Claim Missing Document
Check
Articles

Perempuan dan Patriarki: Gambaran Diskriminasi Terhadap Perempuan dalam Budaya Bali Suari Dewi, Ni Made; Ni Made Suari Dewi; Tobing, David Hizkia
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7 No 01 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v7i01.9563

Abstract

Patriarchy is a system that is still developing in Balinese culture.  This system can exist because there is a hereditary belief which states that the person who must continue the family lineage and become the heir is a men.  Some research found that there were many injustices received by women which benefited men because men were considered more important.  The existence of this system results in various discrimination and injustice against women in areas such as the household, family, education, politics, economics and inheritance rights. This research aims to explore discrimination that Balinese women receive due to the existence of a patriarchal system that is still developing in various aspects of life.   This research was carried out using literature review method, by collecting and analyzing data from various articles that relevant to the research topic. The results of this research is, there is four major groups aspects of discrimination received by Balinese women were obtained, including, Marginalization, Subordination, Negative Stereotypes, and Violence.   Keywords: balinese women, patriarchy in Bali, discrimination against women, gender inequality
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN INTIMASI TERHADAP KEPUASAN HUBUNGAN BERPACARAN JARAK JAUH PADA DEWASA AWAL Delicia Theofilia Evangelista; David Hizkia Tobing
PADAMARA: Jurnal Psikologi dan Sosial Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/padamara.v2i2.125

