Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Judi Online pada Remaja: Narrative Literature Review Mayradevi, Ida Ayu Pringga; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.11940

Abstract

Online gambling is the act of wagering money or valuable items to gain profits in which the amount is uncertain. Recently, online gambling has become prevalent among young people, and in this context, adolescents are prone to engaging in activities which can be detrimental to themselves and other people by committing acts of indecency like thievery and selling valuable items that can belong to others. Online gambling also has several negative impacts on the lives of adolescents, including a decline in academic performance, emotional instability, poor relationships with others, and gambling disorders. This research aims to examine the factors influencing online gambling behavior in adolescents. The study utilizes a literature review method with a narrative review type. The articles were accessed through sources such as Google Scholar, PubMed, Springer, and Science Direct, with publication years ranging from 2013 - 2023. Based on the literature review findings, five major categories were identified, including factors originating from the individual, family, social environment, socio-economic, and internet features. This literature review is expected to provide readers with comprehensive information on the factors that lead adolescents to engage in online gambling behavior. Additionally, it aims to serve as a foundation for developing interventions to address this issue. Judi online adalah tindakan mempertaruhkan uang atau barang berharga untuk mendapatkan keuntungan yang tidak pasti. Saat ini, judi online semakin marak terjadi di kalangan remaja, dan dalam hal ini, remaja rentan terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti mencuri dan menjual barang-barang berharga. Judi online juga memberikan dampak negatif terhadap kehidupan remaja, beberapa diantaranya adalah penurunan prestasi akademik, ketidakstabilan emosi, hubungan yang buruk dengan orang lain, dan gangguan perjudian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku judi online pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan tipe narrative review. Sumber pencarian artikel diakses melalui sumber pustaka Google Scholar, PubMed, Springer, dan Science Direct dengan tahun publikasi rentang 2013 – 2023. Berdasarkan hasil pengkajian literatur, diperoleh lima kategori utama, yaitu faktor yang berasal dari individu, keluarga, lingkungan sosial, sosial ekonomi, dan fitur internet. Literature review ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada pembaca mengenai faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan dan mempertahankan perilaku judi online, serta dapat menjadi landasan dalam pengembangan intervensi untuk mengatasi situasi tersebut.
COPING PEREMPUAN BALI SINGLE-PARENT SELAMA MENEMPUH STUDI PROGRAM DOKTOR YANG MENGALAMI GRIEVING DI TENGAH PENYELESAIAN STUDI Nugraha, Aussie Safitri; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.971 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p17

Abstract

Pendidikan tinggi telah menjadi suatu kebutuhan bagi individu untuk mencapai kesuksesan. Program doktor merupakan salah satu program pascasarjana sekaligus jenjang tertinggi di universitas. Perempuan dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi selama menempuh studi program doktor daripada laki-laki. Perempuan kerap menghadapi permasalahan akademik, permasalahan psikososial, dan permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan dan/atau rumah tangga. Menempuh studi program doktor bagi perempuan Bali tentu memiliki kompleksitas tersendiri, mengingat perempuan Bali tidak dapat lepas dari kewajiban adat. Salah satu pengalaman hidup yang dapat menghambat studi mahasiswi program doktor adalah kematian orang yang dicintai, termasuk kematian pasangan. Kematian pasangan menduduki peringkat pertama sebagai peristiwa yang paling menyebabkan kondisi stres pada individu yang dapat mengakibatkan perempuan Bali berubah status menjadi single-parent dan mengalami grieving. Untuk menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut perempuan Bali tentu melakukan coping sehingga berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping perempuan Bali single-parent selama menempuh studi program doktor yang mengalami grieving di tengah penyelesaian studi.Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kasus tunggal. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Responden penelitian ini adalah seorang perempuan Bali yang telah berhasil meraih gelar doktor dan menghadapi kematian suami di tengah penyelesaian studi. Penelitian ini menggunakan tiga orang significant others (SO). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden menghadapi permasalahan akademik, permasalahan personal, dan permasalahan sosial selama menempuh studi program doktor serta melakukan berbagai bentuk coping yang bergantung pada permasalahan yang dihadapi. Coping yang digunakan responden untuk mengatasi permasalahan-permasalahan selama menempuh studi program doktor diantaranya adalah seeking social support, planful problem solving, escape-avoidance, accepting responsibility, dan positive reappraisal. Kata kunci: coping, perempuan Bali, program doktor, single-parent, grieving.  
Gambaran Kecemasan Orangtua yang hanya Memiliki Anak Perempuan di Kabupaten Tabanan, Bali Monika, Kadek Ayu; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.559 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p06

