Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi dan Analisis Profil Sistem Pada Virtualisasi Paloalto Firewall Berdasarkan Metrik Sumber Daya Komputasi Ni Made Meliana Listyawati; Adityas Widjajarto; M Teguh Kurniawan
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 4 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v4i1.4780

Abstract

On the security aspect, it is necessary to know how effectively a firewall can protect network devices from DDoS attacks. The characteristics of a firewall have different functions in protecting the system from various external attacks that can attack and retrieve data. In this research, the implementation of Paloalto firewall virtualization aims to obtain the system profile function on the firewall based on the use of computing resources. Profiling of the firewall system of this experiment based on the consumption of computing resources in load testing. This experiment used a DDoS SYN flood attack on Kali Linux as an attacker and a virtualization Paloalto firewall that protects a web server on Ubuntu Server as an attack target. This research distinguished based on two test scenarios, namely based on testing the service HTTP allow and service HTTP block with Paloalto memory specifications at RAM 5.5 GB and RAM 8 GB specifications. Measurements were made based on computing resources on CPU, memory, and a session focused on before, during, and after DDoS SYN flood attacks. The pattern of usage of computing resources tends to be linear when a DDoS SYN flood attack occurs. The experimental results obtained on the highest use of computing resources during the attack were CPU usage with an average percentage of 95.8% and the second increase was in memory usage with an average percentage of 44%, and the session usage was 138682. For further research, it can use variations of DDoS attacks to get a wider profile.
Analisis Vulnerability Management Pada Container Docker Menggunakan Opensource Scanner Berdasarkan Standar Cyber Resilience Review (CRR) Milenia Oktaviana; Adityas Widjajarto; Ahmad Almaarif
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 4 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v4i1.4787

Abstract

One of the most widely used container technologies to provide IT services is Docker. The vulnerability in container technology, namely Docker, requires special management. Management of this vulnerability can be done technically with a software vulnerability scanner and standard Cyber Resilience Review (CRR) guidelines. Experiments were carried out with Aquasec and Anchore scanners that performed vulnerability scanning on two Docker Images systems. The two vulnerable systems have different versions, namely version – 1 and version – 2. The software elements in version – 2 have a higher versioning level than version – 1. Experimental data in the form of vulnerability reports are analyzed based on Cyber Resilience Review (CRR) which focuses on four stages namely Define a Strategy, Develop a Plan, Implement the Capability, Assess and Improve the Capability. So that the results of Category Vulnerability are obtained, namely 30 Closed Vulnerability, 10 Open Vulnerability, and 13 Newly Vulnerability. Continuation of this research can use aspects of Patch Management with more varied software tools.
Vulnerability Management Pada Vulnerable Docker Menggunakan Clair Scanner Dan Joomscan Berdasarkan Standar GSA CIO-IT Security-17-80 Ryan Supriadi Ramadhan; Adityas Widjajarto; Ahmad Almaarif
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 4 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v4i1.4789

Abstract

Vulnerabilities in Docker need to be managed considering that this vulnerability is one of the potentials for exploitation, this can happen because Docker is a container related to application and system security. This study analyzes the vulnerability management process in Docker Images and Docker Images Applications using the GSA CIO-IT Security-17-80 standard. This vulnerability search uses two scanning tools, namely Clair Scanner and JoomScan. Vulnerabilities in Docker Images and Docker Images application version - 1, were overcome by creating a new system, namely version - 2 which upgrades the Docker Images software and Docker Images application. The test scenario is run by scanning for vulnerabilities in two versions of the trial system, in the form of a vulnerability report. The data was analyzed using the GSA CIO-IT Security Standard-17-80 which was limited to the stages of Scanning Capabilities, Vulnerability Scanning Process, Vulnerability Scan Reports, Remediation Verification, and Re-Classification of Known Vulnerabilities. The result is the fastest scanning time is in version - 2, the results of the comparison of vulnerabilities obtained are 44.45% on Docker Images and 77.78% on Joomla. So that the contribution that can be given is to provide an overview of the use of the GSA CIO-IT Security-17-80 standard as a guide for managing the security of an IT asset based on the stages carried out. Continuation of research can be in the form of using the 6 stages of GSA with the support of adequate vulnerability data from the right scanner software.
