Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN TENGGARONG SEBERANG DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDAPATAN, PENDIDIKAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Muhammad Busyairi; Pursatul Faradillah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i2.8327

Abstract

Keberagaman dan tingginya aktivitas mendorong manusia dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang secara tidak langsung berhubungan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Di sisi lain permasalahan yang ditimbulkan meningkatkan potensi timbulan sampah yang dihasilkan seperti di Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengetahuan dan pendidikan manusia selaku sumber utama sampah masih belum bisa melakukan pengolahan yang baik dan pemerintah juga belum menyediakan pelayanan yang mempuni dalam pengelolaan sampah. Sehingga perlu perencanaan khusus yang berhubungan dengan aspek pengelolaan sampah. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampah perumahan di Kecamatan Tenggarong Seberang yang mengacu pada SNI 19-3964-1994. Dilakukan survei persepsi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Analisis data menggunakan tabulasi serta pengujian menggunakan SPSS berupa pengujian ANOVA untuk menganalisis tingkat pendapatan masyarakat terhadap timbulan dan pengujian dengan chi-square untuk hubungan tingkat pendidikan terhadap perilaku pengolahan sampah dalam masyarakat. Diperoleh timbulan sampah perumahan permanen sebanyak 0,51 kg/orang/hari, semi permanen 0,52 kg/orang/hari, dan non permanen sebanyak 0,44 kg/orang/hari. Volume yang dihasilkan permanen sebanyak 2,55 liter/orang/hari, semi permanen 2,4 liter/orang/hari, dan non permanen sebanyak 1,82 liter/orang/hari. Komposisi sampah paling banyak ialah kayu, organik, dan plastik. Sedangkan dari hasil uji ANOVA ternyata tidak berpengaruh pada pendapatan dan timbulan sampah serta dari hasil uji chi-square tingkat pendidikan tidak saling berpengaruh.
EVALUASI JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA DISTRICT METER AREA LOA BUAH KOTA SAMARINDA Ika Meicahayanti; Septi Mediana Muryono; Yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5207

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan pipa distribusi air bersih adalah kehilangan tekanan dan minimnya kecepatan aliran pada jaringan. Hal ini yang membuat aliran air bersih ke masyarakat belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi jaringan pipa distribusi air bersih eksisting di DMA Loa Buah Kota Samarinda. Selanjutnya penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi permasalahan sehingga dapat merumuskan pemecahan masalah yang tepat untuk mencapai peningkatan pelayanan bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software EPANET 2.0 untuk melakukan simulasi jaringan distribusi air bersih di DMA Loa Buah. Selain itu juga dilakukan pengukuran langsung, berupa nilai tekanan dan kecepatan. Terdapat delapan lokasi pengukuran di kawasan DMA, untuk membandingkan hasil simulasi dengan kondisi di lapangan. Hasil simulasi kemudian dievaluasi dengan melihat nilai tekanan dan kecepatan sesuai dengan kriteria dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007. Terdapat 20 junction memiliki nilai tekanan di bawah kriteria pada jam puncak pelayanan, yaitu minimum 5,16 meter dan terdapat 56 pipa serta 16 valve yang memiliki nilai kecepatan aliran di bawah kriteria pada jam minimum pelayanan, yaitu minimum 0,3 m/s. Perbandingan hasil simulasi dan pengukuran langsung menunjukkan dari delapan titik lokasi, hanya satu titik yang memiliki nilai sama, sedangkan tujuh titik lain memiliki perbedaan nilai sebesar -16,81 sampai dengan 22,95 m. Penggantian diameter pipa, valve, dan penambahan pompa dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
PENGARUH KECEPATAN ALIR PADA REAKTOR BIOSAND FILTER DALAM INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH PADA AIR SUNGAI KARANG MUMUS Edhi Sarwono; Arzano Rohmahendi; yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i1.1566

