Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG INTERIOR HOTEL PATRA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY Siregar, Salsabila Assa'diyah; Wismoyo, Erlana Adli; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel berkembang pesat di perkotaan dan pariwisata yang menjadi tujuan utama bagi masyarakat yang bepergian untuk berbagai kebutuhan, baik bekerja maupun bersantai menikmati wisata sekitar hotel. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat, TPK hotel Mei 2021 mencapai sebesar 35,72%, dan kemudian meningkat menjadi 38,19% pada Juni 2021. Jumlah ini menjadi indikator majunya perkembangan pariwisata di Bandung, melebihi kota-kota lain di Jawa Barat. Hotel Patra Bandung yang merupakan city hotel bintang 4 di Jalan Dago, pusat kota Bandung, menarik minat pengunjungnya dengan slogan "Your Second Home in Dago". Perancangan ulang interior Hotel Patra Bandung bertujuan untuk memperkuat identitas, meningkatkan fungsi ruang dengan memenuhi fasilitas sesuai standar bintang 4, serta memperhatikan sirkulasi ruang dan kenyamanan pengunjung. Tema desain Hotel Patra Bandung diangkat dari slogan hoteluntuk menciptakan kenyamanan dengan sirkulasi ruangan yang baik, dan ukuran elemen yang ergonomis, melalui konsep kontemporer modern dengan menghadirkan suasana masa kini. Identitas yang dimiliki hotel tersebut menjadi bagian dari pemecahan masalah karena mengutamakan kenyamanan pengunjung seperti suasana, fasilitas, sirkulasi, organisasi, dan penataan furnitur. Tema "homey design" diimplementasikan melalui konsep kontemporer modern dengan tujuan memenuhi kenyamanan pengunjung dari segi fasilitas, sirkulasi, dan penataan furnitur.Kata Kunci : Hotel Bintang 4, Your Second Home, Homey, Re-design
PERANCANGAN ULANG INTERIOR HOTEL WIJAYA KUSUMAH DENGAN PENDEKATAN ANALOGI ALAM Gumilar, Nadia Reggina Zahra; Raja, M. Togar Mulya; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Wijaya Kusumah, hotel bintang 3 yang berdiri tahun 1985 di Jl. Ir. H. Juanda No. 90, Tasikmalaya. Memiliki 7 bangunan, 40 kamar dengan 4 tipe kamar, saat ini hotel dalam pembangunan gedung baru. Melayani kalangan pebisnis dan wisatawan, serta menjadi tempat transit. Meskipun terletak di pusat kota, pengunjung tidak terganggu oleh suara lalu lintas. Harganya terjangkau dan lokasinya strategis. Menurut hasil wawancara 2022, 70% tamu adalah wisatawan, terjadi peningkatan pengunjung pada masa libur Lebaran. Beberapa permasalahan teridentifikasi dalam pengamatan dari November 2022 hingga Januari 2023, seperti ruang lobi yang terbatas, pengaturan zoning blocking yang kurang sesuai sehingga ukuran kamar yang tidak sesuai standar, pencahayaan yang kurang memadai, dan fasilitas yang tidak sesuai dengan standar hotel bintang 3. Manajemen hotel sedang mempertimbangkan fokus bisnis atau mempertahankan daya tarik wisata. Hotel ini memiliki dua segmen pasar utama, yaitu wisatawan (primer) dan pebisnis (sekunder). Maka dari itu, perancangan ulang dilakukan sebagai solusi untuk menguatkan identitas hotel, ekspansi fasilitas, serta desain ulang dengan analogi alam dengan menginterpretasi nama Tasikmalaya untuk tampil unik di pemandangan perhotelan Tasikmalaya. Dengan hasil perancangan dapat memperkenalkan identitas baru pada hotel yang tidak dimiliki oleh hotel lainnya.Kata kunci: Hotel, Identitas, Analogi alam nterpretasi nama Tasikmalaya, Tasikmalaya
