Articles
HUBUNGAN ANTARA AVOIDANCE COPING DENGAN BURNOUT PADA IBU BEKERJA PART TIME DI KAWASAN KONVEKSI KABUPATEN TEGAL
Fanny Sofiani;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.265 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7573
Ibu bekerja part time memiliki penghasilan minim dan tetap harus mengerjakan tugas rumah tangga.Tuntutan untuk mencukupi kebutuhan memaksa mereka tetap berada dalam kondisi menjalankan dua peran tersebut. Hal ini memunculkan double stressor yang dapat berkembang menjadi burnout. Kondisi tersebut tidak dapat dihindari sehingga yang dapat dilakukan adalah merubah pola pikir dan respon terhadap stressor dengan cara menurunkan tekanan, salah satunya yaitu dengan avoidance coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara avoidance coping dengan burnout pada ibu bekerja part time. Penelitian ini menggunakan convenience sampling, sebanyak 86 ibu bekerja part time menjadi subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan skala burnout ( 25 aitem valid, α = 0,834) dan skala avoidance coping (20 aitem valid, α = 0,857). Hasil analisis menggunakan analisis regresi non linear menunjukkan koefisien korelasi = -0,178 dengan P = 0,101. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara variabel avoidance coping dan burnout. Avoidance coping memberikan sumbangan efektif 3,2% pada burnout.
PENGALAMAN TERBANG DALAM SITUASI KRITIS (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis)
Puguh Suwito Setyo Firmansyah;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.478 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15450
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pengalaman terbang pada penerbang TNI AU terhadap peristiwa penyelamatan pesawat dari situasi kritis. Narasumber penelitian ini berfokus pada tiga orang penerbang TNI AU dari teknik purposive sampling yang dilakukan peneliti. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif fenomenologis psikologi. Pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan yaitu dengan survei awal, wawancara, dan data audio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pengambilan keputusan ketiga narasumber yaitu analytical decision making didukung dengan model pattern recognition dan recognition primed. Ketiga narasumber menunjukkan faktor internal terhadap pengalaman terbang ketika menyelamatkan pesawat dari situasi kritis. Pengalaman, masa pendidikan, dan pelatihan penerbang TNI AU merupakan acuan coping stres dari problem focus coping ketiga narasumber ketika menyelamatkan pesawat dalam situasi kritis.
MOTIVASI BERAFILIASI DENGAN LAWAN JENIS DITINJAU DARI PERSEPSI REMAJA TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA DI KECAMATAN MIJEN
Nur Hamidah Purnama Sari;
Hastaning Sakti;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.079 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7420
Remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Pada masa ini remaja memiliki tugas perkembangan untuk mampu membentuk hubungan yang lebih hangat dengan lawan jenisnya. Remaja yang memiliki orang tua bercerai cenderung tidak percaya diri dalam bergaul. Dorongan untuk berteman dengan lawan jenis atau biasa dikenal dengan istilah motivasi afiliasi ini dapat dilihat dengan cara mengetahui persepsi remaja terhadap perceraian orang tuanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi afiliasi dengan lawan jenis ditinjau dari persepsi remaja terhadap perceraian orang tua di Kecamatan Mijen.Populasi dalam penelitian ini adalah 216 remaja dengan sampel penelitian 142 remaja. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan skala motivasi afiliasi yang terdiri dari 28 aitem (α=0,899) dan skala persepsi terhadap perceraian orang tua yang terdiri dari 24 aitem (α=0,888).Analisis regresi sederhana menunjukkan rxy=0,028 pada p=0,369 (p>0,05), artinya terdapat hubungan tetapi tidak signifikan antara persepsi terhadap perceraian orang tua dan motivasi afiliasi remaja dengan lawan jenis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi afiliasi remaja terhadap lawan jenis di Kecamatan Mijen berada pada kategori tinggi serta memiliki persepsi yang positif terhadap perceraian orang tua. Persepsi terhadap perceraian orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 0,1% sedangkan 99,9% berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DENGAN KETERBUKAAN DIRI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI KOTA SURAKARTA
