Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN TENGGARONG SEBERANG DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDAPATAN, PENDIDIKAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Muhammad Busyairi; Pursatul Faradillah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i2.8327

Abstract

Keberagaman dan tingginya aktivitas mendorong manusia dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang secara tidak langsung berhubungan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Di sisi lain permasalahan yang ditimbulkan meningkatkan potensi timbulan sampah yang dihasilkan seperti di Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengetahuan dan pendidikan manusia selaku sumber utama sampah masih belum bisa melakukan pengolahan yang baik dan pemerintah juga belum menyediakan pelayanan yang mempuni dalam pengelolaan sampah. Sehingga perlu perencanaan khusus yang berhubungan dengan aspek pengelolaan sampah. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampah perumahan di Kecamatan Tenggarong Seberang yang mengacu pada SNI 19-3964-1994. Dilakukan survei persepsi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Analisis data menggunakan tabulasi serta pengujian menggunakan SPSS berupa pengujian ANOVA untuk menganalisis tingkat pendapatan masyarakat terhadap timbulan dan pengujian dengan chi-square untuk hubungan tingkat pendidikan terhadap perilaku pengolahan sampah dalam masyarakat. Diperoleh timbulan sampah perumahan permanen sebanyak 0,51 kg/orang/hari, semi permanen 0,52 kg/orang/hari, dan non permanen sebanyak 0,44 kg/orang/hari. Volume yang dihasilkan permanen sebanyak 2,55 liter/orang/hari, semi permanen 2,4 liter/orang/hari, dan non permanen sebanyak 1,82 liter/orang/hari. Komposisi sampah paling banyak ialah kayu, organik, dan plastik. Sedangkan dari hasil uji ANOVA ternyata tidak berpengaruh pada pendapatan dan timbulan sampah serta dari hasil uji chi-square tingkat pendidikan tidak saling berpengaruh.
EVALUASI JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA DISTRICT METER AREA LOA BUAH KOTA SAMARINDA Ika Meicahayanti; Septi Mediana Muryono; Yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5207

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan pipa distribusi air bersih adalah kehilangan tekanan dan minimnya kecepatan aliran pada jaringan. Hal ini yang membuat aliran air bersih ke masyarakat belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi jaringan pipa distribusi air bersih eksisting di DMA Loa Buah Kota Samarinda. Selanjutnya penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi permasalahan sehingga dapat merumuskan pemecahan masalah yang tepat untuk mencapai peningkatan pelayanan bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software EPANET 2.0 untuk melakukan simulasi jaringan distribusi air bersih di DMA Loa Buah. Selain itu juga dilakukan pengukuran langsung, berupa nilai tekanan dan kecepatan. Terdapat delapan lokasi pengukuran di kawasan DMA, untuk membandingkan hasil simulasi dengan kondisi di lapangan. Hasil simulasi kemudian dievaluasi dengan melihat nilai tekanan dan kecepatan sesuai dengan kriteria dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007. Terdapat 20 junction memiliki nilai tekanan di bawah kriteria pada jam puncak pelayanan, yaitu minimum 5,16 meter dan terdapat 56 pipa serta 16 valve yang memiliki nilai kecepatan aliran di bawah kriteria pada jam minimum pelayanan, yaitu minimum 0,3 m/s. Perbandingan hasil simulasi dan pengukuran langsung menunjukkan dari delapan titik lokasi, hanya satu titik yang memiliki nilai sama, sedangkan tujuh titik lain memiliki perbedaan nilai sebesar -16,81 sampai dengan 22,95 m. Penggantian diameter pipa, valve, dan penambahan pompa dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
PENGARUH KECEPATAN ALIR PADA REAKTOR BIOSAND FILTER DALAM INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH PADA AIR SUNGAI KARANG MUMUS Edhi Sarwono; Arzano Rohmahendi; yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i1.1566

