Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Sintesis dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Limbah Serbuk Kayu Bengkirai sebagai Adsorben Logam Fe pada Air Gambut Nurhadiansyah, Alif; Faryuni, Irfana Diah; Lapanporo, Boni Pahlanop
PRISMA FISIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.79 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i2.26529

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi karbon aktif dari limbah serbuk kayu bengkirai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas karbon aktif kayu bengkirai dalam menyerap logam Fe pada air gambut. Serbuk kayu bengkirai dikarbonisasi pada suhu 500°C selama 2 jam, kemudian diaktivasi dengan larutan asam klorida (HCl) dan larutan asam fosfat (H3PO4) dengan konsentrasi tiap aktivator sebesar 25%. Setelah itu karbon diaktivasi secara fisika dengan menggunakan suhu kalsinasi 700°C, 800°C, dan 900°C. Kemudian karbon aktif diujikan sebagai adsorben dengan parameter logam Fe pada air gambut. Sebanyak 1,0 g karbon aktif serbuk kayu bengkirai dimasukkan ke dalam 1000 mL air gambut. Air gambut yang digunakan berasal dari air parit yang terletak di titik koordinat 00o06’34.5” LU dan 109o24’27.5” BT. Dari penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif dari serbuk kayu bengkirai dengan ukuran pori terbesar dihasilkan oleh karbon aktif yang diaktivasi mengunakan larutan asam fosfat pada suhu 800°C yakni 9,88 µm dan efektivitasnya dalam menyerap logam Fe pada air gambut yaitu 35,1%.Kata kunci :Karbon Aktif, Kayu Bengkirai, Fe, Air Gambut, Asam Fosfat, Asam Klorida
Aplikasi Metode Fraktal untuk Karakterisasi Struktur Mikroskopik Karbon Aktif Limbah Tandan Sawit Teraktivasi NaOH Evelin, Luluk Surya; Faryuni, Irfana Diah; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.071 KB)

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi karbon aktif dari limbah tandan sawit teraktivasi larutan NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur mikroskopik khususnya pola distribusi pori pada karbon aktif dengan menggunakan metode fraktal. Karbon aktif disintesis melalui tahapan karbonisasi pada suhu 400°C selama 1 jam, kemudian diaktivasi secara kimia dengan perendaman arang dalam variasi larutan NaOH sebesar 0,125 M, 0,25 M, 0,5 M, 1 M dan 2 M selama 24 jam. Proses selanjutnya karbon diaktivasi secara fisika dengan pemanasan pada suhu 600°C. Karbon aktif selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Citra SEM karbon aktif limbah tandan sawit kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis fraktal berdasarkan metode box-counting. Hasil pengolahan citra menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi aktivator NaOH menyebabkan pola distribusi pori menjadi tidak teratur. Hal ini diperlihatkan oleh peningkatan nilai dimensi fraktal seiring meningkatnya nilai konsentrasi aktivator. Kedua parameter ini berkorelasi positif dengan tingkat korelasi kuat hingga sangat kuat (62,56% hingga 96,23%). Kata Kunci : fraktal, metode box-counting, karbon aktif, tandan kelapa sawit
Adsorbsi Logam Fe Menggunakan Adsorben Karbon Kulit Durian Teraktivasi Larutan Kalium Hidroksida Bahtiar, Abdurrahman; Faryuni, Irfana Diah; Jumarang, Muhammad Ishak
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i1.9123

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan karbon aktif dari kulit durian dengan aktivator larutan Kalium Hidroksida (KOH) dengan konsentrasi 25%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas adsorbsi terhadap logam Fe pada beberapa karbon aktif dari kulit durian yang dikalsinasi pada suhu berbeda. Sampel air yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Sungai Menyuke yang terletak di Kecamatan Menyuke Hilir dengan titik koordinat pengambilan sampel pada 0°23’14.21” LU dan 109°57’41.8” BT. Pembuatan karbon aktif terdiri dari dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 400°C selama dua jam. Sedangkan pada tahap aktivasi diberikan kalsinasi pada suhu 800°C dan 900°C selama dua jam. Dari penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif kulit durian yang dihasilkan pada suhu kalsinasi 900°C paling efektif menurunkan kadar logam Fe. Pada karbon aktif yang dikalsinasi pada suhu 900°C, logam Fe berkurang dari 6,67 mg/L menjadi 0,403 mg/L dengan efektivitas adsorbsi sebesar 93,95%. Kata Kunci : Kulit durian, Karbon aktif, Kalsinasi, Adsorbsi, Fe
Pemodelan Distribusi Suhu pada Tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan Metode Elemen Hingga Fardiah, Wafha; Sampurno, Joko; Faryuni, Irfana Diah; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.6641

