Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIC

Phylogenetic of Ornamented Chilli Based on the Fruit Morphology and Molecular Marker using OPA-12 Primer Rejeki Siti Ferniah; Endang Kusdiyantini; Nurhayati Nurhayati
Agric Vol. 30 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2018.v30.i1.p57-62

Abstract

There are many varieties of ornamental chilli that may different from their ancestor and cause genetic variability. This research aims to determine the relationship of ornamental chillies in Indonesia based on their fruit morphology and RAPD-PCR. Morphological was analysed by description method, while molecular was analysed by RAPD-PCR using OPA 12 primer. Result showed that Katty, Naga Morich, Big Black Mama, and Yellow Primo were Capsicum chinense based on their morphology and RAPD-PCR using OPA-12 primer.
PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN CABAI PELANGI (Capsicum annuum L.) PADA PERLAKUAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), KOMBINASI PGPR-PUPUK NPK, DAN PGPR-KOMPOS Jennefer Constantia; Rejeki Siti Ferniah
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p95-104

Abstract

Cabai Pelangi Bolivian Rainbow merupakan salah satu varietas cabai hias yang memiliki keunikan berupa warna buahnya yang berwarna-warni. Pertumbuhan vegetatif cabai hias ini memerlukan beberapa tambahan nutrisi dan peranan mikroorganisme untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan optimal cabai pelangi menggunakan pemberian pupuk hayati PGPR, kombinasi dari pupuk hayati PGPR dan pupuk sintetik NPK, serta kombinasi pupuk hayati PGPR dan pupuk organik kompos. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan. Keempat perlakuan tersebut adalah tanah hitam sebagai kontrol (P0), tanah hitam ditambah pemberian PGPR(P1), tanah hitam ditambah pupuk kompos + PGPR(P2), dan tanah hitam ditambah NPK + PGPR (P3). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji BNT pada tahap uji รก = 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi PGPR dan kompos atau PGPR dan NPK memberikan pertumbuhan vegetatif optimal dibandingkan perlakuan tunggal PGPR.