Abstract

AbstractThe research about clean water treatment of Karang Mumus river has been done using coagulation reactor, sedimentation flocculation, and biosand filter, so that the water would not causing desease to the citizen around Karang Mumus river who used the water for daily purpose. This research is performed with four treatment variations, those are the flow rate in biosand filter reactor with the variation 0,1 m/hour, 0,2 m/hour, 0,3 m/hour, and 0,4 m/hour. The difference of flow rate in biosand filter reactor will affect the diferrence of contact time in biosand filter reactor. The parameters that is tested in this research are turbidity, organic substance (KMnO­4), and total coliform. The result of the laboratory test  before and after treatment shows that the highest efficiency on turbidity reduction among each flow rate variations in biosand filter reactor is 0,4 m/hour with the percentage of reduction is 99,45% . The highest efficiency on organic substance (KMnO4) among each flow rate variations is 0,3 m/hour with the percentage of reduction is 33,67%. The highest efficiency on total coliform reduction among each flow rate variations is 0,1 m/hour with the percentage of reduction is 99,21%. Keyword: Biosand Filter, Sedimentation, Flocculation, Koagulation, Karang Mumus River
PEMODELAN HIDROLOGI PADA DAS KENDILO DI KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rofifah Nuur Adawiyah; Yunianto Setiawan; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5223

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kendilo adalah salah satu DAS penting yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dan termasuk dalam kondisi kritis. Pembukaan lahan dan perubahan tata guna lahan menyebabkan DAS Kendilo mengalami degradasi dan meningkatkan resiko bencana banjir. Penelitian ini berfokus pada transformasi curah hujan menjadi debit aliran yang dimodelkan dengan model HEC-HMS. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perancangan model hidrologi pada DAS Kendilo dan mengetahui besar debit yang dihasilkan pada curah hujan tertinggi dan terendah di DAS Kendilo. Penentuan volume limpasan, limpasan langsung, aliran dasar, dan rute aliran masing-masing menggunakan metode SCS curve number, SCS unit hydrograph, Constant monthly dan Muskingum-Cunge routing. Validasi model menggunakan uji statistik Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dengan hasil menunjukkan nilai NSE sebesar 0,53 dan 0,49, sehingga dapat dikatakan model HEC-HMS pada penelitian ini telah akurat. Pada curah hujan tertinggi DAS Kendilo dapat memproduksi debit sebesar 390 m3 /detik dan pada curah hujan terendah DAS Kendilo dapat memproduksi debit sebesar 70 m3 /detik. Berdasarkan hasil analisis, model hujan-limpasan dapat digunakan untuk memprediksi banjir pada wilayah DAS Kendilo.
PENURUNAN PARAMETER KEKERUHAN, TSS DAN TDS DENGAN VARIASI UNIT FLOKULASI Edhi Sarwono; Khairunnisa Rizky Aprillia; yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i2.1562

Abstract

AbstractA research on water treatment at Mahakam River water using the gravel bed flocculator (medium grained), the variation of theflocculation units gravel bed using granular media are used in the form of pieces of PVC pipe 1 "by 2cm, while flocculation with baffles chanel uses glass barriers on flokulasinya unit. Pieces of PVC pipe is functioned as the space between the grains of the media used as column streams that meander which is expected to be a medium for colloids that have terdestabilisasi of coagulation process will be in contact with the joining form a floc with a larger size and can be deposited, while the variation unit flocculation receipts baffle channel, where the unit of flocculation, there are the glass partition in the unit, the bulkhead is intended as a slow stirring in units flocculation to produce water movement that encourages contact between the particles without causing a rupture of a combination of particles that have been formed. The parameters examined, ie, turbidity, TSS and TDS. Retrieved onturbidity removal efficiency of gravelbed 54.34% and of amounted to 80.41%baffles,for TSS removal efficiency with gravelbed 39.82% and baffles 59.33%, and for the efficiency of TDS decrease by gravelbed 14.28% with baffles by 106 , 25%.  Keyword: Gravelbed, BaffleChanel, coagulation, flocculation, sedimentation
ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN KECAMATAN MUARA BADAK DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Searphin Nugroho; Anggun Dwi Cahya Dani Saputri
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i1.8478

