Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

BEST PRACTICE PROGRAM PMT DAN POSYANDU SATELIT DALAM MENURUNKAN TINGKAT STUNTING PADA AUD DESA PUCUNG Hana, Lika Jipora; Wijayaningsih, Elisabeth Lanny
Bunayya Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i2.24842

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana anak mengalami hambatan pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Best Practice dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Posyandu Satelit dalam menurunkan tingkat stunting pada AUD di Desa Pucung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Responden penelitian ini meliputi kepala puskesmas, ahli gizi, bidan, kader posyandu dan orang tua anak yang berpartisipasi dalam program PMT dan Posyandu Satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi program PMT dan Posyandu Satelit secara signifikan berperan penting terhadap penurunan tingkat stunting di Desa Pucung. Dari penelitian ini bahwa ada implementasi berupa Best Practice Program PMT dan Posyandu Satelit yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat menjadi model intervensi yang efektif dalam menurunkan tingkat stunting pada AUD. 
iSALTY as a Framework for Combining Three English Language Learning Methods: State-of-the-Art Research Kurniawan, Mozes; Wijayaningsih, Lanny; Listyani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 13 No 4 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v13i4.84386

Abstract

Early childhood language development is critical, forming the basis for cognitive, social, and emotional growth. Children's brains are particularly receptive to linguistic input during these formative years, which makes them an optimal period for developing language skills, particularly in English. The trend of integrating English language learning in Early Childhood Education (PAUD) has increased rapidly in Indonesia. The main objective of the iSALTY research is to develop and evaluate an innovative learning framework that harmoniously integrates three English language learning methods to increase the effectiveness of the learning process. Using a literature study approach, this research provides a comprehensive review of existing research to advance knowledge in early childhood English teaching. This research used purposive sampling to select 45 references consisting of 12 titles about Audio Lingual Method (ALM), 16 titles about Total Physical Response (TPR), and 17 titles about Storytelling. A structured six-step procedure was followed to ensure a thorough and systematic literature review. This stae of the arts research reveals that integrating ALM, TPR, and Storytelling has the opportunity to form a dynamic and interesting way of teaching and learning. This holistic approach utilizes repetition, contextualization, and physical reinforcement, which effectively enhances children's linguistic abilities in strengthening English language skills. The implications of iSALTY research have the potential to have a significant impact in the context of English language learning at various levels of education.
Pembinaan Penggunaan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Pengantar: Pengabdian Masyarakat untuk Pengembangan Guru-guru Kanisius Kurniawan, Mozes; Wijayaningsih, Lanny
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/8q0p1s71

Abstract

Dalam praktiknya, penggunaan Bahasa Inggris dalam pembelajaran di kelas TK dan SD masih belum optimal, khususnya di kota yang intensitas penggunaan bahasa Inggris untuk keseharian sudah cukup tinggi. Hal ini memunculkan suatu kebutuhan implementasi bahasa Inggris di TK dan SD minimal pada tataran bilingual (dwi bahasa). Hanya saja, permasalahan utama yang guru TK dan SD adalah tidak semua guru memiliki keterampilan yang memadai untuk mengajar dengan Bahasa Inggris. Pentingnya pengayaan metode pembelajaran Bahasa Inggris menjadi hal yang tidak dapat diabaikan dalam pelatihan guru. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan sebuah kegiatan yang penting dalam menjawab kebutuhan dan mencoba berkontribusi untuk penanganan kendala yang ada. Kegiatan ini terdiri dari dua komponen pelatihan antara lain pelatihan intensif peningkatan keterampilan penggunaan bahasa inggris dalam pembelajaran dan pengembangan sumber daya pembelajaran inovatif bahasa inggris dalam pembelajaran. Sejumlah 31 peserta yang berasal dari TK dan SD Kanisius Cabang Semarang mengikuti pelatihan dengan konsep blended-learning. Kegiatan ini pada akhhirnya menunjukkan adanya keberhasilan dalam mengidentifikasi tingkat kebutuhan dan preferensi pelatihan peserta serta merespons kebutuhan peningkatan keterampilan bahasa Inggris tersbeut sehingga diperoleh adanya peningkatan pemahaman (wawasan) dan pelaksanaan simulasi/praktik pengajaran bilingual di TK dan SD (keterampilan).
KEGIATAN PARENTING “PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN ORANG TUA DALAM MENGURANGI PEMBERIAN SUSU MENGGUNAKAN BOTOL DOT PADA ANAK USIA DINI DI KB YERIKHO KIDS SALATIGA” Rahmawati, Meliana; Wijayaningsih, Elisabeth Lanny
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i3.7281

