Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Mata Pelajaran IPA Kelas 9 MTs Negeri Karimun di Era New Normal Wilda Sari; Erha Muhartati; Elfa Oprasmani
Al Jahiz Vol 4 No 1 (2023): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, Juni 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v4i1.6449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran IPA kelas 9 MTs Negeri Karimun di era new normal. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Sebelum kuesioner diserahkan kepada subjek kuesioner tersebut harus dilakukan validasi terlebih dahulu setelah valid maka kuesioner bisa disebarkan. Peneliti menggunakan kriteria penskoran Skala Likert untuk mengukur hasil angket persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran IPA kelas 9 MTs Negeri Karimun di era new normal dikategorikan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil persentase 78,30% dan di sesuaikan dengan Skala Likert maka persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka terbatas di era new normal dapat dikategorikan sangat baik.
EFEKTIVITAS LKS IPA TERPADU BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KOGNITIF SISWA SMP KELAS VII Elfa Oprasmani
Pedagogi Hayati Vol 2 No 2 (2018): PEDAGOGI HAYATI : EDISI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i2.833

Abstract

ABSTRACT. One of the goals Curriculum 2013 is to form students are able to perform troubleshooting. In fact the problems found in the junior high school in Pekanbaru the problem solving and critical thinking of students have not been able to be trained optimally. Based on these problems need to be developed worksheets that trains student’s problem-solving ability. This research aims to know effectivity of Integrated Science student worksheet oriented Problem Based Learning model to cognitive of junior high school Class VII. This research was a quasi experimental research. The trial subject of the research were grade VII studens of SMP Negeri 23 Pekanbaru. The class used in the worksheet trial was chosen by looking at the normality dan homogenity of student test result. Hypothesis test was done using SPSS 16. The results of this research indicated that student’s cognitive learning outcome have value Sig 0,018. The conclusion of this research was Integrated Science student worksheet oriented Problem Based Learning model effective on student’s cognitive learning outcome. ABSTRAK. Salah satu tujuan Kurikulum 2013 yaitu untuk membentuk siswa yang mampu melakukan pemecahan masalah. Kenyataannya, permasalahan yang ditemukan pada SMP di Pekanbaru kemampuan pemecahan masalah dan berfikir kritis siswa belum mampu dilatih secara maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dikembangkan LKS yang melatih kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas LKS IPA Terpadu Berorientasi model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap konitif siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 23 Pekanbaru. Kelas yang digunakan dalam uji coba LKS dipilih dengan melihat normalitas dan homogenitas hasil ulangan siswa. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa memiliki nilai Sig 0,018. Kesimpulan dalam penelitian ini LKS IPA Terpadu Berorientasi model Pembelajaran Berbasis Masalah berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa.
Dinamika Usaha Perikanan Masyarakat Suku Akit di Kepulauan Riau Elsera, Marisa; Wisadirana, Darsono; Edi Kuswandoro, Wawan; Fatma Chawa, Anif; Casiavera, Casiavera; Oprasmani3, Elfa
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v10i1.12602

