Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Alteration of Ca/P Ratio and Hydroxyapatite Stability in Human Teeth Exposed to Lead: An In Vitro Experimental Study Iskandar, Iskandar; Essy Dwi Damayanthi; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v15i1.5249

Abstract

Background: Lead (Pb) contamination in aquatic environments has been associated with increased dental health problems in exposed populations. One proposed mechanism underlying this association is the disruption of dental hydroxyapatite (HAp) stability through calcium (Ca) substitution and phosphate (P) degradation, which may alter the Ca/P ratio and mineral integrity. Therefore, this study was conducted to experimentally evaluate the impact of Pb exposure on Ca, P, and Ca/P ratio in human teeth under in vitro conditions. Objective: this study aimed to evaluate the effect of Pb exposure on changes in Ca, P, and Ca/P ratio, as well as the degradation kinetics of HAp in vitro. Methods: This true experimental study employed a completely randomized factorial design. Extracted human teeth were immersed in PbSO₄ solutions at concentrations of 0.01, 0.1, and 1 ppm for 30, 60, and 90 minutes. Ca and P levels were measured, and the Ca/P ratio was calculated. Degradation kinetics were analysed using linear regression to determine reaction order and rate constants. Result: Pb exposure resulted in a consistent reduction of the Ca/P ratio across all concentrations and exposure durations, with values below the stoichiometric hydroxyapatite ratio (1.67), indicating increased mineral instability. Both Ca and P degradation followed zero-order reaction kinetics, with higher degradation rate constants observed at 0.01 and 1 ppm. Conclusion: these findings provide experimental evidence that Pb exposure can destabilize dental hydroxyapatite by accelerating Ca and P degradation, thereby potentially increasing susceptibility to mineral loss.
The Role of Prenatal Environmental Risk Factors in Autism Spectrum Disorder Severity: Insight from Lead Exposure, Tobacco Smoke, and Low Birth Weight Iskandar Iskandar; Yosef Dwi Cahyadi Salan; Adelia Anggraini Utama; Niarsari Anugrahing Putri; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji; Nisa Nur Agistni Eriana; Eko Suhartono
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i1.380

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a complex neurodevelopmental condition influenced by interactions between genetic susceptibility and environmental exposures during critical developmental periods. However, evidence regarding how environmental factors relate to ASD severity remains limited. This study aimed to examine the associations between urinary lead (Pb) levels, prenatal cigarette smoke exposure, history of low birth weight (LBW), and ASD severity, providing insights into potential environmental influences on clinical outcomes. A cross-sectional study was conducted among 43 children diagnosed with ASD attending a special needs school (SLB C) in Banjarbaru, South Kalimantan, Indonesia. Urinary Pb concentrations were measured using UV-Visible spectrophotometry. Information on prenatal cigarette smoke exposure and birth history was obtained through structured parental interviews. ASD severity was assessed using the Childhood Autism Rating Scale, Second Edition (CARS-2), and classified as mild–moderate or severe. Higher urinary Pb levels, prenatal cigarette smoke exposure, and a history of LBW were significantly associated with ASD severity, highlighting potential environmental risk factors that may influence clinical presentation and management strategies. In conclusion, among children with ASD in this school-based population, environmental and perinatal factors were associated with differences in ASD severity. While these findings are promising, emphasizing the need for further research can foster a sense of hope and motivation among researchers, clinicians, and students. Due to the cross-sectional design, causal inferences cannot be drawn. Further studies using longitudinal designs and objective exposure measurements are warranted.
CINTA SEHAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Diare di Desa Awang Bangkal Barat Aisya Amelia; Ahla Syauqia; Destisa Denti Seiza Pratiwi; Beny Acah Yakwan; Iskandar
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3909

