Claim Missing Document
Check
Articles

PEREMPUAN HINDU-BALI YANG NYEROD DALAM MELAKUKAN PENYESUAIAN DIRI Mahardini, Ni Made Dwi; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.126 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p14

Abstract

Bali merupakan pulau yang memiliki warisan budaya leluhur yang beragam, salah satu warisan leluhur yang saat ini masih menjadi fenomena tersendiri dalam masyarakat Hindu di Bali adalah adanya sistem kasta, kasta adalah stratifikasi masyarakat India pada jaman dahulu, kasta di India membeda-bedakan harkat dan martabat manusia berdasarkan keturunan (Wiana & Santeri, 1993). Kasta hingga saat ini menjadi beban tersediri bagi perempuan Bali yang menyandang kasta tinggi dalam memilih pasangan, ketika perempuan dari kasta tinggi atau triwangsa menikah dengan laki-laki dari kasta yang paling rendah atau sudra wangsa atau yang disebut dengan perkawinan nyerod, beban dan diskriminasi yang dialami akan tampak beragam (Karmini, 2013). Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penyesuaian yang dilakukan perempuan Hindu di masyarakat Bali dalam menjalani peran sebagai perempuan nyerod. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan responden sebanyak 3 orang perempuan Hindu-Bali yang menjalani perkawinan nyerod, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah in depth-interview. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam melakukan penyesuaian diri para perempuan Hindu-Bali yang nyerod dibagi menjadi lima aspek penyesuaian diri, antara lain: penyesuaian diri pribadi dilakukan dalam konteks hubungan dengan suami, pnyesuaian sosial dengan keluarga responden dilakukan dengan tetap berusaha menjalin hubungan baik, penyesuaian sosial dengan keluarga suami dilakukan dengan berusaha menerima dan bersikap baik, penyesuaian sosial dengan masyarakat dengan melakukan rasionalisasi, dan harapan yang masih ingin dicapai tidak ada karena sudah merasa bahagia dan tidak merasakan diskriminasi lagi. Kata kunci: Kasta, Nyerod, Penyesuaian diri, Perempuan Bali
Hubungan Penyesuaian Diri Dengan Agresivitas pada Anggota TNI AD KODAM IX/UDAYANA di Bali Oktaveriyanto, Aditya Pratama; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.326 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p12

Abstract

Behavior reflects the aggressiveness of the individual, as often occurs in Indonesia. One of many events has reflected the aggressiveness of the Army’s members. These events make the people become restless. A member of the Army in a period of education is trained hard, discipline, and will obey the command, in order to be prepared to maintain the sovereignty of the Unitary Republic of Indonesia (NKRI). This situation is not only giving an impact to the members of the Army, but also for their social interaction. A member of the army must be ready placed anywhere and anytime accordance with the instructions given by the institution. One of the factors that can affect the aggressiveness is adaptability. The purpose of this study is to determine whether there is a relationship between adjustment and aggressiveness to the Army KODAM Members IX/Udayana, in Bali.Subjects of this study were 439 members of the Army KODAM IX/Udayana in Bali which consists of eight entities supervised by the institution KODAM IX/Udayana. The instrument of this research is the scale of adjustment and scale of aggressiveness that has tested the validity and reliability of the scale and has a scale adjustment to the value of ? = 0.856; aggressiveness scale with the value ? = 0.913.The analysis showed the P value or Sig. 0.000 (p <0.05), which means that there is a significant relationship between the adjustment to the aggressiveness of the Army KODAM IX/Udayana members in Bali. Score correlation coefficient between the two variables showed R= -0.562 which means that the strength of the relationship between the two variables in a medium category, as the value of r lies in the range 0.400-0.599, and has a negative relationship or in opposite directions. R²= 0.31472, means that the variable adjustment donated 31% of the variable aggressivenessKeywords: Adjustment, Aggressiveness, Members of the ArmyKODAMIX/UDAYANA in Bali
Stressor dan Coping Stress Guru yang Dimutasi dari Sekolah Reguler ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Wiragita, Gede Angga; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.82 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p14

