Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kesesuaian Antara Dokumen Studi Kelayakan Dan Rencana Pasca Tambang Pada Lahan Tambang PT Kitadin Embalut Rozi, Fachrul; Setiawan, Yunianto; Hamdhani, Hamdhani; Setyasih, Iya'; Ibrahim, Ibrahim; Rizal, Samsul
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v6i1.5274

Abstract

Setiap perusahaan pertambangan diwajibkan untuk menyusun rencana pasca tambang yang terintegrasi dengan studi kelayakan untuk memastikan bahwa kegiatan pasca tambang dilakukan secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian Dokumen Studi Kelayakan dan Dokumen Rencana Pasca tambang terhadap pelaksanaan pasca tambang, menganalisis kendala-kendala dalam pelaksanaan pasca tambang dan merumuskan rekomendasi strategis untuk keberhasilan program pasca tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sajian literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Terdapat 3 program utama dalam pasca tambang yakni Reklamasi, Reklamasi Bentuk Lain dan Program Pemberdayaan Masyarakat. Namun, hasil penelitian menunjukkan terdapat ketidaksesuaian antara dokumen studi kelayakan dan dokumen rencana pasca tambang dan ketidaksesuaian terhadap pemanfaatan kolam bekas tambang (void) yaitu pada void ex Seam 22GS (kolam cinta) yang belum memenuhi baku mutu air limbah. Rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas keberhasilan program pasca tambang yakni penyamaan persepsi dokumen, Pedoman Pengembangan Informatif dan Pengelolaan, sehingga keberhasilan program pasca tambang dapat berjalan dengan efektif sesuai dengan rencana.  
PENGGUNAAN FOTO UDARA UNTUK MONITORING LERENG TIMBUNAN IPD PIT 1 LAHAN PASCATAMBANG PT MEGAPRIMA PERSADA Sumarlin Sumarlin; Ibrahim Ibrahim; Yunianto Setiawan; Revia Oktaviani; Pangea Ghiyats Sabrian
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.25604

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam pascatambang adalah pemantauan stabilitas lereng timbunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketelitian penggunaan foto udara dari Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dalam mengidentifikasi lereng timbunan lahan pascatambang, dengan pendekatan kuantitatif berbasis parameter spasial. Dari hasil penelitian penggunan drone/UAV dalam kegiatan identfikasi lereng lahan pascatambang IPD (In pit dump) Pit 1 lahan pascatambang PT Megaprima berdasarkan ketentuan (standart) yang berlaku didapat nilai  CE90 yang dihasilkan nilai horisontal adalah 0,64 meter dan nilai LE90 ketetlitian secara vertikal adalah 2,02 meter secara ketentuan masih masuk dalam Kelas 1 pada ketelitian horizontal dan masuk kedalam kelas 3 ketetlitian secara vertikal. Dari data spasial yang dihasilkan dari pemetaan menggunakan drone atau UAV pada daerah peneltian IPD Pit 1 berdasarkan analisis ulang (back analysis) geoteknik nilai Faktor Keamanan (FK) adalah 0,77 dalam kondisi FK Dinamis pada salah titik lereng timbunan yang diteltiti, sehingga jika mengacu kepada ketentuan Kepmen ESDM nomor : 1827.K/30/MEM/2018 masuk kedalam kataegori keparahan konsekuensi tinggi. Secara lingkungan daerah peneltian masih terdapat void, kurangnya vegetasi yang menutupi, banyak terbentuk gulir erosi dan dekat dengan pemukiman Masyarakat serta daerah penelitian merupakan lereng timbunan yang terbentuk pada lubang bekas tambang seluas 70 Ha.
ANALISIS STATUS MUTU AIR HULU SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DAN STORET DI KABUPATEN KUTAI BARAT Sariyadi, Sariyadi; Hamdhani, Hamdhani; Setiawan, Yunianto; Mustakim, Mohammad; Tarigan, Daniel; Hasan, Harjuni; Sarwono, Edhi
Jurnal Chemurgy Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Chemurgy-Juni 2026
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v10i1.26661

