Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Stabilitas Suspensi Ibuprofen Menggunakan Metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography) Nurul Ulva; Wirasti Wirasti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 01 (2021): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i01.516

Abstract

Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang berkhasiat analgetik dan antipiretik. Sifat kelarutan ibuprofen yang rendah mempengaruhi stabilitas sediaan selama penyimpanan. Penggunaan sediaan suspensi ibuprofen yang tidak langsung habis disimpan untuk digunakan kembali. Penyimpanan suspensi ibuprofen yang sesuai dengan etiket pada suhu dibawah 30°C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan suhu penyimpanan terhadap stabilitas sediaan suspensi ibuprofen. Metode sampel menggunakan simple random sampling. Preparasi sampel disimpan pada suhu kamar (25-27°C), suhu sejuk (8-15°C), dan suhu dingin (4-6°C). Analisis kadar menggunakan alat HPLC (High Performance Liquid Chromtography) dengan fase gerak metanol dan aqua bidestillata (60:40). Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis regresi linier. Hasil pengukuran kadar dari analisis regresi linier menunjukkan penurunan kadar penyimpanan suhu kamar antara 5,2-26,49 mg, pada penyimpanan suhu sejuk antara 28,77-59,09 mg, dan pada suhu dingin antara 45,74-70,94 mg. Data penurunan kadar tersebut menunjukkan sediaan suspensi ibuprofen lebih stabil disimpan pada suhu kamar.
KANDUNGAN VITAMIN C PADA BROKOLI (BRASSICA OLERACEA L.) TERHADAP PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN DENGAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Yusi Jayanti; Slamet Slamet; Wirasti Wirasti; Ahmad Vandian Nur
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.522

Abstract

Suhu dan lama penyimpanan adalah faktor utama dalam penurunan kadar vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan tidak stabil selama pemrosesan dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini mengetahui kandungan Vitamin C yang disimpan pada suhu dan lama penyimpanan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah penelitian eksperimental kuantitatif menggunakan alat High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan fase gerak metanol dan aquabidestilata (60:40), panjang gelombang maksimum dalam penelitian ini 265 nm.Proses sampel pada suhu kamar dan suhu dingin dengan waktu penyimpanan (1, 3, dan 5 hari). Data yang diperoleh berupa nilai AUC (Area Under Curve) yang dimasukan ke dalam persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kandungan Vitamin C pada suhu dan lama penyimpanan, rata-rata kandungan vitamin C pada suhu kulkas sebesar 5,262 mg/100 gram. Sementara suhu kamar, rata-rata kandungan vitamin C sebesar 3,341 mg/100 gram. Kesimpulannya, menunjukan adanya pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kandungan Vitamin C dalam brokoli.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI staphylococcus aureus Novasella Novasella; St. Rahmatullah; Wirasti Wirasti; Dwi Bagus Pambudi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 3 No. 02 (2022): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v3i02.527

Abstract

Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) adalah  gulma yang mengadung senyawa kimia flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa salep ekstrak etanol daun senggani dapat dibuat menjadi sediaan salep yang memenuhi persyaratan dan untuk meneliti aktivitas antibakteri dari formulasi salep ekstrak etanol daun senggani terhadap bakteri Staphyllococcus aureus. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran dengan kosentrasi ekstrak 6,8 dan 10% dengan kontrol negatif yaitu salep tanpa ekstrak dan kontrol positif menggunakan salep gentamisi. Hasil penelitian berupa besar diameter zona hambat dari setiap formulasi dan pemenuhan persyaratan fisik sediaan salep meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat,viskositas, cyling tes dan uji iritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Daun Senggani dapat diformulasikan  menjadi sediaan salep yang memenuhi persyaratan fisik. Hasil dari uji Aktivitas Antibakteri  terhadap bakteri staphyllococcus aureus termasuk kategori kuat pada setiap kosentrasi  yaitu F1 6%  11,04 mm, F2 8% 11,24 mm dan F3 10% sebesar 11,47mm. terdapat perbedaan yang signifikan pada aktivitas antibakteri masing- masing formula.
Development of Prasman Leaf Suspension in Combination With Pulvis Gummi Arabici and Hydroxyethylcellulose Using Simplex Lattice Design Method Dina Salwa Atiqi; Slamet Slamet; Wirasti Wirasti; Dwi Bagus Pambudi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v19i1.15565

