Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perbaikan Untuk Meminimasi Waste Defect Pada Lantai Produksi Divisi Sub Assy Part Control Panel Di Pt. Topjaya Antariksa Elektronik Toshiba Dengan Metode Lean Six Sigma Ramdhan Pragustian; Pratya Poeri Suryadhini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Topjaya Toshiba merupakan perusahaan di Indonesia yang memproduksi kulkas. Produk control panel kulkas single door menjadi objek penelitian. Dalam proses produksi control panel kulkas single door, ditemukan waste defect yang mempengaruhi kualitas produk. Perusahaan menentukan batas toleransi yang diperbolehkan adalah 0,20%, namun defect rate pada tahun 2013 mencapai 0,33%. Jenis defect lampu mati menjadi prioritas perbaikan dengan persentase defect rate tertinggi yaitu, 25,56%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan metode lean six sigma dengan menggunakan kerangka DMAIC dan tools lean. Tahap define, dilakukan identifikasi waste defect, diagram SIPOC dan VSM. Terdapat 4 kriteria defect yang sering terjadi yaitu material, perakitan, indikator knob switch dan kebersihan. Tahap measure, dilakukan penentuan CTQ, pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Tahap analyze, menentukan akar penyebab masalah dengan fishbone chart dan five whys serta dan jenis defect lampu mati yang menjadi prioritas perbaikan karena persentase defect tertinggi. Tahap improve merupakan usulan perbaikan untuk mengatasi akar masalah. Usulan diberikan untuk mengatasi akar penyebab permasalahan defect lampu mati . Usulan yang diberikan untuk meminimasi waste defect lampu mati ini yaitu, (1) melakukan review proses delivery material dari gudang ke produksi secara visual packing, (2) pembuatan rak penyimpanan, (3) perancangan visual control peringatan, (4) prosedur standar pemasangan lampu serta (5) pengarahan ulang prosedur kerja. Kata Kunci : Lean Six Sigma, DMAIC, waste defect, fishbone chart, five whys, visual control
Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Menggunakan Metode Soft Frequency Reuse Di Kawasan Telkom University Muhammad Iqbal; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah mahasiswa Telkom University bertambah setiap tahunnya yang menyebabkan kebutuhan trafik semakin meningkat serta penggunaan layanan berbasis data semakin meningkat setiap tahunnya. Jaringan UMTS (3G) masih belum mampu memberikan layanan yang optimal untuk peningkatan trafik yang selalu bertambah. Badan standarisasi 3GPP memperkenalkan generasi ke-4 Long Term Evolution (LTE) guna mengatasi peningkatan permintaan kebutuhan akan layanan komunikasi. Dalam perancanaan LTE dibutuhkan skema yang dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan mengoptimalkan kualitas sinyal di cell edge. Soft Frequency Reuse (SFR) dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan interferensi di cell edge pun kecil. SFR menerapkan sebuah skema 2 sel yaitu cell center dan cell edge dengan menggunakan daya pancar yang berbeda untuk mengatasi permasalahan akan kurang optimalnya jaringan di cell edge. Tugas akhir kali ini, perencanaan jaringan LTE FDD 1800 MHz studi kasus yang dilakukan pada wilayah Telkom University menggunakan SFR. Perencanaan coverage pada wilayah Telkom University dirancang jaringan micro cell dengan radius sebesar 1,5 km dan didapat nilai kapasitas cell centre 72,04 Mbps dan cell edge 36 Mbps sehingga didapat 1 site untuk perencanaan di Telkom University. Perencanaan ini dianalisis dengan membandingkan perencanaan SFR dengan non SFR (Frekuensi Reuse 1).Beberapa parameter yang dianalisis menggunakan skema SFR dapat meningkatkan nilai rata – rata quality -0,01, throughput 713 kbps, nilai C/(I+N) 0,71 dB , dan coverage daya signal sejauh 2 meter. Kata Kunci : Long Term Evolution (LTE), cell edge, cell centre, coverage, capacity, Soft Frequency Reuse .