Abstract

Indonesia mengenal tiga sistem kekerabatan dalam memperoleh garis keturunan, yaitu sistem kekerabatan patrilineal, sistem kekerabatan matrilineal dan sistem kekerabatan parental (Sukerti, 2012). Bali merupakan salah satu daerah yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, dimana kekerabatan ini ditentukan bahwa garis keturunan hanya dilihat dari garis laki-laki, oleh karena itu konsekuensinya ahli waris hanyalah anak laki-laki (Sukerti, 2012). Hal tersebut berarti bahwa memiliki anak laki-laki adalah sebuah keharusan bagi masyarakatnya untuk tetap meneruskan garis keturunan, dan akan menjadi sebuah masalah bagi individu yang tidak memiliki anak laki-laki, hal tersebut terkait dengan mencari penerus garis keturunan, takut akan kehilangan anak, dan kekhawatiran tidak ada yang akan bertanggung jawab dengan kehidupan orangtua ketika tua (Monika, 2016). Begitupula yang terjadi pada orangtua di Bali khususnya daerah Tabanan, salah satu kabupaten yang terbilang fleksibel atau terbuka, dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang ada di Bali terkait dengan hukum keluarga, khususnya perkawinan, menganggap bahwa dengan hanya memiliki anak perempuan itu berarti tidak dapat meneruskan garis keturunannya. Masyarakat yang tidak dapat meneruskan keturunannya tentu akan merasa cemas akan posisi tersebut. Kecemasan (anxiety) menurut Freud (dalam Feist & Feist, 2013) menjelaskan bahwa merupakan situasi afektif yang dirasa tidak menyenangkan yang diikuti oleh sensasi fisik yang memperingatkan seseorang akan bahaya yang mengancam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai gambaran kecemasan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan di daerah Tabanan, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tujuh orang responden dan wawancara pada tujuh orang significant others. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kecemasan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan terdiri dari perasaan orangtua, bentuk kecemasan, faktor yang memicu dan menurunkan kecemasan, serta upaya yang dilakukan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan. Kata kunci: kecemasan, orangtua, anak perempuan
MEMAAFKAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN OLEH ORANGTUA PADA MASA ANAK-ANAK Yoela, Yemima; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.523 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p16

Abstract

Berbagai kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi, berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Keluarga Berencana (KB) dan Perlindungan Perempuan (PP) Kota Denpasar, terdapat 148 kasus kekerasan pada tahun 2013, 143 kasus pada tahun 2014 dan 116 kasus di tahun 2015 (sampai bulan Oktober 2015). Sebanyak 80 persen kekerasan yang menimpa anak-anak dilakukan oleh keluarga, termasuk orangtua. Kekerasan yang dialami akan menimbulkan berbagai macam dampak yang terbawa hingga anak tersebut dewasa, seperti harga diri rendah, mengalami depresi pada masa dewasa, masalah dalam membina hubungan dengan orang lain, agresivitas, dan lain-lain. Kekerasan yang terjadi juga dapat merusak hubungan antara orangtua dengan anak. Salah satu cara agar individu dapat mengalami pemulihan dari dampak-dampak tersebut dan mengembalikan hubungan dengan pelaku adalah dengan memaafkan, yaitu kesediaan individu untuk melepaskan haknya untuk membalas, memberikan penilaian negatif dan menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap pihak yang melakukan kesalahan, merespons dengan belas kasihan, kemurahan hati serta kasih terhadap orang tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana proses memaafkan perempuan dewasa muda yang pernah mengalami kekerasan oleh orangtua pada masa anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang perempuan dewasa muda yang sudah memaafkan orangtuanya, beserta satu significant others dari masing-masing responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu Kategori I: Kekerasan yang Dialami (bentuk kekerasan: emosional/psikis, penelantaran dan fisik, dan dampak kekerasan: diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial) dan Kategori II: Proses Memaafkan (fase menyadari kemarahan, fase memutuskan untuk memaafkan, fase berusaha untuk memaafkan dan fase mendalami). Kekerasan yang dialami ketiga responden, yaitu psikis, penelantaran dan fisik menyebabkan berbagai macam dampak dalam kehidupan masing-masing responden, kemudian ketiganya memutuskan untuk memaafkan orangtua yang melakukan kekerasan setelah menyadari bahwa Tuhan sudah mengampuni dan menginginkan ketiga responden untuk memaafkan. Proses memaafkan tersebut juga dibantu oleh komunitas yang mendorong ketiga responden untuk memaafkan. Kata Kunci: memaafkan, kekerasan pada anak, perempuan dewasa muda.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KONFORMITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI YANG MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS (ARAK) DI GIANYAR, BALI Ardyanti, Putu Vebby Diah; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.472 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p04