Abstract

Menentukan profesi yang diinginkan individu cenderung memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki agar tidak terjadi ketidak sesuaian dalam bekerja. Semua profesi memiliki tingkat stress masing-masing. Profesi guru dilaporkan memiliki tingkat stress yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan profesi lainnya. Guru yang ditugaskan di sebuah sekolah harus memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pengajaran yang baik kepada siswa. Guru pada sekolah luar biasa (SLB) sebelum bertugas di SLB harus memiliki kemampuan dasar pendidikan luar biasa (PLB). Stress yang muncul pada individu dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah ketidak sesuaian antara kemampuan yang dimiliki oleh individu dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. Dalam menghadapi pemicu stress (stressor) individu melakukan coping stress guna meredam stress yang ditimbulkan oleh setiap pemicu stress (stressor). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stressor yang dihadapi oleh guru yang dimutasi dari sekolah reguler ke sekolah luar biasa (SLB) serta coping stress yang dilakukan guna meredam stress yang ditimbulkan oleh stressor tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kasus tunggal. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Responden penelitian ini adalah seorang guru yang dimutasi dari sekolah reguler ke sekolah luar biasa (SLB). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden menghadapi permasalahan pada awal penugasan di SLB dan permasalahan ketika mengajar di SLB. Coping stress yang dilakukan responden untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi selama menjadi guru adalah dengan mencoba mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan yang dihadapi responden. Kata kunci: stress, stressor, coping stress, guru SLB
KONSEP DIRI PADA PELAKU PERCOBAAN BUNUH DIRI PRIA USIA DEWASA MUDA DI BALI Ratih, AA Sagung Weni Kumala; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.477 KB)

Abstract

In these past years, the phenomenon’s of suicide case are becomes worrying. Indonesia, as one of a country who has a collective culture has a quite high number of suicide case. WHO estimates that by year 2020 the number of suicide case in Indonesia will be increased up to 2.4 percent from 100.000 people, if the government and the society don’t take it as serious things to concern (Mardani, 2012). Bali province as one of the province in Indonesia has a high rate in case of suicide, besides the Special Region of Yogyakarta (Hawari, 2010). Suicide cases in Bali are majority done by man, young adult people (Lesmana, 2008). Suicide and the attempted suicide are one of the ways or act to hurt or harm themselves, which arise as one of the effect of an intrapsychic conflict within themselves. One of the factors that is influence the occurring of a behavior including the suicide behavior and the attempted suicide are the self-concept. The self-concept is a way of someone to see themselves, the perception about the social environment (the other people), and also the perception about the way people think and see about themselves. This phenomenon becomes an interesting thing by the researcher to know what self-concept that is owned by the man young adult person suicide attempters in Bali. This study use qualitative method and phenomenological approach, with 5 (five) man young adult suicide attempters in Bali. This study shows that there are 5 (five) component of self-concept that is occurs in the man young adult in Bali, however this component self-concept are not totally positive. Eventhough there are self-components that is shows the positive things of a self-acceptance and self-evaluation, but, almost of this shows the negative side of the self-concept characteristic, especially the social self component and the personal self component that is owned by the respondents. Some factors that is influence the self-concept of the man young adult suicide attempters in Bali are, the education, the economic, genetic, social learning, and culture. Keywords : Self-Concept, Attempted Suicide, Young Adult, Bali
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DALAM PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA TRIWANGSA DEWASA AWAL DI BALI YANG DITINJAU BERDASARKAN POLA ASUH OTORITARIAN Adi, Ida Ayu Ratih Purnama; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.416 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p09