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama yang memengaruhi angka kesakitan dan kematian, terutama di masyarakat pedesaan dengan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi yang layak dan tingkat pengetahuan yang rendah, khususnya tentang tatalaksana diare. Hal ini dapat dicegah dan dikurangi angka kejadiannya dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan judul “CINTA SEHAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Diare di Desa Awang Bangkal Barat”. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tatalaksana diare, sehingga angka kematian dan kesakitan akibat diare dapat dikurangi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap utama, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan sikap dan pengetahuan yang signifikan tentang pencegahan diare dan pembuatan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang benar. Program ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik sanitasi yang lebih baik. Sebagai kesimpulan, kegiatan pengabdian CINTA SEHAT terbukti efektif dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan tatalaksana diare dan perilaku PHBS.
Pelatihan Pembuatan Olahan Sirup Jahe Merah pada Jamaah Pengajian Langgar Ar Rahman Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru Noor Muthaminah; Dona Marisa; Eko Suhartono; Iskandar; Irham Taufiqurrahman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3910

Abstract

Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang rentan terjadi pada kelompok pralansia dan lansia akibat perubahan fisiologis sistem imun. Pemanfaatan bahan alam sebagai minuman kesehatan menjadi alternatif promotif dan preventif yang aman dan mudah diterapkan di masyarakat. Jahe merah diketahui mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berpotensi sebagai imunomodulator. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jamaah pengajian Langgar Ar-Rahman Kelurahan Loktabat Utara dalam pemanfaatan jahe merah melalui pelatihan pembuatan sirup jahe merah sebagai minuman kesehatan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perizinan dan diskusi untuk identifikasi masalah, edukasi mengenai manfaat jahe merah terhadap imunitas, serta pelatihan pembuatan sirup jahe merah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan “kurang” pada pre-test menjadi “cukup” dan “baik” pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sirup jahe merah dengan benar. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat tradisional secara rasional, tetapi juga memberikan keterampilan yang berpotensi mendukung kemandirian kesehatan dan ekonomi. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sirup jahe merah dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat dalam upaya peningkatan daya tahan tubuh dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Evaluasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Klinik Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) Banjarbaru Susantu Susantu; Ermina Istiqomah; Iskandar Iskandar; Eko Suhartono
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21507

Abstract

ABSTRACT Human Resource Management (HRM) research has a strategic role in determining the effectiveness and quality of health services, especially at first-level service facilities such as clinics. LMMC Banjarbaru Clinic, as a primary health care service unit under Lambung Mangkurat University (ULM), faces various challenges in HR management, including workload imbalance, shortage of personnel in certain fields, and not optimal HR management system in meeting regulatory standards. This study aims to evaluate HR management at the LMMC Banjarbaru Clinic based on real needs and applicable regulatory standards. This present study was qualitative study with descriptive approach. Data collection techniques through document studies, interviews, and observations of the organizational structure, workload, and competence of health workers. The results of the analysis show that there is a mismatch between the number and type of health workers available and the real needs of services, and the recruitment and distribution system is not maximized. In conclusion, the resulst of this study suggested the importance of implementing needs-based HR, redistribution and workload, as well as developing more adaptive and data-based training and placement policies. This evaluation is expected to be the basis for developing a strategy to strengthen HRM at the LMMC Banjarbaru Clinic, which not only improves operational efficiency, but also supports the improvement of service quality and patient satisfaction. Keywords: Human Resource Management, Human Resource, Primary Health Care, Service Quality, Workload.  ABSTRAK Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas dan kualitas layanan kesehatan, terutama di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama seperti klinik. Klinik LMMC Banjarbaru, sebagai unit layanan kesehatan primer di bawah Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menghadapi berbagai tantangan dalam manajemen MSDM, termasuk ketidakseimbangan beban kerja, kekurangan tenaga kerja di bidang tertentu, dan sistem manajemen MSDM yang belum optimal dalam memenuhi standar regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen SDM di Klinik LMMC Banjarbaru berdasarkan kebutuhan nyata dan standar regulasi yang berlaku. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi terhadap struktur organisasi, beban kerja, dan kompetensi tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakcocokan antara jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang tersedia dengan kebutuhan layanan yang sebenarnya, serta sistem perekrutan dan distribusi yang belum dimaksimalkan. Kesimpulannya, hasil penelitian ini menyarankan pentingnya menerapkan manajemen SDM berdasarkan kebutuhan, redistribusi, dan beban kerja, serta mengembangkan kebijakan pelatihan dan penempatan yang lebih adaptif dan berbasis data. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan strategi penguatan manajemen SDM di Klinik LMMC Banjarbaru, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien. Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Manusia, Pelayanan Kesehatan Primer, Kualitas Layanan, Beban Kerja.
SERVQUAL Study Analysis at Lambung Mangkurat Medical Centre Clinic Iskandar Iskandar; Gusti Muhammad Perdana Putera; Ayu Riana Sari Azwari; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 12, No 1 (2026): JURNAL BERKALA KESEHATAN 1 (APRIL-JULI)
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbkes.v12i1.25631

