Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perancangan Ulang Interior House Of Sangkuriang Dengan Pendekatan Lokalitas Kota Bandung Wulandari Hidayat, Cahya; Sarihati, Titihan; Bayu Perdana, Aditya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotels are buildings that provide accommodation, food, drinks, and other services for the general public. Boutique hotels are a type of luxury hotel with a limited number of rooms and unique designs that reflect local culture and history. House Sangkuriang is a 3-star boutique hotel in Bandung that promotes an Art Deco concept with a lush atmosphere. However, the application of Art Deco in its interior is not yet fully evident, and some facilities do not meet the 3-star standard. This design aims to strengthen the application of Art Deco in the interior, align facilities with 3-star standards, and create a unique and comfortable experience for visitors with a lush Art Deco ambiance. Keywords: boutique hotel, Bandung, House Sangkuriang, art deco
Perancangan Ulang Ruang Pamer Dan Fasilitas Publik Di Museum Seni Rupa Dan Keramik Jakarta Dengan Pendekatan Interaktif Asmatia Mahardhika, Latifa; Adli Wismoyo, Erlana; Bayu Perdana, Aditya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Jakarta Fine Arts and Ceramics Museum is an art museum in Jakarta which is a Dutch heritage building so it is classified as a type A cultural heritage building. According to Government Regulation no. 66 of 2015 concerning museums, museums are institutions whose function is to protect, develop, utilize collections and communicate them to the public. Although Government Regulations tend to pay attention to the collection aspect, the ICOM definition emphasizes visitor service and involvement, an aspect that is still poorly implemented in several museums in Indonesia. The Fine Arts and Ceramics Museum, which has various kinds of collection objects, still uses old standard display media so that the objects on display are not well appreciated and do not meet the standards. In this case, it is important to evaluate the presentation of collections and public facilities in accordance with existing standards. Therefore, with the redesign using an interactive approach, it is hoped that it can increase the public's attraction to visit, supported by attractive display media and interactive activities in the museum. This effort is expected to provide an interesting experience for visitors, increase understanding of art and culture, and strengthen the role and vision and mission of the museum as a center for education, recreation and community reflection. Keywords: art museum, ceramics, interactive, display
Redesain Kantor Bupati Kabupaten Sumedang Dengan Pendekatan Aktivitas Permata Ramadhani, Azizatulatifah; Nur Sheha Gunawan, Ahmad; Bayu Perdana, Aditya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Sumedang Regency Government Office located on Jl. Prabu Gajah Agung, North Sumedang, has a three-story building with an area of 7,883 m² and operates from Monday to Friday. This office has implemented an Electronic-Based Government System (EGS), which changes the way of working from manual to digital, reduces paper use and increases the need for supporting facilities for changes in the way of working. Based on the data obtained, inefficient zoning-blocking, lack of office facilities, lighting in several rooms does not meet standards, soundproofing is ineffective, and security and ventilation systems need improvement. This study identified the need for lighting improvements, and improvements to acoustic facilities, and ventilation. Redesign with the theme of optimization of space based on activity with the aim of increasing the comfort and efficiency of the workspace of the Regent, his assistant, as well as meeting and guest rooms, with the aim of creating a more productive work environment and in accordance with applicable standards. Keywords: Interior, SPBE, facility, activity, standard
