Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DENGAN TEKNIK GUIDED TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA KELAS XI Hikmawati Hikmawati; Ziadatul Fatimah; Wahyudi Wahyudi
KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 4 No 1 (2019): KONSTAN (Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.01 KB) | DOI: 10.20414/konstan.v4i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Generatif dengan Teknik Guided Teaching terhadap kemampuan pemacahan masalah fisika SMA kelas XI. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIA MA Al-Falah Pancordao Lombok Tengah. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga diperolah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Generatif dengan Teknik Guided Teaching, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah diperolah dengan menggunakan tes uraian berjumlah 6 soal yang telah diuji validitasnya sehingga hasil tes akhir kemampuan pemecahan masalah diperoleh rata-rata kelas kontrol 45.91 dan 52.65 untuk kelas eksperimen. Hipotesis penelitian diuji dengan uji-t polled varians diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 2.18 dan nilai ttabel sebesar 2.02 pada taraf signifikan 5% yang berarti bahwa H0 ditolak dan Ha di terima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Generatif dengan Teknik Guided Teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika kelas XI.
PENGARUH PENDEKATAN VAK (VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTETIC) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMPN 10 MATARAM Siswadi Siswadi; Susilawati Susilawati; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 4 No. 1 (2018): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v4i1.100

Abstract

This research aimed to examine the effect of VAK approach (Visualization, Auditory, Kinestetic) towards the result of learning physics of students at SMPN 10 Mataram. The kind of research used was experimental design with design of research was randomized posttest only control design. The sampling technique used was cluster random sampling. Population in this research was all the students from the eight grade at SMPN 10 Mataram, while the sample was 25 students of class VIII A as the experimental group and 27 students of class VIII B as the control group. The data obtained was analyzed by using t-test of two-tailed. t-count was 4.78 and t-table was 2.00 with significance level 0.05. Hence, t-table is smaller than t-count or t-count is bigger than t-table. It means that Null Hypothesis was rejected and Alternate Hypothesis was accepted. It means that the application of VAK Approach (Visualization, Auditory, Kinestetic) affects the results of learning physics of students.Keywords: VAK Approach
ANALISIS KEMAMPUAN KREATIVITAS MAHASISWA FISIKA FKIP UNRAM DENGAN BERBANTUAN MULTIREPRENSENTASI DESIGN TES DALAM PENGUASAAN MATERI GELOMBANG DAN OPTIK Kosim Kosim; Hikmawati Hikmawati; Muh. Mahrus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 5 No. 1 (2019): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v5i1.203

Abstract

Research on student creativity at The Study Program of Physics Education FKIP Universitas Mataram for Wave and Optics course was conducted. This study aims to describe student creativity in the creativity of solving problems related to wave and optical matter. Tests were given to 21 students as samples with a test format following the principle of multi-representation on wave and optical questions. This test emphasizes the creativity of students' cognitive thinking which includes fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results of cognitive thinking creativity in problem solving creativity showed that 38% were good and 68% were quite. Thus the mapping of the level quality of cognitive thinking creativity the students of Physics Education at FKIP Unram in the odd semester of the 2018/2019 academic year is generally at the level of being quite creative.Keywords: cognitive thinking creativity,  multi-representation
Inquiry Learning Model to Improve Student Cognitive Learning Outcomes in Temperature and Heat Hikmawati Hikmawati; Kusmiyati Kusmiyati; Sutrio Sutrio
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 6 No. 1 (2020): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v6i1.330

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of the inquiry learning model to improve students' cognitive learning outcomes at the temperature and heat of class XI from one public school (SMAN 1 Gerung). This type of research is a quasi experiment with the basic pattern "The One Group Pretest-Posttest Design" and descriptive method. The research instrument used was the observation sheet applying the learning model and test the learning outcomes in the cognitive domain (C1 to C6). Assessment of learning implementation using a scale of 1 to 4. Student learning outcomes are said to be complete if 80% of students obtain a minimum value of 75. The results of this study indicate that: the implementation of learning increased from the criteria both in the first meeting to rise to be very good criteria at the fourth meeting. Student cognitive learning outcomes increased from 43 in the pre-test to 78 in the post-test, with classical completeness of 84%. The conclusion of this study is inquiry learning effectively improves students' cognitive learning outcomes in temperature and heat.
Ethnoscience-Based Science Learning Model to Develop Critical Thinking Ability and Local Cultural Concern for Junior High School Students in Lombok Hikmawati Hikmawati; I Wayan Suastra; Ni Made Pujani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v7i1.530