Abstract

Tidak sedikit individu dewasa awal yang ingin membangun sebuah komitmen romantis dengan orang lain melalui hubungan berpacaran, termasuk hubungan berpacaran jarak jauh. Layaknya hubungan pada umumnya, hubungan berpacaran jarak jauh pada dewasa awal memerlukan kepuasan hubungan yang diduga dapat dipengaruhi oleh kepercayaan dan intimasi. Penelitian ini menggunakan uji coba terpakai dan sampel sebanyak 160 subjek (perempuan = 115; laki-laki = 45) dengan mayoritas subjek berusia 23 tahun. Batas nilai reliabilitas yang digunakan pada masing-masing alat ukur sebesar α > 0,80, yaitu Skala Kepuasan Hubungan (0,922), Skala Kepercayaan (0,859), dan Skala Intimasi (0,840). Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda yang menghasilkan nilai F sebesar 172,257 (p < 0,05) dan nilai R square sebesar 0,687. Secara bersamaan, kepercayaan dan intimasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan hubungan dengan persentase besar pengaruh adalah 68,7%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa apabila dalam sebuah hubungan berpacaran jarak jauh terdapat peningkatan kepercayaan dan intimasi, maka kepuasan hubungan berpacaran jarak jauh tersebut juga akan meningkat. Hasil yang diperoleh dapat menjadi acuan bagi pasangan berpacaran yang melakukan hubungan berpacaran jarak jauh agar dapat menjaga kepercayaan dan intimasi dalam hubungan agar hubungan berpacaran jarak jauh dapat menjadi hubungan yang memuaskan.
FEAR OF MISSING OUT (FOMO) AND ITS IMPACT ON THE MENTAL HEALTH OF SOCIAL MEDIA USERS ACROSS GENERATIONS Ratu, Sri Caitanya Maha; Tobing, David Hizkia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of Fear of Missing Out (FoMO) has increasingly emerged as a pressing psychological issue among social media users of all ages, particularly across Generation X, Millennials (Generation Y), and Generation Z. This study seeks to thoroughly examine the evolution of FoMO and its far-reaching implications for mental health, particularly anxiety and social connectedness. Employing a comprehensive literature review methodology, this research synthesizes findings from ten scholarly sources published between 2014 and 2024. The results consistently reveal a significant correlation between the frequency and intensity of social media engagement and elevated experiences of FoMO, which are often accompanied by emotional distress and behavioral concerns. Generation X often encounters FoMO through technological unfamiliarity and social comparison, leading to feelings of exclusion and unease. Millennials tend to experience heightened psychological pressure to remain perpetually connected, contributing to compulsive online behavior and greater vulnerability to stress. Although Generation Z is typically well-versed in digital environments, their constant desire to remain updated with peer activities and social trends renders them equally susceptible to the psychological effects of FoMO. This paper aims to contribute to the growing discourse on digital wellness by offering insights into the generational nuances of FoMO and its broader consequences for emotional resilience and mental well-being.
Men Who Left Behind: Tantangan bagi Bapak Rumah Tangga dalam Keluarga Pekerja Migran di Indonesia Tuhumury, Raynisha Gildasa Putri; Tobing, David Hizkia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tenaga kerja internasional yang terjadi saat ini menuntut terjadinya rekonstruksi peran gender dalam kehidupan keluarga pekerja migran di Indonesia. Kepergian istri membuat para suami harus menjalankan tugas pengasuhan terhadap anak-anak yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh para suami yang menjadi bapak rumah tangga pada keluarga pekerja migran di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review pada jurnal nasional maupun internasional yang diperoleh dari Google Scholar. Jurnal yang didapatkan selanjutnya diseleksi menggunakan alur PRISMA sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan tujuh jurnal untuk dikaji. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, tantangan sebagai bapak rumah tangga pada keluarga pekerja migran ditemukan terjadi dalam tiga ranah, yaitu ranah pengasuhan, ranah fisik dan psikologis, serta ranah interpersonal. Tantangan dalam ranah pengasuhan meliputi kesulitan dalam menerapkan pola asuh yang tepat dan kesulitan dalam beradaptasi dengan dengan tumbuh kembang anak. Tantangan dalam ranah fisik dan psikologis meliputi timbulnya masalah kesehatan dan kerentanan terhadap stres, depresi, dan rasa kesepian. Tantangan dalam ranah interpersonal meliputi kerentanan terhadap isu perselingkuhan dan perceraian serta kesulitan untuk memperoleh dukungan dari jaringan pertemanan.
Dampak konformitas teman Sebaya pada Remaja: Systematic review Meilani, Karunia; Tobing, David Hizkia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konformitas teman sebaya merupakan salah satu pengaruh sosial yang dilakukan oleh remaja pada lingkup kelompok ketika semua individu yang ada dalam kelompok mengikuti segala norma atau peraturan dalam kelompok agar individu tersebut tidak dicela, diremehkan, dan dicemooh oleh anggota kelompok lainnya. Untuk mempertahankan diri dan diterima dalam suatu kelompok, remaja cenderung menghindari konflik dan memilih tetap di zona nyaman sehingga hal ini membuat remaja menerapkan konformitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan terkait dampak negatif dan dampak positif dari adanya konformitas teman sebaya pada remaja. Kajian pustaka dilakukan terhadap 15 penelitian dengan subjek remaja 11 - 21 tahun. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap perilaku sosial remaja. Konformitas teman sebaya berdampak positif terhadap motivasi berprestasi, perilaku prososial, dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Sebaliknya, dampak negatif dari konformitas teman sebaya, yakni perilaku merokok, bullying, perilaku membolos, intensitas menyontek, intensitas seksual pranikah, perilaku seksual pranikah, gaya hidup experiencers, gaya hidup hedonis, dan perilaku konsumtif. Selain itu, konformitas teman sebaya menghasilkan korelasi negatif dengan asertivitas, kenakalan remaja, dan perilaku agresif.
Resiliensi Pada Remaja Dengan Latar Belakang Keluarga Broken Home Purnama Devi, Ni Putu Lilis; Tobing, David Hizkia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.8586