Abstract

Indonesia yang memiliki beragam tradisi, budaya dan adat istiadat masih mengganggap pemilihan pasangan merupakan hal yang penting, khususnya bagi masyarakat Bali. Secara tidak langsung, orangtua akan ikut berperan dalam menentukan kriteria pasangan hidup untuk anak-anaknya, terutama terhadap anak perempuan. Peran tersebut dapat tercermin melalui pola asuh yang diterapkan. Orangtua dari kategori triwangsa yaitu wangsa Brahmana, Ksatrya, dan Waisya meyakini bahwa dengan menerapkan pola asuh otoritarian dapat membuat anak patuh dan mampu menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk melestarikan wangsa. Anak dengan penerapan pola asuh otoritarian cenderung menggambarkan kecemasan yang disebabkan oleh kontrol yang tinggi dari orangtua agar anak perempuannya mencari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dalam pemilihan pasangan pada wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang ditinjau berdasarkan pola asuh otoritarian. Subjek dalam penelitian ini adalah 105 wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang belum menikah. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala kecemasan dalam pemilihan pasangan dan skala pola asuh otoritarian. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoritarian dan triwangsa memberikan kontribusi terhadap tingkat kecemasan dalam pemilihan pasangan pada wanita triwangsa. Hal tersebut terjadi karena sistem masyarakat Hindu di Bali terkait dengan wangsa masih memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga wanita triwangsa akan mendapatkan kontrol dan tuntutan dari keluarga untuk mencari pasangan dari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi. Kecemasan dalam memilih pasangan akan timbul ketika wanita triwangsa tidak memenuhi tuntutan dari orangtua untuk memilih pasangan dari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi, dalam penelitian ini yang lebih berpengaruh terhadap kecemasan dalam pemilihan pasangan adalah pola asuh otoritarian. Kata kunci: Wanita triwangsa, kecemasan dalam pemilihan pasangan, pola asuh otoritarian.
PENYESUAIAN DIRI PADA WARIA ADJUSTED DI BALI Puji Palupi, Agra Putri; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.982 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p06

Abstract

Pada hakikatnya manusia diciptakan dengan jenis kelamin yang berbeda (pria dan wanita), namun dalam kenyataannya, kini telah banyak pria yang berdandan atau bergaya seperti seorang wanita. Seharusnya pria yang berdandan selayaknya seorang wanita akan merasa malu, namun pria-pria ini adalah tipe pria yang berbeda dari biasanya. Indonesia memiliki sebutan yang berbeda bagi pria-pria yang memiliki penampilan seperti wanita, yaitu waria atau “wanita pria”. Jumlah waria di wilayah Bali hingga tahun 2015 menurut LSM Gaya Dewata Bali mencapai 973 orang. Banyak masyarakat yang menganggap kaum waria adalah kaum yang melanggar kodrat sebagai manusia sehingga masyarakat cenderung memberi label buruk kepada kaum waria. Banyaknya diskriminasi yang diterima, kaum waria tetap berani menampilkan diri sesuai dengan keinginannya. Kaum waria yang berani “menampilkan diri” ditengah masyarakat pada siang atau bahkan malam hari disebut sebagai kaum waria yang adjusted dan yang membedakannya dengan waria yang lain adalah dari penyesuaian diri yang dilakukan. Kemampuan kaum waria yang adjusted dapat bertahan ditengah-tengah masyarakat tidak lepas dari proses penyesuaian diri yang menyertai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui Bagaimana proses Penyesuaian Diri pada Waria Adjusted di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang waria yang telah adjusted lebih dari tiga tahun. Penelitian ini menghasilkan tiga kategori temuan, yaitu kategori I: karakteristik partisipan secara umum, karakteristik II: proses penyesuaian diri (yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini) dan kategori III: kondisi setelah menjadi waria adjusted. Kata Kunci: waria adjusted, penyesuaian diri, Bali?
Factors Influencing Aggression Among Adolescents in Indonesia: A Literature Review: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Remaja di Indonesia Melakukan Agresivitas: Literature Review Wangsa, Pande Ryan Praba; Tobing, David Hizkia
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202448

Abstract

Adolescent aggression has long been a major concern in the fields of educational psychology and sociology, especially in Indonesia where social and cultural dynamics play a role in shaping adolescent behavior. This study is a systematic literature review, examining 30 publications from the years 2014 to 2023 to understand the factors influencing aggression among Indonesian adolescents. This method involved collecting data from various sources accessed through Google Scholar using relevant keywords associated with adolescent aggression. The purpose of this review is to specifically ascertain the effects of internal factors such as emotional maturity, emotional intelligence, and self-control, as well as external factors including peer conformity, parental communication styles, parenting styles, and the intensity of online gaming on aggressive behavior in adolescents. The findings from this analysis are expected to provide deeper insights into effective ways to intervene and prevent aggressive behaviors among adolescents in Indonesia, thereby making a significant contribution to parenting practices, education, and social and mental health policy for adolescents.
Faithful reflections: Understanding LGBT spirituality Leman, Theresia Zefany Hope Leman; Tobing, David Hizkia
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 2 (2024): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v19i2.17197

