Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Vidya Karya

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) MAHASISWA PENDIDIKAN IPA FKIP ULM Ellyna Hafizah; Syubhan An'nur
Vidya Karya Vol 33, No 1 (2018): April 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.621 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v33i1.5395

Abstract

Abstract. This research aims to see the effectiveness of using Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) toward problem solving ability of students. This research was conducted due to lack of information of students’ ability in solving the problem, especially students of Science Education Department (IPA) when they were given an innovative learning such POGIL. Problem solving ability is an ability that can be trained in learning process which is closely related to master the concept by students. Mix method is used in this research. The subject of this research is students of Science Education Department FKIP ULM batch 2015. To collect the data, it used quantitative data of pre-test and post-test of the ability of problem solving and qualitative data, observation and interview. The result of this research shows that the ability of students in solving the problem has been significantly increased by using POGIL.  Keywords: Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), problem solving, science education  Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum diketahuinya bagaimana kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan IPA ketika diberikan suatu pembelajaran inovatif salah satunya POGIL. Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang didapat dilatihkan dalam suatu proses pembelajaran yang erat kaitannya dengan penguasaan konsep mahasiswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian mix method. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP ULM angkatan 2015. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan data kuantitatif pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah dan data kualitatif dengan lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran POGIL mengalami peningkatan. Kata kunci: Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), pemecahan masalah, pendidikan IPA
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA SMP TOPIK KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENUNJANG LITERASI SAINS Inke Permataningsih; Maya Istyadji; Ellyna Hafizah
Vidya Karya Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.553 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i1.10389

Abstract

The scientific literacy of students in Indonesia was based on the results of the 2018 PISA survey with a value of 392 points which was included in the low category. Therefore, in this study, the development of science teaching materials for junior high school, the topic of material was classification and its changes, contained 4 aspects of scientific literacy in teaching materials and contained local wisdom of the Kalimantan community. This research used the 4D development model to the development stage, namely validation by five experts to determine the validity of the module so that data on the aspects of content, presentation, language, graphic and scientific literacy in the module got a validity value> 0.80 with a very valid category. Based on the results, the module developed had met the validity criteria.Keywords: Integrated Science; Literacy Science; Local Wisdom; Teaching Materials Literasi sains peserta didik di Indonesia berdasarkan hasil survei lembaga PISA tahun 2018 dengan nilai sebesar 392 point yang mana termasuk ke dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan bahan ajar IPA SMP topik klasifikasi materi dan perubahannya yang memuat 4 aspek literasi sains pada bahan ajar serta memuat kearifan lokal masyarakat Kalimantan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D sampai pada tahap develop yaitu validasi oleh lima orang ahli untuk mengetahu kevalidan modul sehingga didapatkan data  pada aspek penilaian isi, penyajian, bahasa, kegrafisan dan literasi sains dalam modul mendapat nilai kevalidan > 0,80 dengan kategori sangan valid. Berdasarkan hasil itu modul yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria validitas.Kata Kunci: IPA terpadu; Literais Sains; Kearifan Lokal; Bahan Ajar
Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Kearifan Lokal Di Lahan Basah Ellyna Hafizah; Syubhan Annur; Rizky Febriani Putri
Vidya Karya Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.557 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i2.10504

Abstract

Suitable teaching materials are teaching materials that can facilitate all the needs of students and are contextual. The availability of integrated science materials that were contextual, especially in wetlands, was still insufficient. Therefore, this research was carried out to develop a local wisdom-based integrated science teaching material on wetlands. This study aimed to describe the feasibility of teaching materials developed. This research wss the research development by using a modified four-D-models design (define, design, and develop).  The subjects of this study were junior high school students in Banjarmasin. The instruments used in this study are based on the validity sheet of teaching materials, questionnaires of student responses and test instruments of learning results. Based on the development and trial results, it was concluded that the integrated science-based teaching materials based on local wisdom in wetlands on energy material in living systems, temperatures and heat and environmental pollution were feasible. The results of other studies obtained were integrated science-based teaching materials based on local wisdom in wetlands that were applied using a guided inquiry learning model, capable of improving students' science process skills in good categories. The results of this study provided an idea that the teaching materials prepared by containing contextual learning elements in the form of local wisdom wetlands could be used as references in the science learning process.Keywords: Development; Local Wisdom; Teaching Material; Wetlands  Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang mampu memfasilitasi segala kebutuhan peserta didik (student need) dan bersifat kontekstual. Kenyataan yang ditemui adalah ketersediaan bahan ajar IPA terpadu yang bersifat kontekstual terutama di lahan basah masih belum mencukupi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan menyusun sebuah bahan ajar IPA terpadu berbasis kearifan lokal di lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan rancangan four-D-models yang dimodifikasi (define, design, and develop). Subjek penelitian ini adalah peserta didik SMP yang ada di Banjarmasin. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validitas bahan ajar, angket respon peserta didik, dan instrumen tes hasil belajar.  Berdasarkan pada hasil pengembangan dan uji coba, maka diperoleh simpulan bahwa bahan ajar IPA terpadu berbasis kearifan lokal di lahan basah pada materi energi pada sistem kehidupan, suhu dan kalor, serta pencemaran lingkungan layak digunakan. Hasil penelitian lainnya yang diperoleh adalah bahan ajar IPA terpadu berbasis kearifan lokal lahan basah yang diterapkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing mampu meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dengan kategori baik. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa bahan ajar yang disusun dengan memuat unsur kontekstual learning berupa kearifan lokal lahan basah dapat dijadikan salah satu referensi dalam proses pembelajaran IPA di tingkat SMP.Kata Kunci: Pengembangan; Kearifan Lokal; Bahan ajar; Lahan Basah