Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Komponen Perangkat Keras Komputer Berbasis Augmented Reality Menggunakan Metode Markerless Fajr, M. Iqbal Fadhiil; Apriandari, Winda
SANTIKA is a scientific journal of science and technology Vol. 14 No. 2 (2024): SANTIKA
Publisher : The Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsa.v14i2.3283

Abstract

Abstrak — Disetiap sekolah pada zaman ini media pembelajaran masih dilakukan dengan cara manual yaitu dengan menggunakan media gambar, poster dan membongkar perangkat keras komputer yang secara langsung kurang menarik bagi siswa sendiri yang mengakibatkan pada rendahnya daya ingat pada anak – anak. Penulis bertujuan membuat penelitian ini untuk membuat dan merancang media pembelajaran yang umum yakni materi mengenai komponen perangkat hardware pada kompter yang jarang dilihat secara langsung oleh orang-orang. Penulis membuat penelitian ini untuk membuat dan merancang media pembelajaran dengan menggunakan teknologi augmented reality sehingga objek perangkat keras dapat terlihat secara nyata dan meningkatkan minat orangorang terutama pemahamannya terhadap kegunaan dari komponen perangkat keras itu sendiri. Metode markerless merujuk pada pelacakan tanpa menggunakan marker fisik ataupun penanda khusus, dengan menggunakan Metode Markerless pada aplikasi dari media pembelajaran yang dibuat akan menjadi lebih nyaman dioperasikan karena untuk menampilkan object3D nya tidak memerlukan sebuah penanda khusus dan lebih mudah untuk dipahami. Aplikasi media pembelajaran mengenai komponen perangkat keras komputer ini dibangun dan dirancang menggunakan aplikasi Unity3D sebagai game engine. Library augmented reality menggunakan EasyAR SDK dan akan menciptakan hasil dari aplikasi pengenalan komponen perangkat keras komputer berbasis augmented reality dengan menggunakan metode markerless.
KONSULTASI GANGGUAN TERLAMBAT BICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK BALITA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Nurfiana, Neng Lina; Asriyanik, A.; Apriandari, Winda
Jurnal Khatulistiwa Informatika Vol 11, No 2 (2023): Periode Desember 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jki.v11i2.15842

Abstract

Masalah gangguan terlambat bicara (speech delay) merupakan suatu faktor penyebab gangguan perkrmbangan yang sering ditemukan pada anak, merupakan permasalahan yang cukup serius yang harus secepatnya ditangani.Kasus gangguan terlambat bicara (speech delay) semakin meningkat setiap tahun dan peningkatannya semakin signifikan pada masa wabah Covid-19. Kurangnya stimulasi yang menjadi faktor penyebab anak mengalami gangguan keterlambatan bicara (speech delay) serta kurangnya pemahaman dan perhatian yang serius dari orang tua mengenai kondisi gangguan terlambat bicara (speech delay) yang dialami oleh anak, sebagian orang tua meganggap bahwa gangguan terlambat bicara (speech delay) merupakan suatu kondisi yang normal atau suatu hal yang terbiasa dialami oleh anak dalam tahap proses tumbuh kembang. Jika hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani maka bisa menjadi suatu gangguan yang serius. Melalui permasalahan tersebut, maka diperlukan sebuah sistem berbasis web dengan menggunakan metode forward chaining yang dapat digunakan untuk konsultasi serta mengedukasi orang tua sehingga mampu mengurangi kasus terlambat bicara (speech delay) dan dapat membuat suatu keputusan sebagai tindakan awal terhadap gangguan terlambat bicara yang dialami oleh anak.Masalah gangguan terlambat bicara (speech delay) merupakan suatu faktor penyebab gangguan perkrmbangan yang sering ditemukan pada anak, merupakan permasalahan yang cukup serius yang harus secepatnya ditangani.Kasus gangguan terlambat bicara (speech delay) semakin meningkat setiap tahun dan peningkatannya semakin signifikan pada masa wabah Covid-19. Kurangnya stimulasi yang menjadi faktor penyebab anak mengalami gangguan keterlambatan bicara (speech delay) serta kurangnya pemahaman dan perhatian yang serius dari orang tua mengenai kondisi gangguan terlambat bicara (speech delay) yang dialami oleh anak, sebagian orang tua meganggap bahwa gangguan terlambat bicara (speech delay) merupakan suatu kondisi yang normal atau suatu hal yang terbiasa dialami oleh anak dalam tahap proses tumbuh kembang. Jika hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani maka bisa menjadi suatu gangguan yang serius. Melalui permasalahan tersebut, maka diperlukan sebuah sistem berbasis web dengan menggunakan metode forward chaining yang dapat digunakan untuk konsultasi serta mengedukasi orang tua sehingga mampu mengurangi kasus terlambat bicara (speech delay) dan dapat membuat suatu keputusan sebagai tindakan awal terhadap gangguan terlambat bicara yang dialami oleh anak. 
Meningkatkan Antarmuka Pengguna dengan Integrasi AR-IoT dalam Sistem Irigasi Tanaman Cerdas Az-Zahra, Fathia Frazna; Apriandari, Winda; Indrayana, Didik; Prajoko, Prajoko; Anadella, Shakira; Andriyana, Rifki; Nasrul, Elvan
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 3 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n3.411-421

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) dan Augmented Reality (AR) menciptakan peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai aktivitas, termasuk perawatan tanaman hias. Pemilik tanaman umumnya menghadapi praktik penyiraman yang tidak konsisten, yang berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman. Sistem IoT sering memerlukan biaya tambahan untuk perangkat antarmuka fisik seperti layar. Penelitian ini mengusulkan sistem penyiraman tanaman hias berbasis IoT dengan visualisasi data AR, memanfaatkan smartphone sebagai antarmuka utama untuk pemantauan dan kontrol real-time tanpa perangkat tambahan. Tujuannya adalah mengembangkan penyiraman rutin, terjadwal, dan meningkatkan interaksi pengguna melalui antarmuka AR. Metodologi pengembangan menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental yang memfasilitasi evaluasi berkelanjutan dan perbaikan hingga mencapai hasil optimal. Produk akhir adalah aplikasi AR yang menampilkan data sensor dan mengontrol perangkat penyiraman yang terhubung ke sistem IoT. Pengujian usability menggunakan skala Likert mencapai skor tinggi: usefulness 90,65%, ease of use 91,2%, ease of learning 89,01%, dan satisfaction 92,3%. Hasil menunjukkan integrasi IoT dan AR yang efektif meningkatkan kepuasan interaksi pengguna dalam pengembangan sistem penyiraman otomatis. Internet of Things (IoT) and Augmented Reality (AR) technologies create opportunities to enhance efficiency in various activities, including ornamental plant care. Plant owners commonly face inconsistent watering practices, adversely affecting plant growth. IoT systems often require additional costs for physical interface devices like displays. This study proposes an IoT-based ornamental plant watering system with AR data visualization, utilizing smartphones as primary interface for real-time monitoring and control without additional devices. The objective is developing routine and scheduled watering while improving user interaction through AR interface. Development methodology employs iterative and incremental approach facilitating continuous evaluation and improvement until achieving optimal results. The final product is an AR application displaying sensor data and controlling watering devices connected to IoT system. Usability testing using Likert scale achieved high scores: usefulness 90.65%, ease of use 91.2%, ease of learning 89.01%, and satisfaction 92.3%. Results demonstrate effective IoT and AR integration enhances user interaction satisfaction in automated watering system development.