Abstract

Remaja yang berasal dari keluarga broken home memiliki ketahanan mental yang terbilang rendah. Perasaan sedih dan kehilangan akibat kondisi keluarganya membuat remaja rentan mengalami stres. Oleh karena itu, remaja broken home harus memiliki kemampuan resiliensi untuk bangkit dari keterpurukannya. Penyusunan literature review ini bertujuan untuk membahas mengenai gambaran resiliensi, faktor yang membentuk resiliensi, karakteristik resiliensi, serta fase yang dilalu remaja broken home untuk menjadi individu yang resilien. Literature review ini disusun dengan pengkajian literatur deskriptif dengan menggunakan 8 literatur yang didapat melalui google schoolar. Kriteria inklusi dalam penyusunan literature review ini yaitu literatur dengan topik resiliensi pada remaja (10-22 tahun) dengan latar belakang keluarga broken home tahun sehingga didapatkan gambaran resiliensi yang ditinjau dari tujuh aspek resiliensi, yaitu empati, efikasi diri, optimisme, regulasi emosi, pengendalian impuls, reaching out, dan analisis penyebab masalah. Dalam mencapai resiliensinya remaja melalui beberapa fase, yaitu fase succumbing, fase survival, fase recovery, dan fase thriving. Terdapat lima tema karakteristik remaja broken home, yaitu stabilitas emosional, karakteristik spiritual/motivasional, kemampuan sosial dan tingkah laku, kemampuan kognitif, serta physical well-being dan kemampuan fisik. Serta dalam mencapai resiliensinya remaja didukung oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.
Gambaran Kekerasan Verbal Oleh Orangtua Terhadap Anak-Anak Di Indonesia Meidalinda, Ni Putu Mayunda; Tobing, David Hizkia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9862

Abstract

Kekerasan verbal adalah segala bentuk memberikan ucapan negatif kepada seseorang. Peningkatan jumlah kekerasan verbal dari tahun ke tahun merupakan tanda bahwa masalah ini bukanlah perkara sepele. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kekerasan verbal oleh orang tua dapat terjadi pada anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil yang diperoleh melalui sumber data penelitian menemukan bahwa bentuk kekerasan verbal adalah semua ujaran yang memiliki makna negatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua untuk melakukan kekerasan verbal adalah pengetahuan, pengalaman, pola asuh, kematangan emosional, lingkungan, dan status ekonomi. Sementara dampak yang terjadi pada anak-anak yang menerima kekerasan verbal adalah keterlambatan perkembangan, trauma, persepsi yang salah, sikap tertutup dan tegas, penurunan rasa percaya diri, motivasi belajar, kreativitas dan harga diri, peniruan, dan perilaku agresif.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Remaja di Indonesia Menjadi Kecanduan terhadap Minuman Beralkohol Ida Bagus Agung Permana Manuaba; David Hizkia Tobing
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i1.5244

Abstract

Alcohol abuse is a growing problem around the world. Especially in adolescents, alcoholic beverages are often consumed excessively for specific purposes. Looking at the problem, the question arises what influences adolescents to become addicted to alcohol, so this paper aims to find out what factors influence adolescents in Indonesia to become addicted to alcohol. This research was conducted using a descriptive literature review method. Literature was searched and found through Google Scholar with the keywords "addiction", "alcohol", "adolescents", and "alcohol". The inclusion criteria based on these keywords were (1) presenting articles in Indonesian or English, (2) published in 2018-2023, (3) discussing factors affecting alcohol addiction, and (4) downloadable. The exclusion criteria used were (1) the article was a thesis, thesis, case study, scoping review and (2) published before 2018. The results found that adolescents who are addicted to alcohol are influenced by various factors. Namely, environmental, cultural, and personal factors. Often teenagers who are addicted to alcohol are influenced by the environment.
Gambaran Proses Grieving atas Kehilangan Anggota Keluarga Akibat Virus COVID-19 Somawati, Ida Ayu Putu; Tobing, David Hizkia
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i3.7394

