Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Internal and External Factors Shaping Resilience in Parents of Children with Cerebral Palsy: A Qualitative Study Asang, Penisa Sampe; Wahyuningrum, Enjang; Kristianingsih, Sri Aryanti
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 2 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071546000

Abstract

This study aims to examine the resilience of parents who have children with cerebral palsy and the factors influencing it. A qualitative approach with a case study method was used to explore the subjective experiences of three couples in raising children with special needs. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that parental resilience is reflected in their ability to manage emotions, control impulses, maintain optimism, demonstrate empathy, and have self-efficacy. They are also able to perform causal analysis and build meaning in life through the reaching out attitude. Factors influencing resilience are divided into internal and external factors. Internal factors include proactive coping styles, emotional coping, and problem-focused coping, as well as emotional adaptation skills and intelligence in facing challenges. External factors include support from immediate and extended family, social environment, healthcare workers, and spiritual support from religious leaders. This study is expected to provide theoretical contributions in the field of psychology, as well as practical benefits for parents and society in creating adaptive and constructive support for children with cerebral palsy.
Hubungan Deindividuasi Dengan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Madya Penggemar K-Pop Di Media Sosial Simarmata, Checilia Hana Grace; Wahyuningrum, Enjang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penggemar K-pop yang terlibat dalam perilaku cyberbullying di media sosial menjadi perhatian serius, terutama di kalangan remaja madya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara deindividuasi dengan perilaku cyberbullying pada remaja madya penggemar K-pop di media sosial. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 180 remaja madya penggemar K-Pop sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner di media sosial. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara deindividuasi dengan perilaku cyberbullying (r=0,835 ; p<0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat deindividuasi, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja madya penggemar K-pop di media sosial. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan intervensi psikologis dan edukasi digital untuk mencegah perilaku cyberbullying di kalangan penggemar K-Pop.
Hubungan Online Resilience dan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Anggraeni, Meisya; Wahyuningrum, Enjang
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i2.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara online resilience dan perilaku cyberbullying pada remaja. Pendekatan pada penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain korelasional, dan pengambilan sampelnya dilakukan dengan menggunakan metode probabilitas. Partisipan penelitian berjumlah 62 remaja berusia 12-22 tahun yang aktif mengunakan media sosial dan pernah pengalami cyberbullying. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala online resilience berdasarkan aspek digital literacy, Emotional literacy, dan coping stategy serta skala perilaku cyberbullying berdasarkan tujuh aspek dari Willard (2018). Hasil analisis data mengunakan Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara online resilience dan perilaku cyberbullying (r= -0,622, p < 0,05). Hasil penelitian menujukkan bahwa remaja dengan tingkat online resilience yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko yang lebih rendah untuk terlibat dalam atau mengalami cyberbullyng. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan online resilience sebagai stategi preventif dalam menghadapi tantangan dunia digital, khususnya dalam konteks perlindungan kesehatan mental remaja.
Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Latihan Kegiatan Menganyam dengan Bahan Alam pada Siswa TK B Yrinne Naara Cheny Age; Christiana Hari Soetjiningsih; Enjang Wahyuningrum
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i2.5843

Abstract

This study aims to enhance fine motor skills in grade B students at Hati Elok Kindergarten. The hypothesis proposed in this study is that there will be an improvement in the fine motor skills of grade B students at Hati Elok Kindergarten after they have been given training in weaving activities using natural materials. After participating in the weaving training, fine motor skills will be greater than before participating in the weaving activities. The research method employs quantitative research with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The population of this study consists of students in class B at Hati Elok Kindergarten. The sampling technique used is saturated sampling, where all members of the population are included as samples. Data analysis in this study utilized the Wilcoxon Test. The results of the study indicate that weaving activities using natural materials are effective in improving fine motor skills in grade B students at Hati Elok Kindergarten, with a significance value (asymp. Sig. 2-tailed) of 0.0025. Since the value of 0.0025 is less than 0.005, the hypothesis in this study is accepted. The conclusion of this research is that weaving activities using natural materials are effective in enhancing the fine motor skills of grade B students at Hati Elok Kindergarten.
Stres Akademik Dan Perilaku Impulsive Buying Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura Rampala, Sion Dikian; Wahyuningrum, Enjang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10002

Abstract

Tuntutan akademik yang tinggi serta lamanya pendidikan yang harus ditempuh seringkali menjadi tekanan yang harus dipahami oleh mereka yang menekuni bidang ilmu kedokteran. Tekanan yang dirasakan tentunya dapat memicu ketidakstabilan emosi, yang pada akhirnya dapat mendorong mahasiswa untuk melakukan perilaku impulsive buying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan impulsive buying pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 80 mahasiswa fakultas kedokteran yang terdiri dari angkatan 2022-2019 menjadi partisipan dalam penelitian ini yang diambil menggunakan rumus slovin. Pengukuran penelitian menggunakan Perception Academic Stress (PAS) (α = 0,892) dan Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) Scale (α = 0,875). Metode analisis data penelitian menggunakan uji correlation product moment dari Karl Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara stres akademik dengan impulsive buying (r = 0,960 dan sig. = 0,000 (p<0,05) ). Hal ini mengindikasikan bahwa stres akademik merupakan salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku impulsive buying mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih
Kebersyukuran dan Intensi Berselingkuh di Usia Dewasa Madya Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang; Wahyuningrum, Enjang; Christina, Yemima Joy; Gratia, Yessika Sola
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6505

