Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perilaku Pro-Lingkungan Peserta Didik Berdasarkan Media Pembelajaran dan Gender Sisean Baga; Esthy Reko Astuty; I Made Astra; Budiaman Budiaman; Uswatun Hasanah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pro-lingkungan peserta didik setelah diberi media pembelajaran yang berbeda (karikatur dan komik) di kelas berdasarkan gender. Metode yang digunakan eksperimen faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan 56 peserta didik SMP yang terdiri dari 28 peserta didik laki-laki dan 28 peserta didik perempuan. Data yang terkumpul bersumber dari pengambilan data dengan instrumen nontes berupa kuesioner menggunakan skala likert. Hasil perhitungan two way ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung = 7,22 pada > Ftabel pada α=0,05 = 4,16. Hasil pengujian membuktikan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara media pembelajaran dan media pembelajaran terhadap perilaku pro-lingkungan. Adanya interaksi membuktikan bahwa masing-masing media pembelajaran memberi pengaruh yang berbeda terhadap perilaku pro-lingkungan jika diterapkan pada peserta didik dengan gender yang berbeda. Rekomendasi penelitian ini, diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran berbasis gender dalam mengukur perilaku pro-lingkungan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain baik secara langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan peserta didik.
Transformation of the Distribution of the Sedulur Sikep Samin Community, Blora Regency Achmad Nur Hidayaht; Budiaman Budiaman; Nandi Kurniawan
Journal of Geography Science and Education Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v4i2.2503

Abstract

The Transformation of the Distribution of the Sedulur Sikep Samin Community, Blora Regency Abstract The Samin community is a community that emerged in the Dutch colonial era, this community is part of Javanese society which teaches about equality in life and freedom to practice their beliefs (manunggaling kawulo gusti), the Samin community has procedures, customs, languages , and norms and has a unique history, in its emergence can not be separated from the arrival of the Dutch colonial government which implemented forced cultivation and land taxes for the natives which was the background for the emergence of teachings from the Samin community. The emergence of the samin movement or better known as geger samin is the movement of samin surosentiko or raden kohar who is believed to have one lineage with the king of Majapahit. This samin movement strengthened in 1890 in Blora Regency, then expanded to various areas in Blora Regency including Sambong, Doplang, Randublatung, Kedungtuban, and shared other districts such as Rembang Regency, Pati Regency, Grobogan Regency, and Bojonegoro Regency. This study focuses on describing the transformation of the distribution of the Samin community in Blora Regency with a local knowledge approach (emic) with a field survey method to find out the location and map the distribution of the Samin community that still exists in maintaining their culture.
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Parissa Filifin; I Made Astra; Budiaman Budiaman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i2.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan ruang terbuka hijau yang diperlukan oleh Kota Jakarta. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif dan data-data sekunder. Metode perhitungan ruang terbuka hijau dilakukan melalui regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hasil dari penelitian ini kemudian menemukan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau (Green Open Space) yang terdapat di Jakarta 2748,81 Ha menurut Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Sementara itu, luas Jakarta adalah 66394,18 Ha sehingga didapati ruang terbuka hijau hanya 4,1 % masih jauh dari harapan terpenuhnya kebutuhan ruang terbuka hijau yang dibutuhkan di Jakarta sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Sedangkan dengan parameter kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan jumlah penduduk. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta Tahun 2020 bahwa penduduk Jakarta mencapai 10.467.630 jiwa yang seharusnya memiliki luas ruang terbuka hijau (Green Open Space) sebesar 19.918 Ha. Namun pada kenyataan yang terjadi pada saat ini di Kota DKI Jakarta keberadaan ruang terbuka hijau hanya 2748,81 Ha saja.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET PADA MASA PEMBELAJARAN JARAK JAUH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Indah Putri Jayanti; Budiaman Budiaman; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.v2i2.21189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara intensitas penggunaan gadget terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 139 Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey melalui kuesioner yang diukur dengan menggunakan skala likert. Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 90 siswa yang dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling sebagai penentu kriteria sampel. Pengujian statistik dalam penelitian ini, seluruhnya menggunakan bantuan dari software SPSS Statistics 25. Adapun berdasarkan pengolahan data yang didapat melalui para responden, didapatkan hasil uji T dengan nilai Thitung 3,124 > Ttabel 1,987. Dengan nilai tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget  terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 139 Jakarta. Kemudian, berdasarkan model regresi linier yang digunakan yakni Y'=78,026+0,177X. Dapat disimpulkan bahwa setiap terjadi penambahan satu nilai variabel bebas (X), maka akan meningkatkan nilai variabel terikat (Y) sebesar 0,177. Koefisien regresi ini bernilai positif, sehingga dapat diartikan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah positif.
Faktor Motivasi Belajar Rendah Pada Mata Pelajaran IPS Anggun Nabila Azzahra; Budiaman Budiaman; Nurul Istiqomah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i5.2775

