Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG INTERIOR SUTAN RAJA HOTEL & CONVENTION CENTRE BINTANG 4 DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUNDA Tamara, Shallya; Anwar, Hendi; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soreang merupakan ibu kota Kabupaten Bandung yang dimana seluruh kegiatanpemerintahan kabupaten bandung berpusat di kecamatan tesebut. Selain daerahpemerintahan, daerah ini juga memiliki banyak objek wisata. Berdasarkan potensitersebut, maka perlunya hotel yang dapat memenuhi kebutuhan aktivitas pengunjungseperti meeting, berekreasi, dan beristirahat. Salah satu hotel yang berlokasi di Soreangadalah Sutan Raja Hotel & Convention Centre. Metode perancangan yang digunakan padaperancangan ini yaitu observasi, dokumentasi, studi preseden, analisis data, penentuandan penerapan ide gagasan, dan hasil akhir perancangan. Perancangan ulang hotel inibertujuan untuk menciptakan interior kelas atas yang memberikan image raja denganmenampilkan keramahan budaya sunda pada interiornya dengan mengoptimalkan fungsiruang dan juga memberikan suasana yang berbeda, ikonik dan menarik, dan memfasilitasikebutuhan aktivitas untuk para pebisnis dan wisatawan sehingga mendapatkan kesanyang membekas terhadap hotel.Kata kunci: Hotel bisnis, Hotel Bintang 4, Bandung
REDESAIN INTERIOR KANTOR PEMERINTAHAN KABUPATEN SUMEDANG DIVISI PEMERINTAHAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DENGAN PENDEKATAN SIMBOLISM Salsabila, Putri; Gunawan, Ahmad Nur Sheha; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang difungsikan sebagai tempat bekerjanya Bupati dan Sekretariat Daerah Kab. Sumedang. Ruang kerja bagian Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat akan dilakukan perancangan ulang pada interior ruang kerja divisi tersebut. Fokus dalam membantu meningkatkan atau mengangkat lokalitas Sumedang memiliki tujuan sebagai alat untuk meningkatkan kebanggaan sebagai warga Kabupaten Sumedang dan kesejahteraan masyarakat Sumedang. Metode penelitian yang digunakan penulis ialah penentuan objek, studi literatur, observasi, dokumentasi, wawancara dan menganalisis data. Tujuan dari perancang interior kantor yang memenuhi kebutuhan pengguna juga untuk mengenalkan lokalitas Sumedang secara simbolis pada pengolahan elemen interior agar suatu ruang dapat menampilkan identitasnya dan juga menjadi sebuah media untuk menguatkan citra dari setiap Bagian pada Divisi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Konsep perancangan interior kantor sebagai simbol penerang bagi masyarakat Sumedang saat memberikan pelayanan dengan menghadirkan rasa tentram yang mendukung suasana nyaman, aman, damai, dan bebas pada diri pegawai agar mendorong kegiatan kerja pegawai untuk mencapai karakter Good Governance.Kata Kunci: Kantor, Sumedang, simbolis
PERANCANGAN BARU HOTEL SANTIKA PREMIERE BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ART DECO Nurillah, Mutiara; Hapsoro, Nur Arief; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya minat wisatawan mengunjungi Bandung destinasi wisata menyebabkan seringnya terjadi okupansi pada fasilitas akomodasi pada akhir pekan. Banyak bangunan bersejarah di Kota Bandung tidak dikelola dengan baik. Hal ini disebabkan oleh perubahan fungsi dan penampilan bangunan cagar budaya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perda No. 19 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya (Firmansyah,2014). Kenyataan lainnya, bahwa secara perlahan-lahan, bangunan-bangunan bersejarah di Kota Bandung mengalami kehilangan.Permasalahan lain yang diambil dari beberapa keluhan dan masukan pada kuesioner yang telah dibagikan adanya keterbatasan kapasitas ruang duduk pada