Abstract

The lost of family members caused by COVID-19 will result in deep anguish. The fact that other family members should self-isolate and the strict burial procedures are inhibitors for them to get involved in said burial, as a symbol of their last goodbyes. This article explains how a person grieves after the death of a family member because of COVID-19. Through the literature review, this article explains the definition of grieving, a person’s tasks in a mourning period, the loss of a family member and grieving in the COVID-19 era, burial without family members, and how to resolve continual grieving so that one may continue on living after going through the death of a family member because of COVID-19.
Gambaran Self Disclosure pada Kaum LGBT: Literature Review Arini, Ni Ketut; Tobing, David Hizkia
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v8i2.3893

Abstract

Kaum LGBT menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, perhatian tersebut memunculkan stigma, stereotip negatif, serta prasangka pada kaum LGBT. Akibatnya, banyak individu dengan LGBT mendapatkan tindakan diskriminasi dan kekerasan oleh masyarakat. Hal ini membuat kaum LGBT menjadi sulit untuk melakukan pengungkapan diri (self disclosure) pada lingkungan sekitarnya. Namun, di sisi lain, terdapat juga individu kaum LGBT yang akhirnya memilih untuk melakukan pengungkapan diri (self disclosure) bahkan mampu menjalani kehidupan bermasyarakat dengan baik. Artikel ini menggunakan metode literature review dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses dari self disclosure pada kaum LGBT dengan melibatkan analisis terhadap 10 artikel relevan serta menggunakan metode kualitatif dengan responden yaitu individu dalam kelompok minoritas seksual yang telah melakukan self disclosure. Hasil penelitian literatur ini menunjukkan terdapat 5 tahapan yang dilalui oleh individu dengan minoritas seksual dalam melakukan self disclosure, diantaranya; mengenali orientasi seksual, eksplorasi kelompok LGBT, mengekspresikan identitas seksual, rencana self disclosure, dan kemantapan diri. Kesimpulan pada literatur ini adalah kaum LGBT harus mampu menerima kondisi dari seksualitas yang dimiliki untuk membentuk kemantapan diri dalam melakukan self disclosure.
Co-Authors Adi, Ida Ayu Ratih Purnama Alfiani, Christina Amanda, Anak Agung Ayu Nisha Ananda Aditya Hutapea Ardyanti, Putu Vebby Diah Arini, Ni Ketut Ayu Paramita Antari Buana, Yuli Endah Purwati Arum Cempaka, Ni Luh Mas Ristha Delicia Theofilia Evangelista Dewi, A.A. Sagung Suari Dewi, I Gst Ayu Puspasari Dewi, I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dwijayanthi, Ida Ayu Mas Ganggadewi Gunawan, Ivana Haryati, Tuningsih Hutapea, Ananda Aditya Ida Bagus Agung Permana Manuaba Krisadelia, Ni Putu Leman, Theresia Zefany Hope Leman Mahardini, Ni Made Dwi Mayradevi, Ida Ayu Pringga Meidalinda, Ni Putu Mayunda Meilani, Karunia Monika, Kadek Ayu Naomi Vembriati Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Made Suari Dewi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Nita, Ni Made Ayu Asri Nugraha, Aussie Safitri Nugroho, Agrhashakara Tegarpandhiga Oktaveriyanto, Aditya Pratama Pastini, Luh Putu Dewi Pradnyanitya Permana, I Made Dian Puji Palupi, Agra Putri Purnama Devi, Ni Putu Lilis Putri, Ida Ayu Karina Putri, Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putu Nugrahaeni Widiasavitri Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratih, AA Sagung Weni Kumala Ratu, Sri Caitanya Maha Santiari, I Gusti Agung Tri Saraswaty, Ratih Simarmata, Marina Somawati, Ida Ayu Putu Suari Dewi, Ni Made Supriyadi Supriyadi Suwetha, Putu Yudi Swadnyana, I Putu Bagus Swari, Ni Ketut Elsa Parmata Tuhumury, Raynisha Gildasa Putri Tuningsih Haryati Ummi Aimen Wangsa, Pande Ryan Praba Wiragita, Gede Angga Yanti, Made Yoela, Yemima Yohanes Kartika Herdiyanto Yudha, I Nyoman Bagus Darma