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kualitas air di hulu Sungai Lawa, Kabupaten Kutai Barat, dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan STORET. Sungai Lawa memiliki peran ekologis, sosial, dan ekonomi penting bagi masyarakat, namun dalam dua dekade terakhir menghadapi tekanan antropogenik akibat pertambangan batubara, perkebunan, dan pemukiman. Penelitian dilakukan melalui pengukuran parameter fisika, kimia, dan biologi pada tujuh titik selama dua periode.Hasil menunjukkan bahwa metode IP menempatkan mutu air pada kategori cemar ringan dengan skor rata-rata 2,298–2,499. Sebaliknya, metode STORET menghasilkan kategori tercemar sedang dengan skor rata-rata -25, bahkan pada Titik 3 dan Titik 5 masuk kategori tercemar berat. Parameter yang paling berkontribusi terhadap penurunan kualitas air adalah TSS, DO rendah, BOD dan COD tinggi, pH asam, fosfat, serta kontaminasi mikrobiologi berupa Fecal Coliform.Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kualitas air Hulu Sungai Lawa telah mengalami degradasi nyata. IP lebih konsisten untuk analisis tren jangka panjang, sedangkan STORET lebih sensitif terhadap variasi spasial. Penggunaan keduanya secara komplementer memberikan gambaran utuh kondisi mutu air. Strategi pengelolaan DAS berbasis data, restorasi ekosistem, pengendalian limbah, serta integrasi kearifan lokal diperlukan untuk meningkatkan kualitas air menuju kategori baik Kata Kunci: Sungai Lawa, kualitas air, Indeks Pencemaran, STORET, DAS
ANALISIS KUALITAS AIR PADA DANAU KENOHAN SUWI, MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Zahrul Yafi; Yunianto Setiawan; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.10116

Abstract

Danau Kenohan Suwi adalah bentang Danau yang meliputi sungai, rawa dan danau dengan nilai ekosistem esensial untuk kehidupan tumbuhan, satwa dan manusia. Danau ini terletak didalam sub DAS Kedang Kepala. Pencemaran air yang saat ini terjadi pada Danau Kenohan Suwi sudah harus mulai diperhatikan. Sehingga perlu dilakukannya penelitian yang dapat menganalisa tingkat kualitas air yang ada pada Danau tersebut. Penentuan status mutu air pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP) yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Kemudian dilakukan perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) yang telah diatur pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 28 Tahun 2009. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran dan nilai daya tampung pencemaran yang ada khususnya untuk parameter BOD. Berdasarkan hasil dari penentuan status mutu air Danau Kenohan Suwi, didapatkan hasil bahwa status mutu air Danau tersebut adalah Cemar Ringan. Kemudian perhitungan alokasi beban pencemar Danau Kenohan Suwi dilakukan pada setiap titik. Dapat disimpulkan bahwa nilai alokasi beban pencemar parameter BOD adalah 1400 mg/m3. Adapun hasil dari perhitungan nilai daya tampung beban pencemar parameter BOD Danau Kenohan Suwi, didapatkan hasil sebesar 51,90737 ton/tahun.
ANALISIS KUALITAS AIR DANAU MESANGAT, KABUPATEN KUTAI TIMUR Rama Tirta Nurwantara Putra; Yunianto Setiawan; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10110

Abstract

Danau Mesangat merupakan kesatuan bentang lahan basah yang meliputi aliran sungai, rawa, dan danau yang esensial untuk keberlangsungan makhluk hidup di sekitarnya. Danau ini termasuk ke dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu, diperlukan analisa kualitas air di danau tersebut, dalam hal ini melalui penentuan status mutu air serta perhitungan DTBP. Penelitian dilaksanakan di Danau Mesangat, Kabupaten Kutai Timur pada Juni 2022 saat muka air surut serta terdapat keterbatasan akses, dengan melakukan pengambilan sampel air permukaan danau di Danau Mesangat yang mengacu kepada SNI 6989.57:2008. Kemudian dilakukan analisis penentuan status mutu air menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP) serta dilakukan perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) Danau mengacu kepada PERMENLH No. 28 Tahun 2009. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran di Danau Mesangat dan mengetahui besaran daya tampung danau tersebut untuk parameter BOD. Berdasarkan pengolahan serta analisis data, didapatkan hasil bahwa mutu air di Danau Mesangat dari penggunaan metode STORET adalah cemar ringan dengan skor rata-rata yaitu -3,67. Penentuan status mutu air berdasarkan metode IP juga menunjukkan bahwa kondisi air di Danau Mesangat ialah tercemar ringan dengan indeks rata-rata yaitu 2,23. Kemudian hasil dari perhitungan DTBP di Danau Mesangat pada parameter BOD menunjukkan bahwa danau tersebut memiliki daya tampung beban pencemar sebesar 1034,935 ton/tahun untuk parameter BOD. Alokasi beban pencemar yang dimiliki Danau Mesangat untuk parameter BOD adalah 1300 mg/m3. Hasil ini didapatkan berdasarkan perhitungan menggunakan data alokasi beban pencemar dari Sungai Mahakam karena minimnya referensi terkait badan air terdekat dari danau.
UJI KINERJA METODE ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMUNIUM (Al) UNTUK PENYISIHAN LOGAM Fe DAN Mn PADA AIR BERSIH BERDASARKAN EFISIENSI PENYISIHAN DAN KONSUMSI ENERGI Ibrahim Ibrahim; Yunianto Setiawan; Dwi Ermawati Rahayu; Ridwan Adi Surya
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.11320

