Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MEDIA WARDWALL PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV Rico Ardiansyah; Ike Yusda Andriani; Bambang Eko Hari Cahyono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.4241

Abstract

The need for learning media is very important for educators, especially in explaining large and complex material. The lack of interest of students regarding understanding material regarding complex concepts such as plant materials in science and science lessons really requires better learning media to digest understanding of the material. The aim of this research is to include the application of Wardwall media for students to understand the plant material in science and science subjects for class IV elementary school, using the form of PTK research. The research took place at SDN 01 Winongo, Madiun city, through this it is hoped that it can provide the development of learning media to achieve learning objectives
Pemerolehan Aspek Leksikon dan Struktur Kalimat Bahasa Indonesia: Sebuah Studi Kasus Anak Naya di Ponorogo Bambang Eko Hari Cahyono; Diah Ayu Sawitri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemerolehan bahasa aspek leksikon dan struktur kalimat pada Naya, anak usia 4 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui sumber data, yaitu informan sebanyak 2 orang, yaitu Naya dan orang tuanya, aktivitas keseharian informan, dan dokumen atau data yang terkait dengan latar belakang informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara secara mendalam, dan dengan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan 3 tahap kegiatan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naya sebagai informan penelitian telah menguasai kosa kata/leksikon dalam jumlah yang cukup banyak, meliputi nomina, verba, adjektiva, adverbial, dan kata tugas. Jenis kosa kata yang paling banyak dikuasai adalah nomina dan verba, sedangkan yang paling sedikit dikuasai adalah jenis kata tugas. Kosa kata yang dimiliki informan memiliki karakter kosa kata agraris karena sebagian besar masyarakat sekitar informan merupakan lingkungan pedesaan dengan mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Dalam bidang struktur, Naya telah mampu menyusun kalimat yang bervariasi. Kalimat yang disusun sebagian besar berbentuk kalimat tunggal, dan sebagian kecil berbentuk kalimat majemuk setara dan kalimat topik-komen. Dalam tataran struktur, terjadi interferensi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia dalam kalimat yang diujarkan oleh informan, karena informan hidup di tengah-tengah lingkungan yang dwibahasawan.
Novel “Perburuan” Karya Pramoedya Ananta Toer dalam Perspektif Latar Sejarah dan Nilai Pendidikan Karakter Serta Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di Sekolah Bambang Eko Hari Cahyono; Rima Nurmalia; Lisma Meilia Wijayanti
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.920

Abstract

This research aims to describe the historical background and value of character education in the novel "Perburuan" by Pramoedya Ananta Toer and its relevance to literature learning in schools. This research is qualitative descriptive research using a literary sociology approach. The data source is the novel "Perburuan" by Pramoedya Ananta Tour, and several references are related to the study of the novel. The data collection technique is done through document analysis, namely analyzing various documents to formulate the research problem. Data analysis uses flow model analysis with stages of data collection, reduction, presentation, and conclusion. The research results show that the historical setting in the novel studied can be used as a historical document containing the struggle of the Indonesian people against the Japanese colonialists. The novel contains three historical settings: the Japanese occupation of Indonesia, the PETA rebellion, and the independence of the Republic of Indonesia. The novel "Perburuan" contains four character education values: religious values, the value of national spirit or nationalism, the value of love for the homeland, and the value of love of peace. These character education values need to be taught to students through literature learning. The expected result of character education through literature learning is the formation of individuals who behave nobly based on character and example, reflected in students' daily behavior.
MODEL REKREASI-PROKREASI BERBASIS CERITA RAKYAT DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI IMAJINATIF Bambang Eko Hari Cahyono; Panji Kuncoro Hadi; Rosse Vista Lovenia
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4412.409-426

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikanimplementasi model rekreasi-prokreasi berbasis cerita rakyat, kemampuan menulis teks narasi imajinatif siswa, dan keunggulan serta kelemahan model rekreasi-prokreasi berbasis cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran, yaitu metode penelitian deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Lokasi penelitian dipilih secara purposif berdasarkan klaster kualitas sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Magetan, SMP Negeri 2 Sukomoro, dan SMP Negeri 2 Poncol. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII pada masing-masing sekolah. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes menulis teks narasi imajinatif, pedoman observasi, dan panduan wawancara. Jenis sumber data yaitu 3 orang guru matapelajaran bahasa Indonesia dan 6 orang siswa danaktivitas kegiatan pembelajaran menulis teks narasi imajinatif. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, dan analisis model interaktif untuk data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa guru telah menerapkan model pembelajaran sesuai dengan sintaksnya. Selain itu, juga ditemukan bahwa kemampuan menulis teks narasi imajinatif siswa tergolong baik dengan diterapkannya model rekreasi-prokreasi berbasis cerita rakyat. Model ini memiliki keunggulan, yaitu dapat mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan, mengembangkan kreativitas siswa melalui berpikir kritis dan mencipta, sedangkan kelemahan yang ditemukan berkaitan dengan masalah teknis dan prosedural.
Implementasi Model Pembelajaran Rekreasi-Prokreasi dalam Membaca Kritis Teks Eksplanasi di SMK Bambang Eko Hari Cahyono; Lulus Irawati; Devit Tri Candrawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5032

