Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perbaikan Proses Bisnis, Standard Operating Procedure (sop) Dan Dokumen Pendukung Lainnya Sesuai Dengan Requirement Klausul 6 Dan 7 Iso 9001:2008 Pada Pt. Adetex Filament Dengan Metode Business Process Improvement Rizki Nur Rachman; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. ADETEX FILAMENT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan benang menjadi kain. Perusahaan ini telah mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sejak tahun 2010, namun pada tahun 2013 perusahaan tidak dapat menerapkan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dikarenakan tim MR (Management Representative) telah kembali ke departemen sebelumnya. Perusahaan ingin melaksanakan kembali sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sebagai standar acuan sistem manajemen mutu karena untuk mengekspor produk yang dimilikinya, perusahaan dituntut harus memiliki sistem manajemen mutu yang telah terstandarisasi internasional. Setelah melakukan identifikasi proses secara mendalam, ternyata terdapat beberapa proses yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga ketidaksesuaian tersebut menjadi landasan awal dalam penelitian ini. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi proses bisnis kritis dengan menggunakan pendekatan weighted selection approach. Dari pendekatan tersebut didapatkan 4 proses bisnis yang akan dianalasis dengan menggunakan metode business process improvement. Hasil dari metode ini selanjutnya akan dibuatkan SOP, diantaranya (i) SOP Proses Finishing, (ii) SOP Proses Topping Hasil Produksi, (iii) SOP Proses Inspection – Packing, (iv) SOP Proses Perbaikan Mesin Produksi, dan (v) dokumen pendukung SOP dalam bentuk work instruction dan rekaman. Kata Kunci: ISO 9001:2008, Proses Bisnis Kritis, BPI, SOP
Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Pada Pt Dwi Indah Plant Gunung Putri Dengan Metode Algoritma Blocplan Adityo Pratama; Muhammad Iqbal; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dwi Indah memiliki 2 divisi utama yaitu divisi core paper dan divisi plastik. Pada kedua divisi tersebut terjadi backtracking pada proses produksinya. Backtracking yang terjadi dapat memperbesar momen perpindahan material. Membesarnya momen perpindahan material jelas akan memperbesar biaya operasional PT Dwi Indah. Berdasarkan penelitian yang terjadi akan digunakan algtiyma BLOCPLAN untuk memperbaiki tat a letak fasilitas produksi PT Dwi Indah. Algoritma BLOCPLAN bekerja dengan cara membangun dan mengubah tata letak fasilitas dengan parameter total jarak tempuh yang minimum dengan cara mempertukarkan antar fasilitas/workstation. Kemudian dari hasil layout usulan algoritma BLOCPLAN akan dibandingkan dengan tata letak eksisting. Pada penelitian ini layout usulan menghasilkan total momen perpindahan material sebesar 2.739,1 meter/hari dan tingkat efisiensi momen perpindahan material sebesar 55% apabila dibandingkan dengan layout eksisting. Dapat ditarik kesimpulan bahwa algoritma BLOCPLAN dapat digunakan untuk meminimasi total momen perpindahan material yang terjadi pada lantai produksi PT Dwi Indah. Kata Kunci: Tata Letak, BLOCPLAN, Momen Perpindahan Material
Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Coffee Shop Kedai Sabi Di Tamansari, Kota Bandung Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Nauval Furqon Amaly; Budi Praptono; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Coffee shop Kedai Sabi merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang kuliner dengan konsep kedai kopi yang menjual berbagai minuman kopi dan non kopi. Coffee shop Kedai Sabi membuka outlet pertamanya di Kawasan Telkom University dan mengalami peningkatan penjualan setiap bulannya. Melihat fakta tersebut, pemilik ingin melakukan perluasan usaha bisnisnya pada lokasi baru yang strategis dan terpilihlah Tamansari sebagai lokasi pembukaan cabang baru coffee shop Kedai Sabi. Dalam penelitian ini aspek pasar didapatkan dengan menyebar kuesioner kepada 270 responden yang berada di kota Bandung yang berumur 15-30 tahun untuk mengetahui berapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Sedangkan untuk aspek teknis dan finansial digunakan data sekunder yang didapat dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan persentase pasar potensial sebesar 100%, pasar tersedia 91,11%, dan untuk pasar sasaran perusahaan membidik 1% dari pasar tersedia. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2016-2020 adalah Rp 337.252.314,30, presentase IRR sebesar 33,34%, dan PBP 0,836 tahun. IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR yaitu 15% dan NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka pembukaan cabang coffee shop Kedai Sabi di Tamansari, kota Bandung dapat dikatakan layak. Kata kunci: coffee shop Kedai Sabi, analisis kelayakan, NPV, IRR, PBP
Perancangan Mini Crane Hydraulic Proses Pemindahan Tabung Compressor Ke Stasiun Kerja Sandblasting Dengan Metode Rasional Dan Rapid Entire Body Assessment (Reba) (Studi Kasus Pt Wijaya Karya Industri Dan Konstruksi) Muhammad Badriyansyah; Sri Martini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tabung gas atau tabung compressor merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kebutuhan industri dan rumah tangga. PT. Wijaya Karya merupakan perusahaan BUMN yang memiliki beberapa cabang perusahaan, salah satunya adalah PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi yang bergerak dibidang industri dan manufaktur. Salah satu kegiatan industri yang terdapat pada PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi adalah mereparasi tabung compressor. Terdapat 10 tahapan sampai siap di distribusikan. Dalam 10 tahapan tersebut, terdapat proses perpindahan tabung dari stasiun kerja re-assembly ke stasiun kerja sandblasting. Proses tersebut masih menggunakan cara manual dengan handtruck yang mengakibatkan beban kerja operator yang tidak sesuai. Ketidaksesuaian tersebut didapatkan dari perhitungan beban kerja operator menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) yang menghasilkan score 9 yang mengartikan bahwa kegiatan tersebut beresiko tinggi dan diperlukan investigasi serta perbaikan. Selain itu, waktu rata-rata yang dihabiskan dalam perpindahan tabung tersebut sebesar 2.3 menit lebih besar dari standar waktu perusahaan sebesar 2 menit. Sehingga pada penenlitian ini, akan dilakukan perancangan konsep material handling untuk mendukung penelitian ini, digunakan metode perancangan produk rasional oleh Nigel Cross. Pada metode perancangan produk tersebut, terdapat 6 tahapan yaitu mengklarifikasi tujuan, menetapkan fungsi, menetapkan kebutuhan, menetapkan karakteristik, generalisasi alternatif dan mengevaluasi alternatif. Dengan konsep material handling yang dirancang berdasarkan metode rasional, menghasilkan spesifikasi dan rancangan material handling equipment berbasis ergonomi yang diharapkan dapat mendukung proses perpindahan tabung untuk meringankan beban kerja operator dan meminimasi waktu perpindahan tabung sesuai dengan waktu standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kata kunci : Material Handling Equipment, Metode Rasional, Ergonomi, Tabung Compressor, Rapid Entire Body Assessment (REBA) Abstract Gas cylinder or tube compressor is one of the important requirements in industrial and household needs. PT. Wijaya Karya is a state-owned company has several branch companies, one of which is PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi engaged in industry and manufacturing. One of the industrial activity on PT. Wijaya Karya Industry and Construction are repairing a tube compressor. There are 10 stages until ready to distribute. In 10 of these stages, there is a process of moving the tube from re-assembly work station to work station sandblasting. The process is still using manual method with handtruck resulting in operator workload that is not appropriate. Incompatibility is obtained from the calculation operator workload using Rapid Entire Body Assessment (REBA) that produce a score 9 which indicates that the high-risk activities and the necessary investigation and repair. In addition, the average time spent in the tube displacement of 2.3 minutes greater than the standard time the company for 2 minutes. Penenlitian so on, will be designed to support the concept