Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Perundungan Siber pada Siswa-Siswi SMAN 1 Parigi Pangandaran Kelas XIPA1 dan XIPA2 Dwi Masrina; Linda Kurniawati; Rinda Aunillah Sirait
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.176

Abstract

The socialization of cyberbullying prevention aims to increase awareness of Pangandaran students about the dangers of cyberbullying and to increase their understanding of the digital culture and ethics of Pangandaran students. The activity was carried out using the lecture method and interactive question and answer. From the results of testing the pre-test and post-test data to measure participants' understanding of the socialization material delivered by the team, it was found that the socialization of cyberbullying prevention increased participants' knowledge about cyberbullying practices.
Distribusi Data dan Informasi JKN-KIS PBI di Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran Masrina, Dwi; Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.801

Abstract

Community service activities in Cintaratu Pangandaran Village were carried out as an initial program to find out and map the things needed by people of Cintaratu Village in terms of health information, especially information about JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Researchers want to see how information related to JKN-KIS PBI is obtained and understood by the people. This activity was carried out for about four weeks using three different methods, namely the survey method, focus group discussion (FGD), and observation. The results of this community service showed that the distribution of information and data in Cintaratu Village regarding JKN-KIS PBI is generally less transparent. The population data used by the central government as the basis for determining aid has been out of date so that aid has not been well-targeted. The people of Cintaratu Village got health information about JKN-KIS PBI by relying on opinion leaders, namely village officers, midwives, and health cadres. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Cintaratu Pangandaran dilakukan sebagai program awal untuk mengetahui dan memetakan hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat desa khususnya informasi seputar JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Peneliti ingin melihat bagaimana informasi-informasi terkait JKN-KIS PBI didapat dan dipahami oleh masyarakat Desa Cintaratu. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat pekan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu metode survei, focus group discussion (FGD) dan observasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa distribusi informasi di Desa Cintaratu seputar JKN-KIS PBI secara umum kurang transparan. Data penduduk yang digunakan pemerintah pusat sebagai dasar penetapan bantuan telah kedaluwarsa sehingga bantuan menjadi tidak tepat sasaran. Masyarakat Desa Cintaratu mendapatkan informasi kesehatan seputar JKN-KIS PBI mengandalkan opinion leader yaitu aparat desa/dusun/RW/RT, bidan dan kader kesehatan.
Sosialisasi Pemanfaatan Mitos dalam Komunikasi Kesehatan kepada Masyarakat Desa Selasari Pangandaran Perbawasari, Susie; Sjoraida, Diah Fatma; Anisa, Renata; Masrina, Dwi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1065

Abstract

The socialization activity on the use of myths in health communication through community service programs in Selasari Village, Parigi District, Pangandaran Regency was carried out to give understanding to the Selasari Village community that not all health myths provide health benefits. The method used is a hybrid lecture method that utilizes the Zoom platform application. Two teams organize activities, namely the online team and the offline team. In this activity, two central themes were presented. The first is health myths and facts. Besides that, Covid-19 myths and facts are discussed. The second theme is the benefits and dangers of health myths. The author conducted a pre-test and post-test to the activity participants to measure the level of participants' knowledge of the material presented by the two resource persons. The results of this community service activity showed an increase in participants' knowledge about health myths. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan mitos dalam komunikasi kesehatan melalui program pengabdian masyarakat di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Selasari bahwa tidak semua mitos kesehatan memberikan manfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah hybrid yang memanfaatkan aplikasi Zoom. Terdapat dua tim yang mengatur jalannya kegiatan, yaitu tim daring dan tim luring. Di dalam kegiatan ini dipaparkan dua tema penting. Yang pertama adalah mitos dan fakta umum kesehatan, selain itu dibahas pula mitos dan fakta Covid-19. Tema yang kedua adalah manfaat dan bahaya mitos kesehatan. Penulis melakukan pre-test dan post-test kepada peserta kegiatan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan oleh dua narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai mitos-mitos kesehatan.
Pengalaman komunikasi pemain E-sport Kabupaten Pangandaran dalam menghadapi stigma orang tua Sehabudin, Aang; Sjuchro, Dian Wardiana; Masrina, Dwi
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i1.44884

