Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI FITOKIMIA DAN KLT DARI LIMBAH DAUN BAWANG MERAH KERING DAN DAUN BAWANG MERAH SEGAR BREBES (Allium cepa L. var. aggregatum): Uji Fitokimia dan KLT Dari Limbah Daun Bawang Merah Kering dan Daun Bawang Merah Segar Brebes (Allium Cepa L. Var. Aggregatum) Febriani, Alik Kandhita; Dewantoro, Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Rahmawati, Yuniarti Dewi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i2.1769

Abstract

Bawang merah adalah komoditas utama kabupaten Brebes. Limbah bawang merah pun semakin meningkat seperti limbah daun bawang merah kering. Limbah ini biasa digunakan untuk makan ternak ataupun pupuk organik. Bawang merah secara tradisional banyak dimanfaatkan Masyarakat untuk mengobati demam, pusing dan influensa. Bawang merah juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler, diabetes dan mampu menurunkan resiko terjadinya kanker. Untuk itu, penelitian tentang kandungan senyawa dilakukan terhadap limbah daun bawang merah kering dan daun bawang merah segar untuk mengetahui dan membandingkan potensinya. Metode penelitian dilakukan dengan skrining fitokimia dan KLT untuk mengetahui adanya senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Untuk KLT dilakukan untuk mengetahui adanya senyawa kuersetin. Hasilnya, alkaloid tidak terdapat dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar. Kandungan saponin, flavonoid, dan tanin memiliki hasil positif untuk kedua sampel. Senyawa kuersetin juga diidentifikasi ada dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar. Namun intensitas noda KLT lebih terlihat pada daun bawang merah segar. Kesimpulannya, limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Alkaloid tidak terdapat dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar.
Uji Fisik Sediaan Serum Wajah Ekstrak Akar Alang-alang (Imperata cylindrica L.) Alik Kandhita Febriani; Desi Sri Rejeki
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8616

Abstract

Abstract. Skin problems have driven the development of safe and effective natural-based skincare products. Cogon grass roots (Imperata cylindrica L.) contain bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins, which exhibit antioxidant and antibacterial activities and show potential as cosmetic active ingredients. This study aimed to formulate and evaluate the physical characteristics of a facial serum containing cogon grass root extract. The extraction process was carried out using ethanol as the solvent, and the extract was formulated into three serum formulations with varying extract concentrations. Physical evaluations included organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, and freeze–thaw stability tests. The results indicated that all formulations exhibited good organoleptic characteristics and satisfactory homogeneity. The pH of all serum formulations was 6, which falls within the safe range for facial skin. Spreadability test results for the three formulations were 5.4 cm, 5.2 cm, and 5.0 cm, respectively, meeting the standard requirements for serum preparations. Freeze–thaw stability testing over six cycles showed no significant changes in color, odor, or consistency. These findings support the potential use of cogon grass root extract as a cosmetic active ingredient and provide a scientific basis for the development of stable and safe facial serum products derived from local natural resources with potential application in the cosmetic industry. Abstrak. Permasalahan kulit mendorong pengembangan produk perawatan kulit berbahan alami yang aman dan efektif. Akar alang-alang (Imperata cylindrica L.) mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi serta mengevaluasi karakteristik fisik serum wajah berbasis ekstrak akar alang-alang. Ekstraksi menggunakan pelarut etanol, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam tiga formula serum dengan variasi konsentrasi. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta uji stabilitas freeze–thaw. Hasil pengujian menunjukkan seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang baik dan homogen. Nilai pH seluruh sediaan berada pada angka 6, sesuai dengan rentang pH aman untuk kulit wajah. Uji daya sebar menunjukkan nilai berturut-turut 5,4 cm; 5,2 cm; dan 5,0 cm, yang memenuhi persyaratan daya sebar serum. Uji stabilitas freeze–thaw selama enam siklus menunjukkan tidak adanya perubahan warna, bau, maupun konsistensi. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan pemanfaatan bahan alam lokal sebagai bahan aktif kosmetik, serta menjadi dasar formulasi produk serum wajah berbasis akar alang-alang yang stabil, aman, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut pada skala industri kosmetik
PENGARUH PEMBERIAN NUGGET IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA GIZI KURANG DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Sulasyi Setyaningsih; Findhy Dwita Kumala; Alik Kandhita Febriani
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1957