Analisis Penilaian Metrik Anonymity dan Privacy pada Kodachi Linux Sihaloho, Irvan; Widjajarto, Adityas; Kurniawan, M. Teguh
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6437

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan profil dan analisis anonymity dan privacy dalam sistem operasi Kodachi Linux pada penerapan teknologi seperti TOR dan VPN untuk menjaga kerahasiaan identitas. Metodologi penelitian ini meliputi profiling dan analisis dari berbagai skenario berdasarkan kondisi anonymity dan privacy yang diaktifkan pada aspek jaringan, aplikasi, dan storage. Hasil menunjukkan Kodachi Linux menyediakan perlindungan yang signifikan untuk anonymity dan privacy, dengan nilai tertinggi sebesar 5 pada layanan jaringan yang memenuhi kelima metrik, tetapi saat fitur anonymity dan privacy diaktifkan terjadi penggunaan RAM sebesar 40%. Aplikasi yang menempati peringkat teratas termasuk Speeekchat, Pidgin Internet , Onion Share, Kodachi Ghacks Browser: TOR, Kodachi Loaded Browser: TOR, Kodachi Browser with Proxychains: TOR, dan TOR Browser, Veracrypt, dan Zulucrypt, memiliki score tertinggi sebesar 5 memenuhi kelima metrik. Score tertinggi dalam layanan storage terdapat pada Nuke System dan non-persistent yang mewujudkan fungsi anonymity dan privacy dengan score 5 dari kelima klasifikasi metrik. Kesimpulan penelitian Kodachi Linux mencapai fungsi anonymity dan privacy dalam layanan jaringan, aplikasi, dan storage, tetapi menjadi batasan dalam penggunaan RAM untuk layanan jaringan dan pilihan aplikasi yang terbatas untuk fungsi anonymity dan privacy. Enkripsi keamanan data dan Nuke System kurang fleksibel dalam manajemen data.
Analisis Load Balancing Metode Nth dan Virtual Local Area Network (VLAN) untuk Ketersediaan Jaringan Meisya Robiatul Adawiyah; Rd. Rohmat Saedudin; Adityas Widjajarto
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan kebutuhan akan koneksi internet yang cepat dan stabil terutama dalam mendukung aktivitas Pendidikan seperti perkuliahan, administrasi, dan penggunaan platform e-learning. Namun, masalah jaringan yang lambat sering terjadi terutama pada jam sibuk yang mengganggu produktivitas pengguna dan kelancaran akses layanan daring. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah penerapan load balancing, khususnya metode Nth yang dapat mendistribusikan lalu lintas jaringan secara bergantian ke beberapa jalur untuk menghindari penumpukan beban. Selain itu, penggunaan Virtual Local Area Network (VLAN) membantu memisahkan lalu lintas antar kelompok pengguna dan mendukung segmentasi jaringan yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan load balancing metode Nth dan VLAN melalui simulasi guna meningkatkan stabilitas dan ketersediaan jaringan. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan jaringan yang lebih optimal khususnya dalam lingkungan Pendidikan yang membutuhkan konektivitas tinggi dan konsisten. Kata kunci— Load balancing, Nth, Virtual Local Area Network, VLAN, simulasi.