Abstract

Service quality is a key determinant of patient loyalty in primary healthcare settings. This study aimed to analyse the association between the dimensions of SERVQUAL—a service quality assessment model that evaluates tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—and revisit intention at the Lambung Mangkurat Medical Centre (LMMC) Clinic in Banjarbaru. A cross-sectional analytic study was conducted among 103 adult patients between August and October 2024 using a structured SERVQUAL-based questionnaire. Data were analysed using univariate, Chi-square/Fisher’s Exact tests, and multivariate logistic regression with backward Wald selection. Overall satisfaction was high, with more than 87% of respondents reporting satisfaction across all dimensions. Revisit intention was reported by 93.2% of respondents. Bivariate analysis showed that assurance (p = 0.014) and empathy (p = 0.009) were significantly associated with revisit intention. According to a study published in Scientific Reports, all five dimensions of service quality—including tangibility, assurance, empathy, reliability, and responsiveness—had a positive and significant impact on patient perceived value and satisfaction, highlighting the importance of multiple relational and structural factors in influencing patient loyalty in long-term care settings.
Edukasi pola hidup sehat dan pelatihan penyusunan nutrisi berimbang pada siswa SMK Telkom Banjarbaru dalam menunjang pendidikan karakter berkelanjutan Eko Suhartono; Iskandar Iskandar; Noor Muthmainah; Mashuri Mashuri; Yosef Dwi Cahyadi Salan; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38722

Abstract

Abstrak Ketidakseimbangan nutrisi dan kualitas tidur yang buruk, masih sering ditemukan pada siswa SMK. Hal ini berdampak langsung terhadap kesehatan fisik, mental, serta pembentukan karakter. Survei internal pada 176 siswa SMK Telkom Banjarbaru menunjukkan tingginya angka depresi dan gangguan mood, yang mengindikasikan perlunya intervensi edukatif untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memahami kesehatan mental, membangun karakter disiplin berkelanjutan, serta menyusun menu nutrisi seimbang sesuai prinsip “Isi Piringku”. Mitra kegiatan adalah SMK Telkom Banjarbaru dengan jumlah peserta sebanyak 182 siswa kelas X. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, simulasi praktik penyusunan menu, serta evaluasi pretest dan posttest. Hari pertama difokuskan pada edukasi mengenai kesehatan mental, karakter, dan hubungan nutrisi dengan kondisi psikologis, sedangkan hari kedua berisi pelatihan penyusunan menu sehat dan jurnal pola makan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa pada seluruh materi, yang ditunjukkan melalui  perbandingan skor  pretest  dan  posttest.  Kegiatan  ini  juga  mendorong siswa  lebih  aktif berdiskusi dan reflektif terhadap kebiasaan hidup mereka. Secara keseluruhan, program edukasi dan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat serta keterampilan menyusun nutrisi seimbang sebagai bagian dari pembentukan karakter yang berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; hidup sehat; kesehatan mental; nutrisi; pendidikan karakter. Abstract Nutritional imbalances and poor sleep quality are still commonly found among vocational school students. This has a direct impact on their physical and mental health, as well as character building. An internal survey of 176 students at Telkom Banjarbaru Vocational School showed high rates of depression and  mood  disorders, indicating the  need  for  educational intervention to  raise  awareness of  the importance of a healthy lifestyle. This community service activity aims to improve students' knowledge and skills in understanding mental health, building sustainable discipline, and preparing balanced nutrition menus in accordance with the “My Plate” principle. The partner for this activity is Telkom Banjarbaru Vocational School  with  182  participants from  grade  X.  The  implementation methods included  lectures,  discussions,  practical  menu  planning  simulations,  and  pretest  and  posttest evaluations. The first day focused on education about mental health, character, and the relationshipbetween nutrition and psychological conditions, while the second day consisted of training in healthy menu planning and food  journaling. The results of  the  activity showed an increase in  students' knowledge of all the material, as demonstrated by a comparison of pretest and posttest scores. This activity also encouraged students to be more active in discussing and reflecting on their lifestyle habits. Overall, this education and training program can improve students' knowledge of healthy lifestyles and skills in preparing balanced nutrition as part of ongoing character building. Keywords: education; healthy living; mental health; nutrition; character education 
Edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana pada siswa MTs Qalbun Salim di Banjarbaru Ghina Raihana; Heni Yeni; Sheila Nur Salsabilla; Muhammad Luthfi Alfizar; Eko Suhartono; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39451