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Brebes merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang masih memiliki prevalensi gizi kurang yang cukup tinggi. Pemanfaatan ikan lokal sebagai bahan pangan bergizi melalui produk olahan seperti nugget dapat menjadi alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian nugget ikan kuniran terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 60 balita gizi kurang usia 24–59 bulan yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok intervensi memperoleh nugget ikan kuniran selama masa intervensi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan rutin puskesmas. Status gizi diukur menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis perbedaan antar kelompok menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan perubahan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum intervensi tidak terdapat perbedaan status gizi antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,471). Setelah intervensi juga tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,124). Namun demikian, perubahan status gizi menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,038). Kelompok intervensi mengalami peningkatan skor Z BB/U sebesar 0,038±0,72, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar -0,31±0,19. Rata-rata berat badan kelompok intervensi meningkat sebesar 0,70 kg, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 0,01 kg. Kesimpulan: Pemberian nugget ikan kuniran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang yang ditunjukkan melalui peningkatan berat badan dan perubahan skor Z indeks BB/U dibandingkan kelompok kontrol.
Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Permen Jeli dari Cangkang Telur Ayam Fitriyah; Alik Kandhita Febriani; Rifqi Ferry Balfas
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i1.1927

Abstract

Permen jeli dari cangkang telur ayam yaitu suplemen makanan yang berkalsium tinggi. Penggunaan cangkang telur ayam untuk pembuatan permen jeli karena cangkang telur ayam mempunyai kadar sebesar 98,43% kalsium karbonat (CaCO3), 0,75% Kalium Fosfat (Ca3(PO4)2 dan 0,84% Magnesium Karbonat (MgCO3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik dan hasil uji mutu sediaan permen jeli dari cangkang telur ayam. Penelitian ini menyusun data awal yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari objek yang diteliti melalui metode ekperimental kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menyajikan data hasil dari analisis ke dalam bentuk tabel dan narasi. Formulasi permen jeli dari cangkang telur ayam ras dibuat dengan variasi konsentrasi yang berbeda yaitu, FI 2 g, FII 4 g dan FIII 6 g. Penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji kadar air, uji kadar abu dan uji pH. Hasil penelitian ini menampakkan bahwa FI dengan kadar abu senilai 1,278%, kadar air 14,135% dan secara organoleptik merupakan formula terbaik. Berdasarkan hasil penelitian, permen jeli dari cangkang telur ayam pada FII dan FIII yang penyimpanannya pada suhu kamar akan menyebabkan kerusakan sensorik sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Pada uji keseragaman bobot dan uji pH tidak satupun dari Formula baik FI, FII dan FIII yang memenuhi standar mutu.
Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) fatma; Hanari fajarini; Erin nursanti; Alik kandhita febriani
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1966

Abstract

ABSTRAK Hand sanitizer merupakan sediaan antiseptik yang praktis digunakan untuk menjaga kebersihan tangan. Penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol secara berulang dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Lidah buaya (Aloe vera) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan memformulasikan gel hand sanitizer berbahan dasar daging lidah buaya segar serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tiga formula yang mengandung lidah buaya konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan gel berwarna bening, homogen, dan berbau khas lidah buaya serta memenuhi persyaratan mutu fisik. Nilai pH berkisar 5,22-5,46, daya sebar 5-6 cm, dan viskositas 2.490-5.289 cPs, serta stabil selama penyimpanan 30 hari. Formula III menghasilkan zona hambat sebesar 10 mm terhadap Escherichia coli yang termasuk kategori kuat, sedangkan Formula I dan Formula II tidak menunjukkan zona hambat. Seluruh formula tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian, Formula III merupakan formula terbaik karena memenuhi persyaratan mutu fisik dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Formulasi Dan Uji Mutu Lotion Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Sebagai Antioksidan windriyani; Alik Kandhita Febriani; Hanari Fajarini; Erin Nursanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1968