Abstract

This study aims to describe and explain (1) the conditions of critical reading learning in SMK Negeri 1 Ponorogo students, (2) the implementation of recreation-procreative learning models in learning to read critical explanatory texts, and (3) the constraints faced by teachers and students. This descriptive qualitative research uses data sources in the form of informants, events, and documents. The selected informants were Indonesian Language teachers and class XI students. Data were collected in-depth interview techniques, observation techniques, and documentation studies. Validity through extending the participation of researchers, making observations diligently and carefully, and triangulating data sources. Data analysis was performed using an interactive analysis model. The results showed that: (1) critical reading learning has not been implemented well due to the low student interest in reading, and the inaccuracy of teachers in choosing learning methods, materials, and media, (2) learning to read critical explanatory texts with recreational-procreation models can create an atmosphere new learning that is fun for students, encourages the growth and development of critical thinking skills, encourages students to express their opinions critically, and improves other language skills, (3) the obstacles faced by teachers and students, namely the lack of tools and learning media, students are less active, the teacher has not been able to become a facilitator of critical reading learning well, as well as the limited language skills of students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) kondisi pembelajaran membaca kritis pada siswa SMK Negeri 1 Ponorogo, (2) implementasi model pembelajaran rekreasi-prokreasi dalam pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini menggunakan sumber data, berupa: informan, peristiwa, dan dokumen. Informan yang dipilih yaitu guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, teknik observasi, dan studi dokumentasi. Validitas melalui memperpanjang keikutsertaan peneliti, mengadakan pengamatan dengan tekun dan saksama, dan melakukan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran membaca kritis belum terlaksana dengan baik karena rendahnya minat baca siswa, dan kekurangtepatan guru dalam memilih metode, materi, dan media pembelajaran, (2) pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi dengan model rekreasi-prokreasi mampu menciptakan suasana pembelajaran baru yang menyenangkan bagi siswa, mendorong tumbuh kembang kemampuan berpikir kritis, mendorong siswa berani mengemukakan pendapat secara kritis, dan meningkatkan kemampuan berbahasa lainnya, (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa, yaitu kurang tersedianya alat dan media pembelajaran, siswa kurang aktif, guru belum mampu menjadi fasilitator pembelajaran membaca kritis secara baik, serta terbatasnya kemampuan berbahasa siswa.
Ekranisasi Novel Hanum & Rangga: Faith & The City Lisma Meilia Wijayanti; Bambang Eko Hari Cahyono; Lulus Irawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6123

Abstract

The ecranization process allows for change. With this change, generally, the audience will compare between the two. Thus, the audience's appreciation and even the novelist of a film often create satisfaction or vice versa. The purpose of this research is to describe and explain the expansion of the novel Hanum & Rangga: Faith & The City into the film Hanum & Rangga: Faith & The City in terms of plot. This type of research used in this research is qualitative with a qualitative descriptive method. From the results of the expansion analysis, it was found 46 shrinkage findings, 30 additional findings, and 43 varied findings. Thus, the theory of ecranization proves that the storyline of a film that departs from the novel will not be the same.Proses ekranisasi memungkingkan adanya perubahan. Dengan adanya perubahan tersebut, umumnya penonton akan membandingkan antara keduanya. Maka, apresiasi penonton bahkan penulis novel dari sebuah film seringkali menimbulkan kepuasan atau justru sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan ekranisasi novel Hanum & Rangga: Faith & The City ke dalam film Hanum & Rangga: Faith & The City dari segi alur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis ekranisasi ditemukan 46 temuan penciutan, 30 temuan penambahan, dan 43 temuan perubahan bervariasi. Dengan demikian, teori ekranisasi membuktikan bahwa alur cerita sebuah film yang berangkat dari novel tidak akan sama persis.
WORKSHOP PENYUSUNAN INSTRUMEN ASESMEN PADA GURU SDN PANGONGANGAN KOTA MADIUN Endang Sri Maruti; Bambang Eko Hari Cahyono; Vivi Rulviana; Rissa Prima Kurniawati; Raras Setyo Retno; Setya Pangastuti
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 2 November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop penyusunan instrumen asesmen di SDN Pangongangan, Kota Madiun, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang alat evaluasi pembelajaran yang efektif, valid, dan sesuai dengan kurikulum. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan pemahaman terhadap prinsip asesmen, kesulitan menyusun instrumen yang sesuai dengan kompetensi dasar, serta minimnya variasi jenis asesmen. Metode yang digunakan dalam workshop mencakup ceramah interaktif, studi kasus, praktik penyusunan, dan simulasi. Hasil yang diharapkan adalah guru mampu menyusun instrumen asesmen yang valid, reliabel, serta relevan dengan kebutuhan siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong guru untuk menerapkan asesmen berbasis teknologi dan kolaborasi dalam kelompok kerja. Keberlanjutan pelatihan dan pendampingan pasca-workshop diusulkan untuk memperkuat implementasi hasil pelatihan di kelas.
Sistem Hiponimi Hewan dalam Bahasa Jawa: Kajian Semantik Endang Sri Maruti; Bambang Eko Hari Cahyono; Wachidatul Linda Yuhanna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4038