Abstract

Penyuluhan dan pendampingan dalam kegiatan parenting telah dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2024 bertempat di KB Yerikho Kids Salatiga. Tujuan kegiatan parenting adalah memberikan edukasi bagi orang tua di KB Yerikho Kids Salatiga agar mampu memahami kondisi anak yang ketergantungan dengan botol dot dan untuk membantu mengubah pola pembiasaan yang baru dengan mengganti botol dot dengan gelas hisap. Kegiatan parenting dilakukan dengan metode observasi kondisi anak di sekolah, penyuluhan, diskusi tanya jawab, pendampingan, dan analisis checklist. Berdasarkan hasil kegiatan peserta antusias dan sangat terbantu dengan adanya acara penyuluhan. Hal itu ditunjukkan dalam sesi tanya jawab sehingga orang tua dapat mengetahui bagaimana cara mengurangi pemberian susu kepada anak menggunakan botol dot. Selain itu, orang tua berupaya dalam melakukan pendampingan di rumah dengan menggunakan checklist keterlaksanaan. Dalam melihat hasil keterlaksanaan pendampingan, peneliti mengambil sampel dan berkunjung ke rumah anak sebanyak 10 anak. Dengan adanya kunjungan terlihat antusias dan upaya orang tua dalam memotivasi anak untuk dapat mengurangi pemberian susu menggunakan botol dot dan berganti dengan gelas hisap.
in Pendampingan Orang Tua dalam Menyiapkan Menu Makanan Sehat Anak Riwantoro, Chansy Chansafani; Wijayaningsih, Lanny
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i12024p62-74

Abstract

Parents have an important role in children's health, namely providing balanced nutrition. The realization to improve children's health through the intake given to support children's growth. The purpose of this service is to provide knowledge to parents about nutritional health through the creativity of healthy food processing for children. The techniques taken are observation interviews, community service counseling and follow-up observations. KB-TK Sang Timur Salatiga, especially the Kindergarten-A class, is the main focus to improve children's nutrition through food management creativity, namely bento. The results of this community service led to the realization of food management creativity by parents for children.
Parents Empowerment: Kejelasan Kurikulum Merdeka Bagi Orang Tua SD Kristen 1 Salatiga Septian Airlanda, Gamaliel; Kurniawan, Mozes; Wijayaningsih, Lanny
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i22024p109-118

Abstract

Dinamika pendidikan di Indonesia berjalan begitu cepat. Perubahan kurikulum yang didasarkan pada kebijakan politik membuat banyak pihak sulit untuk beradaptasi. Salah satunya yakni pola belajar di rumah dengan kurikulum Merdeka. Orang tua terbukti mengalami kesulitan melakukan pembagian waktu bekerja dan pendampingan anak. Pemahaman kurikulum yang sering berganti membuat orang tua bingung tentang definisi ideal seorang anak yang telah mereka sekolahkan. tim Pengabdian kepada Masyarakat FKIP UKSW merancangkan suatu bentuk pembekalan dengan metode On the Job Training bertajuk Parents Empowerment terkait kurikulum, literasi, sains dan pengelolaan pembelajaran di rumah. Peserta kegiatan yakni 17 orang tua SD Kristen 1 Salatiga. Penguatan ini berjalan baik dan memberikan manfaat penambahan wawasan, tips praktek berkomunikasi dan pengelolaan belajar anak di rumah.
INTEGRATING BILINGUAL STORYTELLING AND DIGITAL VISUALIZATION TO STIMULATE NON-NATIVE ENGLISH-SPEAKING STUDENTS’ LANGUAGE LEARNING Kurniawan, Mozes; Wijayaningsih, Lanny
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 14, No 1 (2025): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v14i1.16965

