Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Use of Canna Starch As Binder in Chewable Tablets With Wet granulation Methode St. Rahmatullah; W Wirasti; Urmatul Waznah; Maryatul Kiptiyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.438 KB)

Abstract

Ganyong mengandung pati (karbohidrat) tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada formulasi tablet. Tablet kunyah ditujukan untuk orang-orang yang memiliki kesulitan dalam menelan obat. Salah satu sediaan tablet kunyah adalah sediaan antasida. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan pati ganyong sebagai bahan pengikat pada tablet kunyah dengan metode granulasi basah. Evaluasi pada tablet yang dilakukan terhadap Uji Penampilan Fisik, Organoleptis, Keseragaman Ukuran dan Bobot, Kekerasan, dan Kerapuhan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengacu pada literatur buku Bahan Ajar Farmasi Teknologi Sediaan Solid. Ketiga formula memenuhi syarat dalam uji evaluasi granul dan tablet. Hasil yang mendekati sempurna terdapat pada formula III dengan kadar amilum 10%. Evaluasi granul meliputi uji kadar air 0,00%, uji kompresibilitas 7,89%, uji sudut diam 32,21º, uji laju alir 4,59 detik. Evaluasi tablet yang meliputi uji Organoleptis, uji Keseragaman ukuran dengan diameter 12,00 mm tebal tablet 4,69 mm, uji Keseragaman bobot dengan rata-ratanya 507,9 mg, uji Kekerasan 5,16 kg, uji Kerapuhan 0,36%, dan uji Waktu Hancur 4 menit 30 detik.
Formation and Capasity Building Of Herbal Healthy Cadre in Api-Api Village, Wonokerto, Pekalongan Regarding TOGA Wirasti Wirasti; St. Rahmatullah; ulian Wahyu Permadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.477 KB)