Usulan Peningkatan Kualitas Produk Tas Ransel Tipe Corduro Segundo Pada Esgotado Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Ridho Fadrian Putra; Muhammad Iqbal; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan industri kreatif sangat pesat di Indonesia, khususnya industri fashion yang bergerak dibidang tas ransel. Salah satu industri tas di Indonesia yaitu Esgotado. Tas ransel tipe Corduro Segundo merupakan salah satu produk tas ransel yang diproduksi oleh Esgotado. Pada saat ini Esgotado sebagai pelaku bisnis mengalami penurunan penjualan terhadap salah satu produknya yaitu tas ransel tipe Corduro Segundo dikarenakan rendahnya kualitas produk yang dikeluhkan dari beberapa pelanggan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Esgotado melakukan peningkatan dan pengembangan kualitas produk tas ransel tipe Corduro Segundo untuk menjadikan keunggulan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi peningkatan kualitas produk berdasarkan delapan true customer needs yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD adalah salah satu teknik yang dapat menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik produk dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam mewujudkannya. Penelitian ini dilakukan sampai QFD Iterasi 2 agar mendapatkan rekomendasi prioritas dalam peningkatan kualitas produk. Rekomendasi yang dihasilkan yaitu menambahkan fitur penyimpanan rain cover, menambahkan fitur penyimpanan alat tulis berupa pensil dan pulpen, menggunakan resleting yang berkualitas, menggunakan bahan cordura yang berkualitas, menggunakan battrack, memakai desain tali penyandang yang lebih tebal dan besar, menggunakan 2 kategori warna yaitu warna cool dan warna neutral. Kata Kunci: Quality Function Deployment, Tas Ransel, QFD
Perancangan Konsep Mesin Auto Loader Spot Welding Menggunakan Metode Perancangan Produk Generik Di Pt. Dharma Precision Parts Faizal Wahyu Winarsa; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dharma Precision Part merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Dharma Group yang berlokasi di Kawasan Industri Cikarang. Core bussiness dari perusahaan ini adalah dalam pembuatan suku cadang kendaraan bermotor yang salah satunya adalah Arm Stay. Arm Stay merupakan besi penghubung antara kaca spion dengan kendaraan bermotor. Produk Arm Stay ini dilakukan dalam beberapa proses yang diantaranya adalah proses facing, chamfer, pembuatan ulir, grinding, welding, dan bending. Dalam keadaan eksisting, beberapa proses pembuatan masih dilakukan secara manual dengan meggunakan operator. Sehingga mengakibatkan permasalahan terhadap biaya perusahaan yang terus meningkat seiring meningkatnya upah tenaga kerja setiap tahunnya. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah sistem kerja yang ter-otomasi yang dapat menggantikan tenaga kerja operator. Sistem kerja yang terotomasi dapat diterapkan pada stasiun kerja Spot Welding yang masih menggunakan operator dalam pengoperasiannya. Sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan perancangan terhadap mesin Spot Welding yang akan menghasilkan konsep produk terpilih dan geometri produk. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode perancangan produk generik dalam tahapan pengembangan konsep dan perancangan tingkat sistem agar dapat menghasilkan spesifikasi dalam pembuatan mesin Auto Loader Spot Welding. Konsep terpilih ini akan menjadi masukan untuk detail desain yang dilakukan oleh peneliti kedua. Kata kunci : perancangan produk , pengembangan konsep, geometri produk, auto loader spot welding
Perancangan Business Plan Toko Sepeda Garuda Bike Shop Aditya Dumadi; Farda Hasun; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a change in trend of using bicycles, from transportation to a sport and recreation modes. It also becomes a healthy lifestyle. On the other hand, information technology today is more advanced, pushing business process which initially requires face to face transaction, to a deal using information technology or better known as the online transaction. This basis blazes a business opportunity to sell products of bicycle needs to a wider market. Currently, the apparels and spare parts products in the bicycle market in Indonesia is dominated by imported products. The development of the bicycle market raises some producers who create products locally that has good quality and has its own