Siska Desy Fatmaryanti
Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Modul Kemagnetan Berbasis Guided Inquiry Untukmeningkatkan Kemampuan Representasi Mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2015/2016 Tri Surya Ningsih; Siska Desy Fatmaryanti; Yusro Al Hakim
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk : (1) Mengetahui kelayakan modulkemagnetan berbasis guided inquiry terhadap kemampuan representasi mahasiswa. (2) Mengetahui peningkatankemampuan representasi mahasiswa pada pengembangan modul kemagnetan berbasis guided inquiry.Metode yangdigunakan adalah metode pengembangan dengan desain pengembangan 4D (Define, Design, Development,Disseminate). Sebagai subjek penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah mahasiswa semester 2Progam Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo tahun akademik 2015/2016 yangberjumlah 25 mahasiswa.Hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) Validasi dari dua validator diperoleh reratatotal untuk validasi modul sebesar 2,74. Berdasarkan rata-rata tersebut dapat diketahui bahwa katergori yangdidapat adalah baik sehingga modul tersebut layak digunakan. (2) Rerata skor respon peserta didik terhadapmodul kemagnetan berbasis guided inquiry sebesar 2,94 dengan kategori baik. (3) Keterlaksanaan pembelajarandengan modul kemagnetan berbasis guided inquiry dengan tiga kali pertemuan mendapat skor rerata sebesar 3,53dengan kategori “sangat baik” (5) Kemampuan representasi mahasiswa setelah menggunakan modul kemagnetanberbasis guided inquiry dapat dikatakan meningkat dengan peningkatan nilai pre-test dan pos-test dari nilai pretest 53,9 menjadi nilai post-tes 83,9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul kemagnetan berbasisguided inquiry layak digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan representasimahasiswa.
Pengaruh Pembelajaran Fisika Berbasis Multi Representasi Terhadap Pemahaman Konsep dan Kreativitas Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016 Restu Indriajati; Siska Desy Fatmaryanti; Yusro Al Hakim
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi terhadap pemahaman konsep dan kreativitas siswa kelas XI SMA Negeri 4 Purworejo Sampel penelitian sejumlah 27 siswa untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen sejumlah 26 siswa dengan sampling perposive. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep dan angket kreativitas siswa. Analisis data angket menggunakan teknik deskripsi persentase dan analisis data pemahaman konsep dan kreativitas menggunakan Uji t SPSS 16.0.Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t pada hasil posttest siswa dan angket sesudah pembelajaran. Dengan α = 0,05 menunjukkan nilai signifikansi pemahaman konsep 0,000 nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya HO ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa, kemudian untuk persentase tiap aspek pemahaman konsep pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 70,97% dengan kategori cukup dan kelas kontrol 54,10 % dengan kategori kurang. Peningkatan pemahaman konsep dilakukan uji N-Gain terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki N-Gain sebesar 0,54 dengan kategori sedang dan 0,28 dengan kategori rendah. Uji hipotesis pada hasil angket kreativitas sesudah perlakuan dengan α = 0,05 menunjukkan nilai signifikansi hasil kreativitas siswa 0,000, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya HO ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi yang signifikan terhadap kreativitas siswa, kemudian persentase tiap aspek kreativitas kelas eksperimen sebesar 84,03% dengan kategori baik dan kelas kontrol 74,18%dengan kategori cukup. Peningkatan kreativitas dilakukan uji N-Gain diperoleh 0,44 dengan kategori sedang untuk kelas eksperimen dan 0,20 dengan kategori rendah untuk kelas kontrol. Hal ini menunjukkan pembelajaran fisika berbasis multi representasi berpengaruh terhadap pemahaman konsep dan kreativitas siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Structured Dyadic Methods (SDM) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Sikap Siswa Pokok Bahasan Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X SMA N 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 Efi Suryanti; Nur Ngazizah; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Structured Dyadic Methods (SDM) terhadap kemampuan komunikasi matematis dan sikap siswa pokok bahasan suhu dan kalor pada siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA N 1 Karanganyar yang berjumlah 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 128. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 kelas dengan jumlah 64 siswa. Pengambilan sample dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa 2 kelas tersebut memiliki kemampuan rata-rata. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, angket dengan skala Likert dan tes komunikasi matematis. Uji analisis data dilakukan menggunakan uji komparasi dengan statistik uji t sehingga diperoleh hasil (1) Kemampuan komunikasi matematis pada siswa yang diberikan perlakuan lebih baik dengan hasil uji t sebesar 5,830 dengan daerah kritiknya ={???? ????<− 1.999 ???????????????? ????>1.999}pada taraf signifikansi 0,05. Adanya perbedaan yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik maka dapat dikatakan bahwa model SDM berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (2) Sikap siswa pada siswa yang diberikan perlakuan lebih baik dengan hasil uji t sebesar 2,116dengan daerah kritiknya ={???? ????<− 1.999 ???????????????? ????>1.999}pada taraf signifikansi 0,05. Adanya perbedaan yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik maka dapat dikatakan bahwa model SDM berpengaruh terhadap sikap siswa.