Abstract

This study aims to analyze the needs of students in learning science in junior high schools which will be used as a basis in designing ethnoscience-based learning models for the development of critical thinking skills and concern for students' local culture. Teachers who were used as samples of this study were 30 junior high school science teachers in Lombok. Data were collected through field observations, literature review, questionnaires, and interviews. Data were analyzed descriptively. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: 1) There are 5 basic competencies that can be developed in ethnoscience-based learning. 2) Methods suitable for ethnoscience-based learning are investigation / experimentation, field observation, and discussion. 3) Suitable learning resources to support science learning are the natural and socio-cultural environment, textbooks, audio visuals, and the internet. 4) The assessment system suitable for ethnoscience-based science learning to develop students' critical thinking skills and local cultural awareness is non-test assessment (performance, attitudes, portfolios, products) and assessment by tests. 5) Critical thinking skills that can be developed are: Providing simple explanations, building basic skills, concluding, making further explanations, strategies and tactics. 6) Local cultural concerns that can be developed are liking local culture, introducing local culture to others, preserving local culture. 7) Conceptual model of ethnoscience-based science learning which is suitable for developing critical thinking skills and local cultural awareness includes the following steps: Engage, Explore, Explain, Elaborate, Exhibit, and Evaluate.
Keterampilan Psikomotor Siswa Dalam Melakukan Kegiatan Percobaan Tentang Suhu Dan Kalor Menggunakan Media Tiga Dimensi Dan Simulasi Komputer Hikmawati Hikmawati; Kusmiyati Kusmiyati; Sutrio Sutrio
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Fisika FKIP Unram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.464 KB) | DOI: 10.29303/jppfi.v1i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan psikomotor siswa dalam melakukan kegiatan percobaan tentang suhu dan kalor menggunakan media tiga dimensi dan simulasi komputer. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan melakukan observasi aktivitas siswa pada pembelajaran fisika di kelas. Aktivitas yang dimaksud adalah keterampilan psikomotor siswa dalam melakukan kegiatan percobaan. Indikator keterampilan psikomotor dalam penelitian ini terdiri atas 4 komponen yaitu kemampuan merangkai alat, kemampuan membaca alat ukur, kemampuan mencatat data pengamatan, kemampuan mempresentasikan hasil percobaan. Penilaian setiap indikator menggunakan skala 4 dengan nilai skor yaitu apabilai nilai 12 sampai 16 termasuk kriteria sangat bagus, nilai 8 sampai 11 termasuk kriteria baik, nilai 4 sampai 7 termasuk kriteria kurang baik, dan nilai kurang dari 4 termasuk kriteria tidak baik. Pembelajaran fisika melalui kegiatan percobaan pada konsep suhu dan kalor dalam penelitian ini menggunakan media tiga dimensi dan simulasi komputer. Kegiatan pembelajaran dilakukan selama 4 kali pertemuan. Siswa yang dijadikan subyek penelitian terdiri atas 21 orang yang terdapat di kelas XI SMAN 1 Kediri Tahun Akademik 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan psikomotor siswa untuk indikator pertama adalah sebesar 12, indikator kedua sebesar 12, indikator ketiga sebesar 13, dan indikator keempat sebesar 8. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan psikomotor siswa dalam melakukan kegiatan percobaan tentang suhu dan kalor menggunakan media tiga dimensi dan simulasi komputer berada pada skala 3 dengan nilai rata-rata sebesar 11 yaitu termasuk kriteria baik. Penerapan media tiga dimensi dan simulasi komputer dapat menjadi alternatif media dalam pembelajaran fisika sehingga dapat mengembangkan keterampilan psikomotor siswa di SMA.
Pengaruh Model Pembelajaran Kuantum Berbantuan Simulasi PHET Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Peserta Didik Siti Aminah; Aris Doyan; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Fisika FKIP Unram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.21 KB) | DOI: 10.29303/jppfi.v1i1.15