Abstract

Timbulan sampah akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan komposisi sampah mengalami perubahan setiap tahun akibat adanya perubahan pada pola hidup dan tingkat ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan tingkat pendapatan penduduk terhadap timbulan dan komposisi sampah, mengetahui keterkaitan tingkat pendidikan terhadap perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, dan merekomendasikan sistem pengolahan sampah di Kecamatan Muara Badak berdasarkan klasifikasi jenis perumahan dengan pendapatan tinggi, menengah dan rendah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan cara survei ke lokasi sampling dan didukung oleh kuesioner. Metode pengukuran timbulan dan komposisi sampah mengacu pada SNI 19-3964- 1994. Uji statistik yang digunakan untuk mencari keterkaitan antara variabel yang diamati dalam penelitian ini, yaitu melalui uji Anova one-way dan uji chi-square. Total berat dan volume timbulan sampah Kecamatan Muara Badak dari 3 kategori perumahan adalah sebesar 251,13 kg dan 3170 l dengan komposisi sampah terbesar di adalah sampah organik dengan persentase komposisi sampah sebesar 40,1%. Dari hasil analisis diketahui bahwa tingkat pendapatan tidak mempengaruhi jumlah timbulan sampah, namun dapat mempengaruhi komposisi sampah pada jenis tertentu. Selain itu, tingkat pendidikan juga tidak mempengaruhi perilaku kebiasaan masyarakat dalam mengolah sampah yang mereka hasilkan sehari-hari. Melihat dari jenis komposisi sampah yang paling mendominasi, sistem pengolahan sampah yang dapat direkomendasikan adalah pengomposan sampah berbasis TPS 3R.
ANALISIS KUALITAS AIR DANAU MESANGAT, KABUPATEN KUTAI TIMUR Putra, Rama Tirta Nurwantara; Setiawan, Yunianto; Sulistioadi, Yohanes Budi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10110

Abstract

Danau Mesangat merupakan kesatuan bentang lahan basah yang meliputi aliran sungai, rawa, dan danau yang esensial untuk keberlangsungan makhluk hidup di sekitarnya. Danau ini termasuk ke dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu, diperlukan analisa kualitas air di danau tersebut, dalam hal ini melalui penentuan status mutu air serta perhitungan DTBP. Penelitian dilaksanakan di Danau Mesangat, Kabupaten Kutai Timur pada Juni 2022 saat muka air surut serta terdapat keterbatasan akses, dengan melakukan pengambilan sampel air permukaan danau di Danau Mesangat yang mengacu kepada SNI 6989.57:2008. Kemudian dilakukan analisis penentuan status mutu air menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP) serta dilakukan perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) Danau mengacu kepada PERMENLH No. 28 Tahun 2009. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran di Danau Mesangat dan mengetahui besaran daya tampung danau tersebut untuk parameter BOD. Berdasarkan pengolahan serta analisis data, didapatkan hasil bahwa mutu air di Danau Mesangat dari penggunaan metode STORET adalah cemar ringan dengan skor rata-rata yaitu -3,67. Penentuan status mutu air berdasarkan metode IP juga menunjukkan bahwa kondisi air di Danau Mesangat ialah tercemar ringan dengan indeks rata-rata yaitu 2,23. Kemudian hasil dari perhitungan DTBP di Danau Mesangat pada parameter BOD menunjukkan bahwa danau tersebut memiliki daya tampung beban pencemar sebesar 1034,935 ton/tahun untuk parameter BOD. Alokasi beban pencemar yang dimiliki Danau Mesangat untuk parameter BOD adalah 1300 mg/m3. Hasil ini didapatkan berdasarkan perhitungan menggunakan data alokasi beban pencemar dari Sungai Mahakam karena minimnya referensi terkait badan air terdekat dari danau.
UJI KINERJA METODE ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMUNIUM (Al) UNTUK PENYISIHAN LOGAM Fe DAN Mn PADA AIR BERSIH BERDASARKAN EFISIENSI PENYISIHAN DAN KONSUMSI ENERGI Ibrahim, Ibrahim; Setiawan, Yunianto; Rahayu, Dwi Ermawati; Surya, Ridwan Adi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.11320