Abstract

Air tanah sebagai sumber air bersih masih menjadi pilihan utama oleh Sebagian besar masyarakat karena alasan murah dan bisa langsung dimanfaatkan. Namun, kondisi air tanah saat ini semakin banyak yang tidak memenuhi kualitas air bersih seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, Salah satu masalah air bersih yang sering dijumpai adalah kontaminasi logam terutama Fe dan Mn. Elektrokoagulasi adalah salah satu metode pengolahan air yang ekonomis, praktis, dan mudah dioperasikan sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menguji kinerja metode elektrokoagulasi untuk mendapatkan efisiensi penyisihan optimum serta konsumsi energi optimum untuk penyisihan logam Fe dan Mn dalam air bersih. Data efisiensi penyisihan optimum dan konsumsi energi optimum diperoleh dari elektrokoagulasi dengan memberikan variasi waktu 5, 10, 15, 20, 25, 30 menit. Dari hasil penelitian ini efesiensi penyisihan optimum dihasilkan sebesar 66,28 % pada t = 30 menit untuk Fe dan Mn sebesar 61,88 % pada t = 30 menit. Konsumsi energi Optimum penyisihan logam Fe diperoleh 2,42 kWh/m3 pada t = 30 menit dan logam Mn sebesar 2,14 kWh/m3 pada t = 30 menit.
EVALUASI KINERJA BANK SAMPAH UNIT DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG MENGGUNAKAN ANALISIS MASS BALANCE, OEE, DAN INDEKS ELASTISITAS Izzah Vitaloca; Dwi Ermawati Rahayu; Yunianto Setiawan; Krispinus Duma; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27643

Abstract

Bank Sampah Unit (BSU) merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berperan dalam mengurangi timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja BSU di Kecamatan Samarinda Seberang dengan menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu Indeks Elastisitas (E) untuk menilai efisiensi, analisis mass balance untuk menghitung besaran reduksi sampah, serta Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas operasional bank sampah. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda 2025 dan wawancara pengelola BSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi BSU secara keseluruhan dari 5 BSU hanya satu yang memiliki tingkat efisiensi tinggi sedangkan 4 BSU lain masih dalam kategori rendah. Analisis mass balance memperlihatkan bahwa potensi timbulan sampah tahunan mencapai 5.052.768 kg/tahun namun jumlah yang berhasil direduksi masih sangat kecil yaitu 9.554,25 kg/tahun atau hanya 0,19% dibandingkan total timbulan. Sementara itu, efektivitas operasional berdasarkan OEE rata‑rata berada pada kategori rendah hingga sangat rendah, hanya ada satu BSU yang efektivitasnya di atas 40%. Kinerja 4 BSU di Kecamatan Samarinda Seberang tergolong rendah, hanya satu yang memiliki kategori kinerja sedang. Temuan ini menegaskan bahwa peran BSU dalam mendukung pengurangan sampah rumah tangga masih harus ditingkatkan mengingat Peraturan Walikota Samarinda No. 35 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah tangga memiliki target pengurangan sebesar 30% pada tahun 2025.
Knowledge, Attitude, and Risk Perception Associated with Malaria Control Among Workers in Indonesia's New Capital City Raden Mohammad Pradendi Nikita Sangaji; Yunianto Setiawan; Ike Anggraeni Gunawan
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.524

Abstract

Malaria remains a public health concern in Indonesia, particularly in Indonesia's New Capital City (IKN) development area, where environmental changes and worker mobility may increase transmission risk. This study aimed to examine the association between knowledge, attitude, risk perception, and malaria control among workers in the IKN area. A cross-sectional study was conducted among 167 workers in the IKN development area, East Kalimantan, Indonesia. Data were collected using validated self-administered questionnaires. Chi-square tests were used to examine bivariate associations, and multiple binary logistic regression was performed to identify the strongest factor associated with malaria control behavior. Most respondents had moderate knowledge (46.7%), positive attitudes (57.5%), good risk perception (55.1%), and good malaria control behavior (54.5%). Knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), and risk perception (p=0.001) were significantly associated with malaria control. Multivariate analysis showed that risk perception was the strongest determinant (OR=8.559; 95% CI=3.184-23.004), followed by knowledge (OR=6.309; 95% CI=2.145-18.552) and attitude (OR=4.558; 95% CI=1.732-11.994). Knowledge, attitude, and risk perception were significantly associated with malaria control among IKN workers, with risk perception emerging as the dominant factor. These findings contribute evidence for strengthening workplace-based malaria prevention through contextual health education, routine risk communication, early screening, and environmental control in rapidly developing occupational settings.