Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Dan Biaya Pada Terapi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Denpasar Cia Intania Warnaya; Luh Putu Febryana Larasanty; Luh Putu Ayu Meryta; I Dewa Agung Ayu Divacandraningrat; Wayan Risma Iswari; Ida Ayu Sintya Deviyanthi; Made Ary Sarasmita
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.166 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p03

Abstract

Panduan terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 menekankan perlunya pendekatan personal dalam perberian terapi obat pada pasien. Hal ini berimplikasi terhadap munculnya kelompok terapi yang berbeda dalam penanganan diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelompok – kelompok terapi pada penanganan pasien diabetes mellitus tipe 2, total biaya terapi, effektivitas terapi dan rasio diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif prospektif pada pasien diabetes mellitus rawat jalan di rumah sakit umum Denpasar yang diikuti selama 3 bulan secara terus menerus. Terdapat 34 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi penelitian yang terbagi menjadi 7 kelompok besar terapi antidiabetes. Effektivitas terapi antidiabetik berkisar antara 11,11% sampai dengan 66,66%. Rentang total biaya terapi antidiabetik berkisar antara Rp. 548.094,- sampai dengan Rp. 3.274.372,-. Kelompok terapi dengan rasio biaya per persen effektivitas terendah adalah terapi kombinasi metformin dan glimepiride yaitu dengan biaya Rp 19.184/% effektivitas dan yang tertinggi adalah terapi kombinasi Insulin Aspart dan Insulin Glargine yaitu Rp. 261.882/% effektivitas.
RENDEMEN VCO (Virgin Coconut Oil) YANG DIPEROLEH DENGAN PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN DAN BROMEALIN Widjaja I N.K.; Warditiani N.K.; Susanti, N.M.P.; Larasanty L.P.F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.253 KB)

Abstract

VCO merupakan minyak kelapa murni yang dapat dibuat secara enzimatis dengan penambahan enzim protease yaitu enzim papain dan enzim bromealin. Kedua enzim tersebut mampu memecah protein yang terkandung pada krim santan kelapa sehingga akan terbentuk lapisan minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen VCO yang dihasilkan dengan penambahan enzim papain dan bromealin, serta kualitas VCO berdasarkan nilai kadar air dan bilangan peroksida. Hasil menunjukkan bahwa rendemen VCO yang diperoleh dengan penambahan enzim papain lebih banyak yaitu 12,02% sedangakan dengan penamabhan enzim bromealin sebanyak 10,27%. Untuk kualitas VCO yang dihasilkan sudah memenuhi syarat SNI. Nilai kadar air VCO yang ditambah enzim papain dan bromealin sebesar 0%. Bilangan peroksida dari VCO yang ditambah enzim papain adalah 0,443 mg ek/kg dan bilangan peroksida VCO yang dibuat dengan menambahkan enzim bromealin 1,068 mg ek/kg.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CAPTOPRIL DALAM PENANGANAN HIPERTENSI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP SANGLAH DENPASAR Wijaya N. D.; Udayani N. N. W.; Larasanty L. P. F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.623 KB)

