Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan K3 pada Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik Kabupaten Garut Ida Farida; Aji Samsul Muarif
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.1625

Abstract

Garut Regency is one of the cities in West Java and is equipped with a wide range of infrastructure and facilities. Among these is the construction of the Public Service Mall building in Garut Regency. However, this project has highlighted the construction industry’s poor track record in terms of occupational safety and health. The high-risk nature of the project site demands optimal stamina from the workers involved. Therefore, Occupational Safety and Health (OSH) is a critical aspect that must be continuously upheld. Given the complexity of the issues involved, this thesis aims to examine OSH practices in the construction of the Public Service Mall in Garut Regency.The research methodology used in this study is the Analytical Hierarchy Process (AHP), which is employed to determine a ratio scale from several pairwise comparisons, whether discrete or continuous. The study identified key factors contributing to workplace accidents: worker attitude, equipment mobilization, and site clearing. The most dominant factor leading to on-site accidents was foundation work, due to frequent interactions between workers and various tools and machinery during this phase.To address this issue, a worksheet needs to be developed that outlines guidelines for the use of Personal Protective Equipment (PPE) in the work area. With this worksheet, workers will be able to easily read and understand the potential hazards they may face if PPE is not used. This will help raise awareness among workers of the importance of PPE in ensuring their safety on the job.
Risk Assessment K3L pada Pekerjaan Inspeksi Radiographic Test menggunakan Metode JSA dan FMEA Ida Farida; Aceu Emil Amalia; Muhammad Badru Zaman
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.1756

Abstract

Peningkatan klaim kecelakaan kerja setiap tahun menegaskan pentingnya mitigasi risiko pada kesehatan dan keselamatan kerja lingkungan (K3L). Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi memiliki potensi risiko tinggi, terutama akibat kebocoran gas hidrogen sulfida pada pipa yang tidak terinspeksi dengan baik. Mitigasi risiko dilakukan melalui pengujian tidak merusak (Non-Destructive Test, NDT) menggunakan metode Radiographic Testing (RT) dengan sinar gamma untuk mendeteksi cacat pada material. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menetapkan langkah-langkah pengendalian risiko pada pekerjaan NDT menggunakan RT. Risk assessment K3L menggunakan metode Job Safety Analysis/ JSA berfokus pada pekerjaan dengan identifikasi bahaya sebelum terjadi kecelakaan kerja melalui pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control/ HIRADC dan Failure Mode and Effect Analysis/ FMEA untuk analisa kegagalan/disfungsi serta dampak dalam meningkatkan keandalan dan keamanan dari peralatan. Hasil penelitian dari 42 potensi bahaya yang diidentifikasi dengan metode HIRADC didapatkan kategori high risk pada paparan radiasi sinar gamma dan paparan gas beracun H2S dan dilakukan pengendalian dengan menggunakan perisai timbal, kontrol batas area kerja dan detektor gas. Berdasarkan metode JSA pekerjaan berkaitan dengan faktor manusia, lingkungan dan prosedur kerja memiliki potensi bahaya paling banyak bernilai 4 dan potensi insiden pada beberapa work procedurs dengan nilai terbesar 15 potensi. Hasil metode FMEA didapatkan nilai tertinggi sebesar 160 pada Risk Priority Number/ RPN pada alat Kamera Gamma yaitu potensial kejadian kalibrasi tidak tepat yang berdampak pada diagnosis salah. Langkah yang perlu dilakukan diawali identifikasi potensi bahaya selama pekerjaan NDT dengan RT dan menentukan serta menerapkan tindakan pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan keselamatan kerja dan mencegah kecelakaan.
Evaluasi Stabilitas dan Kelelehan Campuran Laston Lapis Aus dengan Penambahan Botol Plastik Polyethylene Terephthalate Ida Farida; Subhan Mulyana; Via Muntiani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.1829