Abstract

Tradisi minum minuman keras (arak) ditengah kehidupan masyarakat Bali sudah menyatu cukup lama, bahkan minuman keras seperti arak dan berem, termasuk tuak merupakan hal yang wajib ada dalam setiap ritual agama Hindu, sebagai aba-abaan dan tetabuhan untuk Bhuta Kala. Seiring berkembangnya zaman tradisi minum minuman keras menjadi suatu fenomena ditengah kehidupan masyarakat Bali yang merujuk pada remaja-remaja Bali mengkonsumsi minuman keras yang dianggap sebuah kewajaran yang diterima oleh masyarakat Bali. Masa remaja merupakan masa krisis yang ditunjukkan oleh adanya kepekaan dan labilitas tinggi, penuh gejolak dan ketidakseimbangan emosi, sehingga kondisi tersebut mendorong remaja untuk lebih melakukan konformitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada remaja laki-laki yang mengkonsumsi minuman keras (arak) di Gianyar, Bali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling, dengan subjek berjumlah 60 remaja laki-laki usia 13-17 tahun mengkonsumsi minuman keras (arak) sampai sekarang, berdomisili di Gianyar. Skala konsep diri disusun berdasarkan aspek konsep diri yang dikemukakan oleh Berzonsky (dalam Susilowati, 2011) dan skala konformitas  disusun berdasarkan aspek dari teori Myers (dalam Hotpascaman, 2010). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis melalui analisis korelasi Spearman yang dikemukakan oleh Karl Pearson untuk melihat hubungan antara variabel konsep diri dengan konformitas. Analisis korelasi yang dilakukan pada variable konsep diri dan konformitas menghasilkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,465 (p < 0,05) yang mengindikasikan H0 diterima, yaitu tidak adanya hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada remaja laki-laki yang mengkonsumsi minuman keras (arak) di Gianyar, Bali.   Kata kunci : Konsep Diri, Konformitas, Remaja Laki-laki, Minuman Keras (Arak)
Hubungan Antara Citra Raga dengan Persepsi Terhadap Produktivitas Sales Promotion Girls Kosmetik Kecantikan di Kota Denpasar Antari, Ayu Paramita; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.846 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p12

Abstract

The increasing sales of cosmetics beauty products make the product marketing technique expanding and  many sales promotion girl are employed to be important part in promoting women beauty product. Attractive physical appearance in sales promotion girls will draw consumer attention to them. Physical appearance itself correlates with body image in sales promotion girls. According Konstanski (2007) body image will be affected to self confidence. Self confidence makes a person develop self-evaluation. The self-evaluation will shape perceptions of productivity. According to that, researcher wants to find relationship between body image and perception of productivity in sales promotion girls of beauty product in Denpasar City.   Method in this research is correlational study. Subjects in this research are 110 sales promotion girls in Denpasar City. Data are collected by body image scale and perception of productivity scale.  Test of item validity in body image scale shows there are 27 invalid items and 23 valid items from 50 items, and its reliability coefficient is 0,829. Test of item validity in perception of productivity scale shows there are 2 invalid items and 23 valid items from 25 items, and its reliability coefficient is 0,838. Data analysis shows data are normal and linear. Pearson’s product moment is run for data analysis.   Coefficient of correlation between body image and productivity is 0,49 in significance level 0,05. It means that hypothesis in this research that states there is relationship between body image and perception of productivity in sales promotion girls of beauty product in Denpasar City is accepted.   Keyword: body image, perception of productivity, sales promotion girls  
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN BALI PENGIDAP HIV-AIDS Putri, Ida Ayu Karina; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.703 KB)