Abstract

Antihipertensi yang dominan digunakan dalam penanganan hipertensi pada pasien stroke iskemik di RSUP Sanglah adalah golongan ACEI yaitu captopril tunggal. Banyak diskusi telah difokuskan pada peran antihipertensi golongan ACEI dalam terapi stroke dimana tidak ada hasil signifikan yang terlihat dari penggunaan ACEI tunggal. Dengan demikian dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui regimen terapi captopril tunggal yang meliputi dosis dan aturan pakai yang digunakan dalam penanganan hipertensi pada pasien stroke iskemik serta untuk melihat efektivitas terapi antihipertensi tersebut berdasarkan pencapaian target penurunan tekanan darah sistolik pasien sebesar 10 mmHg dalam 48 jam terapi. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan metode cross sectional. Subjek penelitian akan dikelompokkan berdasarkan regimen terapi captopril yang didapat. Pengolahan data dilakukan dengan uji one way ANOVA dan fisher test menggunakan program SPSS. Terdapat 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 regimen captopril tunggal yang digunakan dalam penanganan hipertensi pada pasien stroke iskemik yaitu regimen 3x6,25 mg (2 pasien), regimen 2x12,5 mg (7 pasien), regimen 3x12,5 mg (2 pasien), regimen 2x25  mg (15 pasien), regimen 3x25 mg (8 pasien), regimen 2x50 mg (1 pasien) dan regimen 3x50 mg (1 pasien) yang diberikan per oral. Penilaian efektivitas terhadap 3 regimen terapi captopril yang dominan digunakan yaitu regimen 2x12,5 mg, 2x25 mg dan 3x25 mg menunjukkan bahwa regimen terapi captopril dengan dosis 2x25 mg memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan 2 regimen lainnya dimana pencapaian target penurunan tekanan darah sistoliknya mencapai 33,33%. Namun secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pencapaian target terapi dengan perbedaan regimen tersebut (p=1,00) sehingga efektivitasnya dianggap sama.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT GENERIK DAN OBAT GENERIK BERMEREK (BRANDED GENERIC) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN L.P.F. Larasanty,; I.N.K. Widjaja; N.K.W Prasminda; N.L.P.U Antari; N.L.P.D. Wulandari; R.A.D. Puspitasari; N.M.F Irmayanti; P.P. Andiani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.192 KB)

Abstract

Perbedaan jumlah penggunaan obat generik dan obat generik bermerek salah satunya dapat disebabkan oleh adanya perbedaan kepuasan pasien. Kaptopril merupakan jenis obat antihipertensi lini pertama yang ada dipasaran dalam bentuk produk generik dan produk generik bermerek. Kaptopril digunakan secara luas dan digunakan dalam jangka waktu panjang oleh pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan terhadap penggunaan obat kaptopril generik dan obat kaptopril generik bermerek. Kepuasan pasien diukur dengan menggunakan skor gap. Skor gap diperoleh dengan membandingkan antara harapan dan persepsi pasien terhadap penggunaan obat kaptopril generik dan kaptopri generik bermerek. Harapan dan persepsi pasien diukur menggunakan skala likert dalam kuisioner yang berisi pernyataan tentang core product, actual product dan augmented product. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik parametrik menggunakan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Empat puluh sembilan orang responden ikut serta dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan harapan pasien yang tinggi baik pada penggunaan kaptopril generik maupun kaptopril generik bermerek. Tingkat kepuasan pasien hipertensi di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan terhadap penggunaan obat kaptopril generik dan kaptopril generik bermerek termasuk dalam kategori sedang dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kepuasan pasien terhadap penggunaan kedua jenis obat tersebut (p > 0,05).
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Putri, W. S.; Warditiani, N. K.; Larasanty, L. P. F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.496 KB)

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) telah diketahui mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas farmakologi. Etil asetat merupakan pelarut yang bersifat semi polar sehingga dapat menarik senyawa yang bersifat polar maupun nonpolar, memiliki toksisitas rendah, dan mudah diuapkan sehingga dapat digunakan untuk ekstraksi kulit buah manggis. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak etil asetat kulit buah manggis. Penelitian diawali dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi selama 5 hari dan dilanjutkan remaserasi selama 2 hari. Ekstrak yang didapat kemudian dilakukan skrining fitokimia. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah manggis mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan triterpenoid.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E, ISOLAT ANDROGRAFOLID SERTA KOMBINASI ISOLAT ANDROGRAFOLID DAN VITAMIN E DALAM PENCEGAHAN TERBENTUKNYA PLAK LEMAK PADA AORTA TIKUS N.P. Widiastuti; N.K. Warditiani; L.P.F Larasanty; I N.K. Widjaja; I M.A.G Wirasuta; N.P.R.D. Putri; G.D. Pranawa; I.M.S. Sapanca
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB)