Abstract

Air tanah sebagai sumber air bersih masih menjadi pilihan utama oleh Sebagian besar masyarakat karena alasan murah dan bisa langsung dimanfaatkan. Namun, kondisi air tanah saat ini semakin banyak yang tidak memenuhi kualitas air bersih seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, Salah satu masalah air bersih yang sering dijumpai adalah kontaminasi logam terutama Fe dan Mn. Elektrokoagulasi adalah salah satu metode pengolahan air yang ekonomis, praktis, dan mudah dioperasikan sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menguji kinerja metode elektrokoagulasi untuk mendapatkan efisiensi penyisihan optimum serta konsumsi energi optimum untuk penyisihan logam Fe dan Mn dalam air bersih. Data efisiensi penyisihan optimum dan konsumsi energi optimum diperoleh dari elektrokoagulasi dengan memberikan variasi waktu 5, 10, 15, 20, 25, 30 menit. Dari hasil penelitian ini efesiensi penyisihan optimum dihasilkan sebesar 66,28 % pada t = 30 menit untuk Fe dan Mn sebesar 61,88 % pada t = 30 menit. Konsumsi energi Optimum penyisihan logam Fe diperoleh 2,42 kWh/m3 pada t = 30 menit dan logam Mn sebesar 2,14 kWh/m3 pada t = 30 menit.
ANALISIS KUALITAS AIR PADA DANAU KENOHAN SUWI, MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Yafi, Zahrul; Setiawan, Yunianto; Sulistioadi, Yohanes Budi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.10116

Abstract

Danau Kenohan Suwi adalah bentang Danau yang meliputi sungai, rawa dan danau dengan nilai ekosistem esensial untuk kehidupan tumbuhan, satwa dan manusia. Danau ini terletak didalam sub DAS Kedang Kepala. Pencemaran air yang saat ini terjadi pada Danau Kenohan Suwi sudah harus mulai diperhatikan. Sehingga perlu dilakukannya penelitian yang dapat menganalisa tingkat kualitas air yang ada pada Danau tersebut. Penentuan status mutu air pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP) yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Kemudian dilakukan perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) yang telah diatur pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 28 Tahun 2009. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran dan nilai daya tampung pencemaran yang ada khususnya untuk parameter BOD. Berdasarkan hasil dari penentuan status mutu air Danau Kenohan Suwi, didapatkan hasil bahwa status mutu air Danau tersebut adalah Cemar Ringan. Kemudian perhitungan alokasi beban pencemar Danau Kenohan Suwi dilakukan pada setiap titik. Dapat disimpulkan bahwa nilai alokasi beban pencemar parameter BOD adalah 1400 mg/m3. Adapun hasil dari perhitungan nilai daya tampung beban pencemar parameter BOD Danau Kenohan Suwi, didapatkan hasil sebesar 51,90737 ton/tahun.
SOSIALISASI ALTERNATIF BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK PASAR DAN RUMAH TANGGA DENGAN BUDIDAYA MAGOT BSF DAN ECOENZYM DI AREA SEKITAR TPS3R PASAR SEGIRI Rahayu, Dwi Ermawati; Setiawan, Yunianto; Ibrahim, Ibrahim
MINDA BAHARU Vol 8, No 1 (2024): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v8i1.5875

Abstract

Pasar merupakan salah satu sumber penghasil sampah terbesar kedua setelah sektor rumah tangga. Sampah pasar memiliki karakteristik tersendiri yaitu komposisi sampah organik yang sangat mendominasi. Sebagaimana yang terjadi di Pasar Segiri sebagai pasar induk terbesar di Samarinda menghasilkan volume sampah organik yang cukup besar lebih dari 18ton/hari. Metode pada pengabdian ini adalah berupa Pasar merupakan salah satu sumber penghasil sampah terbesar kedua setelah sektor rumah tangga. Sampah pasar memiliki karakteristik tersendiri yaitu komposisi sampah organik yang sangat mendominasi. Sebagaimana yang terjadi di Pasar Segiri sebagai pasar induk terbesar di Samarinda menghasilkan volume sampah organik yang cukup besar lebih dari 18ton/hari. Metode pada pengabdian ini adalah berupa sosialisasi tentang beberapa alternatif pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot BSF dan ecoenzym. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan informasi teknologi yang pemanfaatan sampah organik oleh kelompok masyarakat maupun individu. Sasaran penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola TPS3R Pasar Segiri serta mahasiswa teknik lingkungan yang tergabung dalam BSF Mulawarman Community. Hasil kegiatan ini adanya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat, pengelola TPS3R Segiri dan bagi mahasiswa. Keberadaan mahasiswa diharapkan sebagai agen yang akan menyebarluaskan pengetahuan tentang pengelolaan sampah organik secara lebih luas di daerah masing masing, maupun lewat media sosial. Namun kegiatan ini masih memerlukan pendampingan dan pelatihan lanjutan dalam menerapkan teknologi yang dipilih dan pengelolaan produk yang optimal