Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko dan Pengendalian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Pekerjaan Power House Faisal Tamim; Agus Ismail
Jurnal Konstruksi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.338 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.18-1.772

Abstract

Manajemen risiko merupakan suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3, penilaian risiko K3, serta bagaimana tindakan pengendalian terhadap risiko K3 pada pekerjaan Power house proyek pembangunan PLTMH Cikandang 1. Metode penilaian menggunakan matriks penilaian risiko yang bersumber dari AS/NZS 4360 : 2004. Identifikasi risiko dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan kuesioner. Setelah melakukan identifikasi, nilai dampak dan frekuensi dikalikan untuk mendapatkan nilai tingkat risiko pada tiap faktor risiko.Hasil perhitungan ranking risiko adalah hal selanjutnya yang dilakukan dengan mengurutkan nilai risiko, mulai dari yang terbesar sampai terkecil, kemudian melakukan penanganan dan pengendalian risiko agar tidak berpengaruh besar pada proyek. Sesuai dengan pengolahan data diperoleh nilai risiko dengan indeks risiko tinggi sebanyak 9 variabel, untuk penggolongan nilai risiko dengan indeks risiko sedang sebanyak 20 variabel, sedangkan untuk penggolongan nilai risiko dengan indeks risiko rendah adalah sebanyak 6 variabel.
Edukasi Pengelolaan Sampah Anorganik Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Desa Sirnajaya Pamella M Sri Rezeki; Athaya Zhafirah; Rachminawati; Eko Walujodjati; Anjas Ninda Hantari; Ida Farida; Rina Kurniawati; Sulwan Permana; Dendi Yogaswara; Nanang; Adi Susetyaningsih; Ismi Purnamasari; Reski Ramadhani; Yeni Pariyatin; Alan Wijaya; Ratu Mafas Sukmalaras; Subhan Mulyana; Agus Ismail; Cepi Wendiki Alamsyah; Ganjar Jojon Johari; Greece Maria Lawalata; Madi Hermadi; Rudy Febrijanto; Fitri Nuraeni; R Dini Destiani Siti Fatimah; Risma Liyana Ulfa; Sri Rahayu
Jurnal PkM MIFTEK Vol 7 No 1 (2026): Jurnal PkM Miftek
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/miftek/v.7-1.3416

Abstract

Inorganic waste management remains a significant environmental challenge in rural areas. This Community Service Program (PkM) aimed to evaluate the effectiveness of an educational intervention on inorganic waste management in improving the knowledge and attitudes of residents in Sirnajaya Village, Garut. The program was conducted on February 4, 2026, in collaboration with the Garut Zero Waste community using a pre-test and post-test design involving 18 participants, consisting of housewives, university lecturers, and community members. The assessment instrument covered five indicators: understanding the definition of inorganic waste, identifying examples of inorganic waste, recognizing the environmental impacts of improper waste disposal, attitudes toward waste segregation, and intentions to reduce the use of single-use plastics. The results showed that 83.3% of the participants already possessed a high level of baseline knowledge. Consequently, the improvement in post-education scores was relatively limited, with an average normalized gain (N-Gain) of 0.11. This finding reflects a common ceiling effect, rather than indicating the ineffectiveness of the educational program. Nevertheless, three out of eighteen participants with lower initial knowledge demonstrated substantial improvements, achieving moderate to high levels of learning gain. Overall, the program contributed primarily to strengthening participants' knowledge and behavioral intentions regarding inorganic waste management. However, measurable changes in actual household waste management practices require further medium-term observation and follow-up evaluation.