area lobby sehingga pada hari libur banyak tamu yang berdiri saat menunggu check in berlangsung. Permasalahan selanjutnya pada eksisting denah yang didapat terdapat organisasi ruang yang kurang baik pada tata letak hotel tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah a) Observasi Langsung, b) Wawancara, c) Kuesioner, d) Data Sekunder, e) Studi LiteraturTerciptanya hotel dengan penggayaan art deco dimana adanya ketertarikan wisatawan pada bangunan bersejarah, sehingga adanya peningkatan untuk menginap di hotel bintang 4 yang bergaya art deco tersebut.Agar minat wisatawan akan mengalami peningkatan karena adanya fasilitas yang mendukung dalam objek pariwisata. Terciptanya organisasi ruang yang baik sehingga dapat meningkatkan efektivitas sirkulasi pengguna perancangan baru yang bertujuan meperluas pasar, serta menciptakan interior city hotel bintang empat yang bisa menarik wisatawan menginap dengan adanya penggayaan art deco yang disesuaikan pada lingkungan sekitar dan dapat menjadi salah satu bentuk wujud pelestarian warisan dari peradaban Belanda di Indonesia yang harusnya dipertahankan. Kata kunci: Interior, Art Deco, Kontekstual, Bandung
PERANCANGAN ULANG HOTEL THE 1O1 BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Gafur, Felicia Winona; Hapsoro, Nur Arief; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 1O1 Hotel Bandung merupakan city hotel bintang 4 yang terletak pada Jl. Ir.H. Juanda No. 3, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116. Hotelini terletak strategis berada di dekat persimpangan antara Jl. Ir. H. Juanda, Jl. L. L. R. E.Martadinata, dan Jl. Merdeka arah pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza. The 1O1Hotel Bandung memiliki tagline yaitu <Smart and Stylish Experience= yang tertera padabio sosial medianya berupa Instagram. Perancangan ini mengusung tema <Bring Back The Vintage= dengan penggayaan Jengki, Googie, dan Memphis untuk menciptakan suasananostalgia. Oleh karena itu, diperlukannya perancangan ulang tersebut untukmeningkatkan kualitas dari The 1O1 Hotel Bandung baik dari segi estetika ruang beruparefurbish desain interior yang sesuai dengan tagline hotel tersebut yaitu <Smart andStylish Experience= agar dapat merepresentasikan Kota Bandung sebagai kota creative city maupun kenyamanan pengunjung berupa pengelolaan organisasi ruang yang lebihterstruktur agar memiliki ruang gerak yang ideal dan penciptaan ketenangan ruangdengan pengaplikasian elemen interior yang kedap suara. Kata kunci: The 1O1 Hotel Bandung, Memphis, creative city
PERANCANGAN BARU GEDUNG KESENIAN GRAHA BAKTI BUDAYA DENGAN PENDEKTANA HUMAN CENTER DESIGN DI BANDUNG Hasibuan, Azzahra Humaira; Laksitarini, Niken; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya antusiasme masyarakat Bandung terhadap kesenian, yang tercermin daripertumbuhan sanggar dan komunitas seni lokal, belum diimbangi dengan ketersediaanfasilitas teater yang memadai untuk menunjang kegiatan pertunjukan secara optimal.Menjawab tantangan tersebut, perancangan teater baru yang modern, fungsional, dansesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat menjadi sangat penting. Perancangan inimengadopsi pendekatan Human-Center Design (HCD), yang menempatkan manusia sebagaipusat dari proses desain. Melalui tahapan empati, perumusan masalah, ideasi, pembuatanprototipe, dan pengujian, pendekatan ini menggali secara mendalam pengalaman sertakebutuhan pengguna utama, seperti seniman, penonton, dan pengelola. Hasil desain yangdihasilkan tidak hanya memenuhi fungsi teknis dan estetika, tetapi juga menciptakan ruangyang inklusif, nyaman, dan berkelanjutan. Pendekatan HCD juga memastikan bahwarancangan ini selaras dengan konteks sosial dan budaya lokal Bandung, khususnya dalammemanfaatkan potensi kawasan Kiaracondong sebagai pusat seni yang dinamis danpartisipatif. Dengan demikian, teater ini diharapkan dapat menjadi ruang budaya yanghidup dan membina hubungan yang erat antara masyarakat dan kesenian, serta mendorongperkembangan ekosistem seni yang lebih luas dan berkelanjutan di Kota Bandung.Kata kunci: Aktivitas, Fasilitas teater, Fungsional, Human-centered design, Peraturanpemerintah, Seni pertunjukan