Abstract

Maraknya sampah botol plastik Polyethylene Terephthalate (PET) bisa dijadikan salah satu bahan tambah dalam campuran aspal. Penggunaan aspal yang dicampur dengan limbah botol plastik membantu memperkuat ikatan antar agregat dan mempermudah proses penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stabilitas dan kelelehan (flow) dari campuran aspal Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) dengan penambahan botol plastik PET menggunakan pengujian Marshall. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan acuan spesifikasi Bina Marga 2018. Variasi penambahan PET yang digunakan 0%; 4%; 6%; dan 8% dari berat aspal dengan Kadar Aspal Optimum 6,15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas tertinggi terdapat pada variasi 8% dengan nilai 1372,38 kg, namun tidak melebihi stabilitas campuran normal. Sementara itu, nilai kelelehan tertinggi juga terdapat pada variasi 8% dengan nilai 4,07 mm, tetapi tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Dalam penelitian ini, kadar PET maksimum adalah 7,83%, sedangkan kadar PET optimum adalah 5,94%.
Pemanfaatan Limbah Abu Tempurung Kelapa sebagai Filler pada Campuran Aspal terhadap Stabilitas dan Kelelehan Ida Farida; Subhan Mulyana; Delsa Tria Febis; Mochammad Suva Nugraha
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-1.1852

Abstract

Perkerasan jalan yang baik sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan. Seiring berjalannya waktu jumlah material alam yang tersedia semakin terbatas, maka dari itu perlu adanya inovasi material limbah untuk perkerasan jalan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan bahan filler modifikasi dalam campuran aspal. Limbah kelapa diantaranya tempurung kelapa bisa dijadikan salah satu bahan filler dalam campuran aspal. Penggunaan aspal dengan bahan filler abu tempurung kelapa diharapkan dapat meminimalisir penumpukan limbah kelapa. Selain itu, dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi limbah organik, menekan emisi karbon, mencegah pencemaran, dan mendukung pembangunan ramah lingkungan. Limbah tempurung kelapa yang digunakan berasal dari limbah kelapa parut di Pasar Wanaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stabilitas dan kelelehan (flow) dari campuran aspal AC-WC dengan filler abu tempurung kelapa menggunakan pengujian Marshall. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan acuan spesifikasi Bina Marga 2018. Variasi modifikasi filler abu tempurung kelapa yang digunakan  yaitu 0%, 4%, 5%, dan 6% dari berat agregat dengan KAO 6,15%. Hasil dari penelitian ini untuk nilai stabilitas tertinggi yaitu pada variasi 5% dengan nilai 1128,58 kg menurun 25% dari campuran normal sebesar 1505,64 kg. Nilai kelelehan tertinggi yaitu pada variasi 6% dengan nilai 3,40 mm menurun 2,9% dari campuran normal sebesar 3,50 mm. Meskipun keduanya tidak melebihi nilai stabilitas campuran normal dan memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018.
Evaluasi Kesiapan Transportasi Cerdas dengan SNI ISO 37122: 2019: Studi Kasus: Smart Mobility di Wilayah Urban Fahmi Moh. Taofik; Adi Susetyaningsih; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2008

Abstract

Smart city adalah konsep pengembangan perkotaan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan warga. Salah satu komponen penting dari smart city adalah smart mobility, yang merujuk pada sistem transportasi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan aksesibilitas perjalanan. Kabupaten Garut, sebagai daerah dengan tingkat mobilisasi yang tinggi, sering menghadapi berbagai permasalahan transportasi. Hingga saat ini belum ada inovasi signifikan yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut secara efektif, sehingga diperlukan upaya lebih lanjut dalam pengembangan solusi transportasi cerdas di Kabupaten Garut. Metode yang dilakukan yaitu deskriptif kuantitatif, dengan perhitungan menggunakan SNI ISO 37122:2019, Kesiapan dinilai menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan interval penilaian skala likert. Hasil penelitian menujukan bahwa Kabupaten Garut mendapatkan skor 2,415 yang termasuk kategori "tidak siap".  Hasil analisis estimasi penerapan smart mobility di Kabupaten Garut menunjukkan Untuk mencapai skor 4 (siap) dengan perkiraan kecepatan peningkatan 0,2-0,3 per tahun, Kabupaten Garut membutuhkan waktu sekitar 6-8 tahun. Sedangkan untuk mencapai skor 5 (sangat siap) dengan perkiraan kecepatan peningkatan 0,2-0,3 per tahun Kabupaten Garut membutuhkan Waktu sekitar 9-13 tahun. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada kota lain untuk validasi model ini serta penelitian ini dibatasi oleh skala responden yang hanya 100 dan tidak mencakup musim lalu lintas tinggi.
Evaluasi Dampak Perbaikan Jalan terhadap Risiko Kecelakaan Berdasarkan Indikator AR, EAN, FR dan Simulasi VISSIM Euis Warisah Maripah; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2739