Abstract

AbstractThe research about clean water treatment of Karang Mumus river has been done using coagulation reactor, sedimentation flocculation, and biosand filter, so that the water would not causing desease to the citizen around Karang Mumus river who used the water for daily purpose. This research is performed with four treatment variations, those are the flow rate in biosand filter reactor with the variation 0,1 m/hour, 0,2 m/hour, 0,3 m/hour, and 0,4 m/hour. The difference of flow rate in biosand filter reactor will affect the diferrence of contact time in biosand filter reactor. The parameters that is tested in this research are turbidity, organic substance (KMnO­4), and total coliform. The result of the laboratory test  before and after treatment shows that the highest efficiency on turbidity reduction among each flow rate variations in biosand filter reactor is 0,4 m/hour with the percentage of reduction is 99,45% . The highest efficiency on organic substance (KMnO4) among each flow rate variations is 0,3 m/hour with the percentage of reduction is 33,67%. The highest efficiency on total coliform reduction among each flow rate variations is 0,1 m/hour with the percentage of reduction is 99,21%. Keyword: Biosand Filter, Sedimentation, Flocculation, Koagulation, Karang Mumus River
PEMODELAN HIDROLOGI PADA DAS KENDILO DI KABUPATEN PASER, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rofifah Nuur Adawiyah; Yunianto Setiawan; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5223

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kendilo adalah salah satu DAS penting yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dan termasuk dalam kondisi kritis. Pembukaan lahan dan perubahan tata guna lahan menyebabkan DAS Kendilo mengalami degradasi dan meningkatkan resiko bencana banjir. Penelitian ini berfokus pada transformasi curah hujan menjadi debit aliran yang dimodelkan dengan model HEC-HMS. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perancangan model hidrologi pada DAS Kendilo dan mengetahui besar debit yang dihasilkan pada curah hujan tertinggi dan terendah di DAS Kendilo. Penentuan volume limpasan, limpasan langsung, aliran dasar, dan rute aliran masing-masing menggunakan metode SCS curve number, SCS unit hydrograph, Constant monthly dan Muskingum-Cunge routing. Validasi model menggunakan uji statistik Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dengan hasil menunjukkan nilai NSE sebesar 0,53 dan 0,49, sehingga dapat dikatakan model HEC-HMS pada penelitian ini telah akurat. Pada curah hujan tertinggi DAS Kendilo dapat memproduksi debit sebesar 390 m3 /detik dan pada curah hujan terendah DAS Kendilo dapat memproduksi debit sebesar 70 m3 /detik. Berdasarkan hasil analisis, model hujan-limpasan dapat digunakan untuk memprediksi banjir pada wilayah DAS Kendilo.
PENURUNAN PARAMETER KEKERUHAN, TSS DAN TDS DENGAN VARIASI UNIT FLOKULASI Edhi Sarwono; Khairunnisa Rizky Aprillia; yunianto Setiawan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v1i2.1562

Abstract

AbstractA research on water treatment at Mahakam River water using the gravel bed flocculator (medium grained), the variation of theflocculation units gravel bed using granular media are used in the form of pieces of PVC pipe 1 "by 2cm, while flocculation with baffles chanel uses glass barriers on flokulasinya unit. Pieces of PVC pipe is functioned as the space between the grains of the media used as column streams that meander which is expected to be a medium for colloids that have terdestabilisasi of coagulation process will be in contact with the joining form a floc with a larger size and can be deposited, while the variation unit flocculation receipts baffle channel, where the unit of flocculation, there are the glass partition in the unit, the bulkhead is intended as a slow stirring in units flocculation to produce water movement that encourages contact between the particles without causing a rupture of a combination of particles that have been formed. The parameters examined, ie, turbidity, TSS and TDS. Retrieved onturbidity removal efficiency of gravelbed 54.34% and of amounted to 80.41%baffles,for TSS removal efficiency with gravelbed 39.82% and baffles 59.33%, and for the efficiency of TDS decrease by gravelbed 14.28% with baffles by 106 , 25%.  Keyword: Gravelbed, BaffleChanel, coagulation, flocculation, sedimentation
ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN KECAMATAN MUARA BADAK DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENDAPATAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Searphin Nugroho; Anggun Dwi Cahya Dani Saputri
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i1.8478