Abstract

VillageApi-apui WonokertoDisctrict,PekalonganRegency locatedapproximately6 km to the north Pantai Utara Jawa (Pantura). The livelihoods of the Api-api villages communityisfisherman,pond farmers,convectionfarmers, rice farmer ect. The health level of the Api-Api community was initially relatively good because awareness for treatment was good, but after the rob and the covid-19 pandemic, the health of the community village declined and the environment became less well -maintained. To support and further improve the level of public health, it necessary to form herbal healthy cadre. The aim of this activity servicecommunityis to increase and empower community in Api-Api Vilage, Wonokerto District, Pekalongan Regency. The Service vommunityiscarriedout inseveralstage. The first stage:observation,thesecondstage is a shared perceptionwith thevillagehead,the thirdstageiscounselingon how to plant family medicinalplants(TOGA),the fourth stage istrainingon how to select and growmedicinal plants. ThisMethodsactivity iscollaborationwith the villagegovermantand training. The results of this activity is an increase inknowledgeandundrstandingof herba; healthy cadres in Api-Api Village by 38,2%. The community (Herbal healthy cadres) incerased their knowledge about how select and grow medicinal plant . TheConclusionthis activityis to increase capacityofknowledgeplantmedicinaland how toselectas well as plantTOGA.
Uji Aktivitas Antikolesterol Fraksi N-Heksana, Etil Asetat, Metanol dan Ekstrak Kulit Batang Pulai (Alstonia Scholaris (L.) R.Br) Secara In Vitro Cut Chiwe Widya Pramesty; S Slamet; W Wirasti; Urmatul Waznah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks, sebagian besar kolesterol dalam tubuh diproduksi oleh hati. Kolesterol bisa diperoleh dari luar tubuh yaitu dari makanan hewani seperti daging, unggas, ikan, susu, dan margarin. Kolesterol penting bagi manusia, namun jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi diantaranya bisa meyebabkan penyumbatan aliran darah yang mengakibatkan penyakit Aterosklerosis. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa senyawa yang dapat menurunkan kolesterol adalah senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid adalah kulit batang pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas penurunan kadar kolesterol fraksi n-heksan, etil asetat, metanol, dan ekstrak etanol kulit batang pulai (Alstonia scholaris (L.) R.Br) dan urutan fraksi dari terkecil ke terbesar yang memiliki potensi sebagai Antikolesterol. Analisis aktivitas kolesterol bisa diuji dengan mengukur kadar kolesterol secara in vitro menggunakan pereaksi Lieberman Burchard. Metode analisis menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 625,0 nm dengan seri konsentrasi sampel uji 200; 400; 600; 800 dan 1000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 1000 ppm terjadi penurunan kolesterol ekstrak etanol sebesar 45,23%, fraksi metanol sebesar 51,49%, fraksi n-heksan sebesar 91,00% dan fraksi etil asetat sebesar 85,01%. Hasil uji penurunan aktivitas antikolesterol diuji statistika ANOVA dan didapatkan hasil nilai signifikan < 0,05 dan untuk melihat perbedaan perlakuan dilakukan dengan uji Tukey, hasil uji Tukey menyatakan Simvastatin 200 ppm dan fraksi etil asetat konsentrasi 400 ppm tidak berbeda dengan nilai signifikan 0,909 > 0,05. Fraksi N-Heksan memiliki potensi terbesar sebagai Antikolesterol.
Analsis Nilai Sun Protection Factor (SPF) Pada Losion Tabir Surya Yang Beredar di Kota Pekalongan Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Elsa Septiana Khoirunnisa; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti; Achmad Vandian Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losion adalah sediaan kosmetika yang mengandung air lebih banyak dan termasuk golongan pelembut. Efektifitas dari suatu sediaan tabir surya dapat ditunjukkan dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), yang didefinisikan sebagai standar yang digunakan untuk mengukur potensi sediaan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV dan membentengi kulit dari paparan radiasi sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dari dua belas sampel losion tabir surya yang beredar di Kota Pekalongan berdasarkan kategori proteksi nilai SPF menurut FDA dan mengetahui pengaruh kepolaran pelarut terhadap nilai SPF. Sampel diuji dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm tiap interval 5 nm. Ekstraksi dilakukan menggunakan tiga pelarut yang berbeda (kloroform, etil asetat dan etanol), kemudian dianalisis dengan rumus persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dan masuk dalam kategori proteksi nilai SPF yang berbeda. Sampel dengan nilai SPF paling tinggi sebesar 12,36 dengan pelarut kloroform tmasuk dalam kategori proteksi maksimal, sedangkan sampel dengan nilai SPF paling rendah sebesar 1,10 dengan pelarut etanol mempunyai proteksi tabir surya tetapi tidak masuk dalam kategori proteksi menurut FDA karena nilai SPF yang didapat kurang dari minimal. Dua belas sampel yang diuji memiliki nilai SPF yang bervariasi dari ketiga pelarut yang berbeda berdasarkan tingkat polaritasanya, pelarut yang paling efektif untuk analisis SPF secara berturut adalah kloroform, etil asetat dan etanol. Nilai SPF dari tiga pelarut yang berbeda polaritasnya secara berturut turut pada pelarut kloroform, etil asetat dan etanol sebesar 12,36, 11,06 dan 7,79.
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Sheet Mask Ekstrak Daging Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Nadia Salsabila Ulfa; Dwi Bagus Pambudi; W Wirasti; Khusna Santika Rahmasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging buah asam jawa berkhasiat sebagai antioksidan. Penambahan ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) pada sediaan essence sheet mask diperkirakan mempengaruhi stabilitas fisik dari sediaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas fisik sediaan essence sheet mask yang mengandung ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan berbagai konsentrasi (3%, 5%, dan 7%). Uji stabilitas fisik pada sediaan essence sheet mask dilakukan setelah penyimpanan selama 14 hari menggunakan uji cycling test (2°±40° C). Parameter stabilitas adalah organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test. Hasil ketiga formulasi menunjukkan stabilitas yang sesuai persyaratan sediaan gel diuji pada pengamatan organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test.