Abstract

Perbaikan jalan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan lalu lintas. Namun demikian, peningkatan kualitas jalan tidak selalu menjamin penurunan angka kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan dan karakteristik kecelakaan lalu lintas sebelum dan sesudah perbaikan Jalan Kadungora KM BDG 46+235 hingga KM BDG 47+635, mengidentifikasi potensi kecelakaan berdasarkan simulasi lalu lintas, serta merumuskan rekomendasi peningkatan keselamatan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data kecelakaan tahun 2020–2024 yang diperoleh dari Satlantas Polres Garut dengan pendekatan Accident Rate (AR), Equivalent Accident Number (EAN), dan Fatality Rate (FR). Selain itu, dilakukan simulasi mikroskopik menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM Student Version untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan lalu lintas pasca perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah perbaikan, nilai AR menurun dari 1,49 menjadi 1,25, namun tetap menunjukkan frekuensi kecelakaan yang tinggi. Nilai EAN dan FR pada tahun 2024 masing-masing tercatat sebesar 310 dan 86,4%. Hasil simulasi permodelan menggunakan PTV VISSIM Student Version menunjukkan bahwa titik rawan kecelakaan lebih dominan berada di Segmen 2, dengan kecepatan kendaraan yang melebihi batas, khususnya sepeda motor dan mobil penumpang yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kesimpulannya, peningkatan kualitas jalan tanpa disertai pengendalian kecepatan dan peningkatan fasilitas keselamatan belum cukup efektif menurunkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan langkah teknis seperti pemasangan pita penggaduh (rumble strip) dan pemeliharaan elemen keselamatan jalan untuk menurunkan kecepatan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Temuan ini menjadi dasar bagi perencanaan keselamatan jalan yang lebih adaptif terhadap perilaku pengemudi pasca perbaikan infrastruktur.
Pengaruh Safety Morning terhadap Kesadaran K3 melalui Regresi Linier dan Wawancara Ferdinand Al Khautsar; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2764

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan isu strategis di sektor konstruksi yang memiliki tingkat kecelakaan kerja tinggi. Data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 mencatat lebih dari 370.000 kasus kecelakaan, dengan konstruksi sebagai penyumbang terbesar. Salah satu upaya preventif yang diterapkan adalah Safety Morning, yaitu briefing singkat mengenai agenda kerja, potensi bahaya, dan prosedur keselamatan sebelum pekerjaan dimulai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan faktor penentu Safety Morning terhadap peningkatan kesadaran K3 pada proyek pembangunan Rumah Susun Pemkot Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method, melalui kuesioner skala Likert kepada 33 responden yang dianalisis dengan regresi linier sederhana, serta wawancara semi-terstruktur untuk memperkuat temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Safety Morning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesadaran K3 (p = 0,001 < 0,05; B = 0,832).  Faktor dominan yang mendukung efektivitasnya adalah frekuensi pelaksanaan, kualitas materi, dan keterlibatan pekerja. Temuan ini menegaskan bahwa Safety Morning merupakan strategi komunikasi keselamatan yang efektif untuk memperkuat budaya sadar K3 di proyek konstruksi, Temuan ini dapat menjadi pedoman bagi manajemen proyek dalam merancang strategi komunikasi keselamatan yang partisipatif dan membangun lingkungan kerja konstruksi yang aman.
Identifikasi Black Spot Kecelakaan Menggunakan Metode Z-Score dan Cusum Berbasis QGIS Bella Putriyani Rachman; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2781

