Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Penulisan Teks Berita Melalui Pendekatan Wacana dan AI di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang Taufiqurrahman, Febri; Dwi Sulistyorini; Moh. Safii; Laily Abida; Cicik Tri Jayanti; M. Miftahul Aziz; Rayhan Rizki Fadhillah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Ngabekti: Edisi Juni 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/m0nqn266

Abstract

Abstract The community service was carried out at the Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang which focused on improving abilities of santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang in writing news texts and media releases. The methods used are interactive training and intensive mentoring. In the training and mentoring process, the material presented is about News Texts in Public Discourse, Emotions in Journalism, Creativity in News Writing, and Artificial Intelligence Journalism. The results of this community service activity show some indicators of achievement in increasing the ability of Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang students in writing news texts and media releases. The community service activity also has a positive impact on this institution whose activities can be covered and reported on in real time through the institution official website and social media accounts. Keywords: Al-Hikam Malang, Media Release, News Text, Training Abstrak Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang yang berfokus pada peningkatan kemampuan santri dalam menulis teks berita dan rilis media. Metode yang digunakan berupa pelatihan interaktif dan pendampingan intensif. Dalam proses pelatihan dan pendampingan, materi yang disampaikan tentang Teks Berita dalam Wacana Publik, Emosi dalam Jurnalistik, Kreativitas Menulis Berita, dan Jurnalistik Artificial Intelegence. Hasil dalam kegiatan pengabdian ini menunjukkan indikator capaian peningkatan kemampuan santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dalam penulisan teks berita dan rilis media. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan dampak positif terhadap pesantren yang kegiatan-kegiatannya dapat diliput dan diberitakan secara aktual melalui laman (website) dan akun sosial media resmi pesantren. Kata Kunci: Al-Hikam Malang, Rilis Media, Teks Berita, Pelatihan
Penerapan Otomasi Perpustakaan Sekolah di Malang Raya Safii, Moh; Setiawan, Setiawan; Ansor, Sokhibul; Ernaningsih, Dwi Novita; Rahmania, Lidya Amalia; Jayanti, Cicik Tri
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3880