Asti Andiani;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.323 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15407
Keterbukaan diri merupakan kemampuan individu untuk menyampaikan informasi yang bersifat pribadi secara verbal kepada orang lain yang didalamnya meliputi informasi yang luas, mendalam, bernilai positif atau negatif, timbal balik, dan relevan terhadap topik yang dibicarakan. Individu dengan tingkat keterbukaan diri tinggi mampu menyampaikan kesulitan atau permasalahan kepada orang lain sehingga dapat bertahan dan menghadapi situasi sulit. Kemampuan dalam bertahan dan menghadapi situasi sulit merupakan ciri-ciri dari adversity intelligence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity intelligence dengan keterbukaan diri pada ibu yang memiliki anak autisme di Kota Surakarta. Subjek penelitian ini adalah 145 ibu yang memiliki anak autisme. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala adversity intelligence yang terdiri dari 38 aitem (α = 0,911) dan skala keterbukaan diri yang terdiri dari 25 aitem (α = 0,879). Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana dengan hasil rxy = 0,357 dengan p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan yang signifikan positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak autisme di Kota Surakarta memiliki keterbukaan diri yang tinggi karena memiliki adversity intelligence yang baik. Adversity intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 12,8% sedangkan 87,2% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
KEHARMONISAN KELUARGA DAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU AGRESIF PADA SISWA SMK
Yolanda Candra Arintina;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.347 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13142
Keharmonisan keluarga adalah suatu keadaan keluarga utuh dan bahagia yang di dalamnya terdapat ikatan kekeluargaan, sehingga memberikan rasa aman, ketenangan dan ketentraman. Keluarga yang tidak harmonis merupakan lingkungan yang tidak nyaman dan penuh ketegangan untuk pertumbuhan remaja, sehingga tingkat emosi remaja dapat menjadi meningkat. Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya kecenderungan berperilaku agresif, yaitu keinginan dari dalam diri manusia untuk melukai atau mencelakakan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan kecenderungan berperilaku agresif pada siswa SMK N 10 Semarang. Subjek penelitian ini adalah 191 siswa SMK N 10 Semarang. Populasi penelitian adalah siswa SMK N 10 Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecenderungan Berperilaku Agresif (14 aitem; = 0,746) dan Skala Keharmonisan Keluarga (30 aitem; = 0,862). Hasil analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negatif antara keharmonisan keluarga dengan kecenderungan berperilaku agresif pada siswa SMK N 10 Semarang diterima (rxy= -0,443; p<0,001). Keharmonisan keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 19,6% pada kecenderungan berperilaku agresif.
PENGALAMAN REMAJA KORBAN BROKEN HOME (STUDI KUALITATIF FENOMENOLOGIS)
Desi Wulandari;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.379 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23567
Keluarga adalah suatu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama dengan hubungan darah atau ikatan pernikahan. Perselisihan dalam keluarga dapat menimbulkan keretakan keluarga atau krisis keluarga atau broken home. Keadaan keluarga yang krisis dapat menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman individu saat remaja yang menjadi korban broken home serta memberikan gambaran mengenai bagaimana remaja yang menjadi korban broken home dapat bertahan dan menjalani kehidupan. Metode digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan metode analisis eksplikasi data. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive. Partisipan berjumlah tiga orang, partisipan merupakan perempuan dan berusia remaja saat keadaan keluarga broken home. Temuan dari penelitian ini, ketiga partisipan dapat bertahan pada keadaan keluarga yang broken home karena adanya penerimaan diri yang positif. Ketiga subjek mengaku bahwa penerimaan diri yang muncul dipengaruhi oleh religiusitas dan dukungan emosional dari lingkungan. Ketiga subjek mampu membangun kemampuan resiliensi ditunjukkan dengan bangkit kembali dan memiliki harapan untuk masa depan.