Analisis Perbandingan Teknik Load Balancing Equal Cost Multi Path Pada Perangkat Mikrotik dan Smart Balancing Pada Perangkat Ruijie Reyee Sumanto Lesmana Putra; Rd. Rohmat Saedudin; Adityas Widjajarto
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna internet Indonesia diperkirakan akan mencapai lebih dari 221 juta pada tahun 2024, meningkatkan kebutuhan akan koneksi internet yang cepat dan stabil. Teknologi load balancing, seperti Equal Cost Multi Path dan Smart Balancing, diadopsi secara luas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan seberapa baik dua metode load balancing bekerja: Equal Cost Multi Path (ECMP) pada perangkat MikroTik dan penyeimbangan pintar pada perangkat Ruijie Reyee. Untuk mencapai tujuan ini, metode penelitian ini melibatkan model konseptual Hevner untuk menganalisis dan membandingkan kinerja load balancing ECMP pada perangkat MikroTik dan Smart Balancing pada perangkat Ruijie Reyee dalam konteks jaringan yang sama. Selanjutnya, siklus pengembangan jaringan (NDLC) diterapkan, yang meliputi identifikasi, desain, simulasi, implementasi, pemantauan, dan manajemen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Smart Balancing lebih efektif dalam memberikan kualitas layanan dengan semua aplikasi dalam status aktif-aktif (AA) memperoleh kategori “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata 1,00-1,25, sama atau lebih baik dari ECMP, kecepatan perpindahan penyedia layanan internet Smart Balancing mencatat waktu perpindahan rata-rata sekitar 5,88 detik, lebih cepat dari ECMP yang mencapai 6,99 detik, dan kestabilan koneksi terutama saat bandwidth rendah. Hasil keseluruhan pengujian load balancing Smart Balancing menunjukkan kinerja yang lebih konsisten dan efisien dalam mengelola lalu lintas data, sehingga memberikan kualitas layanan yang lebih optimal dibandingkan dengan Equal Cost Multi Path. Penerapan teknik load balancing Smart Balancing tidak hanya meningkatkan kualitas layanan tetapi juga mudah dalam hal konfigurasi dan implementasi. Kata kunci— Load Balancing; Equal Cost Multi Path (ECMP); Smart Balancing; MikroTik; Ruijie Reyee; Quality of Service (QoS); Network Development Lifecycle (NDLC).
Implementasi Dan Analisa Profil Fungsi Kontrol Dan Performance Pada Openvpn (Vpn) Dan Openziti (Ztna) Hafizh Al Fauzi; Adityas Widjajarto; M. Teguh Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan jaringan menjadi elemen vital dalam era digital, terutama menghadapi ancaman siber seperti pencurian data dan eksploitasi konfigurasi. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan keamanan jaringan: OpenVPN sebagai representasi Virtual Private Network (VPN) dan OpenZiti sebagai implementasi Zero Trust Network Access (ZTNA) berbasis identitas. Fokus utama adalah bagaimana kedua sistem menerapkan fungsi kontrol IAAA (Identification, Authentication, Authorization, Accounting), merespons serangan, serta performa jaringan dalam kondisi diserang. Eksperimen dilakukan menggunakan pendekatan blackbox dengan simulasi serangan siber, seperti port scanning (Nmap), brute force login (ffuf), dan configuration manipulation (modifikasi JWT). Hasil menunjukkan bahwa OpenVPN unggul dalam log granularity dan pencatatan autentikasi, meskipun terbatas dalam otorisasi akses. Sebaliknya, OpenZiti memberikan kontrol akses yang lebih presisi dan cepat dalam mendeteksi serangan agresif, namun pencatatan log dan deteksi terhadap manipulasi JWT masih perlu ditingkatkan. Dari sisi performa jaringan, OpenZiti secara konsisten unggul dengan kecepatan unduh 6267.74 Mbps dibanding OpenVPN yang hanya mencapai 287.38 Mbps. Kesimpulannya, OpenVPN lebih sesuai untuk lingkungan yang membutuhkan akses jaringan luas dan pencatatan log teknis yang mendetail, sedangkan OpenZiti lebih tepat digunakan dalam sistem yang mengutamakan performa tinggi, kontrol akses berbasis identitas, dan segmentasi akses yang fleksibel. Kata kunci — Keamanan Jaringan, VPN, ZTNA, OpenVPN, OpenZiti, IAAA, Profiling.
