pragustiandi; Ahmad Fatoni
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.26237

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan tema edukasi dan pemanfaatan bahan alam untuk pembuatan eco print dilaksanakan di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan pembuatan eco print. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja putri. Materi disampaikan melalui ceramah, diskusi, serta demonstrasi dan praktik pembuatan eco print menggunakan daun dan bunga dari tanaman yang tumbuh di sekitar desa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, yang ditunjukkan dari nilai rata-rata pre-test sebesar 46 menjadi 70 pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep, bahan, dan teknik pembuatan eco print. Kegiatan ini juga meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi produk eco print yang bernilai estetika dan berpotensi memiliki nilai ekonomi serta dapat dikembangkan sebagai peluang usaha kreatif yang ramah lingkungan Kata Kunci : eco print; bahan alam; Desa Tanjung Seteko; teknik pounding; edukasi
Ecoenzyme Characterization of Fruit Peel Waste Mixture and Test of Antibacterial Activity against Bacteria Causing Dental Caries Julinar Julinar; Dinii Uswati; Fahma Riyanti; Eva Musifa
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 10, No 3 (2025): October 2025
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecoenzyme is a product of facultative aerobic fermentation for 3 months from organic fruit and vegetable waste. In this study, ecoenzyme was made from a mixture of fruit peel waste (papaya, orange and pineapple) with the addition of 6 liters of water. Ecoenzyme products were characterized by organoleptic properties, chemical composition, enzyme activity and antibacterial activity tests against Lactobacillus acidophilus and Streptococcus mutans bacteria that cause dental caries. The results of the study show that the ecoenzyme product had a dominant orange peel sour flavor, was cloudy brown in color with a volume of 8.4 liters from 6 liters of added water. The characterization results depict that the chemical composition of ecoenzyme contained acetic acid and lactic acid with a total acid content of 2.26%, 40.45 mg/mL protein, and secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, and saponins. The activity of several enzymes from ecoenzyme was protease 0.0246 U/mL, amylase 0.0032 U/mL and lipase 5 U/mL. Antibacterial activity against bacteria that cause dental caries is included in the category of very strong against S. mutans at a concentration of 40 (% v/v) and moderate against L. acidophilus with inhibition zone diameters of 23.33 mm and 8.23 mm respectively. The Mininum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Killing Concentration (MKC) values of ecoenzyme against S. mutans and L. acidophilus bacteria were 2500 ppm and 5000 ppm respectively.Keywords: ecoenzyme, fruit-peel waste, L.acidophilus, S.mutans, antibacterial