Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kesantunan Tindak Tutur Ekspresif Memuji dalam Kolom Komentar Akun Instagram Witri, Atika Elsa; Liusti, Siti Ainim
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 4 No 1 (2026): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajisd.v4i1.9024

Abstract

Linguistic politeness in online interactions is an important indicator of the quality of social relations on social media, including in Instagram comment sections, which are widely used by netizens to express appreciation and support. This study aimed to describe the politeness of expressive speech acts of praising used by netizens in Instagram comment sections. A descriptive qualitative approach was employed, with data consisting of utterances containing praise in the comment sections of three Instagram accounts, namely @jharnabhagwani, @ma.rinpo, and @arriind_. The data were collected from photo and video posts uploaded during the period July–August 2025 using observation and documentation methods, then analyzed by applying Leech’s politeness principle, which comprises six maxims: the maxim of approbation, maxim of agreement, maxim of modesty, maxim of tact, maxim of sympathy, and maxim of generosity. The findings show that, from the 130 data points analyzed, all politeness maxims were identified, with the maxim of approbation being the most dominant, indicating that Instagram comment sections function as interaction spaces oriented toward providing appreciation and positive support. In addition, the situational context of the speech event, such as the relationship between speaker and hearer, communicative goals, and the characteristics of digital communication—influenced the realization of each politeness maxim. These results demonstrate that expressive speech acts of praising on Instagram not only represent speakers’ psychological attitudes but also play a role in maintaining politeness and building harmonious social relations in digital spaces.
Indikasi Ujaran Kebencian Netizen dalam Kolom Komentar Akun Instagram @ahmadsahroni88: Kajian Linguistik Forensik Viony Salsabila; Haris Syukri; Ngusman; Siti Ainim Liusti
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 3 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i3.179

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, memicu meningkatnya fenomena ujaran kebencian di ruang digita. Kolom komentar media sosial tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana menyampaikan opini, tetapi juga menjadi ruang munculnya berbagai bentuk serangan verbal yang berpotensi menimbulkan dampak sosial dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ujaran kebencian serta mengkategorikan efek sosial ujaran kebencian dalam kolom komentar akun Instagram @ahmadsahroni88 dengan pendekatan linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa komentar netizen yang mengandung unsur ujaran kebencian pada akun Instagram @ahmadsahroni88. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 144 data ujaran kebencian yang terbagi ke dalam enam jenis, yaitu penghinaan (90 data), penghasutan (23 data), pencemaran nama baik (15 data), provokasi (10 data), penistaan (3 data), dan penyebaran berita bohong (3 data). Berdasarkan efek sosialnya, ujaran kebencian dikategorikan menjadi stigmatisasi (104 data), labeling (37 data), dan stereotip (4 data). Temuan penelitian menunjukkan bahwa penghinaan dan stigmatisasi merupakan bentuk yang paling dominan, yang mencerminkan kecenderungan netizen menyerang individu secara langsung serta membangun citra negatif melalui bahasa di media sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian linguistik forensik, khususnya dalam analisis ujaran kebencian di media sosial, serta dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahasa yang etis di ruang digital.
Karakteristik Ungkapan Makian dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Dina Rohadatul Aisy; Haris Syukri; Ngusman; Siti Ainim Liusti
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 3 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i3.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan ungkapan makian dalam media film sebagai sarana ekspresi emosi tokoh yang merefleksikan realitas sosial masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk, jenis, dan fungsi ungkapan makian dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan fungsi ungkapan makian yang digunakan para tokoh dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung ungkapan makian dalam dialog film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Sumber data penelitian berasal dari dialog para tokoh dalam film tersebut. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik catat, kemudian dianalisis dengan cara mengelompokkan data berdasarkan bentuk, jenis, dan fungsi ungkapan makian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan makian dalam film ini terdiri atas dua bentuk, yaitu bentuk kata dan bentuk frasa. Jenis makian yang ditemukan meliputi makian yang mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, benda, bagian tubuh, kekerabatan, dan profesi. Fungsi ungkapan makian dalam film ini digunakan untuk mengekspresikan kemarahan, kejengkelan, keheranan, penghinaan, dan bercanda dalam interaksi antar tokoh. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan makian dalam film tidak hanya menjadi sarana pelampiasan emosi, tetapi juga mencerminkan relasi sosial, karakter tokoh, serta konteks situasi dalam alur cerita.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia Siska Triananda; Siti Ainim Liusti
AHKAM Vol 5 No 2 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i2.9389

Abstract

Although studies on expressive speech acts in literary works have been widely conducted, research linking types of expressive speech acts with speech strategies in contemporary novels remains limited. This study aims to analyze the types of expressive speech acts and speech strategies in the novel 00.00 by Ameylia Falensia. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. The research data consisted of 336 character utterances selected through purposive sampling. Data were collected using reading and note-taking techniques, then analyzed using the Miles and Huberman analysis model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there were twelve types of expressive speech acts, with condemning as the dominant type, followed by criticism and complaining. In the aspect of speech strategies, five strategies were identified, with the dominant strategy being bald on-record speech without small talk. These findings indicate that language use in the novel is influenced by emotional conflicts among the characters, so that utterances tend to be delivered directly. This study contributes to the development of pragmatic studies, particularly those related to expressive speech acts and speech strategies in literary works, and also has practical implications for the teaching of Indonesian language and literature. Further research is recommended to expand the object of study and use a corpus-based approach in order to obtain more comprehensive results.