PERANCANGAN INTERIOR MODERN UNTUK PUSAT DAKWAH DAN PEMBELAJARAN CINTA QURAN CENTER DENGAN PENDEKATAN IDENTITAS KORPORAT Arvina, Aliyya Meirissa; Firmansyah, Rangga; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cinta Quran Center merupakan sebuah Ma’had pesantren yang fokus padadakwah islam dan Al-Quran. Yayasan Cinta Quran merupakan lembaga independen yangberada di kawasan Cinta Quran Center yang terletak di Sektor 9 Bintaro, TangerangSelatan. Pada masa sekarang, pesantren yang dikenal sebagai tempat santrimemperdalam ilmu agama tanpa memiliki pola/mengikuti kiyai lambat laun menjadi lebihsistematis dan lebih maju mengikuti zaman. perubahan dari pesantren biasa menjadipesantren modern perlu diperhatikan. Dalam prosesnya, santri di Cinta Quran Center dididik oleh dosen dan musyrif. Peran pengajar dan pendidik dalam menerapkan visi danmisi dari yayasan cinta quran center (Entrepeunership, Public Speaking, Leadership)cukup penting untuk membentuk kepribadian santri dan membentuk image khas dariyayasan pesantren tahfidz. Tujuan dilakukannya perancangan baru kantor Cinta QuranCenter adalah untuk menyediakan pusat fasilitas belajar dan bekerja sesuai denganstandar, aktivitas, branding, dan mewujudkan desain interior yang dapat mendukungpekerjaan. Untuk itu diperlukan proses perancangan yang mewadahi proses bekerja danbelajar agar dapat menghasilkan santri yang sesuai dengan visi misi Cinta Quran Center.Kata Kunci: Pesantren, Kantor, Pusat, Identitas Korporat
PERANCANGAN MUSEUM DIASPORA BUGIS DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Azzahrah, Alifiah; Andrianawati, Aida; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passompe, julukan lain dari Suku Bugis yang melakukan Diaspora/ merantaukeluar dari daerah asal mereka yaitu Sulawesi Selatan. Suku Bugis mulai melakukanDiaspora secara kecil-kecilan mulai dari tahun 1600 dan secara besar-besaran pada tahun1900. Mereka berpencar keluar dari sulawesi selatan menuju provinsi hingga negara lain.Namun, kehebatan diaspora Suku Bugis kini tidak dikenali lagi utamanya oleh remajaSulawesi Selatan. Sehingga untuk menghindari hilangnya identitas tersebut, makadidesain suatu museum di Sulawesi Selatan tepatnya di Center Point Of Indonesia. Denganmengangkat konsep tematik, Museum Diaspora Bugis ini dibagi menjadi beberapa areayang dirunutkan dari area diaspora umum, perkapalan, perikanan, agrikultur, keagamaan,peperangan hingga kerajaan. Pada keseluruhan area tersebut memiliki suasana ruangsesuai dengan koleksi yang dipajang di area tersebut. Metode yang dilakukan padaperancangan ini adalah metode kualitatif yang didukung dengan observasi lapangan.Dengan pendekatan lokalitas dengan tema kapal pinisi pada museum diaspora bugis,diharapkan perancangan kali ini dapat kembali mengenalkan dan menghidupkan Kembalibudaya dan sejarah suku bugis yang telah terserus gelombang modernisasi. Pendekatanlokalitas juga diharapkan dapat menjadi suatu tema yang mendukung pengelompokanpada storyline museum. Sehingga, dengan pendekatan diatas, dapat menyelesaikanpermasalahan yang telah dipaparkan utamanya dalam modernisasi sekarang.Kata Kunci : Diaspora, tematik, museum, pinisi, bugis.
