Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Manajemen Acara Program Gimme The Mic TikTok LiveID X SCTV sebagai Divisi Creative Andhika, Rhenald Fahmi; Melano, Fiqie Lavani
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital saat ini, media massa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, seperti membantupenyebaran informasi secara cepat, dan pesan dapat menjangkau khalayak luas. Media massa dibagi menjadi mediacetak, elektronik, dan daring. Program Gimme The Mic merupakan program acara kolaborasi antara media massaelektronik, dan daring; yaitu stasiun televisi SCTV, bersama media sosial TikTok. Program ini merupakan programacara pencarian bakat pada bidang tarik suara, dimana program ini berlangsung selama 3 minggu, dan ditayangkanmelalui siaran langsung pada platform TikTok Live (@tiktokliveid), SCTV, dan juga Vidio. Penulisan ini bertujuanuntuk mengetahui bagaimana manajemen acara yang dilakukan oleh Divisi Creative selama berjalannya programGimme The Mic, berdasarkan teori Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) yang dipopulerkanoleh George R. Terr; serta mengkaji bagaimana peranan Divisi Creative selama tahapan persiapan program. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penulisan, diketahui bahwasetiap komponen teori POAC berperan penting bagi Divisi Creative dalam mengelola seluruh tahapan produksiprogram Gimme The Mic, membuat produksi program ini menjadi terorganisir dengan baik, membantu meminimalisirkesalahan, dan mempermudah alur kerja (workflow) tim. Selain itu, diketahui peranan Divisi Creative dalam persiapanprogram melibatkan empat tahapan proses kreatif, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi (mencakup brainstorming),dan implementasi. Kata Kunci-manajemen acara, program televisi, Gimme The Mic, creative
Peran Produser Dalam Manajemen Produksi Pembuatan Iklan Komersial Barberfits "Fit Your Style" Membangun Brand Image Fahri, Farhan; Ismail, Oki Achmad; Melano, Fiqie Lavani
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video merupakan media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan kepada audiens, namun Barberfits belummemanfaatkan iklan video komersial secara optimal. Banyak masyarakat yang menganggap teknologi yang digunakanBarberfits hanya sebagai gimmick atau dekorasi, sehingga brand image-nya kurang berkembang. Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi peran produser dalam manajemen produksi dan strategi membangun brand imagemelalui pembuatan video iklan komersial Barberfits "Fit Your Style". Studi ini berfokus pada Barberfits yang terletakdi Bandung, dengan objek penelitian adalah iklan "Fit Your Style" yang menampilkan teknologi dan fitur canggih dariBarberfits. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara sebagai metode primer, serta studi pustaka daninternet sebagai data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan dari Oktober 2023 hingga Mei 2024 dan mencakup tahappra-produksi, produksi, dan pasca-produksi dengan total biaya Rp3.062.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan prinsip manajemen produksi oleh Eve Light Honthaner dalam video iklan "Fit Your Style" berhasilmemperkuat brand image Barberfits, sesuai dengan teori Rangkuti. Iklan ini ditujukan khusus untuk pria usia 17–28tahun, dengan tujuan membangun Brand Image Barberfits sebagai barbershop terkemuka melalui pemasaran videoyang efektif. Kata Kunci-produser, manajemen produksi, iklan komersial, brand image, Barberfits
Produksi Video Konten Reels Instagram Last Child Sebagai Sarana Promosi Lagu Rianto, Adita Martarizky; Melano, Fiqie Lavani
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membentuk strategi pemasaran di era digital, diperlukan adanya pemasaran pada platform media sosial untukmenjangkau jumlah audiens yang lebih luas. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan adanya produksi konten sebagaimedia penyampaian pesan terhadap khalayak luas. Reels Instagram berpotensi untuk meningkatkan jumlah pendengarplatform streaming secara masif, namun dalam upaya produksi konten Instagram untuk promosi lagu terbaru LastChild, PT Digital Rantai Maya nampaknya belum memanfaatkan fitur tersebut dengan maksimal. Dengan pemaparanidentifikasi masalah tesebut, perancangan karya ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana proses produksikonten promosi untuk lagu Hancur Lebih Dulu. Penulis sebagai anggota tim produksi dalam program magang MagangIndependen Bersertifikat batch 5 di PT Digital Rantai Maya berhasil merancang 32 konten video Reels instagramuntuk promosi lagu Hancur Lebih Dulu dengan menerapkan konsep penggunaan media sosial yang dipaparkan oleh(Solis, 2010) dalam kurun waktu enam bulan dari bulan November 2023–April 2024. Kata Kunci-promosi lagu, konten, produksi konten, Instagram, reels
Strategi Konten Marketing Sekolah Keluarga Samara Melalui Media Sosial Schole Fitrah Rizkiana, Neva Chairunnisa; Putri, Idola Perdini; Melano, Fiqie Lavani
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi covid-19 banyak sekali perubahan pada kehidupan masyarakat karena kegiatan masyarakat dibatasidan harus melakukan stay at home. Salah satu yang mengalami dari perubahan itu adalah pelaku bisnis, karenabiasanya melakukan promosi produk secara word of mouth harus dihentikan dan berubah menjadi daring. Hal tersebutyang membuat Schole Based on Fitrah menggunakan media sosial sebagai alat marketing utama dalammempromosikan produk-produknya. Maka dari itu, penulis sebagai tim konten kreator bertugas melakukanpengembangan strategi konten marketing pada produk program Sekolah Keluarga Samara melalui tiga media sosialInstagram, TikTok, dan Youtube Schole Fitrah. Perancangan karya akhir ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan,pelaksanaan, dan hasil dari penerapan strategi konten marketing yang sudah diterapkan di Program Sekolah KeluargaSamara pada media sosial Schole Fitrah. Landasan teori pada perancangan karya ini adalah komunikasi pemasaran,konten marketing, media sosial, Instagram, TikTok, dan Youtube. Metode pengumpulan data perancangan karya inidengan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari perancangan karya dari segiperencanaan dan pelaksanaan menghasilkan 57 konten Instagram, 2 konten Tiktok, dan 4 konten Youtube, dan hasilyang didapat adalah adanya peningkatan dari segi peserta Program Sekolah Keluarga Samara yaitu terdapat 44 pesertadan peningkatan pada insight media sosial Schole Fitrah.Kata kunci-strategi konten marketing, Schole Fitrah, Sekolah Keluarga Samara
KOMODIFIKASI KONTEN VISUAL PEMAIN DIASPORA DI AKUN INSTAGRAM @TIMNASINDONESIA: (Analisis Semiotika Roland Barthes) Melano, Fiqie Lavani; Abdullah, Nisa Nurmauliddiana; Adim, Adrio Kusmareza
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v8i2.5257