Lotion Antioksidan Ekstrak Etanol Selada Air (Nasturtium Officinale R. Br) Metode Beta Carotene Bleaching (BCB) Naila Iva Amalina Putri Sulaiman; W Wirasti; Dwi Bagus Pambudi; Urmatul Waznah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada air merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid/steroid dan tannin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan lotion ekstrak etanol herba selada air (Nasturtium Officinale L. R. Br). Metode penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Beta Carotene Bleaching (BCB). Pengujian stabilitas lotion meliputi dengan uji organoleptik, homogenitas, pH dan viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi ekstrak etanol herba selada air (Nasturtium Officinale R. Br) terhadap aktivitas antioksidan dan stabilitas sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etanol selada air sebesar 72,23±0,47 μg/mL, sedangkan pada sediaan lotion berturut-turut formulasi 1, 2 ,3 sebesar 104,13±0,20 μg/mL, 100,50±0,88 μg/mL dan 98,37±1,02 μg/mL. Hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan stabil masih dalam rentang SNI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion mengandung antioksidan sedang dengan sediaan yang stabil.
Pengaruh Pelarut Ekstraksi Pada Pembuatan Pemanis Dari Buah Lemba (Curculigo latifolia) Terhadap Kadar Total Gula Rasya Rizqi Kamilah; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti; Achmad Vandian Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Lemba (Curculigo latifolia) adalah buah yang memiliki rasa manis, apabila mengkonsumsi buah tersebut rasa manis akan tertinggal pada mulut. Kandungan gula pada buah lemba dapat dipisahkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda-beda melaui proses maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total gula dan pengaruh pelarut terhadap kadar total gula pada pemanis dari buah lemba. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah lemba (Curculigo latifolia) yang diambil di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Buah lemba di maserasi dengan lima pelarut yang berbeda yaitu aquadest, etanol, metanol, etil asetat dan n-heksan, selanjutnya dipisahkan filtrat dan diuapkan menggunakan evaporator pada suhu dibawah 50ºC. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode anthrone pada panjang gelombang 628 nm. Hasil kadar gula total pada masing-masing sampel yaitu sampel ekstrak aquadest 1,625 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etanol 0,920 gram/500 gram buah lemba, ekstrak metanol 0,803 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etil asetat 0,325 gram/500 gram buah lemba dan kadar sampel ekstrak n-heksana 0,205 gram/500 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut berpengaruh terhadap kadar total gula yang diperoleh. Kadar gula total paling tinggi terdapat pada ekstrak aquadest dengan kadar total gula 1,625 gram/500 gram buah lemba.
Analisis Kadar Besi (Fe) Dan Seng (Zn) Pada Daun Selada Air (Nasturtium Officinale R.Br) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (Ssa) Adelia Fitriani; Achmad Vandian Nur; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi (Fe) merupakan mikromineral yang sangat diperlukan dalam darah guna pembentukan hemoglobin (Hb). Seng (Zn) merupakan zat mineral essensial yang berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Selada air memiliki kandungan antara lain protein, kalsium, fosfor, zat besi, seng, flavonoid, fenol dan vitamin A, E, dan C. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan kadar besi dan seng daun selada air berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daun Selada Air (Nastutrium officinale,R.Br) yang diambil dari ketinggian ±519 mdpl (sampel A) dan ±734 mdpl (sampel B). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 248,3 nm (Fe) dan 231,9 (Zn). Kadar Fe dalam sampel yang diteliti yaitu sampel A sebesar 0,441 mg/100 gr dan sampel B sebesar 1,421 mg/100 gr sedangkan kadar Zn dalam sampel A sebesar 0,007 mg/100 gr dan sampel B sebesar 0,173 mg/100 gr. Dari penelitian ini diketahui bahwa kadar Fe dan Zn tertinggi terdapat pada sampel B. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap kadar Fe dan Zn pada tanaman.
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) Terhadap Jamur Candida albicans Dengan Metode Sumuran Galuh Surya Cahyaningrum; S Slamet; W Wirasti; Dwi Bagus Pambudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lengkuas merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antijamur. Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, tannin, saponin, flavonoid dan terpenoid yang memiliki fungsi sebagai fungisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak (Alpinia galanga (L) Willd) dapat mengetahui efektifitas antifungi terhadap jamur Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sumuran pada uji aktivitas antijamur ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) dan metode maserasi untuk ekstraksi lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd). Analisis data yang diperoleh menunjukkan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) memiliki aktivitas antifungi pada konsentrasi 5% memiliki daya hambat sebesar 9,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat sebesar 10,16 mm dan konsentrosi 15% memiliki daya hambat sebesar 11,43 mm terhadap jamur Candida albicans yang merupakan kategori kuat.
PENINGKATAN EKONOMI DENGAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI TANAMAN OBAT DAN PEMBUATAN JAMU MENUJU DESA SEHAT MANDIRI Yulian Wahyu Permadi Yulian Wahyu Permadi; Wirasti Wirasti; St. Rahmatullah
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.987

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan masyarakat akan sukses atau dapat terjadi apabila warga ikut berpartisipasi. Membangun ekonomi masyarakat pedesaan bearti pula membangun sebagian besar penduduk indonesia. Selain memiliki potensi sumber daya manusia pedesaan juga memiliki potensi sumber daya alam. Pengabdian masyarakat dosen juga bertujuan untuk memberikan/mengabdikan ilmu yang dimilikinya untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat  baik dibidang kesehatan atau di bidang ekonomi. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah dengan memberikan informasi mengenai bagaimana meningkatkan ekonomi dengan memberdayakan masyarakat melalui tanaman obat dan pembuatan jamu menuju desa sehat mandiri. Melakukan pelatihan pembuatan jamu/ramuan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat dengan melibatkan ahli dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kab. Pekalongan sehingga jamu tersebut aman dikomsumsi.