Abstract

Recent years, development of the epidemic disease of AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) has become quite frightening for the people of the world (Zarpatista, 2012). In Indonesia there are currently 75 regencies/cities which have a very high prevalence of HIV-AIDS, among others due to the increasing of transmission from husband to wife (Wardah, 2013). The province of Bali including is one of the six provinces that has status of epidemic HIV-AIDS besides Papua, Riau, Jakarta, Jawa Barat, and Jawa Timur (Suriyani, 2006). In many cases, women infected with HIV from her partner/husband because women did not have power of both socially and economically to protect herself (Nainggolan, 2004). Based on pre eliminary study that conducted by researchers in Yayasan Citra Usadha (YCUI) on the three regencies area program that is Buleleng, Jembrana, and Karangasem, discrimination recognized did occur in some cases of ODHA in Bali especially women. One of the problem in ODHA’s life is not only related to the stigma and discrimination from the around environment, but also with their self condition acceptance (Rasyida, 2008). This situation attracts researcher to find out the self acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS. This study use qualitative method with phenomenological approach and 5 Balinese women who lives with HIV-AIDS as the respondents, the data collected with observation and in depth-interview conducted during 7 months. The result shows that there 9 representation of self-acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS which are be grateful, optimistic and always trying to do the optimum, have the right and feel equal with others, do not want to treated differently, want to help and sharing with others, self introspection, being closer with God. Keywords: HIV-AIDS, Self-Acceptance, Balinese Woman
Konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang Di kabupaten Bangli Cempaka, Ni Luh Mas Ristha; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.934 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p20

Abstract

Abstrak Bali sangat terkenal dengan kebudayaan dan upacara-upacara adat yang hingga saat ini masih dilestarikan. Salah satu upacara adat yaitu ngerawang merupakan upacara agama yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat salah satu desa di Kabupaten Bangli. Individu yang telah melaksanakan upacara ngerawang memiliki sebutan sebagai seorang jero dan harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin upacara. Seorang jero juga memiliki peran-peran lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun peran sebagai seorang jero tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Individu yang tidak dapat menjalankan peran-peran yang dimiliki dengan baik, dapat menimbulkan permasalahan yang memicu timbulnya konflik antar peran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah responden pada penelitian ini adalah dua orang. Responden pertama berjenis kelamin laki-laki, berusia 35 tahun dengan pekerjaan utama sebagai seorang guru dan responden kedua berjenis kelamin perempuan berusia 24 tahun yang bekerja sebagai bidan. Kedua responden penelitian ini menjalankan prosesi ngerawang dan memiliki peran sebagai jero. Penelitian ini menghasilkan dua tema temuan, yaitu tema pertama adalah pengalaman awal responden sebelum melaksanakan prosesi ngerawang dan tema kedua adalah konflik peran yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini. Kata kunci: Jero, konflik, konflik peran, ngerawang
Hubungan antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya dengan Konsep Diri pada Remaja Panti Asuhan di Kabupaten Badung, Bali Santiari, I Gusti Agung Tri; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.07 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p01

Abstract

Self concept is a reflection of the judgement of others (Charles Cooley, in Watson, Borlall-Tregerthan, & Frank, 1984). The formation of individual self concept is influenced by several factors, one of which is peers in adolescence is a very important figure for indiciduals. Not all teens get through phase of adolescence his parents. There are some situations that cause adolescent should live apart from their parents, by staying at the orphanage institution for example. This different conditions will certainly affect the processes occurring friendship with the adolescent peer groups which will certainly affect the formation of self concept. The purpose of this study was to determine the relationship between peer group acceptance of the self concept in adolescents orphanage in the District Badung, Bali.Subjects in this study were 170 adolescents (girls=101, boys=69) who lived in the orphanage which is in the District Badung-Bali. The instrument of this research are self concept and peer group acceptance scale. Self concept scale consisted of 30 item with a reliability coefficient of 0,875. Peer group acceptance scale consisted of 21 item with a reliability coefficient of 0,873.Product moment correlation analysis result showed the correlation of 0,719 with a significance level of 0,000 (p<0,05), which means that there is a significant and positive relationship between peer group acceptance and self concept in adolescents orphanage in the District Badung, Bali. The higher the intensity of the peer group acceptance, the more positive self concept in adolescents orphanage in the District Badung, Bali.Keywords : Self Concept, Peer Group Acceptance, Adolescenct, Orphanage.
Rasa bersalah dan strategi koping pada petugas kepolisian yang menghilangkan nyawa orang lain saat sedang bertugas Putri, Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.897 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p17