Abstract

Spirituality is one aspect of transpersonal psychology that cannot be separated. Spirituality involves a search for the transcendent. The experience of spirituality can be felt by all individuals, including by LGBT people who are considered by society to be against religious norms. The meaning of God felt by LGBT people is undoubtedly different. This study aims to describe the spirituality experienced by LGBT people. The literature review was conducted on lesbian, gay, bisexual, and transgender subjects. The results of the literature review found that LGBT individuals have an understanding of religious values that affect their experience of spirituality. The way they get closer to God is not only by praying, worshiping, and visiting synagogues but also by implementing humanitarian values for others. This study shows how LGBT people experience spirituality.
Strategi Coping pada Narapidana Perempuan yang sedang Menjalani Hukuman: Literature Review Yanti, Made; Tobing, David Hizkia
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.2757

Abstract

Narapidana merupakan seorang yang sedang menjalani pidana penjara untuk waktu tertentu dan seumur hidup atau terpidana mati yang sedang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan. Perempuan yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan lebih rentan mengalami masalah psikologi dengan prevalensi lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga narapidana perempuan memerlukan strategi coping untuk mengatasi masalah internal dan eksternal. Literature Review ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping yang digunakan narapidana perempuan yang sedang menjalani hukuman. Kajian literatur dilakukan secara komprehensif pada 10 artikel yang menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan rentan waktu 8 tahun terakhir (2015-2023). Hasil literature review menunjukkan terdapat 4 strategi coping yang digunakan narapidana perempuan yaitu coping religius, coping stress, emotion focused coping dan problem focused coping. Temuan dari literature review ini adalah strategi coping yang dominan digunakan narapidana perempuan selama menjalani masa hukuman adalah emotion focused coping yang disesuaikan dengan emosi yang dirasakan seperti mendekatkan diri kepada tuhan dengan rajin melakukan ibadah.
PEMAAFAN ISTRI PASCA PERSELINGKUHAN SUAMI: KAJIAN LITERATUR Nita, Ni Made Ayu Asri; Tobing, David Hizkia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.01