PERANCANGAN BARU THE ALANA HOTEL BINTANG 4 DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Kurnia, Dewanti Anggun; Andrianawati, Aida; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini membahas perancangan baru untuk The Alana Hotel, sebuah hotel bintang 4 yang akan berlokasi di Bandung dengan pendekatan brand identity bertujuan agar dapat memperkuat branding hotel dengan menerapkan desain yang mengikuti regulasi dari The Alana Hotel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Data tersebut dianalisis dengan mempertimbangkan site hotel, bangunan existing, alur aktivitas pengguna, serta kebutuhan ruang yang diperlukan. Hasil analisis ini membentuk dasar untuk mengembangkan konsep perancangan. Konsep perancangan diusulkan dengan tema yang menggabungkan unsur etnis budaya lokal dan penggayaan modern untuk menciptakan suasana relaksasi dan revitalisasi yang unik. Sirkulasi ruang dirancang menggunakan pendekatan linear, grid, dan axial untuk menciptakan alur yang efisien dalam hotel. Selain itu, konsep bentuk diambil dari motif kain batik dan wayang untuk memberikan ciri khas pada desain interior hotel. Dengan demikian, karya ilmiah ini menawarkan perancangan yang berfokus pada menciptakan identitas merek yang kuat dan suasana yang khas untuk The Alana Hotel, dengan harapan bahwa hotel ini akan menjadi destinasi unggulan di kota Bandung dan menarik perhatian para wisatawan serta meningkatkan kepuasan pengunjung.Kata kunci: Perhotelan, Pariwisata, Brand Identity
PERANCANGAN INTERIOR GRAND WHIZ HOTEL DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Ramdhani, Dea; Andrianawati, Aida; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung, sebagai salah satu kota besar di Pulau Jawa, memiliki potensi bisnis, perdagangan, pariwisata, dan pusat pemerintahan yang tinggi. Pertumbuhan jumlah wisatawan yang signifikan menunjukkan kebutuhan akan fasilitas hotel yang memadai untuk memenuhi permintaan akomodasi pariwisata. Oleh karena itu, Grand Whiz Hotel hadir sebagai hotel bisnis bintang 4 dengan fasilitas sesuai standar peraturan Menteri Pariwisata. Berlokasi strategis di Jl. Jendral Sudirman, hotel ini menargetkan pebisnis, wisatawan, dan tamu transit. Perancangan ini bertujuan menciptakan hotel bintang 4 dengan identitas dan karakteristik unik Grand Whiz Hotel. Fokus desain interior adalah kenyamanan pengunjung dan memenuhi standar hotel serta Brand identity ditekankan untuk memperkuat citra merek hotel. Metode perancangan yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi serta studi banding dengan hotel-hotel sejenis. Diharapkan perancangan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, komunitas, institusi penyelenggara pendidikan, dan bidang keilmuan interior. Dan juga Hotel ini diharapkan dapat menjadi sarana akomodasi yang menarik bagi pebisnis dan wisatawan yang datang ke Kota Bandung, serta membantu meningkatkan ekonomi pariwisata di daerah Bandung.Kata kunci: Hotel, Brand Identity, Bandung
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL CIREBON DENGAN PENDEKATAN KARAKTER SENI PERTUNJUKAN Zahra, Tazqia Aulia; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Seni Pertunjukan Tradisional Cirebon merupakan museum yangmenyimpan benda-benda koleksi yang berkaitan dengan seni pertunjukan Cirebon. Akardari perancangan museum ini adalah wacana Disbudpar yang mendukung pembangunanmuseum, jumlah penonton yang berkurang karena lamanya waktu pertunjukan dangenerasi sekarang ingin semuanya terjadi sekaligus, serta berkurangnya jumlah maestrodan frekuensi pertunjukan seni pertunjukan. Generasi saat ini menginginkan segalanyaterjadi secara instan. Seiring dengan menurunnya minat terhadap seni pertunjukan,pengetahuan yang berkaitan dengan seni pertunjukan juga berkurang. Museum kini tidakhanya digunakan sebagai sarana pendidikan dan hiburan, tetapi juga sebagai tempatpenyembuhan. Oleh karena itu, perancangan museum ini akan menyatukan senipertunjukan dengan tampilan interaktif untuk menciptakan kesan langsung yangidentik dengan seni pertunjukan