PERANCANGAN BARU INTERIOR PRAMBANAN CULTURAL TOURISM RESORT DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Fahrudin, Rifky Athallah; Andrianawati, Aida; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Prambanan Cultural Tourism Resort bertujuan menciptakanresort bintang empat bertipe mountain resort yang berfungsi sebagai akomodasiwisata sekaligus media pelestarian dan edukasi budaya lokal. Berlokasi di KalurahanSambirejo, Sleman, desain mengusung pendekatan lokalitas untukmerepresentasikan nilai budaya Prambanan dan kearifan lokal Sleman.Permasalahan utama mencakup minimnya penerapan elemen budaya, kurangnyavariasi material lokal, serta pengaruh globalisasi yang melemahkan identitas budaya.Dengan tema "Timeless Culture" dan konsep "Krawang Prambanan", desainmemadukan material lokal, pola tradisional, dan elemen visual khas Prambanan.Area yang dirancang meliputi lobi, restoran, kamar, villa, dan workshop, diharapkanmenjadi destinasi pariwisata berkelanjutan yang menyajikan pengalaman ruangberbudaya dan edukatif.Kata kunci: Resort, Pendekatan Lokalitas, Pelestarian Budaya, Material Lokal,Sleman
PERANCANGAN ULANG GEREJA SANTA THERESIA JAMBI DENGAN PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL JAMBI Irene , Cecilia; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Katolik masa kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah,tetapi juga sebagai ruang komunitas yang memenuhi kebutuhan rohani dan jasmaniumatnya. Hal ini menjadi penting bagi Gereja Santa Theresia Jambi yang melayanilebih dari 7.000 umat, sementara kapasitas bangunannya hanya menampung 750orang. Pertumbuhan jumlah umat, meningkatnya aktivitas kategorial, serta buruknyakualitas akustik menunjukkan perlunya dilakukan perancangan ulang gereja.Renovasi gereja tidak hanya ditujukan untuk perbaikan fisik dan kapasitas, tetapi jugasebagai upaya memperkuat citra dan Gereja melalui kearifan lokal. Konteks kearifanlokal Jambi memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal Jawa, yang tercermin darisejarah, bahasa, kesenian batik, hingga situs Candi Muaro Jambi. Hal ini turutmemengaruhi desain awal Gereja Santa Theresia Jambi yang banyak mengadopsiunsur kearifan lokal Jawa. Namun, seiring pertumbuhan umat lokal Jambi, munculkebutuhan untuk merancang ulang Gereja dengan pendekatan yang sesuai arahanKonsili Vatikan II, pendekatan kearifan lokal, yang diperbolehkan selama tidakbertentangan dengan nilai iman Katolik. Perancangan ulang dilakukan dengan tetapmempertahankan kearifan lokal Jawa yang sudah melekat, sekaligus menghadirkanelemen kearifan lokal Jambi secara harmonis.Kata kunci: Gereja Katolik, kearifan lokal, Jambi, Jawa
PERANCANGAN ULANG MUSEUM WAYANG JAKARTA DENGAN PENDEKATAN TEMATIK Sudartha, Nabila Faidza; Andrianawati, Aida; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Wayang Jakarta memiliki peran penting dalam melestarikankeberagaman wayang di Indonesia. Namun, kurangnya alur storyline yang jelas,display koleksi yang kurang informatif, serta minimnya fasilitas interaktif membuatdaya tarik museum menurun, berdampak pada rendahnya jumlah pengunjungdibandingkan museum lain di Jakarta. Penelitian ini bertujuan merancang ulanginterior Museum Wayang Jakarta dengan pendekatan tematik untuk meningkatkandaya tarik dan pengalaman pengunjung lewat suasana ruang dan elemen visual yangdi aplikasikan pada desain berdasarkan narasi per tema. Solusi yang diusulkanmeliputi perbaikan alur storyline, optimalisasi display koleksi, serta penerapanfasilitas interaktif yang inovatif. Dengan pengembangan ini, museum diharapkanmenjadi sarana edukasi yang lebih efektif serta menarik lebih banyak wisatawan. Kata kunci: Museum Wayang Jakarta, keberagaman wayang, desain interior, tematik