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu hal penting pada proses pembelajaran. Namun, rendahnya motivasi belajar pada peserta didik tentu akan mempengaruhi berlangungnya proses pembelajaran. Hal ini yang terjadi pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Cabangbungin pada mata pelajaran IPS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang menjadi latar belakang rendahnya motivasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Cabangbungi terutama pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan dalam teknik analisi data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwa faktor-faktor rendahnya motivasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Cabangbungin pada mata pelajaran IPS dilatarbelakangi oleh: 1). Rendanya hasrta dan keinginan berhasil pada diri pesera didik, 2). Rendahnya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, 3). Rendahnya harapan dan cita-cita masa depan, 4). Masih rendanya kegiatan yang menarik dalam belajar, 5). Lingkungan belajar yang kurang kondusif. Guru selaian sebagai seorang pengajar memiliki peran pula sebagai motivator yang mana untuk mendorong peserta didik dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik. Guru dapat dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menggunakan metode serta media pembelajaran yang bervariasi dan menarik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Strategi Membangun School Branding Guna Meningkatkan Citra Sekolah Smp Negeri 281 Jakarta Wulandari Wulandari; Budiaman Budiaman; Dian Alfia Purwandari
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v2i3.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi membangun School Branding guna meningkatkan citra sekolah SMP Negeri 281 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk strategi membangun School Branding guna meningkatkan citra sekolah telah berjalan, diantaranya dengan merealisasikan slogan menarik pada program sekolah, kolaborasi bersama Babinsa dalam penyuluhan kenakalan remaja, memiliki program Sekali Dulpas, aktif membranding kegiatan dan prestasi sekolah di media sosial, mengikuti pelatihan keprofesionalan guru (In House Training), dan memiliki program pembiasaan pagi 5S, literasi, dan pembinaan wali kelas.
DEVELOPMENT OF GEOGRAPHY LEARNING TOOLS BASED ON THE INDONESIAN NATIONAL QUALIFICATION FRAMEWORK (KKNI) CURRICULUM Achmad Nur Hidayaht; Budiaman Budiaman; Nandi Kurniawan
GeoEco Vol 8, No 2 (2022): GeoEco July 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v8i2.56672

Abstract

The development of learning tools is one of the efforts to improve the quality of education as an effort to provide complete and systematic learning tools. One of them is the development of learning tools including (RPS) Semester Learning Plans and (RTM) Student Assignment Designs according to the KKNI in introductory geography courses. The development of learning tools in this study used the ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluations) model, with data collection instruments through questionnaires and validation sheets with descriptive analysis techniques. The results of the needs analysis showed that 74.4% needed an RPS adjustment and 78.9% needed the development of teaching materials in a social study program (PIPS), while the evaluation of the development validity (RPS) of Semester Learning obtained an average score of 3.59 while for the average instrument assessment (RTM) the Student Assignment Plan was obtained. the mean score is 3.75 with a mean value of 3.67 with valid criteria. These results indicate that the development of learning tools is following the KKNI and is ready to be implemented in learning activities.
Strategi Membangun School Branding Guna Meningkatkan Citra Sekolah Smp Negeri 281 Jakarta Wulandari Wulandari; Budiaman Budiaman; Dian Alfia Purwandari
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v2i3.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi membangun School Branding guna meningkatkan citra sekolah SMP Negeri 281 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk strategi membangun School Branding guna meningkatkan citra sekolah telah berjalan, diantaranya dengan merealisasikan slogan menarik pada program sekolah, kolaborasi bersama Babinsa dalam penyuluhan kenakalan remaja, memiliki program Sekali Dulpas, aktif membranding kegiatan dan prestasi sekolah di media sosial, mengikuti pelatihan keprofesionalan guru (In House Training), dan memiliki program pembiasaan pagi 5S, literasi, dan pembinaan wali kelas.