Abstract

Suspending agents affect the viscosity, storage, and re-dispersal of suspension preparations. This study aims to optimize the combination of suspending agent PGA and hydroxyethylcellulose to obtain the optimum suspension preparation. This suspension formulation uses a computer program design expert version 11 using the Simplex Lattice Design (SLD) method with 2 suspending agents, namely PGA and hydroxyethylcellulose. This SLD method produces 8 formulas. The parameters of these eight formulas were measured including their physical properties, such as organoleptic, pH, viscosity, sedimentation volume, and redispersibility of the preparation. Data were analyzed and produced a graphic equation of each response that gave the optimum suspension formulation. The formula I showed optimal parameters, i.e. physical stability, organoleptic stability, the pH of 5, the viscosity value of 59 cP, 0.04 mL sedimentation, and 95% redispersibility value with the concentration of the suspending agent is 6.25% of PGA and 0.775% of hydroxyethylcellulose, and the desirability value of 0.57. The results indicated that the suspension preparation had the characteristics of low viscosity, the particles settle quickly and are easily re-dispersed. Analysis of ANOVA statistical data on viscosity, sedimentation volume, and redispersibility of suspension preparations showed a p-value 5 or significant meaning that the use of the SLD method affected increasing and decreasing the response value.
UJI TOKSISITAS DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica Less), DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.), KULIT BIJI JENGKOL (Archidendron Pauciflorum) DAN KULIT RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Antonius Padua Ratu; Wirasti Wirasti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2315

Abstract

Metode BSLT merupakan salah satu cara yang cepat dan murah untuk skrining toksisitas dariekstrak tanaman dengan menggunakan hewan laut yaitu larva udang Artemia salina Leach. Metodeini sering dikaitkan dengan metode penapisan senyawa antikanker. Berdasarkan alasan tersebut,maka uji ini sangat tepat digunakan dalam mengawali penelitian bahan alam. Selain BSLT, jugadilakukan penapisan fitokimia. Hasil penelitian dengan metode BSLT dari ekstrak etanol daunbeluntas, kulit biji jengkol, daun kemangi, dan kulit rimpang kencur menunjukkan LC50 masingmasingsebesar 80,33 mg/L, 39,81 mg/L, 46,42 mg/L, dan kurang dari 10 mg/L. Hasil penapisanfitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beluntas dan kemangi terdapat flavonid, ekstraketanol kulit biji jengkol dan kulit rimpang kencur terdapat alkaloid. Ekstrak etanol kulit rimpangkencur menunjukan aktivitas tertinggi, maka perlu dilakukan isolasi dan identifikasi sehinggadiperoleh senyawa aktif.
PEMBUATAN DAN ANALISA SEDIAAN KOSMETIKA SABUN TRANSPARAN BASIS MINYAK KELAPA MURNI Wirasti Wirasti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i2.2322

Abstract

Sabun padat transparan dibuat menggunakan bahan-bahan berkualitas yang bermanfaatbagi kesehatan dan kecantikan kulit. Bahan baku sabun padat transparan menggunakan minyakkelapa murni (VCO), NaOH, NaCl, Asam Sitrat, Asam Stearat, Glycerin, Alkohol 96%, Pewarna,Wewangian, dan Larutan Gula. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun padat transparan,menganalisis persiapan kosmetik sabun transparan. Pengamatan pada sabun transparan termasuksifat kimia, sifat fisik sabun, dan uji organoleptik. Hasil analisis menunjukkan bahwa formula sabuntransparan telah memenuhi persyaratan sabun padat berdasarkan SNI 06-3532-1994. Hasil analisissabun transparan adalah kadar air dan 11,47% bahan evaporatif, nilai pH 9, bentuk padat transparan,aroma harum oranye, merah dan hijau jernih. Teknologi proses pembuatan sabun padat transparandapat dikembangkan dan diterapkan pada skala industri.
Identifikasi Kandungan Bahan Kimia Obat (Paracetamol dan Prednison) dalam Kandungan Jamu Rematik GI dan MT di Pekalongan Wulan Agustin Ningrum; W Wirasti; Prayugo Sugeng
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.054 KB)