Abstract

This research aim to into examine the effect of quantum learning model assisted phet simulation  for students physic concept mastery. This type of research is quasi experiment with untreated control group design with pretest and posttest. The research popuplation was all students os XI MIA MAN 2 Mataram. Sampling technique of this research use cluster random sampling so that there are two classes that is XI MIA 5 as the experimental class and XI MIA 6 as the control class. Type test used 20 choice question for concept mastery. The posttest mean value for concept mastery in experimental class and control class is 54,29 and 44,54. Hypothesis testing of this research is MANOVA. The resul of MANOVA test show a significant 0,043 so H0 is rejected and Ha is accepted. The conclution of this research is there is the effect of quantum learning model assisted phet simulation for students physic concept mastery.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Muhammad Yusuf; Jannatin ‘Ardhuha; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.457

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran dengan model problem based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang layak, praktis, dan efektif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4D yang terdiri dari Define, Design, Develop dan Disseminate. Produk yang dikembangkan yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen tes pemahaman konsep serta kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data menggunakan angket lembar validasi, angket respon keterlaksanaan pembelajaran, dan instrumen tes. Validitas produk dinilai oleh enam validator yang selanjutnya dianalisis menggunakan skala Likert. Kepraktisan diperoleh dari penyebaran angket respon melalui google form terkait keterlaksanaan pembelajaran. Keefektifan diperoleh dari peningkatan nilai pretest serta posttest peserta didik yang hasilnya dianalisis menggunakan uji N-Gain dan diinterpretasikan ke dalam tafsiran keefektifan. Hasil validitas berdasarkan penilaian validator menunjukkan keseluruhan perangkat yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata persentase 90,48% sampai 93,08% dengan kategori valid dan reliabel. Hasil kepraktisan perangkat pembelajaran berdasarkan angket respon peserta didik menunjukkan nilai 83,8% dengan kategori sangat praktis. Sementara itu, pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata uji N-Gain sebesar 0,51 dan 0,43 dengan kategori sedang. Sehingga, dapat disimpulkan perangkat pembelajaran dengan model problem based learning yang dikembangkan layak dengan kriteria valid dan reliabel serta sangat praktis. Akan tetapi, kurang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik selama pembelajaran di masa pandemi Covid-19.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Blended Learning Berbantuan PhET Melalui Smartphone untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik M. Hidayat Nursiddieq; Wahyudi Wahyudi; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menghasilkan produk perangkat pembelajaran fisika model blended learning berbantuan PhET melalui smartphone untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang terkategori layak, praktis, serta efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan disebut 4D. Produk yang akan dikembangkan serta dihasilkan berupa Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKPD, dan instrumen tes berpikir kreatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket respon peserta didik terhadap pembelajaran, dan instrumen tes berpikir kreatif. Validitas perangkat pembelajaran dinilai oleh tiga validator ahli dan tiga validator praktisi yang dianalisis menggunakan skala Likert. Kepraktisan diperoleh melalui angket respon peserta didik terhadap pembelajaran yang disebarkan melalui google form. Keefektifan dianalisis dengan menggunakan N Gain yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest tentang kemampuan berpikir kreatif peserta didik materi fluida dinamis. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari validator ahli dan validator praktisi memiliki nilai rata-rata senilai 87,33% termasuk kategori valid,  dengan reliabilitas senilai 93,03% termasuk ke dalam kategori reliabel. Kepraktisan perangkat pembelajaran berdasarkan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan nilai senilai 92,08% termasuk ke dalam kategori sangat praktis. Sementara itu, kemampuan berpikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata uji N-Gain sebesar 0,59 terkategori sedang. Dengan demikian, perangkat pembelajaran dengan model blended learning berbantuan PhET melalui smartphone yang dikembangkan dapat dikatakan layak, sangat praktis, sehingga efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Analisis Profil Miskonsepi Calon Guru Fisika Pada Konsep Gaya Gesek dan Hukum III Newton Ditinjau dari Gaya Kognitif Ahmad Busyairi; Ahmad Harjono; Jannatin Ardhuha; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.529