Abstract

Terbentuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah akibat peningkatan kadar lipid dalam darah dapat memicu terjadinya oksidasi pada salah satu lipoprotein yakni LDL. Sehingga diperlukan upaya pencegahan terjadinya oksidasi LDL agar plak lemak pada dinding pembuluh darahtersebut tidak terbentuk.Andrografolid yang merupakan salah satu golongan senyawa diterpen lakton diketahui mempunyai aktivitas dalam penurunan LDL dalam darah. Disisi lain, vitamin E diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang dominan dalam partikel LDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian vitamin E, isolat andrografolid serta kombinasi isolat andrografolid dan kombinasi vitamin E dalam pencegahan pembentukan plak lemak pada dinding aorta tikus. Tahapan penelitian ini meliputi penyiapan hewan uji, pemberian induksi pakan lemak serta pengujian pengaruh pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E pada hewan uji selama 2 bulan. Hewan uji dibagi atas 5 kelompok yakni kelompok normal (pakan standar), kelompok negatif (CMC Na 0,1%), kelompok perlakuan 1 (Isolat andrografolid 18 mg/kgBB p.o.), kelompok perlakuan 2 (Vitamin E 10 IU/kgBB p.o.), dan kelompok perlakuan 3 (isolat andrografolid 9 mg/kgBB dan vitamin E 5 IU/kgBB p.o.). Pengambilan aorta hewan uji setelah 2 bulan perlakuan dan dilakukan analisis skoring terhadap histopatologi aorta tersebut. Hasil skoring diolah secara statistik non parametrik dengan taraf kepercayaan 95%. Pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E menunjukkan perbedaan yang bermakna signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok negatif dan kelompok normal sehingga dapat dikatakan pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E mampu mencegah terbentuknya plak lemak namun belum dapat mengembalikan kondisi anatomi aorta seperti kondisi normal.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PENANGANAN PASIEN HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS JEMBRANA Gumi, V. C; Larasanty, L.P.F; Udayani, N. N. W
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.186 KB)

Abstract

Drug related problems (DRPs) merupakan suatu peristiwa atau keadaan dimana terapi obat berpotensi atau secara nyata dapat mempengaruhi hasil terapi yang diinginkan. Identifikasi DRPs penting untuk meningkatkan efektivitas terapi obat pada penyakit yang membutuhkan pengobatan sepanjang hidup seperti hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian dan penyebab DRPs yang terjadi, mengetahui persentase DRPs dan penyebab DRPs serta luaran yang dihasilkan akibat penyebab DRPs tersebut pada terapi pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional, dimana pengambilan data dilakukan secara prospektif  pada Desember 2012 sampai April 2013 di UPT Puskesmas Jembrana. Rekam medis pasien dianalisa serta dilakukan wawancara pasien untuk mengidentifikasi adanya DRPs. Masalah dan penyebab DRPs dilihat berdasarkan penggolongan DRPs oleh Pharmaceutical Care Network Europe Foundation versi 6.2. Analisa data menggunakan metode statistik deskriptif. Terdapat 35 orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Dari 35 orang pasien, terdapat 31 orang yang secara nyata atau potensial mengalami DRPs. Hasil penelitian ini menunjukkan DRPs yang terjadi adalah masalah efektivitas terapi (100%). Penyebab DRPs yang terjadi adalah pemilihan obat (24,44%), pemilihan dosis (26,67%), pasien (46,67%) dan penyebab yang tidak jelas (2,22%).Terdapat hubungan antara penyebab DRPs terhadap perubahan terapi. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok pasien dengan jumlah penyebab DRPs 0, 1, 2, dan 3 terhadap tekanan darah sistolik yang dihasilkan pada kurun waktu 10-15 hari. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok pasien dengan jumlah penyebab DRPs 0 dan ? 1 terhadap tekanan darah sistolik yang dihasilkan pada pada kurun waktu 30-45 hari.
ANALISIS KUANTITATIF ASAM OLEAT DAN LINOLEAT VIRGIN COCONUT OIL (VCO) YANG DIBUAT DENGAN VARIASI RASIO SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L.) DAN KRIM SANTAN KELAPA Gunarsih, H. P.; Widjaja, I N. K.; Larasanty, L. P. F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.803 KB)