originality, especially in the apparel product category. Relating it with business opportunity, a store that specialized on selling good quality of apparel products which are made in Indonesia can be a point of difference and an identity of the store. A business plan is needed to run this business idea. The business concept in this research will rely on sales through offline store and online store. This research includes the business concept, feasibility study, and the last is settling a business plan for the business that has been declared as feasible. The analysis result for financial aspect is IDR 561.539.968,- of NPV, 37,142% of IRR, and payback period for 2,263 years. MARR referenced parameter investments at 21.98%. Based on the results, the business is considered as feasible for the financial aspect. The market, technical, and management feasibility, may also be declared as feasible. Business plan was prepared for the store named as Garuda Bike Shop. Keywords: Business plan, Bicycle, Garuda Bike Shop, Feasibility Study, Business plan of Garuda Bike Shop
Design Improvement Of Packaging Of Kerupuk Strawberry Ukm Kencana Mas Using Quality Function Deployment Reza Gilang Pramono; Muhammad Iqbal; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Kencana Mas is a Small Medium Enterprise (SME) consist of female farmers and housewives who produce a wide variety of snacks and foods. One of the most popular product of UKM Kencana Mas is Kerupuk Strawberry, crunchy cracker made from strawberry. UKM Kencana Mas wants to expand market and sell Kerupuk Strawberry to supermarkets. However, the company cannot do it because the packaging of the product has not been standardized yet. Therefore, UKM Kencana Mas should improve the packaging of the product so that it could attract more customer and can be sold at supermarkets. This research aimed to give recommendation of improved packaging design of Kerupuk Strawberry using Quality Function Deployment (QFD) method. The choice of QFD was because it is a customer-oriented method which will improve customers’ satisfaction. The research was conducted by interviewing customers, collecting Voice of Customers (VoC), spreading questionnaire, computing Gap, determining technical characteristics, creating House of Quality (HoQ) matrix, developing concepts, determining critical part, creating part depolyment matrix, and create visual prototype. The recommendations of packaging design are using combination of pink and red color, shaped standing pouch, using material made from aluminum foil, showing picture of product and strawberry, using BetyBerry brand, using combination mark logo, placing the information on the back side of the packaging, and using font Showcard Gothic for the brand, and Arial for product information. Keyword— Design, Packaging, Quality Function Deployment, QFD
Implementasi Dan Analisis Virtual Router Redundancy Protocol Version 3 ( Vrrpv3) Ipv6 Dengan Menggunakan Small Form-Factor Pluggable Optic Untuk Layanan Data Rachmat Herdyono Saputra; Agus Ganda Permana; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VRRPv3 (Virtual Router Redudancy Protocol version 3) adalah pengembangan dari VRRPv2 yang mendukung Internet protocol Versi 6 merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mempertahankan link dengan menerapkan sistem redundancy (cadangan) pada router. Sehingga ketika interface main link mengalami masalah maka virtual IP (secondary link) secara otomatis akan memindahkan traffic data ke interface cadangan, sehingga downtime yang terlalu lama dapat dihindari dan proses layanan kepada pelanggan masih tetap dapat dipertahankan. Implementasi VRRPv3 menggunakan pengalamatan Ipv6 dengan menggunakan interface Small Form-Factor Pluggable (SFP) pada transmisi kabel optik. Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat diketahui bahwa protokol VRRPv3 mampu melakukan mekanisme redundancy yaitu ketika salah satu link mengalami gangguan. Didapatkan downtime pada konfigurasi VRRPv3 master backup dengan nilai minimal rata - rata 2,79 detik dan nilai maksimal rata - rata 2,83 detik dengan kondisi background traffic yang berbeda-beda. sehingga solusi backup terhadap gangguan terputusnya link dapat diatasi dengan cepat dan mudah. Kata Kunci : VRRPv3, Ipv6, SFP, Qos, Optik