Abstract

Timbulan sampah akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan komposisi sampah mengalami perubahan setiap tahun akibat adanya perubahan pada pola hidup dan tingkat ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan tingkat pendapatan penduduk terhadap timbulan dan komposisi sampah, mengetahui keterkaitan tingkat pendidikan terhadap perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, dan merekomendasikan sistem pengolahan sampah di Kecamatan Muara Badak berdasarkan klasifikasi jenis perumahan dengan pendapatan tinggi, menengah dan rendah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan cara survei ke lokasi sampling dan didukung oleh kuesioner. Metode pengukuran timbulan dan komposisi sampah mengacu pada SNI 19-3964- 1994. Uji statistik yang digunakan untuk mencari keterkaitan antara variabel yang diamati dalam penelitian ini, yaitu melalui uji Anova one-way dan uji chi-square. Total berat dan volume timbulan sampah Kecamatan Muara Badak dari 3 kategori perumahan adalah sebesar 251,13 kg dan 3170 l dengan komposisi sampah terbesar di adalah sampah organik dengan persentase komposisi sampah sebesar 40,1%. Dari hasil analisis diketahui bahwa tingkat pendapatan tidak mempengaruhi jumlah timbulan sampah, namun dapat mempengaruhi komposisi sampah pada jenis tertentu. Selain itu, tingkat pendidikan juga tidak mempengaruhi perilaku kebiasaan masyarakat dalam mengolah sampah yang mereka hasilkan sehari-hari. Melihat dari jenis komposisi sampah yang paling mendominasi, sistem pengolahan sampah yang dapat direkomendasikan adalah pengomposan sampah berbasis TPS 3R.
SOSIALISASI ALTERNATIF BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK PASAR DAN RUMAH TANGGA DENGAN BUDIDAYA MAGOT BSF DAN ECOENZYM DI AREA SEKITAR TPS3R PASAR SEGIRI Rahayu, Dwi Ermawati; Setiawan, Yunianto; Ibrahim, Ibrahim
MINDA BAHARU Vol 8, No 1 (2024): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v8i1.5875

Abstract

Pasar merupakan salah satu sumber penghasil sampah terbesar kedua setelah sektor rumah tangga. Sampah pasar memiliki karakteristik tersendiri yaitu komposisi sampah organik yang sangat mendominasi. Sebagaimana yang terjadi di Pasar Segiri sebagai pasar induk terbesar di Samarinda menghasilkan volume sampah organik yang cukup besar lebih dari 18ton/hari. Metode pada pengabdian ini adalah berupa Pasar merupakan salah satu sumber penghasil sampah terbesar kedua setelah sektor rumah tangga. Sampah pasar memiliki karakteristik tersendiri yaitu komposisi sampah organik yang sangat mendominasi. Sebagaimana yang terjadi di Pasar Segiri sebagai pasar induk terbesar di Samarinda menghasilkan volume sampah organik yang cukup besar lebih dari 18ton/hari. Metode pada pengabdian ini adalah berupa sosialisasi tentang beberapa alternatif pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot BSF dan ecoenzym. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan informasi teknologi yang pemanfaatan sampah organik oleh kelompok masyarakat maupun individu. Sasaran penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola TPS3R Pasar Segiri serta mahasiswa teknik lingkungan yang tergabung dalam BSF Mulawarman Community. Hasil kegiatan ini adanya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat, pengelola TPS3R Segiri dan bagi mahasiswa. Keberadaan mahasiswa diharapkan sebagai agen yang akan menyebarluaskan pengetahuan tentang pengelolaan sampah organik secara lebih luas di daerah masing masing, maupun lewat media sosial. Namun kegiatan ini masih memerlukan pendampingan dan pelatihan lanjutan dalam menerapkan teknologi yang dipilih dan pengelolaan produk yang optimal
Analisis Kualitas Kasgot dari Larva Black Soldier Fy (BSF) dengan Menggunakan Sampah Organik Sayur dan Buah di TPS 3R Pasar Segiri, Kota Samarinda Setiawan, Yunianto; Sarwono, Edhi; Asghaf, Achmad Taufan Fatahillah
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.3612