Abstract

Berdasarkan data Kementrian pendidikan dan kebudayaan, sebanyak 34.19 persen sekolah di Indonesia dari 34 provinsi, belum memiliki perpustakaan. Padahal sesuai amanat UU No 43 Tahun 2007 hendaknya lembaga pendidikan termasuk sekolah ditunjang dengan perpustakaan. Perpustakaan tentu harus mengiringi perkembangan jaman dan mampu untuk memberikan layanan berbasis teknologi. Berdasar hal tersebut dan fakta bahwa tidak semua perpustakaan sekolah berjalan sesuai standar perpustakaan apalagi memanfaatkan otomasi perpustakaan. Maka pengabdian dalam bentuk pelatihan ini menjadi solusi dari gambaran permasalahan diatas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah ceramah, pelatihan dan pendampingan. Diikuti oleh 34 peserta dari pengelola perpustakaan Se Malang Raya yang terdiri dari Sekolah Swasta, Sekolah Negeri, Pondok Pesantren. Saat pelatihan aplikasi otomasi perpustakaan 100% terinstall pada laptop peserta dan dapat digunakan. Sehingga pengelolaan perpustakaan yang manual sudah terbantukan dengan otomasi perpustakaan dan meninggalkan proses manual/paperbased service ke arah perpustakaan digital. Kendala yang dihadapi peserta ketika monitoring dan evaluasi ialah dukungan teknis penyediaan hardware yang belum dipenuhi oleh pihak sekolah. Saran dan tindak lanjut dari kegiatan ini ialah ditingkatkannya pada tahap lebih lanjut yaitu inovasi layanan dan akreditasi perpustakaan.Kata kunci: otomasi perpustakaan; perpustakaan digital; perpustakaan sekolahImplementation of School Library Automation in Malang RayaABSTRACT  Based on data from the Ministry of education and culture, as many as 34.19 percents of schools in Indonesia from 34 provinces, do not yet have a library. Yet according to the mandate of Law No. 43 of 2007 educational institutions including schools should be supported by libraries. Libraries certainly have to accompany the development of the era and be able to provide technology-based services. Based on this and the fact that not all school libraries run according to library standards let alone utilize library automation. Then this service in the form of training is the solution to the picture above problems. The methods used in this service are lectures, training and mentoring. Participated in 34 participants from the library manager of Se Malang Raya consisting of Private Schools, Public Schools, Islamic Boarding Schools. During training, the library automation application is 100% installed on the participant's laptop and can be used. So that manual library management is helped by library automation and leaves the manual / paper-based service process in the direction of digital libraries. The obstacle faced by participants when monitoring and evaluation is technical support for providing the hardware that has not been met by the school. Suggestions and follow-up from this activity are to be improved at a further stage, namely service innovation and library accreditation.Keywords: library automation; digital library; school library
Perilaku Kopula Adalah dan Variasinya dalam Bahasa Indonesia NH, Siti Rahajeng; Jayanti, Cicik Tri; Taufiqurrahman, Febri; Taturia, Dwika Muzakky Anan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan kopula adalah dan variasinya yakni merupakan, ialah, yakni, dan yaitu dalam bahasa Indonesia dan perbedaan kelima kopula tersebut. Kopula adalah merupakan kopula yang digunakan untuk menyatakan unsur yang ‘identik dengan atau sama maknanya dengan’. Kopula adalah biasanya digunakan untuk menyatakan identifikasi atau penjelasan sebuah konsep. Selain adalah, kata yang juga penggunaannya sejenis dan berada dalam konteks penggunaan yang sama adalah merupakan, ialah, yakni, dan yaitu. Kelima kata tersebut memiliki kesamaan makna. Walaupun demikian, tidak ada kata bersinonim yang maknanya sama persis, melainkan akan ada yang membedakannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak bebas libat cakap dengan data yang diambil dari korpus Indonesian Wac Sketch Engine. Data tersebut diambil dan direduksi sesuai dengan kolokat berbentuk kata yang mengikuti masing-masing kopula, bukan berupa tanda baca atau simbol tertentu. Pengurutan data kolokat dilakukan berdasarkan nilai signifikansi antara node dengan kolokatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas penggunaan kopula tersebut secara berurutan adalah adalah, merupakan, yaitu, yakni, dan ialah. Kelimanya merupakan bentuk penghubung atau konektor dalam kalimat yang menghubungkan dua unsur fungsi yang berbeda. Kopula tersebut dapat menghubungkan unsur fungsi subjek dengan predikat nonverbal serta menghubungkan subjek dengan fungsi pelengkap bergantung pada struktur kalimatnya. Kopula adalah dan merupakan berpotensi muncul pada kalimat predicational, spesificational, identificational, dan equational; kopula yaitu berpotensi muncul pada kalimat prediational, spesificational sentences, dan identificational; sementara kopula yakni berpotensi muncul pada kalimat predicational dan specificational. Adapun kopula ialah adalah kopula dengan produktifitas yang cukup rendah dalam bahasa Indonesia yang muncul pada jenis kalimat predicational dan spesificational.
Wacana Fiksimini bahasa Indonesia: Analisis struktur, keterpaduan, permainan bahasa, dan fungsi Jayanti, Cicik Tri
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 44, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed to describe the characteristics of mini fiction by explaining the structure and coherence between elements, forms of language, and discourse functions in Indonesian mini fiction. It is a qualitative study by using mini fiction discouse as research objects. The research data were in the form of tweets by the users who retweeted any tweets from @fiksimini account. Thus, the data collected in the research were written and collected by transcribing the data. The results of the study showed that (1) the structure of mini fiction discourse consists of three elements, topic, title and content; (2) the language play in the discourse was presented through the reader’s understanding of the texts and some distortion of the language varieties; and (3) the mini fiction discourse has four functions, such as emotive, retorical, cognitive and poetic speech function.
Struktur Diksi dalam Penamaan Rumah Makan Pedas di Malang Raya Cicik Tri Jayanti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6034