Abstract

Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab terkuat terjadinya perceraian. Intensi merupakan faktor motivasional yang berpengaruh besar terhadap perilaku dan dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi perilaku. Kebersyukuran memiliki korelasi terhadap intensi melakukan perselingkuhan. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan intensi perselingkuhan dan uji beda untuk mengetahui perbedaan intensitas berselingkuh pada pria dan wanita. Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi diperoleh nilai sebesar -0,134 dengan sig. = 0,007 (p<0,05). Uji komparatif terhadap pria dan wanita tentang intensi berselingkuh menunjukkan ada perbedaan intensi berselingkuh antara pria dengan wanita dan dari kedua kelompok tersebut, intensi berselingkuh pria cenderung lebih tinggi dibanding wanita. Dengan demikian, diharapkan para pasangan dapat meningkatkan kebersyukurannya agar relasi dengan pasangan semakin baik dan kecenderungan berselingkuhnya rendah. Kata kunci: perselingkuhan, kebersyukuran, dewasa madya
Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Pemaafan Pada Remaja Korban Cyberbullying Di Media Sosial Aruperes, Angelia; Enjang Wahyuningrum
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7151

Abstract

Korban cyberbullying cenderung mengalami berbagai permasalahan psikologis, seperti depresi, kecemasan hingga bunuh diri. Salah satu respon terhadap kejadian cyberbullying ini adalah pemaafan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan pemaafan pada remaja korban cyberbullying di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasi, sebanyak 218 orang yang menjadi partisipan penelitian ini, yang termasuk sebagai remaja akhir korban cyberbullying di media sosial. Alat ukur yang digunakan adalah Bolton Forgiveness Scale (BFS) untuk mengukur tingkat pemaafan dan Skala Kematangan Emosi (EMS) untuk tingkat kematangan emosi. Hasil penelitian menunjukkan nilai r = 0,150 dengan signifikansi 0,027 (p<0,05), yang berarti bahwa kematangan emosi memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemaafan. Dampak dari penelitian ini sebagai strategi bagi remaja serta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kematangan emosi dengan pemaafan baik dalam situasi cyberbullying maupun tidak dan membantu melepaskan diri dari dampak negatif cyberbullying di media sosial. Kata kunci: kematangan emosi, pemaafan, remaja, korban cyberbullying, media sosial
Psikoedukasi tentang perilaku menyimpang siswa sebagai upaya peningkatan pemahaman mahasiswa PGSD Universitas Kristen Satya Wacana angkatan 2023 Dewi, Yolanda; Lombogia, Regina; Queljoe, Arliza De; Wahyuningrum, Enjang
Jurnal Anugerah Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/m78fmv70

Abstract

Perilaku menyimpang merupakan fenomena yang makin kompleks di tengah pesatnya perkembangan globalisasi dan teknologi. Perilaku menyimpang yang ditunjukkan siswa, seperti agresivitas, pemberontakan terhadap otoritas, hingga ledakan emosi, berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan psikososial mereka. Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa PGSD FKIP UKSW angkatan 2023 dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam mengenali serta menangani gangguan perilaku siswa seperti Conduct Disorder (CD), Oppositional Defiant Disorder (ODD), dan Intermittent Explosive Disorder (IED). Melalui pendekatan interaktif seperti ceramah, diskusi kelompok, dan roleplay, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan empati, komunikasi efektif, serta strategi intervensi yang tepat. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor pretest rata-rata 5,68 meningkat menjadi 16,50 pada posttest. Psikoedukasi ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental siswa. Disarankan agar kegiatan serupa diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan guru dan dilakukan secara berkala dengan dukungan profesional, guna memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi dinamika perilaku siswa di sekolah dasar.
Inhibitory Control pada Anak dengan Perkembangan Tipikal: Systematic Literature Review Manik, Zefanya Oslowahadestizia; Wahyuningrum, Enjang; Setianingrum, Margaretta Erna
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.16039

Abstract

This study aims to review empirical research on inhibitory control in typically developing children aged 3-7 years. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using PRISMA guidelines to analyze articles published between 2021 and 2026. The findings show that inhibitory control develops rapidly during early childhood and is influenced by factors such as structured physical activities, rule-based play, parenting practices, socioeconomic status, and nutrition. Several interventions, including motor activities, gymnastics, music play, and language-based play, were found to improve inhibitory control. In addition, inhibitory control is associated with school readiness, academic achievement, and socio-emotional development. In conclusion, inhibitory control can be strengthened through structured learning experiences in early childhood, highlighting the importance of supportive educational and environmental contexts.
Body Image and Social Anxiety in Late Adolescent Girls of Toraja Ethnicity Marjori Joy Palpagan; Christiana Hari Soetjiningsih; Enjang Wahyuningrum
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.51819

Abstract

Body image concerns and social anxiety represent significant mental health challenges among adolescent populations worldwide, with emerging evidence suggesting that these phenomena may be particularly pronounced in specific cultural contexts. Understanding the relationship between body perception and social anxiety in culturally distinct populations is crucial for developing culturally sensitive interventions. This study aims to examine the relationship between body image and social anxiety among late adolescent girls of Toraja ethnicity. A quantitative approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 122 female adolescents aged 18–22 years, selected using accidental sampling. The instruments used were the Multidimensional Body Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) and the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A). Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation. The results showed a significant negative correlation between body image and social anxiety, with a correlation coefficient of -0.617 and a significance value of 0.000 (p<0.05). This indicates that the more positive the body image, the lower the level of social anxiety experienced by adolescents. Body image contributed 38.06% to the variance in social anxiety. These findings suggest that perceptions of physical appearance play an important role in influencing social anxiety among late adolescent girls. The results further imply that psychological interventions should emphasize self-acceptance and the development of a positive body image to help reduce social anxiety, especially among young females from specific cultural backgrounds.