Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Instagram SAMSAT Pangandaran Sebagai Media Informasi dan Komunikasi Setiaman, Luthfi Reihansyah; Gemiharto, Ilham; Masrina, Dwi
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5366

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat membawa perubahan yang signifikan dalam cara menyampaikan informasi. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada individu, tetapi dilakukan juga oleh SAMSAT Pangandaran. Melalui akun Instagram @samsat.pangandaran, memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan informasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan seiring dengan regulasi yang mendorong integrasi teknologi informasi dalam layanan publik, dengan tujuan meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam penyampaian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penggunaan Instagram SAMSAT Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan penggunaan Instagram yang dilakukan SAMSAT Pangandaran dinilai optimal, karena mendapatkan feedback yang bagus dari masyarakat Pangandaran, terbantu dengan adanya informasi yang disampaikan. Kesimupan dalam penelitian ini Penggunaan Instagram SAMSAT Pangandaran dalam proses penyebaran informasi dirancang secara kreatif untuk meningkatkan daya tarik masyarakat Kabupaten Pangandaran. Optimalisasi fitur-fitur yang tersedia, seperti like, komentar, share, dan pesan langsung (DM), dilakukan dengan tujuan memperoleh feedback yang dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat keterlibatan engagement akun tersebut. Salah satu strategi yang diterapkan untuk menarik audiens adalah dengan mengikuti tren yang sedang populer di media sosial, sehingga konten yang disajikan tetap relevan dan menarik bagi masyarakat.
RINTISAN PENGEMBANGAN KAWASAN EDUAGROTOURISM KAWASAN KAMPUS UNPAD PANGANDARAN Hermanto, Bambang; Fauzan, Farisadri; Nirmalasari, Healthy; Masrina, Dwi; Dewanti, Lantun Paradhita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.44440

Abstract

Kabupaten Pangandaran, selain potensi wisata berbasis perikanan dan kelautan, Pangandaran juga memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang cukup besar.  Data kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan domestik regional bruto mencapai 26,73%. Penggabungan potensi wisata, perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan dengan dunia pendidikan melalui konsep eduagrotourism di kawasan Kampus Unpad Pangandaran dipandang sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terkait rencana rintisan pengembangan Kawasan Eduagrotourism yang rencananya akan berpusat di lokasi Kampus Unpad Pangandaran. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah dengan melaksanakan sosialisasi kepada para tokoh dan masyarakat di Desa Cintaratu. Hasil dari kegiatan tersebut adalah masyarakat memberikan respon positif terhadap ide merintis Kawasan Eduagrotourism di Desa Cintaratu. Namun demikian, konsep yang dijelaskan masih dianggap kurang matang oleh masyarakat, terutama terkait tahapan yang akan dilakukan dan hal-hal yang mendukung keberhasilan program seperti finansial dan mitra.
Exploring Indonesian Female Viewers’ Identity Projection in Thai BL Series Masrina, Dwi
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 23, No. 2 December 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v23i2.3840

Abstract

Thai boys’ love (BL) series portray male-male romance relationship with females as their primary target audiences, though the series tend to avoid depicting women. In the series, both male characters known as seme (dominant) and uke (submissive) possess a mixture of masculine and feminine traits. Using their gaze, women have freedom to choose their gaze’s position weather as seme or uke. This article explores how Indonesian women especially Thai boys’ love series fans, perceive their gender identity when given the freedom to engage with Thai boys’ love series. Through an investigation using qualitative survey, this article shows Thai BL series fans, especially Indonesian females tend to pick their gaze as uke, a male submissive character with more feminine features than the seme one, a male dominant character with more masculine trait. However, there are some fans who stand in seme position. Each preference is caused by two main factors: their own gender and how they behave in their love relationship.
Distribusi Data dan Informasi JKN-KIS PBI di Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran: Data and Information Distribution of JKN-KIS PBI in Cintaratu Village, Pangandaran Regency Masrina, Dwi; Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.801

Abstract

Community service activities in Cintaratu Pangandaran Village were carried out as an initial program to find out and map the things needed by people of Cintaratu Village in terms of health information, especially information about JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Researchers want to see how information related to JKN-KIS PBI is obtained and understood by the people. This activity was carried out for about four weeks using three different methods, namely the survey method, focus group discussion (FGD), and observation. The results of this community service showed that the distribution of information and data in Cintaratu Village regarding JKN-KIS PBI is generally less transparent. The population data used by the central government as the basis for determining aid has been out of date so that aid has not been well-targeted. The people of Cintaratu Village got health information about JKN-KIS PBI by relying on opinion leaders, namely village officers, midwives, and health cadres. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Cintaratu Pangandaran dilakukan sebagai program awal untuk mengetahui dan memetakan hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat desa khususnya informasi seputar JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Peneliti ingin melihat bagaimana informasi-informasi terkait JKN-KIS PBI didapat dan dipahami oleh masyarakat Desa Cintaratu. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat pekan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu metode survei, focus group discussion (FGD) dan observasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa distribusi informasi di Desa Cintaratu seputar JKN-KIS PBI secara umum kurang transparan. Data penduduk yang digunakan pemerintah pusat sebagai dasar penetapan bantuan telah kedaluwarsa sehingga bantuan menjadi tidak tepat sasaran. Masyarakat Desa Cintaratu mendapatkan informasi kesehatan seputar JKN-KIS PBI mengandalkan opinion leader yaitu aparat desa/dusun/RW/RT, bidan dan kader kesehatan.
Sosialisasi Pemanfaatan Mitos dalam Komunikasi Kesehatan kepada Masyarakat Desa Selasari Pangandaran: Socialization of the Use of Myths in Health Communication to the Village Community of Selasari Pangandaran Perbawasari, Susie; Sjoraida, Diah Fatma; Anisa, Renata; Masrina, Dwi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1065