Implementasi Dan Analisis Information Gathering Menggunakan Open-Source Intelligence (Osint) Tools Untuk Estimasi Risiko Pada Layanan It Institusi Keuangan Syariah Rhoemanidar Ruslan; Adityas Widjajarto; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan layanan teknologi informasi di sektor keuangan mendorong Institusi Keuangan Syariah mengadopsi sistem berbasis website untuk efisiensi, namun kesiapan keamanan informasi masih terbatas. IKS menghadapi tantangan sumber daya, infrastruktur, dan kapabilitas dalam mendeteksi serta mengelola risiko siber, terutama dengan meningkatnya serangan yang mengeksploitasi celah digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan estimasi risiko berbasis Open-Source Intelligence (OSINT) untuk menilai kerentanan dan ancaman siber terhadap aset IT IKS secara eksternal. Metode penelitian meliputi identifikasi domain IKS dari Publikasi Nasional, eksplorasi domain menggunakan tools OSINT untuk data teknis seperti port terbuka dan konfigurasi SSL, serta analisis risiko dengan model R=V×T×A. Hasil menunjukkan sebagian besar domain IKS memiliki kerentanan pada infrastruktur dan layanan dasar, seperti sertifikat SSL dan pengaturan email yang terbuka, serta menampilkan informasi sensitif. Ancaman umum bersumber dari eksploitasi pasif informasi publik. Melalui model risiko, IKS diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat risiko (tinggi, sedang, rendah), menunjukkan bahwa setiap domain memiliki potensi ancaman siber yang perlu diwaspadai. Pendekatan OSINT terbukti mampu memberikan gambaran awal kondisi keamanan IT IKS, bermanfaat sebagai dasar evaluasi mandiri dan rekomendasi perbaikan sistem, serta berkontribusi pada pengembangan strategi pertahanan siber efisien berbasis informasi terbuka untuk sektor keuangan lokal. Kata kunci— Keamanan informasi IKS, open-source intelligence (OSINT), estimasi risiko siber, kerentanan sistem
Penerapan Dan Profiling Fungsi Kontrol Dan Performance Pada Ferrumgate (Ztna) Dan Wireguard (Vpn) Sulthan Jihad; Adityas Widjajarto; M. T. Kurniawan Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi dan analisis fungsi kontrol keamanan serta performa dua teknologi akses jaringan, yaitu FerrumGate sebagai representasi Zero Trust Network Access (ZTNA) dan WireGuard sebagai protokol VPN. Seiring transformasi digital dan meningkatnya ancaman siber, model keamanan tradisional berbasis perimeter dianggap kurang efektif. Pendekatan ZTNA, dengan prinsip “never trust, always verify”, menawarkan kontrol akses ketat tanpa memandang lokasi perangkat, sedangkan WireGuard dikenal sebagai protokol VPN yang efisien dan ringan. Studi ini mengevaluasi kedua sistem melalui simulasi serangan jaringan (Brute Force dan Port Scanning) menggunakan alat seperti Nmap dan ffuf, serta pengukuran performa jaringan. Evaluasi fungsi keamanan mencakup aspek identification, authentication, authorization, dan accounting. Hasilnya, FerrumGate lebih unggul dalam deteksi dan cakupan kontrol, mampu mendeteksi port scanning dibawah 1 menit dan brute force dalam ~1 detik, dengan coverage completeness 75%. Sebaliknya, WireGuard gagal mendeteksi port scanning dan lambat dalam merespons brute force (45 detik), dengan coverage completeness yang terbatas (25%). Dalam performa, FerrumGate mencatat kecepatan tinggi (197 Mbit/s) namun latensi lebih besar (118 ms), sedangkan WireGuard memiliki latensi rendah (6,78 ms) dengan kecepatan lebih rendah (~31,2 Mbit/s). Hasil penelitian ini memberikan dasar dalam memilih solusi keamanan yang sesuai. Kata kunci— Profiling, Performance, Kontrol, FerrumGate, WireGuard.
Studi Performa Load Balancing dengan Per-Connection Classifier (PCC) dan Equal Cost Multi-Path (ECMP) Menggunakan Perangkat Mikrotik Arya Abhirama; Rd. Rohmat Saedudin; Adityas Widjajarto