of material handling this study, used the method of rational product design by Nigel Cross. In the method of designing the product, there are six stages, namely clarifying the goal, set functions, define needs, set of characteristics, alternatives and evaluate alternative generalization. With material handling concept designed by rational methods, generating design specifications and material handling equipment base on ergonomic that is expected to support the process of moving the tube to ease operator workload and minimize the process transferring tube time in accordance with the standard time set by the company Keywords: Material Handling Equipment, Rational Product Design, Ergonomic, Transferring Tube , Rapid Entire Body Assessment (REBA)
Usulan Perbaikan Proses Pencetakan Motif Pada Kain Grey Untuk Meminimasi Waste Defect Di Pt. Kharisma Printex Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Muhammad Rizqi Fauzan; Pratya Poeri Suryadhini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Kharisma Printex merupakan salah satu perusahaan produksi konveksi yang menyediakan jasa pencetakan motif pada kain grey dengan cangkupan wilayah seluruh Indo nesia. Pada proses produksi pencetakan motif pada kain grey ditemukan waste defect yang mempengaruhi pencapaian target produksi. Berdasarkan data perusahaan, rata –rata presentase defect rate pada periode Juni 2014 – Juli 2015 berada diatas batas toleransi yaitu 2,66% (standar batas toleransi 2%), oleh sebab itu perlu dirancang perbaikan dalam upaya meminimasi waste defect. Upaya yang dilakukan untuk meminimasi waste defect, digunakan me tode pendekatan lean manufacturing . Tahap awal penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data primer yang akan diolah sehingga menghasilkan Value Stream Maping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) yang berfungsi untuk memetakan waktu dan aliran proses. Tahap selanjutnya melakukan identifikasi jenis waste defec t dominan menggunakan Pareto Diagram. Kemudian tahap selanjutnya dilakukan identifikasi akar penyebab terjadinya waste defect dominan dengan menggunakan Fishbone diagram dan 5 Why. Tahap penyelesaian untuk setiap akar penyebab jenis waste defect dominan de ngan menggunakan tools lean manufacturing berupa pokayoke dan andon. Rancangan usulan perbaikan yang dilakukan berupa pengadaan kegiatan preventive maintenance, pengadaan pokayoke, dan sistem andon dalam upaya meminimasi waste defect domininan pada proses pencetakan motif pada kain grey di PT. Kharisma Printex. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Waste Defect, Pokayoke, Andon
Perancangan Alat Bantu Ergonomis Proses Pengemasan Buku Di Pt. Karya Kita Dengan Framework Mechanical Design Wiwit Mulyaningsih; Muhammad Iqbal; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Karya Kita merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan yang berada di Soekarno-Hatta Bandung. Pada percetakan buku PT. Karya Kita memiliki 6 workstation dalam pelaksanaan tahap proses produksi. Untuk workstation pengemasan terdapat 5 orang operator dimana aktivitas di workstation tersebut masih dilakukan secara manual yang melibatkan operator membungkuk untuk memasukkan buku kedalam kardus. Sehingga hal tersebut menimbulkan risiko pada aktivitas pengemasan buku, hal ini dapat dilihat dengan metode RULA. Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) merupakan metode cepat penilaian postur tubuh bagian atas [1]. Input metode ini adalah postur (telapak tangan, lengan atas, lengan bawah, punggung, dan leher), beban yang diangkat, tenaga yang dipakai (statis/dinamis), dan jumlah pekerjaan. Skor RULA yang didapat berdasarkan postur kerja operator proses pengemasan di PT. Karya Kita cukup tinggi yaitu 7 untuk aktivitas mengangkat buku, memidahkan buku dan memasukkan buku kedalam kardus. Skor rula yang bernilai 7 artinya kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera (saat itu juga) [2]. Ketiga aktivitas yang ada di proses pengemasan dapat menimbulkan risiko MSDs yang dirasakan oleh operator. Musculuoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan otot, saraf, tendon, ligamen, sendi, tulang rawan dan cakram tulang belakang [3]. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis merancang alat bantu pada proses pengemasan buku untuk mengurangi risiko MSDs dengan menggunakan Framework Mechanical Design dan tools yang digunakan mengadopsi dari UlrichEppinger. Hasil yang didapat dari tahapan Framework Mechanical Design berupa spesifikasi dari rancangan alat bantu yang akan dibuat. Alat bantu didesain dengan mempertimbangkan postur kerja operator yang diharapkan dapat mengurangi risiko MSDs yang dirasakan oleh operator. Kata kunci : Framework Mechanical Design, Spesifikasi Teknis, Ulrich-Eppinger, RULA, Rapid Upper Limb Assessment
Usulan Perbaikan Proses Bisnis, Standard Operating Procedure (sop) Dan Dokumen Pendukung Lainnya Sesuai Dengan Requirement Klausul 8 Iso 9001:2008 Pada Pt. Adetex Filament Dengan Metode Business Process Improvement Aditya Rifqi Pratama; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Adetex Filament adalah grup perusahaan tekstil multi-produk yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan benang menjadi kain ini memilih penyempurnaan kualitas dan pengembangan sumber daya manusia sebagai fokus utama perusahaan untuk mencapai persaingan global. Perusahaan PT. Adetex Filament memiliki keinginan untuk terus menghasilkan dan menjamin produk yang berkualitas. Kendala yang dihadapi oleh PT. Adetex Filament saat ini beberapa perusahaan yang menjadi konsumen mensyaratkan perusahaan untuk memiliki sertifikasi sistem manajemen mutu yaitu ISO 9001:2008. Sebelumnya, perusahaan ini telah mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sejak tahun 2010 namun pada tahun 2013 perusahaan tidak dapat menerapkan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dikarenakan tim MR (Management Representative) tidak dapat berjalan lagi secara fungsional karena adanya peningkatan demand untuk produksi sehingga kembali ke departemen sebelumnya. Dalam pengimplementasian sistem manajemen mutu perlu adanya prosedur-prosedur sesuai dengan ISO 9001:2008. Prosedur ini dapat berupa standar operating procedure (SOP) serta dokumen pendukung lainnya yang sesuai dengan requirement klausul 8 ISO 9001:2008. Perancangan SOP dan dokumen pendukung lainnya dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan SOP perusahaan. Kemudian data tersebut dilakukan analisis aktivitas dan streamlining pada proses bisnis eksisting yang sesuai dengan klausul 8 ISO 9001:2008. Setelah dilakukan analisis, dilakukan perancangan SOP sesuai dengan requirement klausul 8 ISO 9001:2008 dan kebutuhan PT. Adetex Filament. Hasil penelitian yang diperoleh untuk memenuhi requirement klausul 8 ISO 9001:2008 di PT. Adetex Filament meliputi prosedur audit mutu internal, prosedur pengendalian ketidaksesuaian produk, prosedur tindakan perbaikan dan prosedur tindakan pencegahan. Kata Kunci: Standard Operating Procedure, ISO 9001:2008, Klausul 8, Business Process Improvement
Perancangan Standard Operating Procedure Iso 17025: 2008 Pada Laboratorium Proses Manufaktur Telkom University Berdasarkan Klausul 4.3 Dengan Metode Benchmarking Farli Erigga Putra; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISO 17025: 2008 merupakan standar untuk Laboratorium kalibrasi atau Laboratorium uji. Laboratorium Proses Manufaktur adalah Laboratorium yang paling mendekati dalam hal kalibrasi atau pengujian. Dan Laboratorium Proses Manufaktur menjadi Lab yang dipilih karena notabene Lab tersebut berada di bawah Fakultas Rekayasa Industri. Ketika Laboratorium Proses Manufaktur telah tersertifikasi, maka Laboratorium lainnya akan dapat mengikuti pedoman yang ada guna mewujudkan rencana strategis Universitas Telkom. Peneliti memilih metode benchmarking sebagai pedoman, karena metode tersebut dinilai paling cocok dalam membuat Laboratorium Proses Manufaktur tersertifikasi ISO 17025: 2008. Dengan melakukan proses benchmark kepada mitra Laboratorium serupa, maka akan mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai perancangan ISO 17025: 2008 yang akan disesuaikan dan dilakukan perancangan pada Laboratorium Proses Manufaktur. Kata Kunci : ISO 17025: 2008, Benchmarking, Laboratorium, Proses Manufaktur, Universitas Telkom.