Abstract

Abstrak Perselingkuhan menjadi salah satu masalah kompleks yang terjadi di kehidupan pernikahan. Perselingkuhan yang dilakukan oleh suami dapat memicu keretakan dalam rumah tangga. Namun, tidak semua istri memutuskan untuk mengakhiri hubungan suami-istri setelah mengetahui suaminya berselingkuh. Forgiveness menjadi salah satu cara yang diterapkan istri untuk mempertahankan rumah tangganya. Dalam proses pemaafan, istri melewati berbagai tantangan hingga akhirnya berdamai dengan peristiwa yang terjadi dalam rumah tangganya. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah literature review. Literature review ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses forgiveness seorang istri demi mempertahankan pernikahannya pasca perselingkuhan suami. Literatur yang digunakan dalam kajian ini diterbitkan dalam 8 tahun terakhir. Kajian literatur secara deskriptif dilakukan pada 10 artikel yang menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan fenomenologi serta subjek pada kajian literatur ini adalah individu usia dewasa. Terdapat satu artikel yang menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai pengambilan data utama dan kuesioner berupa NEO PI-R serta TRIM-18 untuk melengkapi data wawancara. Hasil dari literature review ini menunjukkan terdapat empat tahap yang dilalui istri dari awal mengetahui perselingkuhan suami hingga mampu memaafkan perselingkuhan dan mempertahankan rumah tangganya. Tahap yang dilalui istri terdiri dari Uncovering Phase (Tahap Pengungkapan), Decision Phase (Tahap Keputusan), Work Phase (Tahap Kerja), dan Deepening Phase (Tahap Pendalaman). Kata kunci: pemaafan istri, mempertahankan pernikahan, perselingkuhan suami Abstract Infidelity is one of the complex problems that occur in married life. Infidelity committed by the husband can trigger a rift in the household. However, not all wives decide to end their husband-wife relationship after finding out that their husbands are cheating on them. Forgiveness is one of the ways that wives apply to maintain their household. In the process of forgiveness, the wife went through various challenges to finally make peace with the events that occurred in her household. The method used in this article is literature review. This literature review aims to see how the forgiveness process of a wife in order to maintain her marriage after the husband's infidelity. The literature used in this review was published in the last 8 years. Descriptive literature review was conducted on 10 articles that used qualitative research with a case study approach and phenomenology and the subjects in this literature review were adult-age individuals. There is one article that uses qualitative research methods as the main data collection and questionnaires in the form of NEO PI-R and TRIM-18 to complement interview data. The results of this literature review show that there are four stages that wives go through from the beginning of knowing their husband's infidelity to being able to forgive infidelity and maintain their household. The stages that wives go through consist of the Uncovering Phase, Decision Phase, Work Phase, and Deepening Phase.
Co-Authors AA Sagung Weni Kumala Ratih Adi, Ida Ayu Ratih Purnama Aditya Pratama Oktaveriyanto Agra Putri Puji Palupi Agrhashakara Tegarpandhiga Nugroho Alfiani, Christina Amanda, Anak Agung Ayu Nisha Anak Agung Ayu Nisha Amanda Anak Agung Sagung Suari Dewi Ananda Aditya Hutapea Ardyanti, Putu Vebby Diah Arini, Ni Ketut Aussie Safitri Nugraha Ayu Paramita Antari Ayu Paramita Antari Buana, Yuli Endah Purwati Arum Cempaka, Ni Luh Mas Ristha Christina Alfiani Delicia Theofilia Evangelista Dewi, A.A. Sagung Suari Dewi, I Gst Ayu Puspasari Dewi, I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dwijayanthi, Ida Ayu Mas Ganggadewi Gede Angga Wiragita Gunawan, Ivana Haryati, Tuningsih Hutapea, Ananda Aditya I Gst Ayu Puspasari Dewi I Gusti Agung Tri Santiari I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dewi I Made Dian Permana I Nyoman Bagus Darma Yudha I Putu Bagus Swadnyana Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putri Ida Ayu Mas Ganggadewi Dwijayanthi Ida Ayu Ratih Purnama Adi Ida Bagus Agung Permana Manuaba Kadek Ayu Monika Krisadelia, Ni Putu Leman, Theresia Zefany Hope Leman Luh Putu Dewi Pradnyanitya Pastini Mahardini, Ni Made Dwi Mayradevi, Ida Ayu Pringga Meidalinda, Ni Putu Mayunda Meilani, Karunia Monika, Kadek Ayu Naomi Vembriati Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Luh Mas Ristha Cempaka Ni Made Dwi Mahardini Ni Made Suari Dewi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Nita, Ni Made Ayu Asri Nugraha, Aussie Safitri Nugroho, Agrhashakara Tegarpandhiga Oktaveriyanto, Aditya Pratama Pastini, Luh Putu Dewi Pradnyanitya Permana, I Made Dian Puji Palupi, Agra Putri Purnama Devi, Ni Putu Lilis Putri, Ida Ayu Karina Putri, Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putu Nugrahaeni Widiasavitri Putu Vebby Diah Ardyanti Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratih, AA Sagung Weni Kumala Ratu, Sri Caitanya Maha Santiari, I Gusti Agung Tri Saraswaty, Ratih Simarmata, Marina Somawati, Ida Ayu Putu Suari Dewi, Ni Made Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suwetha, Putu Yudi Swadnyana, I Putu Bagus Swari, Ni Ketut Elsa Parmata Tuhumury, Raynisha Gildasa Putri Tuningsih Haryati Ummi Aimen Wangsa, Pande Ryan Praba Wiragita, Gede Angga Yanti, Made Yemima Yoela Yoela, Yemima Yohanes Kartika Herdiyanto Yudha, I Nyoman Bagus Darma Yuli Endah Purwati Arum Buana