Usulan Penerapan Metode Manufacturing Untuk Meminimasi Waste Defect Pada Produksi Aac (autoclaved Aerated Concrete) Tipe 600x200100 Mm Di Pt Beton Elemen Persada Adin Yusti Yulian; Pratya Poeri Suryadhini; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Beton Elemen Persada (BEP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi AAC (Autoclaved Aerated Concrete) Block. Penelitian difokuskan pada AAC Block tipe 600x200x100 mm. Pada proses produksi AAC Block ditemukan waste defect yang dapat mempengaruhi tingkat pencapaian target produksi. Berdasarkan data perusahaan, presentase rata-rata defect yang terjadi adalah 19,134% (melewati batas 5% lebih dari standar). Dalam upaya meminimalisir waste defect, digunakan pendekatan lean manufacturing. Tahap penelitian diawali dengan mengumpulkan data primer yang kemudian diolah untuk menggambarkan value stream mapping (VSM) current state dan process activity mapping (PAM) untuk memetakan aliran proses yang terjadi. Dalam mengidentifikasi penyebab dominan terjadinya waste defect pada proses produksi AAC Block menggunakan Pareto diagram yang menghasilkan jenis defect undersize sebagai penyebab dominan terjadinya waste defect. Dengan menggunakan Fishbone diagram dan 5 Why. Peneliti mengidentifikasi masalah dan akar penyebab terjadinya jenis waste defect undersize. Peneliti melakukan analisis 5W1H untuk memaparkan masalah dan menentukan rancangan usulan perbaikan. Penyelesaian untuk setiap akar penyebab terjadinya waste defect undersize menggunakan tools lean manufacturing yang berupa andon dan display. Rancangan usulan perbaikan berupa pengadaan display, andon, spray hood machine, penambahan mortar, pengadaan lembar kerusakan, interval pemeliharaan dan kartu pemeliharaan mould dalam upaya meminimalisir waste defect pada produksi AAC Block. Kata kunci: Lean Manufacturing, Waste Defect, VSM, PAM, Andon, Display
Antena Reconfigurable Untuk Aplikasi Cognitive Radio Pada Spektrum 1800, 2100, 2300, 2600 Mhz Muhammad Iqbal; Bambang Setia Nugroho; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cognitive radio merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna lain memakai sebuah spektrum frekuensi ketika pengguna utama sedang tidak menggunakannya. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan sebuah antena mikrostrip untuk aplikasi Cognitive Radio pada frekuensi kerja 1.8, 2.1, 2.3 dan 2.6 GHz. Antena ini terdiri dari antena sensing dan communicating yang memiliki catuan berbeda namun terletak dalam substrat yang sama. Antena yang dibangun berupa printed monopole yang menggunakan substrat FR-4 dan partial ground. Antena komunikasi memiliki patch yang dikombinasikan dengan switch agar dapat merekonfigurasi frekuensi kerjanya. Hasil Pengukuran menunjukkan, untuk VSWR < 2, antena sensing dapat bekerja pada frekuensi 1.8, 2.1, 2.3 dan 2.6 GHz dengan bandwidth 1500 MHz, memiliki karakteristik wideband, pola radiasi omnidirectional dan polarisasi elips. Antena komunikasi bekerja pada empat state kombinasi switch. State pertama saat semua switch OFF, bekerja pada frekuensi 2.6 GHz dengan bandwidth 770 MHz. State kedua saat switch 1 ON dan switch 2, 3 OFF, bekerja pada frekuensi 2.3 GHz dengan bandwidth 620 MHz. State ketiga saat switch 2 ON dan switch 1, 3 OFF, bekerja pada frekuensi 2.1 GHz dengan bandwidth 540 MHz dan state terakhir saat switch 2,3 ON dan switch 1 OFF bekerja pada frekuensi 1.8 GHz dengan bandwidth 210 MHz. Kata Kunci: Cognitive radio, printed monopole, partial ground ABSTRACT Cognitive radio is a technology which allows other users to use a frequency spectrum when the primary user is not using it. This final project designed and realized a suitable microstrip antenna for Cognitive Radio applications at working frequency 1.8, 2.1, 2.3 and 2.6 GHz. This antenna is composed of a sensing and communicating antenna that has a different template but is located on the same substrate. Antenna constructed as printed monopole using FR-4 substrate material and partial ground. Communication antennas has patches which are combined with switches in order to reconfigure its working frequency. The measurement results show that, for VSWR <2, the sensing antenna can work on frequencies 1.8, 2.1, 2.3 and 2.6 GHz with 1500 MHz bandwidth, has wideband characteristics, omnidirectional radiation pattern and elliptical polarization. The communication antenna works on four state of switch combinations. The first state is when all of the switches OFF, working at 2.6 GHz frequency with 770 MHz bandwidth. The second state is when switch 1 ON and switch 2, 3 OFF, working on the 2.3 GHz frequency with 620 MHz bandwidth. The third state is when switch 2 ON and switch 1, 3 OFF, working at 2.1 GHz frequency with 540 MHz bandwidth and the last state is when switch 2.3 ON and switch 1 OFF working at 1.8 GHz frequency with 210 MHz bandwidth. Keywords: Cognitive radio, printed monopole, partial ground