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SUTAN RAJA HOTEL & CONVENTION CENTRE BINTANG 4 DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUNDA Tamara, Shallya; Anwar, Hendi; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soreang merupakan ibu kota Kabupaten Bandung yang dimana seluruh kegiatanpemerintahan kabupaten bandung berpusat di kecamatan tesebut. Selain daerahpemerintahan, daerah ini juga memiliki banyak objek wisata. Berdasarkan potensitersebut, maka perlunya hotel yang dapat memenuhi kebutuhan aktivitas pengunjungseperti meeting, berekreasi, dan beristirahat. Salah satu hotel yang berlokasi di Soreangadalah Sutan Raja Hotel & Convention Centre. Metode perancangan yang digunakan padaperancangan ini yaitu observasi, dokumentasi, studi preseden, analisis data, penentuandan penerapan ide gagasan, dan hasil akhir perancangan. Perancangan ulang hotel inibertujuan untuk menciptakan interior kelas atas yang memberikan image raja denganmenampilkan keramahan budaya sunda pada interiornya dengan mengoptimalkan fungsiruang dan juga memberikan suasana yang berbeda, ikonik dan menarik, dan memfasilitasikebutuhan aktivitas untuk para pebisnis dan wisatawan sehingga mendapatkan kesanyang membekas terhadap hotel.Kata kunci: Hotel bisnis, Hotel Bintang 4, Bandung
REDESAIN INTERIOR KANTOR PEMERINTAHAN KABUPATEN SUMEDANG DIVISI PEMERINTAHAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DENGAN PENDEKATAN SIMBOLISM Salsabila, Putri; Gunawan, Ahmad Nur Sheha; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang difungsikan sebagai tempat bekerjanya Bupati dan Sekretariat Daerah Kab. Sumedang. Ruang kerja bagian Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat akan dilakukan perancangan ulang pada interior ruang kerja divisi tersebut. Fokus dalam membantu meningkatkan atau mengangkat lokalitas Sumedang memiliki tujuan sebagai alat untuk meningkatkan kebanggaan sebagai warga Kabupaten Sumedang dan kesejahteraan masyarakat Sumedang. Metode penelitian yang digunakan penulis ialah penentuan objek, studi literatur, observasi, dokumentasi, wawancara dan menganalisis data. Tujuan dari perancang interior kantor yang memenuhi kebutuhan pengguna juga untuk mengenalkan lokalitas Sumedang secara simbolis pada pengolahan elemen interior agar suatu ruang dapat menampilkan identitasnya dan juga menjadi sebuah media untuk menguatkan citra dari setiap Bagian pada Divisi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Konsep perancangan interior kantor sebagai simbol penerang bagi masyarakat Sumedang saat memberikan pelayanan dengan menghadirkan rasa tentram yang mendukung suasana nyaman, aman, damai, dan bebas pada diri pegawai agar mendorong kegiatan kerja pegawai untuk mencapai karakter Good Governance.Kata Kunci: Kantor, Sumedang, simbolis
PERANCANGAN BARU HOTEL SANTIKA PREMIERE BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ART DECO Nurillah, Mutiara; Hapsoro, Nur Arief; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya minat wisatawan mengunjungi Bandung destinasi wisata menyebabkan seringnya terjadi okupansi pada fasilitas akomodasi pada akhir pekan. Banyak bangunan bersejarah di Kota Bandung tidak dikelola dengan baik. Hal ini disebabkan oleh perubahan fungsi dan penampilan bangunan cagar budaya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perda No. 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya (Firmansyah,2014). Kenyataan lainnya, bahwa secara perlahan-lahan, bangunan-bangunan bersejarah di Kota Bandung mengalami kehilangan.Permasalahan lain yang diambil dari beberapa keluhan dan masukan pada kuesioner yang telah dibagikan adanya keterbatasan kapasitas ruang duduk pada area lobby sehingga pada hari libur banyak tamu yang berdiri saat menunggu check in berlangsung. Permasalahan selanjutnya pada eksisting denah yang didapat terdapat organisasi ruang yang kurang baik pada tata letak hotel tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah a) Observasi Langsung, b) Wawancara, c) Kuesioner, d) Data Sekunder, e) Studi LiteraturTerciptanya hotel dengan penggayaan art deco dimana adanya ketertarikan wisatawan pada bangunan bersejarah, sehingga adanya peningkatan untuk menginap di hotel bintang 4 yang bergaya art deco tersebut.Agar minat wisatawan akan mengalami peningkatan karena adanya fasilitas yang mendukung dalam objek pariwisata. Terciptanya organisasi ruang yang baik sehingga dapat meningkatkan efektivitas sirkulasi pengguna perancangan baru yang bertujuan meperluas pasar, serta menciptakan interior city hotel bintang empat yang bisa menarik wisatawan menginap dengan adanya penggayaan art deco yang disesuaikan pada lingkungan sekitar dan dapat menjadi salah satu bentuk wujud pelestarian warisan dari peradaban Belanda di Indonesia yang harusnya dipertahankan. Kata kunci: Interior, Art Deco, Kontekstual, Bandung