Abstract

Latar Belakang: Pada era digital 4.0 ini terdapat dampak hal positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat, salah satunya ialah munculnya peluang karir. Peluang karir yang banyak menjadi perdebatan khususnya bagi para orang tua ialah pemain E-sport. Walaupun Cabang Olahraga E-sport sudah diresmikan oleh pemerintah Kabupaten Pangandaran dan sudah menunjukkan eksistensinya, Namun tetap saja muncul stigma kurang menyenangkan dari masyarakat terkhusus bagi para orang tua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaiman pengalaman komunikasi dari para pemain E-sport di Kabupaten Pangandaran dalam menghadapi stigma dari orang tuanya. Metode: Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan narasumber menggunakan teknik snowball sampling. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis yang digunakan peneliti yaitu teknik analisis fenomenologi Moustakas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori fenomenologi dan teori stigma. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa motif dari pemain E-sport yang melatarbelakangi mereka. Stigma yang diberikan oleh orang tua para pemain E-sport ini seperti halnya bahwa menganggap E-sport merupakan kegiatan yang sia-sia membuang-buang waktu sehingga pemain E-sport ini sering disebut sebagai pemalas. Dalam pengalaman komunikasi para pemain E-sport ini ketika menghadapi stigma orang tua, para pemain E-sport ini melakukan komunikasi secara intrapersonal dengan dirinya sendiri dan komunikasi interpersonal terjadi dengan orang tuanya.
Studi kasus strategi penjenamaan Kota Jakarta mengenai “Kota Kolaborasi” melalui +Jakarta Matahari, Diar Putra; Rachmawati, Tine Silvana; Masrina, Dwi
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 2 (2023): November 2023 - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i2.46891

Abstract

Latar Belakang: City branding atau penjenamaan kota menjadi sebuah perangkat pembangunan ekonomi kota. Hal ini sangat diperlukan mengenalkan potensi yang dimiliki oleh kota kepada masyarakat luas. Pelbagai penjenamaan kota di Indonesia banyak dilakukan, tetapi Jakarta memiliki keunikan dan kultur warga yang beragam di tiap-tiap sudut kota. Jakarta memiliki potensi geografis, politik dan ekonomi yang menguntungkan sebagai Ibukota Indonesia, hal tersebut dapat dimanfaatkan dan difasilitasi sebagai kota yang unggul dalam menjadi merepresentasi kota maju di Indonesia. Diperlukan penjenamaan kota yang mampu menggambarkan potensi-potensi kota dan warga Jakarta. Jakarta memanfaatkan identitas multikultural masyarakat dan gagasan kota 4.0 dalam menjenamakan kotanya sebagai “Kota Kolaborasi”. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi penjenamaan Kota Kolaborasi yang dilakukan oleh +Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Teknik penentuan key informant adalah purposive sampling dan teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan analisis konten. Jumlah informan dalam penelitian ini terdapat 5 orang. Teori yang digunakan yaitu teori Strategi Penjenamaan Kota, Andrea Insch. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi +Jakarta mengimplementasikan 4 kategori penjenamaan kota menurut teori Andrea Insch dengan tujuan meningkatkan kesadaran bahwa warga memiliki peran, dampak dan berdaya dalam pembangunan kota. Tidak hanya itu, penjenamaan Kota Kolaborasi juga mendorong adanya peningkatan nilai keberlanjutan lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup dengan menciptakan semangat berkolaborasi dan memaksimalkan ruang-ruang publik di Jakarta.
Peningkatan Minat Membaca dan Public Speaking pada Siswa SDN 2 Ciliang Kabupaten Pangandaran Thirafi, Luthfi; Masrina, Dwi; Akbarsyah, Nora
ACITYA BHAKTI Vol. 4 No. 1 (2024): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v4i1.36074

Abstract

Kemampuan membaca, menulis, menyimak dan berbicara adalah hal penting dalam berbahasa. Sayangnya banyak generasi muda kehilangan minat akan membaca. Selain itu banyak wilayah pesisir yang mengalami kesulitan sarana dan prasarana pendukung dalam upaya meningkatkan literasi membaca. SDN 2 Ciliang berada di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu sekolah dasar di daerah pesisir yang kemampuan literasi membaca dan public speaking para siswa belum terasah dengan baik. Tim menemukan masih adanya siswa yang tidak bisa membaca, kesulitan dalam menyimak serta kesulitan berbicara di depan umum. Tim bersama komunitas @baca.pnd dan Lentera Mengajar bekerja sama untuk menumbuhkan kegemaran membaca dan kemampuan public speaking sejak dini di sekolah tersebut. Peserta dari kegiatan ini adalah 20 orang siswa kelas satu hingga tiga SDN 2 Ciliang. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan melalui praktek membaca bersama, bercerita, menyimak cerita dan tanya jawab. Selain itu dilakukan pula pemberian sumbangan buku bacaan bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Kepercayaan diri para peserta dalam berbicara serta kemampuan memahami bacaan menunjukkan perubahan yang positif.
User Privacy Preservation in AI-Powered Digital Communication Systems Gemiharto, Ilham; Masrina, Dwi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 13 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v13i2.9420