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan koneksi internet yang andal dan terjangkau untuk lingkungan SOHO (Small Office/Home Office) menjadi tantangan utama di tengah tingginya biaya bandwidth. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa dua metode load balancing populer, Per Connection Classifier (PCC) dan Equal Cost Multi-Path (ECMP), sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan menggunakan perangkat MikroTik dengan dua ISP. Metodologi penelitian melibatkan pengujian eksperimental pada 108 skenario berbeda yang mencakup variasi bandwidth dan kondisi failover. Hasil penelitian menunjukkan adanya pertukaran (trade-off) yang jelas: ECMP unggul dalam hal throughput dengan kecepatan gabungan mencapai 17 Mbps dibandingkan PCC sebesar 14 Mbps. Namun, PCC terbukti jauh lebih superior dalam menjaga stabilitas koneksi, dengan unggul dalam 5 dari 7 kategori bandwidth dalam hal meminimalkan packet loss dan menunjukkan delay yang lebih rendah pada kondisi bandwidth ekstrem. Temuan ini menyimpulkan bahwa PCC adalah pilihan ideal untuk jaringan yang memprioritaskan stabilitas, sementara ECMP lebih cocok untuk memaksimalkan throughput pada koneksi yang simetris.. Kata kunci— Load Balancing, Equal Cost Multi Path (ECMP), Per Connection Classifier (PCC), MikroTik, Quality of Service (QoS), Internet Service Provider (ISP)
Co-Authors Achmad Muhaimin Aziz Aditya Eka Saputra Aditya Shofwan Zulma Afrizal Hamzah Ahmad Almaarif Al Faridz, Muhammad Hanafi Mu’amar Alifurfan Wiradwipa Pranowo Amalia Intan Safura Ardhyan Zulfikar Malik Ari Apridana Arya Abhirama Avon Budiono Avon Budiono Avon Budiyono Aziz Widya Isnanta Basori, Malik Alrasyid Batunanggar, Yana J S Br Surbakti, Maya Angelia Daffa Aliefiandy Yudhistira Decky Raditama Megantara Deden Witarsyah Dewantara, Rheza Dicky Naofal Rizaldi Dzulfahmi, Irfan Dzulfikar Fathi Taufiqurrahman Eliza Adira Handrini Fachrul Hijriah Usman Faezal, Erlangga Fanny Fathya Nurul Fatimah Fanny Fathya Nurul Fatimah, Fanny Fathya Nurul Farmadika, Pramudya Fathia, Dhiya Fathinuddi, Muhammad Febriyani, Widia Ferdinan Ginting Manik Hadist, Putri Alviona Hafizh Al Fauzi Harahap, Adnan Nauli Hawari, Azizan Helmi Khairullah Setiana I Made Dwiki Kusuma Pradipta Ilham Akbar Siswanto Ilham Amarullah Irawan, Alfian Rifki Irmalistia Alfiani Isnaini Hayati Ivan Setiawan Jacqueline Evangelista S. Jafar Haritsah Kamaly, Akhmad Dzihan Karimah, Myra Tresno Kirana Dhiatam Dhiatama Ayunda Krisfian Adji Brata Kurniawan, M Tegoeh Kurniawan, M. Teguh Leonardo Taufan Sontani Limutu, Wahyu M Teguh Kurniawan M Teguh Kurniawan M. K. Rizal Syahputra M. Rafi M. T. Kurniawan Kurniawan M. Teguh Kurniawan M. Teguh Kurniawan Ma'arij Haritsah Manik, Yusuf H. Mega Fitri Yani Meisya Robiatul Adawiyah Miftah Fajar Asy’ari Milenia Oktaviana Mochamad Teguh Kurniawan Mochammad Teguh Kurniawan Muhamad Rizal Muhammad Athallariq Rabbani Muhammad Fathinuddin Muhammad Ilham Maulana Muhammad Teguh Kurniawan MUHAMMAD TEGUH KURNIAWAN, MUHAMMAD TEGUH Muharman Lubis Muhdiantini, Cindy Murahartawaty Murahartawaty Nabil Egan Valentino Naufal Abrian Ismiyushar Ni Made Meliana Listyawati Nolanda Indria Nugraha, Yadi Nur Ichsan Utama Pamudji, Tania Almira Penggalih, Arya Bimo Bagas Pulungan, Fauzan Khairy Qudamah, Ramiz Rafsyandjani, Muhammad Rizki Ramadani Ramadani, Ramadani Rd. Rohmat Saedudin Rhoemanidar Ruslan Rofiif Nabil Syafaqoh Ryan Supriadi Ramadhan Ryandi, Yuaraina Dirgantarizki Safitra, Muhammad Fakhrul Salim, Irgi Fahrezi Samia Fadhilah Sanum, Fachri Fadhilah Shita Widya Ningsih Sidiq, M. Zaelani Sihaloho, Irvan Sulthan Jihad Sumanto Lesmana Putra Tania Almira Pamudji Teguh Kurniawan Tiara Sabrina Trinanda Aditya Arya Wibisono Umar Yunan Kurnia Septo Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto Utami, Resti Pradita Valentino, Nabil Egan Vreseliana Ayuningtyas Wardana, Wasis Wisal Altafvian Deanis Ananta Yuli Adam Prasetyo Yuniati, Shavira Eka