Optimasi Parameter Pada Proses Pemecahan Kacang Kedelai Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Kering Produksi Tempe Menggunakan Metode Taguchi (studi Kasus Cv Zanada Corporation) Muhammad Yogaswara Wiraditya; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Tempe Zanada (RTZ) merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi tempe. RTZ merupakan anak perusahaan dari Rumah Tempe Indonesia. RTZ memproduksi tempe dengan menggunakan proses kering produksi tempe. Menurut data perusahaan pada proses kering produksi tempe terdapat defect sebanyak 14.5%. Defect terbesar adalah defect kedelai pecah menjadi bubuk pada proses pemecahan kedelai. Penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk meminimasi defect kedelai menjadi bubuk. Tahapan yang dilakukan dalam menerapkan metode six sigma menggunakan model DMAIC (Define, Measure, Analyse, Improve, Control). Tahap define melakukan analisis CTQ, SIPOC, dan membuat diagram pareto untuk menentukan tujuan serta batasan penelitian. Tahap Measure menghitung kapabilitas proses dengan mencari nilai DPMO dan sigma level. Analisis pareto untuk mennetukan defect priority dilakukan pada tahap measure. Tahap analyse menggunakan metode Delphi untuk mengidentifikasi akar permasalahan penyebab defect pada proses pemecahan kedelai. Pada tahap improve menggunakan pendekatan Design of Experiment (DOE) dengan menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan parameter optimum. Objective function yang digunakan dalam menerapkan metode Taguchi adalah smaller-the-better. Orthogonal array yang digunakan adalah kombinasi 3 faktor dengan masingmasing memiliki 3 level dengan jumlah eksperimen 9 yang dilakukan 3 kali uji coba. Analysis of Variance (ANOVA) dilakukan untuk mendapatkan presentase kontribusi dari parameter yang terpilih. Usulan perbaikan berupa usulan untuk proses dapat mencapai parameter optimum. Kata kunci: Produksi Tempe, Six Sigma, CTQ, Delphi, Design Of Experiment, Taguchi Abstract Rumah Tempe Zanada (RTZ) is a Small and Medium Enterprises (SMEs) producing tempeh. RTZ is a subsidiary of Rumah Tempe Indonesia. RTZ produces tempeh using dry process of tempe production. According to company data on the dry process of tempeh production there is a defect of 14.5%. Defect is the largest defect of soybeans broken into powder in the process of solving soybeans. This research uses six sigma method to minimize the defect of soybean into powder. Stages performed in applying the six sigma method using DMAIC model (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). The define phase performs a CTQ, SIPOC, and pareto diagram to determine the objectives and limits of the study. The Measure stage calculates the process capability by finding DPMO and sigma level values. Pareto analysis to defect priority is done at phase measure. The analysis phase uses the Delphi method to identify the root cause of the defect in the soy-breaking process. At the improve stage use the Design of Experiment (DOE) approach using Taguchi method to get the optimum parameter. The objective function used in applying the Taguchi method is smaller-the-better. Orthogonal array used is a combination of 3 factors with each having 3 levels with the number of experiments 9 conducted 3 times trial. Analysis of Variance (ANOVA) is done to obtain the contribution percentage of selected parameters. Proposed improvements in the form of proposals for the process can achieve optimum parameters. Keywords: Production of Tempe, Six Sigma, CTQ, Delphi, Design Of Experiment, Taguchi.