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika permasalahan pada usaha penangkapan perikanan dan usaha budi daya perikanan pada masyarakat Suku Akit yang merupakan salah satu dari komunitas adat terpencil (KAT) di Indonesia. Suku Akit belajar melakukan budi daya ketam (kepiting bakau/Scylla) dan siput bakau (Siput mangrove/Telescopium Telescopium) secara otodidak dan mengalami kegagalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan pada tahun 2020-2021 dan pengolahan data dilakukan pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua golongan masalah masyarakat Suku Laut, pertama dalam hal penangkapan mereka hanya bisa melakukan penangkapan dengan menggunakan alat-alat tradisional dengan risiko lingkungan lebih kecil namun hasil tangkapan juga sangat sedikit. Kedua, mereka mengalami kendala pengetahuan, akses dan kurangnya pendampingan pada perikanan budi daya.  Pada usaha budi daya kepiting bakau, mereka masih mengalami beberapa kendala, yaitu pertama, Suku Akit belum memahami tingkah laku kanibalisme ketam yang dibudi dayakan, sehingga ketam dewasa dengan anak ketamdigabungkan dalam satu kolamketambudi daya. Kedua, Suku Akit membuat kolam budi daya ketam yang lebih rendah, sehinggapada saat air pasang ketam yang dibudi dayakan hanyut karena arus pasang surut. Ketiga, mereka tidak dilakukan pengecekan kualitas air pada lingkungan budi daya secara berkala Title: The Dynamics of Problems of Akit Ethnic Community in Riau IslandsThis paper aims to describe the dynamics of fishing and aquaculture businesses in the Akit community, which is one of the remote indigenous communities (KAT) in Indonesia. The Akit learnt to cultivate mangrove crabs (Scylla) and mangrove snails (Telescopium) by themselves and experienced failure. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The research was conducted in 2020-2021 and data processing was carried out in 2022. Based on the results of the research, two classes of problems of the Sea Tribe community can be identified, firstly in terms of fishing they can only catch using traditional tools with less environmental risk but the catch is also very small. Secondly, there is the issue of aquaculture, where they experience constraints in knowledge, access and lack of assistance.  The weaknesses in the Akit Tribe's fisheries efforts are First, the Akit Tribe combines adult oysters with juvenile oysters because they do not understand the cannibalistic behaviour of the cultivated oysters. Secondly, the Akit Tribe made a lower oyster cultivation pond at high tide so that the cultivated oysters were washed away by the tidal current. Third, there is no regular checking of water quality in the cultivation environment
Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Mata Pelajaran IPA Kelas 9 MTs Negeri Karimun di Era New Normal Sari, Wilda; Muhartati, Erda; Oprasmani, Elfa
Al Jahiz Vol 4 No 1 (2023): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v4i1.6449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran IPA kelas 9 MTs Negeri Karimun di era new normal. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Sebelum kuesioner diserahkan kepada subjek kuesioner tersebut harus dilakukan validasi terlebih dahulu setelah valid maka kuesioner bisa disebarkan. Peneliti menggunakan kriteria penskoran Skala Likert untuk mengukur hasil angket persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka terbatas pada mata pelajaran IPA kelas 9 MTs Negeri Karimun di era new normal dikategorikan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil persentase 78,30% dan di sesuaikan dengan Skala Likert maka persepsi siswa terhadap pembelajaran tatap muka terbatas di era new normal dapat dikategorikan sangat baik.
Pengembangan Buku Ajar Belajar dan Pembelajaran Berbasis Case Method Oprasmani, Elfa; Alpindo, Okta
Pedagogi Hayati Vol 6 No 2 (2022): Pedagogi Hayati: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v6i2.4972

Abstract

Saat ini perguruan tinggi dihadapkan dengan tantangan dalam menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di dunia kerja. Agar kemampuan tersebut dapat dikuasai oleh lulusan maka diperlukan adanya inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi, tidak terkecuali pada pembelajaran yang diterapkan oleh dosen. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh dosen dalam pembelajaran yaitu dengan melakukan pengembangan buku ajar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Buku ajar juga sangat penting dalam mengatasi keterbatasan frekuensi tatap muka antara dosen dan mahasiswa. Mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan buku ajar, terlebih pada kondisi pandemic Covid-19 saat ini. Selain meningkatkan hasil belajar penerapan case method dalam buku ajar ini juga bertujuan mendukung pencapaian IKU perguruan tinggi khususnya IKU 3.2. Untuk itu perlu dikembangkan Buku Ajar Belajar dan Pembelajaran berbasis Case Method. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp namun hanya dibatasi 2 tahapan awal yang terdiri dari fase investigasi awal (preliminary research), fase pembuatan prototype (prototyping phase). Hasil dari penelitian ini diperoleh buku ajar belajar dan pembelajaran berbasis case method yang sangat valid dan sangat praktis.
The Relationship Between Numeracy Literacy and Self-Efficacy with Students' Science Learning Outcomes in Grade VII Yurita, Bela; Sarkity, Dios; Oprasmani, Elfa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3288