Abstract

The increase in digital content that is accessed by all age levels, including ages 4-6 who are in Early Childhood Education, has a good impact on access to positive content for self-development but also has the potential to have negative impacts such as addiction, lack of social interaction, bad influences on physical to weakening language development. Sometimes, the lack of exposure to the use of English contributes to the less-than-optimal mastery of English in children. There is an idea that aims to integrate three components of learning, namely digital technology, storytelling, and the use of bilingualism. Bilingual digital storytelling is an alternative solution to accommodate the development needs of children in terms of receptive language skills, listening and productive language skills, speaking, with the use of two languages as a bridge for children to get used to using English in a tiered manner. Therefore, this study uses the Classroom Action Research type with respondents, namely students aged 4-6 years. Data collection uses observation techniques that refer to observation guide instruments and documentation as additional data to enrich data acquisition. The analysis is carried out descriptively by following several stages of the cycle and comparisons between the entire cycle that runs. The result shows that bilingual digital storytelling demonstrated encouraging progress in English vocabulary acquisition and usage among early learners. However, there was a noticeable gap in developing conversational skills, as most attempts at conversation remained limited to fragmented expressions rather than complete sentences.
INTEGRATING BILINGUAL STORYTELLING AND DIGITAL VISUALIZATION TO STIMULATE NON-NATIVE ENGLISH-SPEAKING STUDENTS’ LANGUAGE LEARNING Kurniawan, Mozes; Wijayaningsih, Lanny
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol. 14 No. 1 (2025): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v14i1.16965

Abstract

The increase in digital content that is accessed by all age levels, including ages 4-6 who are in Early Childhood Education, has a good impact on access to positive content for self-development but also has the potential to have negative impacts such as addiction, lack of social interaction, bad influences on physical to weakening language development. Sometimes, the lack of exposure to the use of English contributes to the less-than-optimal mastery of English in children. There is an idea that aims to integrate three components of learning, namely digital technology, storytelling, and the use of bilingualism. Bilingual digital storytelling is an alternative solution to accommodate the development needs of children in terms of receptive language skills, listening and productive language skills, speaking, with the use of two languages as a bridge for children to get used to using English in a tiered manner. Therefore, this study uses the Classroom Action Research type with respondents, namely students aged 4-6 years. Data collection uses observation techniques that refer to observation guide instruments and documentation as additional data to enrich data acquisition. The analysis is carried out descriptively by following several stages of the cycle and comparisons between the entire cycle that runs. The result shows that bilingual digital storytelling demonstrated encouraging progress in English vocabulary acquisition and usage among early learners. However, there was a noticeable gap in developing conversational skills, as most attempts at conversation remained limited to fragmented expressions rather than complete sentences.
Manajemen Tenaga Pendidik Anak Usia Dini di KB-TK Bethany School Salatiga Jasmine Rumbayan, Natasya Christie; Wijayaningsih, Elisabeth Lanny
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen tenaga pendidik yang diterapkan oleh KB-TK Bethany School Salatiga dalam meningkatkan kompetensi pendidik yang bukan lulusan S1 PGPAUD. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan 11 tenaga pendidik. Penelitian mengungkapkan bahwa sekolah menerapkan strategi manajemen yang meliputi rekrutmen dan seleksi yang ketat, pelatihan berjenjang, pemberian beasiswa studi linear, serta budaya kerja yang kolaboratif. Strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional para pendidik. Meskipun tidak seluruh pendidik memiliki kualifikasi akademik yang sesuai, dukungan manajemen sekolah mampu mendorong terciptanya pendidik yang profesional sesuai standar pendidikan anak usia dini di Indonesia.
BEST PRACTICE PROGRAM PMT DAN POSYANDU SATELIT DALAM MENURUNKAN TINGKAT STUNTING PADA AUD DESA PUCUNG Hana, Lika Jipora; Wijayaningsih, Elisabeth Lanny
Bunayya Vol 10 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i2.24842

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana anak mengalami hambatan pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Best Practice dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Posyandu Satelit dalam menurunkan tingkat stunting pada AUD di Desa Pucung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Responden penelitian ini meliputi kepala puskesmas, ahli gizi, bidan, kader posyandu dan orang tua anak yang berpartisipasi dalam program PMT dan Posyandu Satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi program PMT dan Posyandu Satelit secara signifikan berperan penting terhadap penurunan tingkat stunting di Desa Pucung. Dari penelitian ini bahwa ada implementasi berupa Best Practice Program PMT dan Posyandu Satelit yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat menjadi model intervensi yang efektif dalam menurunkan tingkat stunting pada AUD.