Abstract

AbstrakKetersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, termasuk lingkungan sekolah, yang berpotensi berdampak pada kesehatan siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai pencemaran air dan cara pengolahan air sederhana menjadi salah satu kendala dalam penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya dalam Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Kecamatan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dalam pembuatan alat penjernih air sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2026 yang diikuti oleh Ressiswa kelas VII sebanyak 13 orang dengan metode demonstrasi. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui diskusi dengan wali kelas, pelaksanaan edukasi dan pelatihan pembuatan alat filtrasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi dan praktik. Nilai rata-rata meningkat dari 64,62 pada pre-test menjadi 78,46 pada post-test. Selain itu, nilai terendah meningkat dari 30 menjadi 40, yang menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan awal rendah juga mengalami peningkatan pemahaman. Implikasi dari kegiatan ini mennjukkan bahwaPeningkatan median dan modus menunjukkan adanya pergeseran distribusi nilai ke arah yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik melalui pendekatan PjBL efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga keterampilan praktis dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kualitas air. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan pembuatan alat penjernih air sederhana dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dan aplikatif di lingkungan sekolah. Kata kunci: air bersih; edukasi; filtrasi sederhana; keterampilan siswa; project based Learning. AbstractThe availability of clean water remains a problem in various regions, including school environments, which has the potential to impact student health. Students' lack of understanding of water pollution and simple water treatment methods is one of the obstacles in the implementation of contextual learning, especially in Project Based Learning (PjBL). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of students at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qalbun Salim, Landasan Ulin Timur District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province in making a simple water purifier. The activity was carried out on April 20, 2026, attended by 13 seventh-grade Ressiswa students using a demonstration method. The stages of the activity include preparation through discussions with homeroom teachers, implementation of education and training in making filtration devices, and evaluation using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in student knowledge after participating in education and practice. The average score increased from 64.62 in the pre-test to 78.46 in the post-test. In addition, the lowest score increased from 30 to 40, which indicates that students with low initial abilities also experienced an increase in understanding. The implications of this activity indicate that the increase in the median and mode indicates a shift in the distribution of values for the better. This indicates that the practice-based learning method through the PjBL approach is effective in improving students' overall understanding. This activity not only improves cognitive aspects, but also practical skills and students' awareness of the importance of maintaining water quality. Thus, education and training in making simple water purifiers can be an effective and applicable contextual learning alternative in the school environment. Keywords: clean water; education; simple filtration; student skills; project-based learning
Edukasi Teknologi Pengolahan Limbah Cair Domestik melalui Pembuatan Instalasi Filtrasi Sederhana pada Siswa SMAS Perintis Palangka Raya Monalisa; Yulietrie; Marlina Vionora; Eko Suhartono; Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Gusti M Perdana Putera
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3971