Pengaruh Pembelajaran Fisika Berbasis Multi Representasi Terhadap Keterampilan Generik Sains Pada Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016 Emy Listri Anggraeni; Siska Desy Fatmaryanti; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi terhadap keterampilan generik sains siswa pada kelas XI IPA SMA Negeri 4 Purworejo.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi terhadap keterampilan generik sains siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA 2 SMA Negeri 4 Purworejo yang berjumlah 26 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes keterampilan generik sain. Analisis data dengan menggunakan independent sampel T tes dengan bantuan SPSS 16.0.Analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai signifikansi keterampilan generik sains 0, 297, nilai ini lebih besar dari 0,05 artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan pembelajaran fisika berbasis multi representasi tidak berpengaruh terhadap keterampilan generik sains siswa
Pengembangan Modul Fisika SMA Berbasis Multi Representasi Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Prembun Tahun Ajaran 2015/2016 Mutammimah Finnajah; Eko Setyadi Kurniawan; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul Fisika SMA berbasis multi representasi guna meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan momentum dan impuls. Metode pengembangan menggunakan model pengembangan Thiagarajan dan Semmel & Semmel, 4-D. Subyek penelitian uji coba terbatas adalah peserta didik kelas XII IIS 2 SMA Negeri 1 Prembun sebanyak 25 peserta didik. Produk yang dibuat adalah modul Fisika SMA berbasis multi representasi yang melalui tahap validasi oleh ahli dan uji coba terbatas. Hasil validasi diperoleh rerata skor dari ahli materi sebesar 3,15, oleh ahli media sebesar 3,20 dan guru Fisika sebesar 3,53 dengan interpretasi “baik” sehingga media ini layak sebagai media pembelajaran dengan sedikit revisi. Hasil validasi tes belajar siswa didapatkan rerata skor 3,33. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 68,00 untuk post test dari hasil rerata pretest sebesar 29,00 dan rerata skor tes perbaikan sebesar 82,64. Dengan demikian, modul Fisika SMA berbasis multi representasi layak digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran Fisika dan mampu meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik.
Penggunaan Model Pembelajaran Scramble untuk Peningkatan Motivasi Belajar IPA (Fisika) pada Siswa SMP Negeri 16 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 Tri Rakhmawati; Siska Desy Fatmaryanti; Raden Wakhid Akhdinirwanto
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar IPA (Fisika) menggunakan model pembelajaran scramble pada siswa SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran scramble dalam pembelajaran IPA (Fisika) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 16 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi motivasi belajar siswa meningkat dari 46,94% pada pra siklus menjadi 60,81% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 73,39% pada siklus II. Persentase angket motivasi belajar siswa meningkat 58,06% pada pra siklus menjadi 72,90% pada siklus I dan menjadi 81,29% pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 59,98 dengan ketuntasan 38,71% pada pra siklus menjadi 77,66 dengan ketuntasan 80,69% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85,97 dengan ketuntasan 93,97% pada siklus II. Sehingga saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran scramble dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran dengan menyesuaikan materi pelajaran untuk mengupayakan peningkatan motivasi belajar
Peningkatan Minat Belajar Siswa Dengan Metode Jigsaw Pada Pembelajaan IPA di SMP Negeri 2 Ambal Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 Sutarjo Sutarjo; Ashari Ashari; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dengan metode Jigsaw pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Ambal. Pembelajaran IPA dirasa sulit oleh siswa SMP Negeri 2 Ambal sehingga siswa tidak memiliki minat tuntuk belajar. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP N 2 Ambal yang berjumlah 30siswa, 15 siswa perempuan, 15 siswa laki-laki. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan angket minatsiswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa Penerapan metode pembelajaran jigsaw pada pembelajaran IPA, dapat meningkatkan minat belajar siswa.Hal ini ditandai dengan meningkatnya minat belajar siswa pada prasiklus yang dengan persentase 57% meningkat menjadi 69% pada siklus I dan meningkat menjadi 81% pada siklus II. Serta dapat meningkatkan aktivitas siswa pada Pra Siklus dengan persentase 60% meningkat menjadi 77% pada siklus I dan meningkat menjadi 85% pada siklus II. Selain meningkatkan minat dan aktivitas siswa, hasil belajar siswa juga meningkat. Pada prasiklus nilai rata-rata IPA 64,5, meningkat pada siklus I menjadi 74 dan pada siklus II menjadi 79,5.