Abstract

The socialization activity on the use of myths in health communication through community service programs in Selasari Village, Parigi District, Pangandaran Regency was carried out to give understanding to the Selasari Village community that not all health myths provide health benefits. The method used is a hybrid lecture method that utilizes the Zoom platform application. Two teams organize activities, namely the online team and the offline team. In this activity, two central themes were presented. The first is health myths and facts. Besides that, Covid-19 myths and facts are discussed. The second theme is the benefits and dangers of health myths. The author conducted a pre-test and post-test to the activity participants to measure the level of participants' knowledge of the material presented by the two resource persons. The results of this community service activity showed an increase in participants' knowledge about health myths. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan mitos dalam komunikasi kesehatan melalui program pengabdian masyarakat di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Selasari bahwa tidak semua mitos kesehatan memberikan manfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah hybrid yang memanfaatkan aplikasi Zoom. Terdapat dua tim yang mengatur jalannya kegiatan, yaitu tim daring dan tim luring. Di dalam kegiatan ini dipaparkan dua tema penting. Yang pertama adalah mitos dan fakta umum kesehatan, selain itu dibahas pula mitos dan fakta Covid-19. Tema yang kedua adalah manfaat dan bahaya mitos kesehatan. Penulis melakukan pre-test dan post-test kepada peserta kegiatan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan oleh dua narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai mitos-mitos kesehatan.
MENTAL HEALTH WARRIORS: PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA UNTUK DESA SEHAT MENTAL Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi; Parestorian, Putri Hanipan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37228

Abstract

Abstrak: Kesehatan jiwa merupakan aspek fundamental dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Pangandaran masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi kesehatan jiwa, tingginya stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa profesional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan jiwa melalui pelatihan berbasis komunitas dalam rangka mendukung terwujudnya desa sehat mental. Metode pelaksanaan berupa edukasi melalui ceramah interaktif yang disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas 12 kader kesehatan, 4 kepala dusun, dan 2 perangkat desa. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Community Attitudes Toward the Mentally Ill (CAMI III) untuk menilai stigma terhadap ODGJ, serta Pre-test dan Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait kesehatan mental dan Psychological First Aid (PFA). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan peserta, dari 62,78 sebelum pelatihan menjadi 90,00 setelah pelatihan. Selain itu, sebagian besar responden (83,3%) menunjukkan stigma positif terhadap ODGJ, yang mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa serta keterampilan kader dalam deteksi dini, konseling dasar, dan promosi kesehatan mental di tingkat desa.Abstract: Mental health is a fundamental component in achieving community well-being. Parakanmanggu Village, Parigi Subdistrict, Pangandaran Regency, continues to face several challenges, including low mental health literacy, persistent stigma toward People with Mental Disorders (PMD), and limited access to professional mental health services. This Community Service Program aimed to enhance the capacity of mental health cadres through community-based training to support the development of a mentally healthy village. The program employed an educational approach using interactive lectures complemented by question-and-answer discussions. A total of 18 participants were involved, consisting of 12 health cadres, 4 hamlet heads, and 2 village officials. Evaluation was conducted using the Community Attitudes Toward the Mentally Ill (CAMI III) questionnaire to assess stigma toward PMD, as well as Pre-test and Post-test instruments to measure participants’ knowledge related to mental health and Psychological First Aid (PFA). The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 62.78 before the training to 90.00 after the intervention. Furthermore, most respondents (83.3%) exhibited positive attitudes toward PMD, indicating an improvement in community awareness. Overall, this program proved effective in improving mental health literacy and enhancing cadres’ skills in early detection, basic counseling, and mental health promotion at the village level.
SOSIALISASI LITERASI GENDER UNTUK PENGUATAN PERAN AYAH DALAM KELUARGA DI DESA CIBENDA PANGANDARAN Masrina, Dwi; Kurniawati, Linda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.68941

Abstract

Sama halnya seperti ibu, ayah memiliki peran penting dalam pengasuhan anak. Ketiadaan peran ayah dalam mengasuh anaknya memiliki beberapa dampak negatif pada perkembangan anak, termasuk dalam aspek kognitif dan kesehatan. Di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, beberapa keluarga memiliki ayah yang absen dalam pengasuhan anak, ayah hanya menjalankan fungsi sebagai pencari nafkah dan pemenuh kebutuhan jasmani. Oleh karena itu dilakukan kegiatan sosialisasi literasi gender untuk penguatan peran ayah dalam keluarga. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pria dalam keluarga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi gender terutama di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Kegiatan dilakukan pada hari Jum’at, 27 September 2024 pukul 08.00-11.30 WIB dihadiri oleh 15 peserta. Sesi pematerian yang berupa ceramah dilakukan setelah proses panjang dengan melakukan survey dan wawancara untuk mengetahui prior knowledge para peserta. Dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan oleh peserta menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait literasi gender.