Delori Nancy Meyla
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Ekasakti, Padang, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of community service

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JAGUNG DAN BIJI KARET MENJADI KREASI BUNGA HIAS YANG BERNILAI EKONOMIS DI BOTAN NAGARI PANTI TIMUR KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN, SUMATERA BARAT Sunreni, Sunreni; Andi Syahrum Makkuradde; Nova Begawati; Delori Nancy Meyla; Delvianti, Delvianti; Rina Asmeri; Meri Yani; Tuti Kelana Sembiring
Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2024): JCS, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i2.317

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melatih Ibu-ibu rumah tangga di Botan yang memiliki waktu luang yang banyak sehingga memiliki keterampilan untuk membuat Bunga Hias dari Kulit Jagung dan Biji Karet yang bisa mereka pasarkan secara Online dengan memanfaat Teknologi yaitu dengan cara memasarkan di media sosial. Disamping itu, Ibu-ibu rumah tangga di Botan juga menjualnya secara Offline yaitu dengan menjual ke toko-toko bunga dan furniture yang berada di daerah nagari panti timur maupun di kabupaten pasaman. Setelah ibu-ibu rumah tangga di Botan Jorong Kuamang Nagari panti Timur Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman melakukan pelatihan pembuatan Bunga Hias dari Kulit Jagung dan Biji Karet maka ibu-ibu rumah tangga di Botan tersebut memiliki keterampilan sehingga bisa membuat usaha yang akan membantu meningkatkan perekonomian keluarga mereka. Dengan demikian waktu luang yang mereka miliki ketika pulang kerumah pada siang harinya dari kebun dan sawah bisa dimanfaatka sebaik mungkin, tentunya dalam hal ini adalah pembuatan Bunga Hias dari Kulit Jagung dan Biji Karet yang merupakan limbah dari kebun mereka dan ketika di olah menjadi Bunga Hias dariKulit Jagung dan Biji Karet memiliki nilai jual yang tinggi.
EMPOWERING BUNGUS FISHING COMMUNITIES' ECONOMY THROUGH MARKETPLACE OPTIMIZATION AND DIGITAL MARKETING Nuraeni Dahri; Danyl Mallisza; Jusmita Weriza; Wahyuni Yahyan; M.Ilham A.Siregar; Harry Setya Hadi; Dina adawiyah; Agus Sutradjo; Jhon Rinaldo; Doris yadewani; Delori Nancy Meyla; Nur Adilah; Fauzia Zainin
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.446

Abstract

This community service program addresses the limited market access faced by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) among fishing communities in Bungus, Padang City, whose members produce processed fishery goods such as shredded fish floss (abon) and vacuum-packed fish products but continue to rely heavily on conventional, geographically limited sales channels. The program aimed to optimize the use of marketplace platforms, namely Shopee and Tokopedia, together with digital marketing strategies, in order to expand market reach and increase the income of partner MSMEs. The implementation adopted a Community-Based Empowerment approach carried out through three main stages: digital literacy socialization comparing e-commerce and marketplace systems, technical training in online store registration, smartphone-based product photography, and airtight packaging standardization, and continuous mentoring covering store management, promotional feature optimization, and digital transaction handling. Involving twenty-five partner MSMEs, the program produced a measurable increase in partner understanding of marketplace operations, the establishment of twelve official online stores, improved visual quality of product photography and packaging, and an average sales increase within two months following store optimization. These outcomes indicate that structured digital marketing mentoring is an effective pathway for expanding the market share of coastal MSMEs and strengthening their transition toward digitally based economic independence. The program also identified several implementation constraints, including varying levels of digital readiness among partners and the need for continued post-program mentoring, which are discussed as considerations for future coastal community empowerment initiatives.