Pengembangan Buletin Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Gerak Melingkar Pada Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Nur Rizki Putri; Eko Setyadi Kurniawan; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan buletin pembelajaran fisika pokok bahasan gerak melingkar pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D. Sebagai subjek dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas X MIA-2 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan metode angket. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, diperoleh rerata skor hasil validasi buletin oleh ahli media sebesar 2,77, oleh ahli materi 3,6, dan guru Fisika 3,45 dengan interpretasi “baik” sehingga media ini layak sebagai media pembelajaran dengan sedikit revisi. Kelayakan penggunaan buletin pembelajaran Fisika ditinjau dari segi keterlaksanaan diperoleh skor rerata 3,43 dengan interpretasi “baik” dengan reliabilitas instrumen sebesar 93,61%. Respon siswa terhadap produk yang dikembangkan mendapat skor rerata 3,125 dengan interpretasi “baik”. Sedangkan ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 86,75 untuk post test, sehingga secara klasikal sudah mencapai KKM (≥75). Berdasarkan hasil tersebut, media buletin pembelajaran Fisika yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Fisika di sekolah.
Penerapan Stad Untuk Peningkatan Interpersonal Skill Siswa Kelas VII Semester Genap MTs Al-Fatah Sidomoro Buluspesantren Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 Siti Asroriyatun; Arif Maftukhin; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan interpersonal skill melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa MTs Al-Fatah Sidomoro, Buluspesantren, Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian dilakukan di MTs Al-Fatah Sidomoro, Buluspesantren, Kebumen. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan interpersonal skill siswa sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa pada kelas VII A MTs Al Fatah Sidomoro. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi interpersonal skill siswa yang diperoleh persentase rata-rata 55% pada pra siklus, 64% pada siklus I, dan 71% pada siklus II. Prestasi belajar siswa kelas VII A juga meningkat dilihat dari nilai rata-rata 59,20 pada prasiklus, menjadi 67,50 pada siklus I, dan menjadi 75,28 pada siklus II. Nilai KKM yang ditetapkan sekolah adalah 75 serta persentase kelulusan adalah 66,67%
Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa pada Topik Pembiasan Cahaya Melalui Analisis Pencemaran Air dengan Metode Percobaan Indeks Bias Fajar Nur Wakhid; Eko Setyadi Kurniawan; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna meningkatkan pemahaman siswa pada topik pembiasan cahaya melalui analisis pencemaran air. Sebagai subjek penelitian seluruh siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren berjumlah 30 orang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Buluspesantren Desa Waluya Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Subyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 30 siswa terdiri dari 22 perempuan dan 8 laki-laki. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total dari observer 1 dan observer 2 pada siklus I adalah 2,055555 dengan kriteria cukup baik dan rata-rata total dari observer 1 dan observer 2 pada siklus II adalah 3,055556 dengan kriteria baik. Pada siklus I, nilai terendah adalah 25 dengan jumlah total adalah 1620 sedangkan pada siklus II nilai terendah adalah 50 dan jumlah total 2240. Nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 54 dan nilai rata-rata pada siklus II adalah 74,67. Siswa lebih tertarik dan lebih paham dalam mempelajari materi fisika tentang pembiasan cahaya setelah dilakukan percobaan indeks bias. Hal ini terbukti dari unsur kesenangan siswa yang mencapai 96%, unsur kesadaran perasaan yang mencapai 75% dan unsur kemauan yang mencapai 80%.