Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Inovasi pewarna rambut alami: Formulasi gel berbahan dasar ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill.)Urb.) dan uji sifat fisiknya Leny, Leny; Winata, Hanafis Sastra; Sitanggang, Joanna; Hanum, Siti Fatimah; Iskandar, Benni
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.58294

Abstract

Umbi bawang dayak memiliki kandungan antosianin yang tinggi, antosianin merupakansalah satu pigmen yang terdapat pada tanaman yang berpotensi dijadikan pewarnaalami makanan serta dapat menggantikan pewarna sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas ekstrak umbi bawang dayak yang diformulasikan ke dalamsediaan gel pewarna rambut dan mampu mengubah warna rambut. Metode penelitianini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampeltumbuhan, determinasi dan pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatansediaan gel pewarna rambut dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12%, evaluasi fisiksediaan pewarna rambut, uji stabilitas pewarna rambut, uji pH dan uji iritasi sediaanpewarna rambut. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berbentuk gel, berwarnacokelat dan beraroma khas bawang dayak, pH berkisar antara 5,21-5,48. Hasilstabilitas warna terhadap pencucian sebanyak 15 kali dan penjemuran tidakmenunjukkan perubahan warna. Hasil uji hedonik diketahui sediaan F3 merupakansediaan yang paling disukai dengan memperoleh skor tingkat kesukaan sebesar 8.Hasil pewarnaan pada rambut bleaching dengan perendaman rambut selama 4 jamdiperoleh: F1(8%) menghasilkan rambut pirang, F2 (10%) menghasilkan rambut cokelatterang dan pada F3 (12%) berwarna cokelat gelap. Pengujian juga dilakukan padarambut hitam namun hasil pewarnaan pada rambut hitam tidak terjadi perubahan warnayang nyata. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak umbi bawang dayak Eleutherinebulbosa (Mill.)Urb. dapat diformulasikan menjadi sediaan gel pewarna rambut yangstabil dan tidak menimbulkan reaksi iritasi atau alergi pada kulit. Sediaan juga mampumenutup warna putih rambut hingga menghasilkan warna cokelat terang sampai cokelatkehitaman.
Optimization of Gelling Agent Peel-Off Face Masks Formula From Loaded Red Bracts of Kepok Banana Flower (Musa Paradisiaca L.) Siti Fatimah Hanum; Satheesh Babu Natarajan; Muhammad Gousuddin; Rizka Angrainy
International Journal of Health and Medicine Vol. 2 No. 1 (2025): January : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v2i1.244

Abstract

A peel-off facial mask is a cosmetic preparation in the form of a gel, which is applied to the skin of the face and left to dry so that a transparent film is formed that is elastic and easy to remove. One of the factors that influences the characteristics of peel-off gel face masks is the gel-forming ingredients which have different characteristic properties. The aim of this research was to determine the effectiveness of loaded red bracts of Kepok banana flowers (Musa paradisiaca L.) which were formulated into peel-off face maks with varying gelling agent concentrations. This research was carried out experimentally in the laboratory, including: taking plant samples using purposive sampling, sample processing and plant determination, making extracts using ultrasonic waves, making peel-off face mask preparations with gelling agent concentrations, physical evaluation of the preparations and stability test. The research results showed that the physical preparation of the peel-off face mask loaded with red bracts of Kepok banana flowers (Musa paradisiaca L.) was brownish red in color, odorless, gel texture, transparent, sticky, thick, non-synergic and homogeneous. The stability results show that there is a change in pH before and after test.
Formulasi dan Stabilitas Fisik Sediaan Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Etanol Buah Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis) Hanum, Siti Fatimah; Agnes M. S. Saragi; Adek Chan; Mandike Ginting; Afrahul Padilah Siregar
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/pxaydh06

Abstract

Buah asam gelugur (Garcinia atroviridis) merupakan tanaman yang digunakan masyarakat Melayu secara tradisional untuk membantu mengobati luka luar pada kulit dan membantu menghilangkan bau tidak sedap pada area kewanitaan dengan cara memborehkan atau membilas air rebusan pada area kewanitaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memformulasi dan stabilitas fisik sediaan sabun cari pembersih kewanitaan ekstrak etanol buah asam gelugur. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia Medan. Sampel penelitian diperoleh dari Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hasil penelitian diperoleh susut pengeringan yaitu 91.18% dan rendemen ekstrak yaitu 79.70%. Hasil uji stabilitas fisik dan siklus serta suhu ruangan (30 ◦C) selama 12 minggu memenuhi syarat uji orhanoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol buah asam gelugur dapat diformulasi pada sediaan sabun cair pembersih kewanitaan dan memenuhi syarat kestabilan fisik.
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DALAM SEDIAAN KRIM BODY SCRUB SEBAGAI ANTI - AGING ALAMI Ginting, Mandike; Darwin Syamsul; Siti Fatimah Hanum; Indah Pertiwi; Suci Ning Hayati
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6332

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) mengandung kalsium, magnesium, vitamin C, serta pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini. Penuaan kulit dapat diperlambat melalui perawatan kulit menggunakan krim body scrub yaitu kosmetik pembersih yang mengandung exfolien untuk mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas krim body scrub lobak putih sebagai anti aging alami. Penelitian ini bersifat eksperimental. Lobak putih diekstraksi menggunakan etanol, kemudian uji karakteristik simplisia dan skrining fitokimia. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim body scrub. Evaluasi mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan uji iritasi kulit. Uji efektivitas anti-aging dilakukan pada 15 orang sukarelawan dengan pengukuran parameter kadar air (moisture), kehalusan (evenness), pori (pore), noda (spot), kerutan (wrinkle) menggunakan alat skin analyzer Aramo SG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia lobak putih memenuhi persyaratan mutu dan skrining fitokimia menunjukkan adanya metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Sediaan krim body scrub berbentuk semi solid, berwarna putih, hingga kekuningan sampai cokelat tua, beraroma vanila; homogen; pH berkisar antara 5,46–6,2 dan tidak mengiritasi kulit. Uji efektifitas anti aging sukarelawan pada F0, F1, F2, F3 dan F4 berturut–turut menunjukkan peningkatan moisture (73,84%; 57,7%; 55,4%; 47,1%; 67,72%); peningkatan evenness (26,19%; 24,1%; 24,2%; 19,9%; 43,08%); penurunan spot (59,44%; 74,3%; 79,4%; 82,4%, 66,33%); penurunan wrinkle (68,11%; 62,50%; 83,8%; 69,8%; 50,98%), penurunan pore (58,25%; 21,9%; 51,1%; 41,5%; 29,8%). Ekstrak etanol lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat diformulasikan sebagai krim body scrub yang memberikan efek anti-aging