Abstract

Menurut Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor 1 Tahun 2009, bahwa petugas kepolisian dalam melaksanakan tugas di lapangan diberikan wewenang untuk dapat menggunakan senjata yang berfungsi untuk menjaga keselamatan dari ancaman musuh termasuk melakukan tindakan pembunuhan sehingga dapat menghilangkan nyawa orang lain saat sedang bertugas. Tindakan menghilangkan nyawa orang lain tidak sesuai dengan sistem nilai-nilai dan norma yang ada pada masyarakat dan akan menimbulkan berbagai perasaan, salah satunya adalah rasa bersalah. Rasa bersalah akan membebani petugas kepolisian yang menghilangkan nyawa orang lain jika tidak dapat diatasi dengan baik. Maka dari itu dibutuhkan adanya strategi koping dalam diri individu terhadap apa yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasa bersalah yang dialami pada petugas kepolisian, perasaan yang dapat memengaruhi petugas kepolisian, serta strategi koping yang digunakan petugas kepolisian setelah menghilangkan nyawa orang lain. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang petugas kepolisian yang memiliki pengalaman menghilangkan nyawa orang lain saat sedang bertugas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menghasilkan temuan utama yaitu, rasa bersalah yang berupa reaksi psikis seperti mimpi serta trauma dan strategi koping cenderung berorientasi pada emosi seperti menjalankan kewajiban, perilaku menghindar, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta strategi koping cenderung berorientasi pada masalah seperti pemindahan tempat dalam bertugas. Kata Kunci: Menghilangkan nyawa orang Lain, rasa bersalah, strategi koping.
Co-Authors AA Sagung Weni Kumala Ratih Adi, Ida Ayu Ratih Purnama Aditya Pratama Oktaveriyanto Agra Putri Puji Palupi Agrhashakara Tegarpandhiga Nugroho Alfiani, Christina Amanda, Anak Agung Ayu Nisha Anak Agung Ayu Nisha Amanda Anak Agung Sagung Suari Dewi Ananda Aditya Hutapea Ardyanti, Putu Vebby Diah Arini, Ni Ketut Aussie Safitri Nugraha Ayu Paramita Antari Ayu Paramita Antari Buana, Yuli Endah Purwati Arum Cempaka, Ni Luh Mas Ristha Christina Alfiani Delicia Theofilia Evangelista Dewi, A.A. Sagung Suari Dewi, I Gst Ayu Puspasari Dewi, I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dwijayanthi, Ida Ayu Mas Ganggadewi Gede Angga Wiragita Gunawan, Ivana Haryati, Tuningsih Hutapea, Ananda Aditya I Gst Ayu Puspasari Dewi I Gusti Agung Tri Santiari I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dewi I Made Dian Permana I Nyoman Bagus Darma Yudha I Putu Bagus Swadnyana Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putri Ida Ayu Mas Ganggadewi Dwijayanthi Ida Ayu Ratih Purnama Adi Ida Bagus Agung Permana Manuaba Kadek Ayu Monika Krisadelia, Ni Putu Leman, Theresia Zefany Hope Leman Luh Putu Dewi Pradnyanitya Pastini Mahardini, Ni Made Dwi Mayradevi, Ida Ayu Pringga Meidalinda, Ni Putu Mayunda Meilani, Karunia Monika, Kadek Ayu Naomi Vembriati Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Luh Mas Ristha Cempaka Ni Made Dwi Mahardini Ni Made Suari Dewi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Nita, Ni Made Ayu Asri Nugraha, Aussie Safitri Nugroho, Agrhashakara Tegarpandhiga Oktaveriyanto, Aditya Pratama Pastini, Luh Putu Dewi Pradnyanitya Permana, I Made Dian Puji Palupi, Agra Putri Purnama Devi, Ni Putu Lilis Putri, Ida Ayu Karina Putri, Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putu Nugrahaeni Widiasavitri Putu Vebby Diah Ardyanti Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratih, AA Sagung Weni Kumala Ratu, Sri Caitanya Maha Santiari, I Gusti Agung Tri Saraswaty, Ratih Simarmata, Marina Somawati, Ida Ayu Putu Suari Dewi, Ni Made Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suwetha, Putu Yudi Swadnyana, I Putu Bagus Swari, Ni Ketut Elsa Parmata Tuhumury, Raynisha Gildasa Putri Tuningsih Haryati Ummi Aimen Wangsa, Pande Ryan Praba Wiragita, Gede Angga Yanti, Made Yemima Yoela Yoela, Yemima Yohanes Kartika Herdiyanto Yudha, I Nyoman Bagus Darma Yuli Endah Purwati Arum Buana