Usulan Tindakan Perbaikan Untuk Mengurangi Jumlah Cacat Pada Bagian Pre Assy Produk Inner Liner Cabinet Single Door Di Pt. Abc Dengan Metode Six Sigma Riduan Simanjuntak; Muhammad Iqbal; Wiyono Wiyono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT. ABC merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan barang elektronik khusus kulkas atau pendingin, freezer, dan showcase yang dikelola oleh tenaga kerja yang terlatih dari luar negeri dan orang lokal. PT. ABC selalu berusaha untuk menjaga kualitas produk mereka, namun kenyataannya PT. ABC masih mendapat klaim produk cacat. Berdasarkan data perusahaan bagian Pre Assy selama tahun 2013 sampai bulan Juli 2014, jumlah produk Inner Liner Cabinet Single Door mengalami fluktuasi dan melebihi batas standar cacat bulanan perusahaan yaitu 0,5%. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode Six Sigma karena dapat membantu perusahaan mengembangkan tindakan perbaikan secara sistematis. Metode Six Sigma terdiri dari 5 tahap yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Dari tahap Define ditemukan empat belas jenis cacat dan cacat keriput 24,38%, cacat Sobek 14,25%, cacat Scratch/ gores 13,47, cacat Penyok 12,74% menjadi cacat yang sering ditemukan pada produk. Dari tahap Measure didapatkan kapabilitas proses dengan level Sigma proses adalah 4, 75656 dengan nilai DPMO 584,809 dan terdapat 6 bulan produksi yang ada di luar batas kendali. Pada tahap Analyze, ditemukan tujuh prioritas perbaikan yang dipilih berdasarkan nilai RPN tertinggi pada pada analisis FMEA. Selanjutnya pada tahap Improve diusulkan beberapa perbaikan yang terpilih yaitu memberikan alat pengatur panas (Photo-electric cell preheating safety dan T930004 heating card) pada mesin Forming, menambah alat penerang seperti Lampu Balk atau Atap Fiberglass Transparan, memberikan Cyclone Turbine Ventilator atau kewajiban pemakaian earplug, mengadakan Training kepada operator produksimdan Quality Control tentang standar kualitas dan keamanan produk, memberlakukan sistem Reward and Punishment dan membuat alat panduan seperti Display, dan membuat Work Instruction yang lebih besar dan jelas. Kata kunci: Pre Assy, Inner Liner Cabinet Single Door, Kualitas, Six Sigma
Co-Authors Adin Yusti Yulian Aditya Dumadi Aditya Rifqi Pratama Adityo Pratama Agus Dwi Prasetyo Agus Ganda Permana Altodia Utomo Alya Khalisa Nadira Amrina Rosyada Andri Gautama Suryabrata Annisa Husna Alif Ari Bonardo Pangihutan Purba Ario Dwi Wrahatnolo Aulia Ayu Dyah Aulia Maulana Azkiya Azhari Fauzi Din Nugraha Bagus Nenda Haryo Pambudi Bambang Setia Nugroho Benny Yanuarsih Budi Praptono Debby Syavira Anesia Devi Pratami Dian Ayu Aprianti Dira Putri Januarti Faizal Wahyu Winarsa Farda Hasun Farli Erigga Putra Fransiscus Sucipto Gasha Sarwono Putra Hani Novita Tresnasari Harry Setiawan Purba Heroe Wijanto Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ig. Prasetya Dwi Wibawa Ika Arum Puspita Ikbal Yudistira Marsal Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari Irma Nurmawanti Kartika Andini Putri Kevin Reza Andaru Khairul Abrar Krinta Alisa Lestari Marina Yustiana Lubis Maulina Dwiwanti Mugni Rifki Muhammad Badriyansyah Muhammad Rizqi Fauzan Muhammad Yogaswara Wiraditya Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nauval Furqon Amaly Nikki Rizky Pradipta Nuril Amri Ependi Oka Sutarto Putra Pratya Poeri Suryadhini Putra Warumansyah Purba Rachmat Herdyono Saputra Rahmat Habibie Bariyanto Ramdhan Nugraha Ramdhan Pragustian Randy Pradana Rega Kusuma Putra Reza Gilang Pramono Reza Mohammad Rifky Reza Muhammad Zein Ridho Fadrian Putra Riduan Simanjuntak Rino Andias Anugraha Rino Andias Nugraha Riskika Dea Pratama Rizki Nur Rachman Rizqin Adha Siregar Ryan Rama Hidayat Sari Wulandari Sonny Hari Wijaya Sri Martini Sri Widaningrum Suci Aulia Teddy Sjafrizal Teddy Syafrizal Tody Ariefianto Wibowo Tyas Danny Setyaningrum Uke Kurniawan Usman Vandi Alfian Ahmad Wiwit Mulyaningsih Wiyono Yandri Illham ZR Yusuf Nugroho Doyo Yekti Zeynabila Kheista Sakina