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengolahan limbah cair domestik melalui pembuatan instalasi filtrasi sederhana di SMAS Perintis Palangka Raya. Berdasarkan hasil diskusi awal dengan guru didapatkan permasalahan utama yang dihadapi adalah konsep Project Based Learning (PjBL) terkait problem lingkungan. Hasil diskusi telah disepakati topik lingkungan terkait pengelolaan limbah cair domestik. Project Based Learning (PjBL) adalah project belajar melalui pengalaman langsung dan penyelesaian proyek nyata. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan dan keterampilan problem solving siswa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahapan persiapan, edukasi, pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media audiovisual untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar limbah cair domestik dan dampaknya terhadap lingkungan. Selanjutnya, pelatihan dilakukan melalui praktik langsung pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan-bahan lokal seperti pasir, kerikil, arang, dan spons. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 39,51 pada pre-test menjadi 77,56 pada post-test. Selain itu, terjadi pergeseran kategori nilai dari dominasi nilai rendah menuju nilai tinggi, yang menunjukkan efektivitas metode edukasi dan praktik dalam meningkatkan pemahaman siswa. Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa serta meningkatkan keterampilan praktis, tentang pengelolaan limbah cair domestik secara sederhana dan berkelanjutan. Hal ini terlihat maisng-masing siswa yang telah mencoba mempraktekkan secara aktif. Selain itu siswa mampu menyebutkan manfaat masing-masing media. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah lainnya dalam mendukung pengelolaan limbah cair domestik secara berkelanjutan.
Model Partisipatif Ibu Pengajian RT 035 Banjarmasin Barat dalam Pengelolaan Air Bersih melalui Teknologi Sederhana Anggun Oktovia Pratiwi; Fajar Setyo Wardoyo; Naila Mutiara Nabilla; Silvia Novitasari; Eko Suhartono; Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Mashuri
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3973

Abstract

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di wilayah permukiman berbasis sungai, termasuk di RT 035 Banjarmasin Barat. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya kualitas air akibat pencemaran limbah domestik serta keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan air bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu pengajian dalam pengelolaan air bersih melalui penerapan teknologi penjernihan air sederhana berbasis model partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan lokal, praktik langsung, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rerata nilai pengetahuan peserta, dari 55,66 pada pre-test menjadi 95,22 pada post-test. Selain itu, pada kegiatan ini ibu-ibu pengajian juga berhasil menyusun alat filtrasi untuk menjernihkan air serta mampu menjelaskan fungsi masing-masing media filter.
Co-Authors Adelia Anggraini Utama Adelia Anggraini Utama Ahla Syauqia Aisya Amelia Alin, Dhemes Amelia, Aisya Angga Praditya Anggun Oktovia Pratiwi Ari Yunanto Ari Yunanto Azwari, Ayu Riana Sari Beny Acah Yakwan Cynthia Maharani Puspita Sari Destisa Denti Seiza Pratiwi Dona Marisa Dona Marisa, Dona Edi Hartoyo Edi Hartoyo Efrilia Tanjung Eko Suhartono Eko Suhartono Erlena, Erlena Ermina Istiqomah Essy Dwi Damayanthi Fajar Setyo Wardoyo Ghina Raihana Gusti M Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Hafifah, Ifa Hapsari Lintang Sekartaji Hapsari Lintang Sekartaji Hapsari Lintang Sekartaji Haryati Haryati Heni Yeni Irham Taufiqurrahman Isna Syauqiah Iwan Aflanie Lisda Hayatie Marlina Vionora Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Monalisa Muhammad Hafidz MS Muhammad Luthfi Alfizar Muthaminah, Noor Muthmainah, Noor Naila Mutiara Nabilla Nasution, Annio Indah Lestari Nia Kania Niarsari Anugrahing Putri Niarsari Anugrahing Putri Nila Nirmalasari Nisa Nur Agistni Eriana Noor Muthaminah Noor Muthmainah Nurul Hidayah Prastricia, Meily Andini Pratiwi, Destisa Denti Seiza Pricilia Gunawan Halim Purwakaning Agung Purwanto Budi Santosa Putera, Gusti Muhammad Perdana Ratih Kumala Sari Salmon Siahaan Sanyoto, Didik Dwi Sekartaji, Hapsari Lintang Sheila Nur Salsabilla Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Novitasari Susantu Susantu Syaifullah Akbar Pradito Syauqia, Ahla Trang, Ha Thi Thu Windy Budianto Windy Yuliana Budianto, Windy Yuliana Yakwan, Beny Acah Yaliza, Nella Yosef Dwi Cahyadi Salan Yosef Dwi Cahyadi Salan Yulietrie Yusanto Nugroho Zainal Abidin Zainal Abidin Zairin Noor Zuhrufa Wanna Yolanda