yang disajikan secara live. Museum merupakan tempatyang tepat karena generasi sekarang lebih tertarik dengan seni pertunjukan yang disajikansecara ringkas. Jika tidak dimasukkan ke dalam museum, maka akan sulit bagi generasipenerus untuk mengetahui atau bahkan mengenali kesenian ini. Perancangan museummenggunakan pendekatan karakter seni pertunjukan, dimana setiap ruangan akanbercerita sesuai dengan katalog karakter seni pertunjukan dari koleksi yang dipamerkan.Dari seni musik hingga cerita rumit seperti drama (masres). Harapannya pengunjungdapat mengikuti alur cerita yang tepat berdasarkan jalur seni pertunjukan Cirebon.Kata kunci: Museum, Seni Pertunjukan Cirebon, Karakter Seni Pertunjukan
PERANCANGAN ULANG INTERIOR HOTEL PATRA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY Siregar, Salsabila Assa'diyah; Wismoyo, Erlana Adli; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel berkembang pesat di perkotaan dan pariwisata yang menjadi tujuan utama bagi masyarakat yang bepergian untuk berbagai kebutuhan, baik bekerja maupun bersantai menikmati wisata sekitar hotel. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat, TPK hotel Mei 2021 mencapai sebesar 35,72%, dan kemudian meningkat menjadi 38,19% pada Juni 2021. Jumlah ini menjadi indikator majunya perkembangan pariwisata di Bandung, melebihi kota-kota lain di Jawa Barat. Hotel Patra Bandung yang merupakan city hotel bintang 4 di Jalan Dago, pusat kota Bandung, menarik minat pengunjungnya dengan slogan "Your Second Home in Dago". Perancangan ulang interior Hotel Patra Bandung bertujuan untuk memperkuat identitas, meningkatkan fungsi ruang dengan memenuhi fasilitas sesuai standar bintang 4, serta memperhatikan sirkulasi ruang dan kenyamanan pengunjung. Tema desain Hotel Patra Bandung diangkat dari slogan hoteluntuk menciptakan kenyamanan dengan sirkulasi ruangan yang baik, dan ukuran elemen yang ergonomis, melalui konsep kontemporer modern dengan menghadirkan suasana masa kini. Identitas yang dimiliki hotel tersebut menjadi bagian dari pemecahan masalah karena mengutamakan kenyamanan pengunjung seperti suasana, fasilitas, sirkulasi, organisasi, dan penataan furnitur. Tema "homey design" diimplementasikan melalui konsep kontemporer modern dengan tujuan memenuhi kenyamanan pengunjung dari segi fasilitas, sirkulasi, dan penataan furnitur.Kata Kunci : Hotel Bintang 4, Your Second Home, Homey, Re-design
PERANCANGAN ULANG INTERIOR HOTEL WIJAYA KUSUMAH DENGAN PENDEKATAN ANALOGI ALAM Gumilar, Nadia Reggina Zahra; Raja, M. Togar Mulya; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Wijaya Kusumah, hotel bintang 3 yang berdiri tahun 1985 di Jl. Ir. H. Juanda No. 90, Tasikmalaya. Memiliki 7 bangunan, 40 kamar dengan 4 tipe kamar, saat ini hotel dalam pembangunan gedung baru. Melayani kalangan pebisnis dan wisatawan, serta menjadi tempat transit. Meskipun terletak di pusat kota, pengunjung tidak terganggu oleh suara lalu lintas. Harganya terjangkau dan lokasinya strategis. Menurut hasil wawancara 2022, 70% tamu adalah wisatawan, terjadi peningkatan pengunjung pada masa libur Lebaran. Beberapa permasalahan teridentifikasi dalam pengamatan dari November 2022 hingga Januari 2023, seperti ruang lobi yang terbatas, pengaturan zoning blocking yang kurang sesuai sehingga ukuran kamar yang tidak sesuai standar, pencahayaan yang kurang memadai, dan fasilitas yang tidak sesuai dengan standar hotel bintang 3. Manajemen hotel sedang mempertimbangkan fokus bisnis atau mempertahankan daya tarik wisata. Hotel ini memiliki dua segmen pasar utama, yaitu wisatawan (primer) dan pebisnis (sekunder). Maka dari itu, perancangan ulang dilakukan sebagai solusi untuk menguatkan identitas hotel, ekspansi fasilitas, serta desain ulang dengan analogi alam dengan menginterpretasi nama Tasikmalaya untuk tampil unik di pemandangan perhotelan Tasikmalaya. Dengan hasil perancangan dapat memperkenalkan identitas baru pada hotel yang tidak dimiliki oleh hotel lainnya.Kata kunci: Hotel, Identitas, Analogi alam nterpretasi nama Tasikmalaya, Tasikmalaya