Abstract

Potential consumers' interest in food is not only through taste but also the uniqueness of the place of origin or restaurant. One form of uniqueness is the naming of the restaurant. The use of word choices (diction) in naming restaurants varies, especially the use of spicy elements. In 2022, 246 restaurants in Malang will label place names and dishes with spicy taglines and their derivatives. Therefore, this research aims to analyze (1) the general structure of naming spicy restaurants in Malang Raya; (2) the specific structure of naming spicy restaurants in Malang Raya; and (3) spicy associations. Qualitative descriptions were used as a design framework in this research. The research data is in linguistic units in the names of spicy restaurants in Greater Malang. Data is in the form of words and sentences. There are seven procedures carried out for this research, including providing core data with five analysis steps: direct observation, textualization, developing analysis columns, segmentation, thematization, propositionalization, and data reduction stages. The following five steps include the process of (1) elaborating, (2) interpreting, (3) summarizing, (4) concluding, and (5) drawing suggestions. Based on these steps, the results were found: (1) the general structure of naming spicy restaurants in Malang, the most common and widely used, is the cooking element (essential ingredients) and the spicy element or spicy identity; (2) the unique structure for naming spicy restaurants in Malang Raya consists of product name, mention of restaurant identity, cuisine (essential ingredients), place (address), processing method, spicy elements, owner's name, spicy identity and additional information; (3) The choice of words (diction) in the spicy identity element uses references, namely creatures, body elements, humans, animals and objects, traits, verbs and circumstances or adverbs. AbstrakKetertarikan calon konsumen terhadap makanan tidak hanya melalui rasa, namun juga keunikan dari tempat asal atau rumah makan tersebut. Salah satu bentuk keunikan tersebut adalah penamaan rumah makan. Penggunaan pilihan kata (diksi) dalam penamaan rumah makan memiliki ragam yang bervariasi, terlebih pada penggunaan unsur pedas dalam penamaan rumah makan. Tahun 2022, tercatat 246 rumah makan di kota Malang yang melabeli nama tempat dan olahan dengan tagline pedas dan turunannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis (1) struktur umum penamaan rumah makan pedas di Malang Raya; (2) struktur khusus penamaan rumah makan pedas di Malang Raya; dan (3) asosiasi pedas. Deskripsi kualitatif digunakan sebagai kerangka desain dalam riset ini.  Data penelitian berupa satuan kebahasaan pada nama-nama rumah makan pedas di Malang raya. Data berupa kata dan kalimat. Terdapat tujuh prosedur yang dilakukan untuk penelitian ini meliputi penyediaan data inti dengan lima langkah analisisnya, yakni pengamatan langsung, tekstualisasi, mengembangkan kolom analisis, memberikan segmentasi, tematisasi, proposisionalisasi, serta tahapan reduksi data. Lima Langkah berikutnya mencakup proses (1) penguaraian, (2) penafsiran, (3) perangkuman, (4) penyimpulan, dan (5) penarikan saran. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, ditemukan hasil: (1) struktur umum penamaan rumah makan pedas di Malang raya paling umum dan banyak digunakan adalah unsur masakan (bahan dasar) dan unsur pedas atau asosiasi pedas; (2) struktur khusus penamaan rumah makan pedas di Malang Raya terdiri dari nama produk, penyebutan identitas rumah makan, masakan (bahan dasar), tempat (alamat), cara mengolah, unsur pedas, nama pemilik, asosiasi pedas dan keterangan tambahan; (3) Pemilihan kata (diksi) di dalam unsur asosiasi pedas menggunakan acuan, yaitu Makhluk, unsur tubuh, manusia, hewan,  dan benda, sifat, kata kerja, dan keadaan atau adverbia.