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan distribusi suhu pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dalam keadaan tunak. Pendekatan numerik yang digunakan adalah metode elemen hingga dengan kisi segi tiga. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data faktual, dengan kondisi suhu di heater berkisar 573,15-973,15 K. Data ini digunakan sebagai input untuk simulasi. Hasil simulasi distribusi suhu dalam tabung keramik pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan setelan suhu 573,15 K memiliki kisaran suhu 558,122-574,65 K, suhu 673,15 K memiliki kisaran suhu 668,436-688,4 K, suhu 773,15 K memiliki kisaran suhu 760,451-785,6 K, suhu 873,15 K memiliki kisaran suhu 860,048-886,55 K, sedangkan suhu 973,15 K memiliki kisaran suhu 963,189-990,55 K. Pola hasil simulasi menunjukkan panas menyebar dari elemen pemanas bawah dan atas ke ujung kiri dan kanan tabung keramik. Kata Kunci: Suhu, Metode Elemen Hingga, Tanur Carbolite STF 15/180/301
Studi Analisis Pengaruh Suhu, Tekanan dan Ukuran Pori Graphene Terhadap Dinamika Molekuler Adsorpsi Hidrogen Kurniady, Aang; Putra, Yoga Satria; Faryuni, Irfana Diah
PRISMA FISIKA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i3.6989

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang menganalisis pengaruh suhu, tekanan dan ukuran pori graphene terhadap penyerapan hidrogen. Pemodelan komputasi menggunakan simulasi dinamika molekuler klasik yang memuat seluruh hasil adsorpsi molekul hidrogen pada grahpene. Penelitian ini secara umum melalui 3 tahapan yaitu pembentukan koordinat, pembentukan script dan simulasi. Adsorpsi optimum diperoleh pada suhu 77 K, tekanan 0,1-1 MPa, ukuran pori 6 Ã…, dengan presentase hidrogen yang terserap sebesar 1,2 wt%. Penelitian yang pernah dilakukan menghasilkan presentase adsorpsi hidrogen dalam graphene sebesar 1,2 wt%. Disimpulkan bahwa peningkatan suhu dan ukuran pori akan menurunkan jumlah hidrogen yang teradsorpsi. Sedangkan tekanan pada rentang 0,1-1 MPa tidak memberikan pengaruh apapun. Kata Kunci : Graphene, Penyimpan Hidrogen, LAMMPS, Dinamika Molekuler
Pengaruh Konsentrasi Aktivator Kalium Hidroksida (KOH) terhadap Kualitas Karbon Aktif Kulit Durian sebagai Adsorben Logam Fe pada Air Gambut Apriani, Ririn; Faryuni, Irfana Diah; Wahyuni, Dwiria
PRISMA FISIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i2.2931

Abstract

Telah disintesis karbon aktif kulit durian dengan Kalium Hidroksida (KOH) sebagai aktivator. Untuk melihat pengaruh konsentrasi aktivator KOH terhadap ukuran pori karbon aktif yang terbentuk dan kemampuan dalam mengabsorbsi logam Fe pada air gambut, sintesis karbon aktif dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap karbonisasi dengan suhu 400 oC selama 2 jam dan tahap aktivasi dengan suhu 800 oC selama 2 jam.Sebelum diaktivasi, hasil karbonisasi kulit durian direndamdalam aktivatorselama 24 jam dengan konsentrasi aktivator 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Karbon aktif kulit durian kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui morfologi dan ukuran pori permukaannya dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil karakterisasi didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi aktivatornya, semakin besar juga ukuran pori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Fe menurun seiring dengan meningkatnya ukuran pori dengan urutan kadar Fe 0,66 mg/L, 0,49 mg/L, 0,48 mg/L, 0,40 mg/L dan 0,38 mg/L. Karbon aktif yang berperan optimum dalam penyerapan logam Fe adalah karbon aktif dengan konsentrasi 25%, dengan ukuran rata-rata diameter pori 8,277 �m, yang menurunkan konsentrasi logam Fe sebanyak 85,38%, dari 2,6 mg/L menjadi 0,38 mg/L dengan waktu kontak 24 jam. Hal ini mengindikasikan bahwalogam Fe dalam sampel air gambut dapat semakin terserap ketika ukuran pori karbon aktif meningkat.Kata Kunci : Karbon Aktif, Kulit Durian, Kalium Hidroksida, Adsorbsi Fe.
Optimasi Rangkaian dan Material Kumparan pada Rangkaian Transfer Listrik Tanpa Kabel Terhadap Jarak Jangkauan Pengiriman Energi Listrik Pynanjung, Pramushinta Arum; Lapanporo, Boni Pahlanop; Faryuni, Irfana Diah
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.6143

Abstract

Telah dilakukan pengujian material dan diameter kumparan pada rangkaian transfer listrik tanpa kabel dengan prinsip resonansi. Pengujian meliputi perancangan rangkaian dan pengujian nilai persentase amplitudo tegangan puncak ke puncak pada kumparan. Tegangan referensi yang diberikan pada rangkaian uji coba transfer listrik yaitu sebesar ± 7 Volt dan frekuensi yang diberikan oleh rangkaian osilator ± 1,35 MHz. Berdasarkan pengujian kumparan, kemudian dilakukan optimasi pada rangkaian transfer listrik dengan menggunakan kumparan tembaga berdiameter 32 cm. Kumparan pada rangkaian transmitter dibuat Center Tapped dengan jumlah lilitan sebanyak 24 lilitan dan kumparan reciever 12 lilitan. Rangkaian ini mampu menghidupkan sebuah lampu LED sejauh 50 cm dengan tegangan referensi yang diberikan sebesar ± 12 Volt dan frekuensi yang diberikan oleh rangkaian osilator ± 107,105 kHz. Kata kunci : Optimasi, Resonansi, Kumparan, Transmitter, Receiver