Usulan Peningkatan Kualitas Untuk Mengurangi Jumlah Cacat Pada Proses Produksi Di Pt.papyrus Sakti Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Putra Warumansyah Purba; Muhammad Iqbal; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Papyrus Sakti merupakan perusahaan yang memproduksi kertas Duplex Board untuk kemasan industri. Pencapaian produksi rata-rata 4041.99 ton per bulan. Menurut data historis perusahaan dari Januari 2013 - November 2014 jumlah cacat mengalami turun naik yang melebihi standar cacat bulanan perusahaan yaitu 5% Berdasarkan data historis perusahaan, cacat terbesar kedua adalah cacat Bonding yang akan menjadi fokus penelitian. Penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk mengurangi cacat Bonding. Tahapan six sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze Improve, Control). Tahap Define menetapkan ada tiga CTQ pada proses produksi. Tahap Measure mengukur kestabilan proses (Control chart p) dan kapabilitas proses (DPMO dan level sigma). Tahapan Analyze untuk menentukan prioritas perbaikan cacat yaitu Bonding Kembung dan mencari akar penyebabnya. Tahapan Improve untuk penyusunan usulan perbaikan untuk mengurangi cacat Bonding Kembung. Usulan perbaikan diberikan untuk faktor mesin, manusia, dan metode sebagai faktor – faktor penyebab cacat Bonding Kembung. Usulan perbaikannya yaitu: menggunakan gelas ukur dengan takaran 3,5 wt % yang jelas, menerapkan jam kerja sesuai peraturan perundangan, mengganti alat pembersih kain dengan kanebo, merombak mesin frenesstester, memasang sensor kecepatan berputar piringan DDR, memasang saringan wire mesh pada pipa air masuk ke mesin dryer, memasang alat sensor LVDT, dan membuat ruangan laboratorium mini pengujian bahan material. Kata kunci: Kualitas, Duplex Board, Six Sigma, CTQ, FMEA, Cacat Bonding
Co-Authors Adin Yusti Yulian Aditya Dumadi Aditya Rifqi Pratama Adityo Pratama Agus Dwi Prasetyo Agus Ganda Permana Altodia Utomo Alya Khalisa Nadira Amrina Rosyada Andri Gautama Suryabrata Annisa Husna Alif Ari Bonardo Pangihutan Purba Ario Dwi Wrahatnolo Aulia Ayu Dyah Aulia Maulana Azkiya Azhari Fauzi Din Nugraha Bagus Nenda Haryo Pambudi Bambang Setia Nugroho Benny Yanuarsih Budi Praptono Debby Syavira Anesia Devi Pratami Dian Ayu Aprianti Dira Putri Januarti Faizal Wahyu Winarsa Farda Hasun Farli Erigga Putra Fransiscus Sucipto Gasha Sarwono Putra Hani Novita Tresnasari Harry Setiawan Purba Heroe Wijanto Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ig. Prasetya Dwi Wibawa Ika Arum Puspita Ikbal Yudistira Marsal Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari Irma Nurmawanti Kartika Andini Putri Kevin Reza Andaru Khairul Abrar Krinta Alisa Lestari Marina Yustiana Lubis Maulina Dwiwanti Mugni Rifki Muhammad Badriyansyah Muhammad Rizqi Fauzan Muhammad Yogaswara Wiraditya Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nauval Furqon Amaly Nikki Rizky Pradipta Nuril Amri Ependi Oka Sutarto Putra Pratya Poeri Suryadhini Putra Warumansyah Purba Rachmat Herdyono Saputra Rahmat Habibie Bariyanto Ramdhan Nugraha Ramdhan Pragustian Randy Pradana Rega Kusuma Putra Reza Gilang Pramono Reza Mohammad Rifky Reza Muhammad Zein Ridho Fadrian Putra Riduan Simanjuntak Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riskika Dea Pratama Rizki Nur Rachman Rizqin Adha Siregar Ryan Rama Hidayat Sari Wulandari Sonny Hari Wijaya Sri Martini Sri Widaningrum Suci Aulia Teddy Sjafrizal Teddy Syafrizal Tody Ariefianto Wibowo Tyas Danny Setyaningrum Uke Kurniawan Usman Vandi Alfian Ahmad Wiwit Mulyaningsih Wiyono Yandri Illham ZR Yusuf Nugroho Doyo Yekti Zeynabila Kheista Sakina