Abstract

Organic waste can be used as feed for cultivating Black Soldier Fly (BSF) larvae, one of which is frass. In this research, maggot breeding was carried out at Solid Waste Processing Station System Reduce, Reuse, and Recycle (TPS 3R) Segiri Market. The waste used to feed maggots was mango and apple waste, as well as Chinese cabbage and carrot vegetable waste with three variations of waste used for maggots, namely (1) a combination of 50% vegetable and 50% fruit, (2) a combination of 75% vegetable and 25% fruit, and (3) a combination of 25% vegetable and 75% fruit. This research was carried out for 18 days with 100 grams of feed per day. The results of this research are frass, which was tested on the parameters of water content, pH, C-organic, macro nutrients, C/N ratio, Fe, and Cd compared to the Republic of Indonesia Minister of Agriculture Decree Number 261 of 2019 concerning Minimum Requirements for Organic Fertilizers, Biological Fertilizers, and Improvers Soil, Solid Organic Fertilizer section. In this research, it was concluded that feed variations affect parameters due to the ingredients used. The best quality frass was the variation of 50% vegetables and 50% fruit, and met the quality standards based on the Republic of Indonesia Minister of Agriculture Decree Number 261 of 2019. The yield of frass produced by BSF larvae originating from organic waste at TPS 3R Pasar Segiri Samarinda for 18 days was equal to 44%.   Abstrak Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) salah satunya berupa kasgot. Pada penelitian ini dilakukan pengembangbiakan maggot di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) Pasar Segiri. Sampah yang digunakan untuk pakan maggot adalah sampah buah mangga dan apel, serta sampah sayur sawi putih dan wortel dengan variasi yang digunakan adalah (1) kombinasi 50% sayur dan 50% buah, (2) kombinasi 75% sayur dan 25% buah, dan (3) kombinasi 25% sayur dan 75% buah. Penelitian ini dilakukan selama 18 hari dengan pemberian pakan sebanyak 100 gram per hari. Hasil dari penelitian ini berupa kasgot yang diuji pada parameter kadar air, pH, C-organik, hara makro, rasio C/N, Fe, dan Cd dibandingkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2019 tentang Persyaratan Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah, bagian Pupuk Organik Padat. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa variasi pakan mempengaruhi parameter karena bahan yang digunakan. Kualitas kasgot yang terbaik adalah pada variasi 50% sayur dan 50% buah, dan telah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2019. Yield kasgot yang dihasilkan oleh larva BSF yang berasal dari sampah organik di TPS 3R Pasar Segiri Samarinda selama 18 hari adalah sebesar 44%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM REDUKSI SAMPAH ORGANIK MELALUI BUDIDAYA MAGOT DI KECAMATAN SAMARINDA ULU KOTA SAMARINDA Ibrahim, Ibrahim; Setiawan, Yunianto; Ermawati Rahayu, Dwi; Sarwono, Edhi; Mellita Yessika, Al
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1923-1931

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas reduksi sampah organik melalui pembenahan sarana budidaya maggot serta pelatihan untuk mendorong partisipasi masyarakat di Kelurahan Samarinda Ulu. Sebagai data awal, sarana budidaya yang tersedia di salah satu TPS3R terdiri dari biopon sebanyak 12 unit berukuran 50 x 200 cm dan 20 unit berukuran 33 x 60 cm dengan kapasitas total reduksi 2,015 ton/bulan  yang menggunakan desain rak bersusun non-permanen. Melalui kegiatan pembenahan ini, kapasitas reduksi berhasil ditingkatkan menjadi 4,725 ton/bulan melalui penggunaan 15 unit biopon berukuran 1 x 1 meter dan desain bak permanen yang lebih efisien. Pada aspek pemberdayaan masyarakat, pelatihan budidaya maggot diikuti oleh 29 peserta yang mendapatkan pemahaman teknis tentang budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Pelatihan ini berhasil meningkatkan animo masyarakat, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen partisipasi kolektif dari dua komunitas, yaitu Bank Sampah SIHAT RT.02 Kelurahan Jawa dan Bank Sampah BERSINAR RT.22 Kelurahan Jawa. Kedua komunitas tersebut menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tim fasilitator kegiatan PKM untuk kolaborasi jangka panjang dalam reduksi sampah organik menggunakan budidaya maggot. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kapasitas reduksi sampah di TPS3R kecamatan Samarinda Ulu serta antusiasme masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah organik. Dengan adanya pendampingan dari fasilitator, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model keberlanjutan bagi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Kajian Daya Dukung Air Berdasarkan Supply dan Demand di Kota Samarinda Wisiking Gusti, Ai Sukma; Ndan Imang; Yunianto Setiawan
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing population growth is accompanied by a rapid pace of development, especially in urban areas that serve as centers of the economy, government, trade, and industry. The rapid population growth and economic activities in Samarinda City have led to a higher demand for water, a vital resource for humans and the environment. Samarinda City is one of the regions experiencing growth both in terms of population and economic activity. This study utilizes equations from Government Regulation No. 17 of 2009 concerning water resource management to determine water availability and demand. The research method used is a quantitative study with the collection of primary and secondary data. The results indicate that from the present until 2035, Samarinda City will still experience a water surplus, where water availability exceeds demand. However, several challenges remain, particularly related to distribution, accessibility, and the quality of clean water in some areas, due to uneven development of water distribution infrastructure.