Abstract

In an era dominated by AI-powered digital communication systems, concerns about user privacy have taken center stage. This research aims to understand and assess the strategies employed to preserve user privacy in such a system. Specifically, it seeks to identify the range of privacy preservation methods, evaluate the transparency of data collection and usage, and analyze the mechanisms for obtaining user consent. Additionally, the research aims to assess the impact of these strategies on user trust and satisfaction. This research presents a comparative case study to achieve these objectives. A qualitative comparative case study methodology focused on multiple AI-powered digital communication systems, comparing different privacy preservation strategies across various platforms. Data was collected through in-depth interviews with system developers and users, content analysis of privacy policies, and user experience assessments. The in-depth interviews provided insights into the practical challenges and strategies from the perspective of both developers and users. In contrast, the content analysis and user assessments offered a comprehensive understanding of the implemented privacy measures and their perceived effectiveness. The findings reveal diverse approaches to user privacy preservation, ranging from end-to-end encryption to data anonymization. Variations were observed in the transparency of data collection and usage and the mechanisms for user consent. The study also highlighted the impact of these strategies on user trust and satisfaction. This research underscores the importance of a nuanced approach to user privacy preservation, considering both technical and ethical dimensions. It emphasizes the need for transparent communication between users and system developers and the role of legal frameworks and industry standards in shaping privacy practices. In the context of AI-powered digital communication systems, this comparative case study sheds light on the multifaceted landscape of user privacy preservation. It advocates for a holistic approach that combines technical safeguards, ethical considerations, and regulatory measures to ensure user privacy in an increasingly interconnected digital world.
Pengembangan Media Edukasi Kreatif Berbasis Digital untuk Peningkatan Kesejahteraan Mental Anak dengan Stunting di Kabupaten Pangandaran Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14074

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak memiliki banyak dampak negatif yang berpengaruh pada seluru aspek kehidupan dan kualitas hidup. Desa Parakan Manggu salah satu desa di Kecamatan Pargi Kabupaten pangandaran memiliki angka kejadian 4 orang (2.17%) anak stunting  dari 184 balita. Masalah stunting pada anak memerlukan upaya pencegahan dan penanganan yang komprehensif termasuk pencegahan masalah kesehatan mental. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dengan balita serta mengetahui efektivitas media edukasi kreatif berbasis teknologi dalam rangka  pencegahan dan penanganan dampak kesehatan mental akibat stunting. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode daring dan luring dengan strategi kolaborasi tenaga kesehatan, kader kesehatan, orang tua, dan mahasiswa keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu soal-soal pertanyaan stunting dan kesehatan mental. Hasil dari kegiatan PKM ini diantaranya yaitu: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan kader posyandu terakit stunting dan dampaknya terhadap kesehatan mental, dengan hasil rata rata nilai pre test (8,79) dan post test (8,91); (2) Terbentuknya media edukasi yang efektif berupa video dan e-booklet terkait pencegahan dan penanganan masalah stunting dan kesehatan mental untuk orang tua dan kader-kader posyandu. Kegiatan sosialisasi media edukasi kreatif berbasis digital dinilai cukup efektif dalam peningkatan pengetahuan orang tua dan kader-kader posyandu. Strategi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas di Kabupaten Pangandaran. Selain itu, perlu adanya kolaborasi dengan stakeholder terkait seeprti Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Kata Kunci: Anak, Kesehatan Mental, Media Edukasi, Stunting, Teknologi Digital  ABSTRAK Stunting in children has many negative impacts that affect all aspects of life and quality of life. Parakan Manggu Village, one of the villages in Pargi District, Pangandaran Regency, has an incidence of 4 (2.17%) stunted children out of 184 toddlers. The problem of stunting in children requires comprehensive prevention and treatment efforts, including preventing mental health problems. This community service activity (PKM) aims to increase parents' knowledge of toddlers and determine the effectiveness of technology-based creative educational media in the context of preventing and treating mental health impacts due to stunting. This community service is carried out using online and offline methods with a collaborative strategy of health workers, health cadres, parents and nursing students. The instruments used were questions about stunting and mental health. The results of this PKM activity include: (1) Increasing the knowledge and skills of parents and posyandu cadres regarding stunting and its impact on mental health, with the average pre-test score (8.79) and post-test (8.91); (2) Establishment of effective educational media in the form of videos and e-booklets related to preventing and handling stunting and mental health problems for parents and posyandu cadres. Digital-based creative educational media outreach activities are considered quite effective in increasing the knowledge of parents and posyandu cadres. This strategy can be implemented on a wider scale in Pangandaran Regency. Apart from that, there needs to be collaboration with related stakeholders such as the Health Service and Community Health Centers. keywords: Child, Mental health, Educational Media, Stunting, Digital Technology
PENINGKATAN LITERASI MEMBACA PELAJAR PANGANDARAN MELALUI KEGIATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MEMBACA KOMPREHENSIF Masrina, Dwi; Thirafi, Luthfi; Akbarsyah, Nora
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.46008