Abstract

Dalam era digital, media sosial, khususnya Instagram, menjadi alat komunikasi penting bagi organisasi olahraga termasuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Penelitian ini menganalisis komodifikasi pemain diaspora di akun Instagram resmi @timnasindonesia melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokusnya adalah pada konten visual yang menampilkan pemain diaspora setelah pertandingan melawan Filipina, di mana logo sponsor seperti Bank Mandiri sering terlihat. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji makna denotatif dan konotatif dari elemen visual dalam konten tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemain diaspora dikomodifikasi sebagai produk komersial dengan nilai ekonomis dan simbolis. Konten visual yang menampilkan logo sponsor dan teks yang mendukung menciptakan narasi yang menekankan dukungan finansial dan prestasi nasional, memperkuat citra pemain sebagai ikon nasional dan duta merek. Penelitian ini juga menyoroti adanya pergeseran fungsi akun Instagram PSSI dari sekadar memberikan informasi netral menjadi platform komersial yang mengintegrasikan kepentingan bisnis. Dominasi konten yang menampilkan pemain diaspora dibandingkan pemain lokal menunjukkan adanya prioritas komersial, yang mengaburkan representasi adil dari pemain lokal. Temuan ini sejalan dengan teori komodifikasi Vincent Mosco, mengindikasikan bahwa nilai informasi diubah menjadi alat pemasaran untuk tujuan komersial, mengubah cara audiens berinteraksi dengan konten dan mengalihkan fokus dari informasi murni menjadi promosi komersial. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi komunikasi visual PSSI dan dampaknya terhadap persepsi publik serta nilai komersial konten.
KEEFEKTIFAN PEMERIKSA KOREKSI FAKTA MELALUI GAMBAR DAN SKALA KEBENARAN TERHADAP INTENSI UNTUK MENYEBARKAN HASIL KOREKSI PEMERIKSA FAKTA: (Studi Desain Experimental pada Masyarakat Jawa Barat) Abdullah, Nisa Nurmauliddiana; Melano, Fiqie Lavani; Adim, Adrio Kusmareza
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v7i2.5258

Abstract

Memasuki tahun 2024, Indonesia sedang bersiap menuju Pemilihan Umum Presiden, Wakil Presiden, dan Kepala Daerah 2024-2029. Segala informasi tentang Pemilu 2024 ini mengalir sangat deras, entah itu fakta maupun hoax. Melihat fenomena ini, dibutuhkan lembaga koreksi fakta yang mampu menyaring informasi yang disebarkan sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat tertinggi persebaran hoax di Indonesia, maka dari itu muncul berbagai institusi ataupun organisasi pemeriksa fakta yang mampu membantu dalam menangkal hoax dan mendistribusikan informasi baik di masyarakat. Terdapat gambar dan narasi dalam hasil koreksi fakta tersebut, namun peneliti ingin melihat bagaimana efektivitas pemeriksa hasil koreksi fakta melalui gambar dan skala kebenaran terhadap intensi untuk menyebarkan hasil koreksi fakta. Teori yang digunakan adalah Effective Use: A Representation Theory Perspective untuk mengukur efektifitas suatu sistem dalam hal ini adalah skala kebenaran dan gambar dalam koreksi pemeriksa fakta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi desain eksperimental faktorial desain 2x2. Sampel pada penelitian ini sebanyak 184 responden masyarakat Jawa Barat yang dibagi menjadi empat kelompok treatment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil koreksi fakta menggunakan skala kebenaran memiliki efektifitas yang signifikan daripada gambar, namun bukan berarti gambar tidak diperlukan dalam proses koreksi fakta. Terdapat interaksi antara skala kebenaran dan gambar dalam efektifitasnya terhadap intensi untuk menyebarkan hasil koreksi fakta.