Abstract

Jamu rematik merupakan salah satu jamu yang sering ditambahkanbahan kimia obat. Bahan kimia obat yang biasa ditambahkandiantaranya obat golongan kortikosteroid (deksametason,fenilbutason dan prednison), golongan asamurat (Allupurinol) dangolongan antipiretik (Paracetamol, Antalgin, Ibuprofen). Penelitianini bertujuan untuk mengindentifikasi kandungan Bahan Kimia Obatparacetamol dan prednison pada 2 sampel jamu rematik GI dan MTyang beredar di Pekalongan. Penelitianini dilakukan dengan ujikualitatif pada 2 sampel jamu rematik yang beredar di Pekalongan,sampel jamu rematik yang digunakan tidak memiliki izin edar. Ujisampel jamu meliputi uji organoleptis, uji mikroskopik dan uji KLT,menggunakan pembanding Bahan Kimia Obat (BKO) prednison danparacetamol. Hasil uji organoleptis menyatakan bahwa sampelmemilki bentuk sediaan kaspul, warna bervariasi dari yangterkumpul. Dari hasil uji mikroskopik menunjukan terdapat fragmenfragmensimplisiayang sesuai dengan komposisi yang tertera padakemasan, akan tetapi kristal yang serupa bahan kimia obat tidakdapat terdeteksi. Uji penegasan dilakukan menggunakan ujiKromatografi Lapis Tipis (KLT), Sampel GI positif mengandungBahan Kimia obat (BKO) Prednison dan tidak MT positifmengandung Bahan Kimia Obat (BKO) prednison dan paracetamol.
Pengaruh Variasi Kadar Pengikat Mucilago Amilum Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Sifat Fisik Granul Fissilmi Kaffah; Urmatul Waznah; W Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.722 KB)

Abstract

Biji alpukat ditemukan memiliki kandungan pati yang tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal dengan nilai amilosa 32,5% dan amilopektin sebanyak 67,5% yang lebih lengket dan mampu membentuk agregat dari partikel sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengikat. Granul adalah sediaan multi unit berupa algomerat dari partikel serbuk kecil. Konsentrasi amilum sebagai pengikat dalam bentuk mucilago mempengaruhi ikatan antar partikel sehingga berpengaruh pula pada sifat fisik granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar pengikat mucilago amilum biji alpukat terhadap sifat fisik granul. Granul dibuat dengan variasi kadar (5%; 7,5%; 10%; 15%; 20%) pengikat amilum biji alpukat dan PVP 5% sebagai pembanding. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan one way ANOVA. Analisis data menghasilkan nilai signifikansi < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi kadar pengikat mucilago amilum biji alpukat memiliki pengaruh terhadap sifat fisik granul.
Implementasi Swamedikasi Di Apotek Se-Kabupaten Pemalang Terhadap Kepuasan Pelanggan Nur Mufidah; Dwi Bagus Pambudi; W Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.506 KB)

Abstract

Kepuasan yaitu suatu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan. Swamedikasi merupakan upaya untuk menggunakan atau memperoleh obat tanpa resep, saran dokter, resep, pengawasan terapi atau penggunaan obat untuk pengobatan diri sendiri tanpa konsultasi dengan petgas kesehatan.Tingkat kepuasan konsumen merupakan indikator yang digunakan untuk mengevaluasi suatu mutu pada pelayanan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kepuasan pelanggan yang melakukan swamedikasi dengan kepentingan pelayanan obat di apotek se-Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yaitu deskriftif kuantitatif dengan teknik consecutive sampling dan menggunakan analisis univariat. Kesimpulan penelitian ini didapatkan nilai tingkat capaian responden sebesar 73,6% dengan kategori puas.
Aktivitas Antiinflamasi Partisi Metanol, Etil Asetat, n-Heksan Daun Putri Malu (Mimosa pudica linn) Hinda Dwi Styani; S Slamet; W Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.806 KB)

Abstract

Daun putri malu (Mimosa pudica linn) diketahui mengandung flavonoid, steroid, saponin dan tanin. Daun putri malu memiliki fungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol, partisi metanol, etil asetat, dan n-Heksan daun putri malu dengan metode stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Aktivitas antiinflamasi dari ekstrak etanol dan partisi metanol, etil asetat, n-Heksan daun putri malu di uji pada beberapa konsentrasi dan kontrol positif yaitu natrium diklofenak. Hasil uji aktivitas antiinflamasi berupa % stabilitas yaitu pada ekstrak etanol yaitu 93,21%, pada partisi metanol yaitu 91,8% , pada partisi etil asetat yaitu 89,56% dan partisi n-Heksan yaitu 85,1%1 masing-masing pada konsentrasi 1000 ppm. Sedangkan pada kontrol positif natrium diklofenak 100 ppm sebesar 90,9%. Dari hasil yang didapatkan daun putri malu memiliki aktivitas antiinflamasi atau menstabilkan membran sel darah merah.