PERANCANGAN ULANG HOTEL THE 1O1 BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Gafur, Felicia Winona; Hapsoro, Nur Arief; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 1O1 Hotel Bandung merupakan city hotel bintang 4 yang terletak pada Jl. Ir.H. Juanda No. 3, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116. Hotelini terletak strategis berada di dekat persimpangan antara Jl. Ir. H. Juanda, Jl. L. L. R. E.Martadinata, dan Jl. Merdeka arah pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza. The 1O1Hotel Bandung memiliki tagline yaitu <Smart and Stylish Experience= yang tertera padabio sosial medianya berupa Instagram. Perancangan ini mengusung tema <Bring Back The Vintage= dengan penggayaan Jengki, Googie, dan Memphis untuk menciptakan suasananostalgia. Oleh karena itu, diperlukannya perancangan ulang tersebut untukmeningkatkan kualitas dari The 1O1 Hotel Bandung baik dari segi estetika ruang beruparefurbish desain interior yang sesuai dengan tagline hotel tersebut yaitu <Smart andStylish Experience= agar dapat merepresentasikan Kota Bandung sebagai kota creative city maupun kenyamanan pengunjung berupa pengelolaan organisasi ruang yang lebihterstruktur agar memiliki ruang gerak yang ideal dan penciptaan ketenangan ruangdengan pengaplikasian elemen interior yang kedap suara. Kata kunci: The 1O1 Hotel Bandung, Memphis, creative city
Ragam Langgam Aksara Jawa dari Manuskrip hingga Buku Cetak Perdana, Aditya Bayu
Manuskripta Vol 10 No 1 (2020): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v10i1.112

Abstract

In its contemporary usage, the Javanese script is often introduced through a few serviceable yet unvaried typefaces which give an impression of monotony and lack of style capable of carrying various design expressions. This current state of style deficiency is unfortunate because a cursory survey on the history of the Javanese script up to the 20th century reveals a rich tradition of calligraphic and typographic styles. Throughout the island, many scribes used regional stylistic variations, sometimes with striking differences and unique quirks no longer seen in today’s writing. The introduction of printing and metal typefaced also brought western typographic practice into the design of the Javanese script, creating a unique design environment where Javanese and European traditions mingled. This paper would introduce the varied styles of the Javanese script in manuscripts and printed books from the 16th ce to the mid 20th ce in the hopes that it will enrich the contemporary use of the Javanese script. === Dalam penggunaan terkini, aksara Jawa kerap diperkenalkan melalui sejumlah typefaces yang memadai namun sayangnya tidak bervariasi, sehingga contoh-contoh kontempora seringkali memberi kesan monoton dan kekurangan gaya yang mampu menyampaikan berbagai ekspresi desain. Hal ini sangat disayangkan karena napak tilas sejarah aksara Jawa hingga abad ke 20 menunjukkan tradisi kaligrafis dan tipografis yang sangat kaya. Di seantero pulau, juru tulis di berbagai daerah menggunakan variasi gayanya masing-masing. Terkadang dengan berbedaan yang sangat mencolok atau kekhasan tulis tidak lagi terlihat dalam penulisan masa kini. Kedatangan teknologi cetak dan metal typeface juga turut memperkenalkan aspek tipografis barat ke dalam desain aksara Jawa, hingga terciptalah suatu ranah desain yang unik dari persilangan tradisi tulis Jawa dan tipograf barat. Tulisan ini akan memberikan uraian singkat mengenai ragam langgam aksara Jawa pada naskah tulisan tangan dan cetak antar abad 16 M hingga 20 M awal sebagai perkenalan awal yang dapat memperkaya penerapan aksara Jawa di abad 21 M.