Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BANGGAI CARDINAL FISH (BCF) (Pteropogon kaurdeni) DALAM WADAH TERKONTROL Ari Andayani; Baiq Hilda Astriana; Nurliah Nurliah
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.86

Abstract

Research objective was to determine the effect of different stocking densities on survival and growth of Banggai Cardinal Fish (BCF) (Pteropogon kaurdeni) in controlled containers. The study used an experimental method with a completely randomized design consisting of three treatment densities namely treatment A 0.833 ind / l, treatment B 1.667 ind / l, and treatment C 2.5 ind / l. Each treatment was repeated four times. The result shows that the different stocking densities effect significantly to the survival rate and daily growth rate of BCF, but do not effect significantly to the growth and length gain of BCF. The survival rate of BCF in treatment A gives the highest result (80%) and be followed by treatment B (78%) and treatment C (54%). In addition, the highest daily growth rate of BCF is found in treatment B (0,689%) and this is followed by treatment C (0,614%) and A (0,608% ).
PENAMBAHAN PREBIOTIK BERBEDA PADA PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) sri ramdhani; Dewi Nur'aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.100

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu jenis udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Udang ini banyak digemari dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, bahkan menjadi primadona dari Indonesia. Akan tetapi, kegiatan budidaya udang menghadapi permasalahan terkait faktor lingkungan, penyakit, pertumbuhan yang lambat, serta kematian massal. Hal ini berakibat menurunkan tingkat produktivitas udang vaname. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penambahan prebiotik pada pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan prebiotik yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan udang vaname (Litopanaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuannya adalah Kontrol K ( pakan tanpa prebiotik), P1 (pakan pellet dengan penambahan prebiotik ubi 2%), P2 (pakan pellet dengan penambahan prebiotik kentang 2%), P3 ( pakan pellet dengan penambahan prebiotik ubi 1% dan kentang 1%). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat signifikan 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara perlakuannya untuk tingkat laju pertumbuhan spesifik, bobot mutlak, rasio konversi pakan, dan pertumbuhan mutlak.
PENGARUH PENAMBAHAN CACING SUTRA (Tubifex) SEBAGAI KOMBINASI PAKAN BUATAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Atta Mullah; Nanda Diniarti; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v9i2.163

Abstract

Catfish (Clarias sp.) Is one of the commodities featured fresh water to be cultivated and popular among the people. This dikarnakan owned catfish nutrition high in protein and bone-fortifying substances (calcium) is good for food. Catfish (Clarias sp.) included in the class of carnivorous fish and also includes scavengers, at the larval stages of catfish in desperate need of natural food such as sludge worms (Tubifex), which has a high protein value, The research was conducted for 30 days from the date July 31, 2019 until the date August 29, 2019, where research is conducted in the village of Langko, District Lingsar, West Lombok regency,This research was conducted with an experimental method using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications that treatment A: Pellet 100% (control), B: Pellets 25% and sludge worms 75%, C: Pellet 50% and sludge worms 50 % and D: Pellets 75% and 25% sludge worms. The results showed that larval fish catfish (Clarias gariepinus) the survival rate (SR) was obtained in treatment B the highest, reaching 94.7% and the value of the lowest survival in treatment A is equal to 80%. ANOVA results showed no significant difference from the effect of the addition of sludge worms (Tubifex) as a combination of artificial feed for the maintenance of of the weight growth absolute length growth the absolute level of lifespan life, the efficiency of feed utilization and the emptying time hull.
UJI EFEKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromisniloticus) PASCA INFEKSI Aeromonas hydrophila Kherma Levia; Saptono Waspodo; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Unram Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i2.255