Abstract

Pemahaman konsep yang baik merupakan hal mendasar yang harus dimiliki mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dari Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, sebagai bahan evaluasi bagi dosen yang mengajar di perguruan tinggi dan meminimalisir terjadinya miskonsepsi pada mahasiswa, perlu dilakukan studi pendahuluan untuk melihat profil miskonsepsi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis profil miskonsepsi mahasiswa pada materi gaya gesek dan hukum Newton dilihat dari gaya kognitif. Sebanyak 28  mahasiswa semester II di salah satu perguruan tinggi yang ada di kota Mataram digunakan sebagai sampel penelitian. Data penelitian diambil dengan menggunakan Group Embedded Figures Test (GEFT) dan Three Tier Tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah mahasiswa yang mengalami miskonsepsi pada konsep gaya gesek dan hukum newton sebanyak 54,86%. Jika ditinjau dari gaya kognitif, mahasiswa FD cendrung lebih banyak mengalami miskonsepsi jika dibandingkan dengan mahasiswa FI. Rata-rata jumlah mahasiswa FI yang miskonsepsi sebanyak 45,45% sedangkan jumlah mahasiswa FD yang miskonsepsi sebesar 61,21%.
Co-Authors A Wahab Jufri A.Wahab Jufri Abdul Halim Rohman Abdul Kahar Agus Ramdani Ahmad Busyairi, Ahmad Ahmad Harjono Ahmad Ibnu Rusydi Aminah Aminah Aris Doyan Aris Doyan Aris Doyan Arman Rizal Gunawan Ayu Listari Baiq Henny Helyandari Baiq Sri Raehani Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Edi Kurniawan Eti Sulastri Firda Aprilia Insani G. Gunawan, G. Gito Hadi Prayitno Gito Hadiprayitno Haerunisyah Sahidu Haerunnisa Haerunnisa Hairunisyah Sahidu Hairunnisyah Sahidu Halimatus Sakdiyah Hidayatul Iman Hulfiatun Hanani I Wayan Gunada I Wayan Suastra Irwan Taufiqurrahman Jannatin Ardhuha Jannatin ‘Ardhuha Jannatin ‘Ardhuha Joni Rokhmat Julia Izni Malika Juniarti Juniarti Kosim . Kurnia Julianti Arni Kusmiyati Kusmiyati Lalu Budiman Arief Budiman Luh Putu Ratna Sundari Luk Luk Ul Hikmah M. Hidayat Nursiddieq Maya Indriani Medina Shopia Pratiwi Miftahul Wasli Mohamad Rido Rizwan Muh Makhrus Muh. Mahrus Muh. Makhrus Muhammad Fathan Muhammad Hendri Diarta Muhammad Yusuf Mukhtar Haris Muntari Muntari Nabilah Nabilah Ni Nyoman Sri Putu Verawati Nur Rahmah Nurhasanah Nurhasanah Nurul Hidayah Paramita Suhartanti Putu Ayas Ditha Apsari Rabiatul Asriani Ririn Widiawati Rizky Munandar Rofiqoh Rofiqoh Ronodirdjo, Muhammad Zuhdi Rudi Azhari Ruhil Fitri Sarbiniwati Sarbiniwati Siswadi Siswadi Siti Aminah Siti Aminah Solihin Rahmat Susilawati - Sutrio Syahrial Ayub Syahrial Ayub Syahrial Ayub Takasun Takasun Takasun Takasun Tangdliman Tangdliman Ulvi Intan Komalasari Wahyudi Wahyudi Yevi Sylvia Tantika yuliana yuliana Yunara Nurmaya Zahratul Walihah Ziadatul Fatimah Zulfan Zulfan Zulfan Zulfan Zulfan Zulfan