Abstract

Membaca merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan dalam proses belajar. Pada kegiatan ini diperkenalkan teknik membaca SQ3R pada siswa/i SMPN 1 Sidamulih. Metode ini dapat digunakan untuk mengasah kemampuan membaca peserta didik secara komprehensif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca para pelajar SMPN 1 Sidamulih. Hasil dari kegiatan ini adalah dengan digunakannya metode SQ3R, peserta dapat memahami bacaan dengan baik sesuai dengan materi yang diberikan.
Membentuk Kader Unggul: Pelatihan Komunikasi Efektif dan Pemantauan Kesehatan Mental dalam Program Pencegahan Stunting Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19061

Abstract

ABSTRAK Stunting, atau ketidakmampuan anak untuk mencapai potensi penuh pertumbuhan dan perkembangannya masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting, salah satunya adalah dengan optimalisasi pemanfaatan posyandu dan peran penting kader kesehatan. Sayangnya, masih banyak kader kesehatan yang belum memenuhi kompetensi terutama dalam memberikan edukasi secara efektif berkaitan dengan hambatan penyampaian komunikasi program pencegahan stunting. Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kader unggul melalui coaching komunikasi efektif dan pemantauan kesejahteraan mental dalam upaya pencegahan stunting di Desa Parakanmanggu. Metode yang digunakan kuantitatif menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai kemampuan komunikasi efektif serta kuesioner SRQ untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mental kader. Pelatihan ini melibatkan 20 kader kesehatan yang berasal dari posyandu yang ada di sekitar Desa Parakanmanggu. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai komunikasi efektif sedangkan hasil analisis menggunakan SRQ Sebagian besar kader sebanyak 75% dari 20 orang tidak menunjukkan adanya gejala neurosis. Kesimpulan dari pengabdian ini, terjadi Peningkatan kemampuan komunikasi efektif para kader hal ini bermanfaat agar informasi dan pesan edukasi yang disampai ke masyarakat bisa disampaikan secara jelas. Selain itu, pemahaman terkait kesejahteraan mental kader menjadi indikator Kesehatan yang mendukung kader dalam menjalankan perannya secara efektif dan efisien dalam melakasanakan edukasi program pencegahan stunting. Kata Kunci: Kader, Komunikasi Efektif, Mental, Pelatihan, Stunting  ABSTRACT Stunting, or the inability of children to reach their full growth and development potential, is still a serious challenge in Indonesia. The government has made various efforts to reduce stunting rates, including optimizing the use of posyandu and the important role of health cadres. Unfortunately, many health cadres still need to meet competencies, especially in providing effective education related to barriers to the delivery of stunting prevention program communication. This service aims to form superior cadres through effective communication coaching and monitoring mental well-being to prevent Parakanmanggu Village stunting. The method used was quantitative, using pre-test and post-test questionnaires to assess practical communication skills and SRQ questionnaires to identify the mental health conditions of cadres. This training involved 20 health cadres from posyandu around ParakanmangguVillage. Based on the pre-test and post-test results, cadres' knowledge and skills regarding effective communication increased, while the analysis used SRQ. Most cadres, as much as 75% of the 20 people, did not show any symptoms of neurosis. Conclusion: This service concludes that there is an increase in the practical communication skills of cadres, this is useful so that information and educational messages conveyed to the community can be conveyed clearly. In addition, understanding related to the mental well-being of cadres is a health indicator that supports cadres in carrying out their roles effectively and efficiently in carrying out stunting prevention program education. Keywords: Cadres, Effective Communication, Mental, Stunting, Trainin