Abstract

The rise of tilapia fish cultivation cannot avoid the application of high cultivation intensification. This can have a negative impact, one of which was the onset of Motile Aeromonas Septicaemia (MAS). Motile Aeromonas Septicaemia (MAS) was one of the diseases that can attack tilapia, this disease was caused by the bacterium Aeromonas hydrophyla. The study aimed to determine the effect of the use of pepaya seed extract (Carica papaya L.) on the survival of tilapia fish, tilapia growth and the profile of red blood cells of tilapia fish infected with A. hydrophila bacteria. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) while the treatments are P1 (immersion with a concentration of 20%), P2 (30%), P3 (40%), P4 (50%) carried out for 30 days. The results showed the highest survival in the P3 treatment which is 66.66% and the lowest is P0 which is 13.33%, red blood test results show healthy fish blood on average above 30x10? cells / mm³ while sick fish that have been infected with A. hydrophila bacteria point to an average of above 5x10? cells / mm³ and fish in the treatment of P1, P2, P3, and P4 that have been soaked using pepaya seed extract and maintained for 14 days show blood test results above 25x10? cells / mm³ while fish that are not soaked show the results of calculations of 17.4x10? cells / mm³. The conclusion of this study was that P2 treatment with a dose of 30% was recommended for the survival rate of tilapia fish. P1 with a dose of 20% with the administration of pepaya seed extract has a real effect on the number of red blood cells of tilapia fish. As for the absolute long growth and absolute weight of tilapia fish, the immersion of pepaya seed extract has no real effect.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN KERANG DARAH DI KAWASAN MANGROVE DESA CEMARA, KABUPATEN LOMBOK BARAT Baiq Hilda Astriana; Chandrika Eka Larasati; Aryan Perdana Putra
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.287

Abstract

Kerang darah merupakan salah satu biota perairan yang sangat diminati untuk dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi. Salah satu kawasan pesisir di Pulau Lombok yang diketahui menjadi habitat kerang darah ini adalah kawasan mangrove di Desa Cemara, Kabupaten Lombok Barat. Akan tetapi, eksploitasi berlebihan yang dilakukan oleh para pengumpul kerang darah menjadikan kerang ini semakin sulit untuk dicari. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada mata pencaharian masyarakat sekitar atau para pengumpul kerang tersebut. Namun demikian, belum diketahui persepsi masyarakat setempat mengenai kegiatan eksploitasi kerang darah tersebut maupun upaya pengelolaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan kerang darah (Anadara granosa) di kawasan mangrove Pantai Cemara, Desa Cemara, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sampel yang diambil berjumlah 200 (berdasarkan rumus Slovin)  dari total 400 warga. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa responden mendukung pengelolaan pemanfaatan kerang darah secara terintegrasi antara pemerintah dan penduduk setempat dengan perumusan aturan pengelolaan yang berlandaskan kearifan lokal dan berlaku bagi semua pihak sehingga sumberdaya kerang darah dapat lestari.
ANALISIS TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN DI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT, LABUHAN SANGORO, TELUK SALEH KABUPATEN SUMBAWA Baiq Hilda Astriana; Nunik Cokrowati; Aryan Perdana Putra
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.617

Abstract

Perairan Labuhan Sangoro, Teluk Saleh, Sumbawa, telah lama dikembangkan sebagai kawasan budidaya rumput laut. Pada awal tahun 2023 telah dilaporkan kasus gagal panen rumput laut yang diakibatkan rontoknya talus rumput laut secara signifikan. Walaupun belum diketahui secara pasti penyebab dari kasus ini, potensi penyebab dapat berupa pencemaran perairan oleh limbah dari kegiatan budidaya tambak udang intensif yang relatif dekat dengan lokasi budidaya rumput laut. Dengan demikian, perlu diketahui kondisi kualitas air serta tingkat pencemaran di perairan Labuhan Sangoro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 di perairan lokasi budidaya rumput laut, Labuhan Sangoro, Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sampling air laut menggunakan metode purposive sampling dengan menetapkan 4 titik sampling meliputi lokasi budidaya rumput laut dan di sekitar lokasi yang berdekatan dengan lokasi outlet tambak udang. Pengukuran kecerahan air laut dilakukan secara in-situ, sedangkan pengukuran parameter fisika lainnya serta parameter kimia dilakukan di Laboratorium Produksi dan Reproduksi Ikan Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Data parameter fisika-kimia yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisis Indeks Pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Labuhan Sangoro telah mengalami penurunan kualitas dengan indeks pencemaran sebesar 6,62 (tercemar sedang). Beberapa parameter dengan nilai di luar rentang optimal di antaranya pH, DO, TDS, salinitas, ammonia, dan nitrit juga menunjukkan bahwa telah terjadi pencemaran pada perairan Labuhan Sangoro.