Abstract

Pada periode tahun 2022–2024 terjadi 73 kecelakaan di Jalan Raya Bayongbong–Garut dan Jalan Raya Simpang–Samarang yang berfungsi sebagai jalur penghubung antar kecamatan di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode Z-Score, Cusum, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan QGIS untuk identifikasi dan pemetaan segmen rawan kecelakaan. Hasilnya, segmen rawan di Jalan Raya Bayongbong–Garut terdapat pada segmen 2, 5, 6, 7, 10, dan 12, sedangkan di Jalan Raya Simpang–Samarang pada segmen 3 dan 5. Faktor penyebab utama meliputi kondisi marka, rambu, geometrik, dan permukaan jalan. Pemetaan digital ditampilkan dengan simbol merah untuk segmen rawan dan hijau untuk tidak rawan. Metode Cusum terbukti lebih akurat dalam memantau tren kecelakaan tahunan. Penelitian ini menghasilkan peta digital lokasi black spot yang dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan keselamatan lalu lintas di Kabupaten Garut.
Perbandingan Ekonomis Pengadaan Alat Berat Sistem Sewa dan Beli dalam Pekerjaan Konstruksi Ida Farida; Nova Audi Ireland
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.1760

Abstract

One of the supporting factors for construction development work to be able to shorten the time, simplify, and control the quality of work is the need for heavy equipment. This study aims to compare the cost of procuring heavy equipment between buying or renting heavy equipment for the Ciplaz Garut construction project, in order to determine a more efficient alternative. The method used is financial analysis with Net Present Value (NPV) to measure the difference between investment and future net cash receipts, and the Internal Rate Of Return (IRR) method to analyze the rate of return on capital. The analysis results show that with a project duration of 2 years, the NPV for buying heavy equipment is -Rp. 5,845,078,344 (negative), while the NPV for renting heavy equipment is Rp. 959,780,692 (positive). In addition, the IRR for buying heavy equipment is 0 percent (less than MARR 4.25 percent), while the IRR for renting heavy equipment is 20.47 percent (greater than MARR 4.25 percent). Based on the results of the analysis that has been carried out, the procurement of heavy equipment with a rental system is more profitable to do than the procurement of a heavy equipment purchase system.
Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki Berdasarkan Global Walkability Index Terhadap Pemanfaatan dan Desain Trotoar Jalan Siti Rahmah Nurbayinah; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.1771

Abstract

Pedestrian facilities along Ahmad Yani Street in Garut Regency have undergone a change in function due to the increasing activities of street vendors (PKL). In addition to being occupied by street vendors, sidewalks are also used as parking spaces. This study aims to identify the physical condition of pedestrian facilities, compare the existing conditions with the standards set forth in the Circular Letter of the Minister of Public Works and Housing (PUPR) No. 02/SE/M/2018 Pd 03-2017-B on Technical Planning of Pedestrian Facilities, assess the comfort level of pedestrians based on user perception, and determine the walkability score evaluated by users using nine parameters of the Global Walkability Index (GWI). The research employs a qualitative method, as the nature of the Global Walkability Index (GWI) is perceptual—meaning the assessment is based on users’ perceptions to understand the condition of pedestrian facilities in the study area. The results show that the existing pedestrian facilities along Ahmad Yani Street are largely unavailable, and some that exist do not meet the required standards. User perception results indicate that the pedestrian paths are fairly comfortable to use. However, field observations reveal several obstacles that disrupt pedestrian comfort, such as the presence of street vendors and illegal parking. Furthermore, the walkability scores based on user assessments are as follows: Segment 1 – 42.25; Segment 2 – 43.2; Segment 3 – 43.1; and Segment 4 – 42.2. These values fall into the red category, indicating that the area is unsuitable for walking. This study proposes a pedestrian facility design that complies with applicable standards, as well as recommendations for the provision and improvement of pedestrian paths, including main and supporting facilities along Ahmad Yani Street. The suggested improvements are expected to serve as considerations for the Garut Regency Government in enhancing pedestrian infrastructure.