Abstract

Daun kelengkeng dilaporkan memiliki manfaat untuk menghambat radikal bebas, memiliki potensi untuk memproduksi asam ellagik, serta berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat lotion dari ekstrak etanol daun kelengkeng dan mengetahui uji mutu sediaan lotion terbaik serta dilakukan uji antioksidan pada sediaan terbaik. Lotion dibuat dengan variasi kosentrasi zat aktif ekstrak daun kelengkeng 0,5 gram, 1 gram, dan 1,5 gram dan dilakukan uji mutu kemudian uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji pH pada F1, F2, dan F3 memiliki pH 8 yang mana semua formulas masuk dalam rentang pH kulit. Hasil uji daya lekat F1 (2,15 detik), F2 (3,76 detik), dan F3 (2,70 detik) semua formulasi memenuhi syarat. Hasil uji daya sebar F1 (5,5 cm), F2 (5 cm), dan F3 (4,5 cm) di mana F1 dan F2 memenuhi syarat, namun F3 tidak memenuhi syarat. Pada uji viskositas diperoleh hasil pada F1 sebesar 4.698 mPa.S, sementara pada F2 5.139 mPa.S, serta F3 memiliki niali viskositas 5.811 mPa.S. Hasil uji fisik terbaik dari lotion ekstrak daun kelengkeng yaitu pada formula 2. Hasil uji antioksidan pada formula terbaik dengan hasil % inhibisi yaitu memiliki nilai 19,99%.
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU HAND AND BODY LOTION EKSTRAK BUAH TOMAT ( Solanum lypersicum L. ) BERKHASIAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN Aristawidya; Alik Kandhita Febriani; Erin Nursanti; Hanari Fajarini
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1975

Abstract

Kulit memiliki kemampuan alami guna menjaga kelembapan tubuh dari kondisi kering serta pengaruh radikal bebas. Namun, jumlah antioksidan alami dalam tubuh terkadang tidak cukup untuk melawan radikal bebas yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel kulit. Tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki senyawa likopen yang berperan sebagai antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas. Salah satu cara pemanfaatannya yaitu dengan dibuat menjadi hand and body lotion yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit serta mengurangi masalah kulit seperti kering, bersisik, dan keriput. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis efek penggunaan ekstrak tomat sebagai komponen utama terhadap kualitas fisik serta kemampuan antioksidan pada produk lotion. Kadar ekstrak yang diterapkan meliputi 1%, 2%, dan 3% Hasil penelitian pada uji organoleptik menunjukkan bahwa semua formula memiliki bau khas oleum citri. Namun, memiliki perbedaan pada konsistensi dan warna yang dihasilkan FI agak kental (putih), FII kental (putih kecoklatan) dan FIII sangat kental (coklat muda). Uji pH, FI 6,86, FII 6,62 dan FIII 6,50. Uji homogenitas yaitu, semua formula menunjukkan sediaan homogen, tidak ada butiran kasar. Uji daya sebar yaitu, pada pada F1 diperoleh nilai 5,5 cm, FII 5,3 cm dan FIII 5 cm. Uji daya lekat pada F1 memperoleh angka 3 detik, FII 7 detik, dan FIII 5 detik. Uji viskositas pada FI menghasilkan 1.895 mPa.s sementara formula II 2.973 mPa.s dan formula III 3.779 mPa.s. Sehingga disimpulkan bahwa formula III mempunyai karakteristik yang paling baik. Hasil uji antioksidan pada formula terbaik dengan hasil % inhibisi yaitu memiliki nilai 13,99%.
Formulasi dan evaluasi sediaan body lotion dari ekstrak kulit pisang raja(Musa Paradisiace L.var Sapientum) sebagai antioksidan riska; Alik Kandhita Febriani; Hanari Fajarini; Erin Nursanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1977

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi limbah kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.Var. sapientum) sebagai bahan aktif alami dalam sediaan body lotion untuk mengatasi masalah dehidrasi kulit melalui aktivitas antioksidannya. Kulit pisang raja diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan tanin yang berperan sebagai penakal radikal bebas dan pelindung sel kulit. Formulasi dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1 gr, 2 gr, dan 3 gr yang kemudian dievaluasi melalui uji fisik. Hasil penelitian ini menunjukkan uji organoleptik pada konsistensi body lotion formula I, cair, formula II, yaitu kental dan formula III, yaitu sangat kental, sediaan berwarna dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda, dan aroma khas pisang. Uji pH yaitu formula I, II dan formula III dengan pH 6,86. Uji viskositas yaitu formula I dengan hasil 578 mPa.S, formula II yaitu 1.108 mPa.S dan formula III yaitu 2.853 mPa.S. Uji homogenitas yaitu formula I, II, dan formula III menunjukkan sediaan homogen, tidak ada butiran kasar dan warna merata. Uji daya lekat dengan rumus I yaitu 1,85 detik, rumus II yaitu 1,71 detik, dan rumus III yaitu 1,98 detik. Uji daya sebar dengan rumus I yaitu 5,8 cm, rumus II yaitu 5,5 cm, dan rumus III yaitu 5 cm. Uji aktivitas antioksidan pada formula III yaitu 22,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.var sapientum) yang memiliki hasil uji terbaik dari formula ketiga adalah formula III. (kata kunci : Body lotion, kulit pisang, formulasi, uji fisik)