Abstract

Numeracy literacy is one of the essential competencies students need to develop to face future challenges. This research investigates the relationship between numeracy literacy and academic achievement, self-efficacy and academic achievement, as well as the combined influence of numeracy literacy and self-efficacy on eighth-grade students' learning outcomes. Using a quantitative correlational design, the study involved 198 students from a total population of 414 at SMPN 4 Tanjungpinang, selected via stratified random sampling. Data analysis employed Pearson’s product-moment correlation for both simple and multiple correlation tests. The research tools included a numeracy literacy test, a self-efficacy questionnaire, and science performance documentation. The results showed a moderate positive link between numeracy literacy and academic performance (r = 0.482). A very strong correlation was found between self-efficacy and performance (r = 0.915). Moreover, the combined relationship between numeracy literacy and self-efficacy in relation to learning outcomes was also very strong (r = 0.957). These results highlight the need to enhance numeracy skills in schools by applying effective teaching strategies.
PENDAMPINGAN PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PENGHIJAUAN WILAYAH PESISIR KOTA TANJUNGPINANG Irawan, Bony; Sarkity, Dios; Fernando, Adam; Nevrita, Nevrita; Oprasmani, Elfa; Muhartati, Erda; Hindrasti, Nur Eka Kusuma; Intasir, M. Pemberdi; Pratama, Yudi; Sumarni, Een
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 1 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i1.6374

Abstract

Ekosistem mengrove merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir. Kerusakan ekosistem mangrove menyebabkan berbagai dampak buruk diantaranya menurunnya keanekaragaman hayati, terjadinya abrasi serta intrusi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengoptimalisasikan penghijauan kawasan pesisir Kota Tanjungpinang melalui pendampingan penanaman mangrove. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Desember 2022 di Tanjung Sebauk, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang didominasi oleh para remaja.  Ketercapaian kegiatan diukur melalui kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka. Melalui kegiatan ini, sebanyak 2500 bibit mangrove telah ditanam. Respon peserta terhadap kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan dapat memberikan manfaat terhadap diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan. Kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan, mengedukasi masyarakat tentang manfaat hutan mangrove dan dampak buruk akibat kerusakan hutan mangrove di kawasan pesisir, serta memberikan pengetahuan tentang cara menanam mangrove yang baik dan benar. Kegiatan pendampingan penanaman mangrove ini telah berkontribusi dalam optimalisasi penghijauan kawasan pesisir Kota Tanjungpinang. Kegiatan seperti ini harus secara kontiniu dilaksanakan, bukan hanya sekedar melakukan penanaman mangrove tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hutan mangrove bagi kawasan pesisir.
STUDENTS' HONEST ATTITUDES IN SCIENCE LEARNING AT SMPN 15 TANJUNGPINANG: A MIXED METHOD STUDY Sarkity, Dios; Eries Fahri Ardi Saragih, Jeffris; Oprasmani, Elfa
ScienceEdu Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/se.v8i1.53691