Abstract

The animals in the world are very diverse and countless. The variety of animals in the field of biology is divided into kingdoms, species, families, orders, and classes. The classification of animals in biology is certainly different from the classification of animals in Javanese society. This study aims to explain animal hyponymy in Javanese based on Semantic studies. Hyponyms are inseparable from the relation of meaning. This research is descriptive qualitative. Data collection is done by documentation, observation, listening, and taking notes. Data analysis was carried out using the agih method with the substitution technique and the reflexive-introspective method based on the flow model in which there is reduction, presentation, verification, and inference. Animal species are diverse and innumerable. In Javanese semantics, kewan 'animal' has the same components as tetuwuhan 'plant'. Furthermore, as a subordinate, kewan has components in between rajakaya, sato iwen, omahan, and alasan. In the category of pomahan or ingon-ingon animals, there are three types, namely rajakaya, sato iwen, and kewan lulut. Differentiation of several hyponyms is done by component analysis. Rajakaya 'farm animals' can be distinguished based on size, power, color, and aspects of their use. Sato iwen can be distinguished based on size, sound, beak shape, leg shape, and animal utilization, and kewan lulut can be distinguished based on size, price, level of compliance, type of food, and type of care.AbstrakHewan-hewan di dunia sangat beragam dan tak terhitung banyaknya. Ragam hewan dalam bidang ilmu biologi dibagi ke dalam kingdom, spesies, famili, ordo, dan kelas. Penggolongan hewan dalam ilmu Biologi tentu berbeda dengan penggolongan hewan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hiponimi hewan dalam bahasa Jawa berdasarkan kajian Semantik. Hiponim tidak terlepas dari relasi makna. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data dilakukan dengan metode agih dengan teknik substitusi dan metode reflektif-introspektif dengan berdasarkan pada model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, penyajian, verifikasi, dan inferensi. Spesies hewan beragam dan tak terhitung banyaknya. Dalam Semantik bahasa Jawa, kewan ‘hewan’ mempunyai kesamaan komponen dengan tetuwuhan ‘tumbuhan’. Selanjutnya, sebagai subordinat, kewan memiliki komponen di antaranya rajakaya, sato iwen, omahan, dan alasan. Dalam kategori hewan pomahan atau ingon-ingon, terdiri atas tiga jenis, yakni rajakaya, sato iwen, dan kewan lulut. Pembedaan atas beberapa hiponim dilakukan dengan analisis komponen. Rajakaya ‘hewan ternak’ dapat dibedakan berdasarkan ukuran, tenaga, warna, dan aspek pemanfaatannya. Sato iwen dapat dibedakan berdasarkan ukuran, suara, bentuk paruh, bentuk kaki, dan pemanfaatan hewan, dan kewan lulut dibedakan berdasarkan ukuran, harga, tingkat kepatuhan, jenis makanan, dan jenis perawatan
Komik Online “Ngopi, Yuk!”: Kajian Praanggapan dalam Perspektif Pragmatik Bambang Eko Hari Cahyono; Arifah Putri Nur Nadila
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7889

Abstract

The scope of pragmatic studies consists of 3 components, namely presupposition, conversational implicature, and entailment. One of the pragmatic studies that examines the meaning of assumptions or assumptions in speaking is presupposition. This study aims to describe and explain the dominant forms of presupposition in the online comic "Ngopi, Yuk!" episodes 929—1073. The type of research used was qualitative descriptive research. Data collection techniques used were listening and note-taking techniques. Data analysis used was an interactive analysis model which was carried out at the time or during and after data collection. Data analysis was carried out through 3 simultaneous activity flows, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the study shows that 3 most dominant forms of presupposition are found, namely 33 existential presuppositions, 18 structural presuppositions, and 27 factive presuppositions. Existential  presuppositions are characterized by the existence of a place, anentity, a person, time, words and phrases that indicate a person's atmosphere and condition. Structural presuppositions are marked by interrogative sentences or question words, while factive presuppositions are indicated by the use of verbs, verb phrases, adjectives, and adjective phrases. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk praanggapan yang dominan dalam komik online “Ngopi, Yuk!” episode 929—1073. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dilaksanakan pada saat atau selama berlangsungnya pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui 3 alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 bentuk praanggapan yang paling dominan, yaitu praanggapan eksistensial sebanyak 33, praanggapan struktural sebanyak 18, dan praanggapan faktif sebanyak 27. Praanggapan eksistensial ditandai dengan adanya eksistensi tempat, entitas sesuatu, orang, waktu, kata dan frasa yang menunjukkan suasana serta keadaan seseorang. Praanggapan struktural ditandai dengan kalimat interogatif atau kata tanya, sedangkan bentuk praanggapan faktif ditunjukkan dengan penggunaan verba dan frasa verba dan adjektiva dan frasa adjektiva.