Abstract

Sari buah nanas (Ananas comosus) memiliki kandungan protease bromealin yang potensial digunakan dalam proses pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Asam oleat dan linoleat merupa kan asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam VCO, dimana senyawa ini mudah teroksidasi dan menyebabkan ketengikan minyak. Kadar asam oleat dan linoleat pada minyak menjadi salah satu faktor yang turut berpengaruh dalam kualitas suatu minyak. Penelitian ini bertujuan untuk menentapkan kadar asam oleat dan linoleat dari VCO yang dibuat dengan variasi rasio sari buah nanas : krim santan kelapa. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh 3 variasi rasio sari buah nanas : krim santan kelapa (0,5:1) sebagai kelompok A; (1:1) sebagai kelompok B; dan (2:1) sebagai kelompok C terhadap kadar asam oleat dan linoleat dari VCO yang dihasilkan. Penetapan kadar asam oleat dan linoleat VCO dilakukan dengan metode Gas Chromatography (GC-FID) dengan kolom RTX-WAX, gas pembawa helium, dan detektor Flame Ionization Detector. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik one-way ANOVA. Penetapan kadar asam oleat dan linoleat menunjukkan ketiga rasio uji berbeda secara signifikan (p<0,05). Kadar asam oleat dalam VCO kelompok A, B, dan C secara berurutan adalah 1,65%; 2,42%; dan 2,54%. Sedangkan kadar asam linoleat VCO kelompok A, B, dan C adalah sebesar 0,42%; 0,51%; dan 0,56%.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT METFORMIN GENERIK DAN METFORMIN GENERIK BERMEREK (BRANDED GENERIC) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN Purnamaningrat, A.A.I.D.; Antari, N.P.U.; Larasanty, L.P.F.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.098 KB)

Abstract

Metformin merupakan obat antidiabetes oral lini pertama yang digunakan dalam terapi pasien diabetes melitus tipe 2. Metformin dipasarkan dalam kemasan generik dan branded generic. Perbedaan penggunaan obat metformin generik dan obat metformin branded generic dapat dipengaruhi oleh kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat kepuasan pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan yang berobat dengan biaya sendiri di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan terhadap penggunaan obat metformin generik dan metformin branded generic. Tingkat kepuasan pasien diukur menggunakan harapan dan persepsi pasien pada 3 lapisan produk obat yaitu core product, actual product, dan augmented product terhadap penggunaan obat metformin generik dan metformin branded generic. Perbandingannya dijelaskan dengan analisis statistik yang datanya diambil melalui pengamatan secara one shot. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang diujikan pada 49 responden. Penilaian dilakukan menggunakan skala Likert untuk mendapat data kuantitatif. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%.
PENGEMBANGAN KUISIONER KEPUASAN PASIEN UNTUK PELAYANAN FARMASI KLINIK Luh Putu Febryana Larasanty; I Made Agus Gelgel Wirasuta; Made Ari Sarasmita; Maria Fiani Cahyadi; Ni Wayan Wirayanti; Ni Nyoman Abigail Triastuti; Ni Nyoman Della Yanti; Ni Made Ayu Wistari; Ni Made Rai Sudarni
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7, No. 1, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.955 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i01.p06

Abstract

Latar belakang: Survey kepuasan pasien adalah salah satu metode evaluasi yang dapat digunakan untuk menilai kualitas pelayanan farmasi klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kuisioner penelitian dalam Bahasa Indonesia untuk mengukur kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut terutama mengenai pelayanan farmasi klinik. Metode: Pernyataan – pernyataan dalam kuisioner disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia mengenai standar pelayanan kefarmasian di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), apotek dan rumah sakit. Pernyataan dalam kuisioner dibagi menjadi lima kategori kualitas pelayanan yaitu keandalan, responsif, sarana, jaminan, dan empati. Kuisioner kemudian diuji kepada 90 orang responden (masing – masing 30 orang untuk setiap kelompok kriteria) untuk menilai validitas dan reliabilitas instrument kuisioner. Hasil: Terdapat 39 pernyataan untuk kuisioner pelayanan kefarmasian di Puskesmas, 41 pernyataan untuk kuisioner pelayanan farmasi klinik di apotek maupun di rumah sakit. Uji validitas menggunakan korelasi momen produk yang menghasilkan nilai r untuk masing – masing pernyataan > 0,361 (valid). Tes reliabilitas dilakukan dengan menggunakan uji Cronbach Alpha. Hasil uji Cronbach Alpha > 0,6 (reliabel) untuk masing – masing item kuisioner. Kesimpulan: Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas menunjukkan kuisioner kepuasaan pasien terhadap pelayanan farmasi klinik yang disusun valid dan reliabel.