Abstract

In the digital era, character education—particularly the value of honesty—is essential to prevent the misuse of knowledge for unethical purposes. This study explores students’ honesty within Integrated Science learning at SMP Negeri 15 Tanjungpinang, focusing on how honest behavior manifests in the learning process and the factors influencing students’ honesty or dishonesty. Employing a mixed-methods approach with a sequential explanatory design, the study collected quantitative data through questionnaires from 105 students selected via stratified random sampling, and qualitative data through interviews with selected students based on their honesty levels. The results showed that students’ overall honesty was categorized as good, with an average percentage score of 75.40%. The highest-rated indicator was “dislike lying,” while the lowest was “reporting things truthfully.” However, 42% of students fell into the “fairly honest” or “dishonest” categories, indicating a need for ongoing character development. Qualitative findings revealed three main reasons for dishonest behavior: peer influence, lack of fear of sanctions, and pressure to achieve good grades. These findings suggest that students' dishonest actions are shaped by social, psychological, and academic factors. The study concludes that promoting honesty requires a holistic strategy involving curriculum integration, teacher role modeling, consistent disciplinary measures, and support from families. This research implies that effective character education must engage all stakeholders in creating an ethical school culture and supportive learning environment
PROFIL LITERASI LINGKUNGAN DAN LITERASI TEKNOLOGI PADA MAHASISWA CALON GURU: ANALISIS AWAL UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI PENGAJAR BERKELANJUTAN Dewi, Tisrin Maulina; Sumarni, Woro; Ridlo, Saiful; Marianti, Aditya; Oprasmani, Elfa; Puspita, Lani
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi lingkungan dan literasi teknologi pada mahasiswa calon guru sebagai upaya mempersiapkan generasi pengajar yang berkelanjutan. Literasi lingkungan dan literasi teknologi merupakan keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh calon guru untuk dapat mengintegrasikan isu-isu keberlanjutan (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / SDGs) dalam pembelajaran serta memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan instrumen angket untuk mengukur tingkat penguasaan literasi lingkungan dan teknologi di kalangan mahasiswa calon guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman dasar terhadap literasi lingkungan dan penguasaan literasi teknologi termasuk dalam kategori baik, dengan skor berturut-turut untuk pengetahuan sebesar 71,95 dan 75,23, sedangkan untuk sikap dan perilaku mahasiswa calon guru terhadap lingkungan dan teknologi termasuk dalam kategori baik dengan skor berturut yaitu 79,72 dan 78,58. Meskipun rerata penguasaan tergolong baik, nilai pada aspek penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembelajaran masih berada pada kategori cukup. Mengingat adanya penurunan kualitas lingkungan dan pesatnya perkembangan teknologi, diperlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kedua literasi tersebut agar mahasiswa calon guru lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan. Artikel ini juga mengidentifikasi kebutuhan integrasi literasi lingkungan dan teknologi ke dalam kurikulum pendidikan calon guru melalui pengembangan model pembelajaran berbasis prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program pendidikan yang lebih relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman, serta mencetak generasi pengajar yang mampu menginternalisasikan konsep-konsep keberlanjutan dalam praktik pembelajaran.
The Relationship Between Scientific Literacy Skills and Self-Efficacy of Junior High School Students in Science Learning Aulya Putri, Winda; Fernando, Adam; Oprasmani, Elfa
ISER (Indonesian Science Education Research) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Science Education Research (ISER)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/iser.v7i1.68655

Abstract

This study aimed to determine the level of scientific literacy skills and self-efficacy of junior high school students in science learning. This research was conducted through the administration of a scientific literacy test and a self-efficacy questionnaire. The research instrument consisted of a scientific literacy test in the form of essay questions that measured three indicators of scientific competence, and a self-efficacy questionnaire adapted from Bandura with indicators of magnitude, strength, and generality. The results showed that students' scientific literacy level was in the very low category, with the majority of students (81.1%) only reaching the nominal literacy level. It indicates that although students can recognize basic concepts in science, they still have difficulty explaining scientific phenomena and using scientific evidence logically. Meanwhile, students' self-efficacy level is generally in the moderate category, although it is still relatively low in some indicators, such as generality. The correlation test shows a significance value of 0.305 > 0.05 with a Pearson correlation coefficient of 0.098, which means there is no significant relationship between scientific literacy skills and self-efficacy. The coefficient of determination of 0.0096 indicates that the contribution of scientific literacy to self-efficacy is only 0.96%, while other factors influence the other 99.04%. The analysis showed no significant relationship between students’ scientific literacy skills and self-efficacy, as scientific literacy contributed only minimally and was largely influenced by other factors.