PERANCANGAN ULANG SHOWROOM VOLKSWAGEN BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BRAND INDENTITY Soetopo, Dani Kahil Muharram; Perdana, Aditya Bayu; Pangestu, esthyo Putra
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan tren industri otomotif global, khususnya transisi menujukendaraan listrik (EV), mendorong Volkswagen untuk memperkuat identitasmereknya melalui pendekatan desain showroom yang baru, yaitu New Brand Design(NBD). Namun, showroom Volkswagen Bandung belum sepenuhnya mengadopsiidentitas visual dan fungsional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancangulang interior showroom Volkswagen Bandung agar sesuai dengan identitas brandterkini dan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Metode yang digunakanmencakup observasi, wawancara, studi literatur, dan studi preseden. Hasilperancangan menekankan penerapan elemen-elemen identitas merek sepertipemilihan warna cerah, bentuk dinamis, pencahayaan aksen, serta material yangmerepresentasikan nilai inovatif dan berkelanjutan dari Volkswagen. Desain ulang inijuga menata ulang sirkulasi ruang, sistem display, serta fasilitas penunjang sepertilounge dan area interaktif untuk mendukung informasi seputar kendaraan listrik.Implementasi pendekatan brand identity diharapkan mampu membentuk showroomyang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai ruangpengalaman yang memperkuat citra merek Volkswagen di mata konsumenIndonesia.Kata kunci: Showroom, Brand Identity, Volkswagen, Desain Interior, Mobil Listrik
PENGEMBANGAN RUANG MINI LIVING MUSEUM DI SEKOLAH DEWI SARTIKA: STRATEGI PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DAN KENYAMANAN INTERAKSI Santi Salayanti; Aditya Bayu Perdana; Fajarsani Retno Palupi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan ruang Mini Living Museum di SMP Dewi Sartika Bandung sebagai media pembelajaran interaktif sekaligus sarana pelestarian identitas budaya pendidikan Raden Dewi Sartika. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya fungsi ruang museum sebagai media edukasi dan interaksi pedagogis, sehingga pemanfaatannya dalam mendukung pembelajaran dan penguatan nilai-nilai historis masih terbatas. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan desain partisipatif berbasis kebutuhan dengan melibatkan guru, siswa, orang tua, dan Yayasan Dewi Sartika sebagai pemangku kepentingan utama. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna berdasarkan perspektif teori human behaviour. Data dianalisis secara tematik dengan mempertimbangkan aspek fungsi desain interior guna menghasilkan rancangan ruang yang mendukung interaksi pedagogis dan pelestarian nilai sejarah. Hasil kegiatan berupa implementasi desain Mini Living Museum yang mengintegrasikan nilai historis, unsur budaya, serta kebutuhan pembelajaran bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Desain yang dihasilkan mampu memperkuat interaksi antara guru dan siswa, meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ruang pendidikan berbasis budaya yang dapat direplikasi pada berbagai institusi pendidikan sebagai upaya pelestarian warisan budaya melalui inovasi desain ruang pembelajaran