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KONFLIK PERAN GANDA PADA WANITA YANG BEKERJA SEBAGAI POLISI DI POLRESTABES SEMARANG
Danang Pramudito Anwar;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.306 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23582
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan konflik peran ganda pada wanita yang bekerja sebagai polisi di Polrestabes Semarang. Kesejahteraan psikologis merupakan kemampuan individu untuk dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, pengalaman-pengalaman dalam hidupnya sehingga mampu berhubungan positif dengan orang lain, memiliki tujuan hidup yang jelas, mampu mengarahkan perilakunya sendiri, mampu bertahan dalam lingkungan, mempunyai keinginan untuk belajar guna mengembangkan potensi dalam diri. Konflik peran ganda adalah konflik yang terjadi akibat adanya pertentangan tuntutan dan harapan antara peran yang satu dengan peran yang lain, dalam hal ini peran diranah pekerjaan dan diranah keluarga. Populasi penelitian yaitu polisi wanita di Polrestabes Semarang yang sudah menikah. Subjek penelitian berjumlah 40 polisi wanita. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala kesejahteraan psikologis (39 aitem; α = 0,945) dan skala konflik peran ganda (40 aitem; α = 0,942). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan konflik peran ganda (rxy= -0,67; p= 0,000). Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi kesejahteraan psikologis maka konflik peran ganda yang dialami rendah. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah kesejahteraan psikologis maka konflik peran ganda yang dialami tinggi. Kesejahteraan psikologis memberikan sumbangan efektif sebesar 44,9% terhadap konflik peran ganda.
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA TAHUN PERTAMA SMA KRISTA MITRA SEMARANG
Timorora Sandha;
Sri Hartati;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.163 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2012.420
Adjustment can be achieved through a learning process to understand, know, and try to do what individual and their environment wants. The first year students will be faced with adjustment problem. One of the factor that affect it is self esteem. This study aims to find empirically the correlation between self esteem and adjustment un the first year student at Krista Mitra High School Semarang.This study population was Tenth Graders of Krista Mitra High School Semarang with samples as many as 73 students. The sampling technique used cluster random sampling technique. The data collection method in this study used the psychological scale that was a Adjustment Scale that consisting of 50 valid items and Self Esteem Scale that consists of 38 valid items. Data analysis used simple regression technique.The results of study indicate that the correlation coefficient (rxy) = 0,740 with significance level (p) of 0,000 (p<0,01). It means that the hypothesis in this study has accepted. The direction of the correlation is positive, which means that the higher self esteem, the higher adjustment, and vice versa, the lower self esteem, the lower adjustment. The effective contribution of self esteem is 54,8% toward the adjustment, which means that there are 45,2% og other factors that affect the adjustment is not revealed in this study
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN INTENSI MEROKOK PADA REMAJA DI SMA NEGERI 2 SLAWI
Aryani Putri Prameswari;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13004
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dengan intensi merokok pada remaja di SMA Negeri 2 Slawi. Populasi penelitian ini yaitu remaja SMA Negeri 2 Slawi, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 389 orang. Sampel penelitian sebanyak 201 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Intensi Merokok (40 aitem valid, α = 0,521) dan Skala Konformitas (40 aitem valid, α = 0,917). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,649 dengan p= 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara konformitas dengan intensi merokok dapat di terima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi intensi merokok. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 41,8% pada intensi merokok dan sebesar 58,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN RESOLUSI KONFLIK PADA SISWA SMK BHINNEKA KARYA SIMO KABUPATEN BOYOLALI
Fatkhanila Fauziah;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2021.31288
Religiusitas merupakan suatu keyakinan dan perasaan seseorang terhadap nilai-nilai agama yang dianutnya, sehingga dapat menghasilkan perilaku sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai agama tersebut. Resolusi konflik adalah suatu kemampuan seseorang dalam menangani permasalahan dengan cara efektif, selektif, dan tidak menimbulkan konflik baru yang lain. Pada masa remaja penting adanya kemampuan resolusi konflik yang berpedoman pada nilai-nilai agama, agar dalam menyelesaikan permasalahan tidak merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan resolusi konflik pada Siswa SMK Bhinneka Karya Simo Kabupaten Boyolali. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 1.500 siswa dengan subjek penelitian sebanyak 295 siswa yang terdiri dari kelas X, XI, XII. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan menggunakan 2 skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Religiusitas (28 aitem valid dengan α=0,894) dan Skala Resolusi Konflik (28 aitem valid dengan α=0,829). Analisis yang peneliti gunakan adalah Spearman Rank yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dan resolusi konflik dengan nilai r = 0,514 dan p = 0,000. Artinya semakin tinggi religiusitas, maka semakin tinggi pula resolusi konflik siswa SMK Bhinneka Karya Simo.