Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan budaya literasi melalui pelatihan publikasi karya ilmiah bagi guru SMK Iskandar Thalib; Haryatie Haryatie; Nila Nirmalasari; Gusti Muhammad Perdana Putera; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22829

Abstract

AbstrakLiterasi merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap guru. Salah satu jenis literasi dasar yang sangat penting yaitu menulis. Berbagai kegiatan menulis dapat dilakukan oleh seorang guru dan diantaranya yakni menulis artikel ilmiah. Hal ini mendorong diadakannya suatu program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom, Banjarbaru. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2 hari, yang terdiri dari pemberian materi edukasi dihari pertama dan pelatihan dihari kedua. Setelah dilakukan pelaksanaan, maka dilakukan evaluasi pada tiap peserta melalui pengerjaan post test dan penilaian dalam melakukan submit jurnal. Berdasarkan hasil evaluasi dari 30 peserta guru didapatkan peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah dan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ke dalam jurnal setelah kegiatan ini. Sebagai kesimpulan bahwa telah dilakukan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru SMK Telkom Banjarbaru dengan hasil peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 45 dan 89. Selain itu, setelah pelatihan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ilmiah ke dalam jurnal. Kegiatan ini diharapkan dapat diadakan secara berkala, sehingga terdapat peningkatan budaya literasi pada setiap guru.   Kata kunci: guru SMK; literasi; pelatihan; pengabdian; publikasi ilmiah. Abstract Literacy is one of the skills that every teacher must have. One type of basic literacy that is very important is writing. Various writing activities can be carried out by a teacher and among them is writing scientific articles. This encourages the holding of a community service program through scientific publication training activities for teachers of Telkom Vocational High School (SMK), Banjarbaru. This activity was carried out in 3 stages, including preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage was carried out for 2 days, which consisted of providing educational material on the first day and training on the second day. After the implementation, an evaluation was carried out on each participant through post-testing and assessment in submitting journals. Based on the evaluation results, it was found that the knowledge of teachers about scientific publications increased and there were several teachers who submitted articles to journals after this activity. In conclusion, a community service program has been carried out through scientific publication training activities for teachers of SMK Telkom Banjarbaru with the results of increasing teacher knowledge about scientific publications and there are several teachers who submit scientific articles to journals. This activity is expected to be held regularly, so that there is an increase in the culture of literacy in each teacher.  Keywords: literacy; training; service; scientific publication
Alteration of Ca/P Ratio and Hydroxyapatite Stability in Human Teeth Exposed to Lead: An In Vitro Experimental Study Iskandar, Iskandar; Essy Dwi Damayanthi; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v15i1.5249

Abstract

Background: Lead (Pb) contamination in aquatic environments has been associated with increased dental health problems in exposed populations. One proposed mechanism underlying this association is the disruption of dental hydroxyapatite (HAp) stability through calcium (Ca) substitution and phosphate (P) degradation, which may alter the Ca/P ratio and mineral integrity. Therefore, this study was conducted to experimentally evaluate the impact of Pb exposure on Ca, P, and Ca/P ratio in human teeth under in vitro conditions. Objective: this study aimed to evaluate the effect of Pb exposure on changes in Ca, P, and Ca/P ratio, as well as the degradation kinetics of HAp in vitro. Methods: This true experimental study employed a completely randomized factorial design. Extracted human teeth were immersed in PbSO₄ solutions at concentrations of 0.01, 0.1, and 1 ppm for 30, 60, and 90 minutes. Ca and P levels were measured, and the Ca/P ratio was calculated. Degradation kinetics were analysed using linear regression to determine reaction order and rate constants. Result: Pb exposure resulted in a consistent reduction of the Ca/P ratio across all concentrations and exposure durations, with values below the stoichiometric hydroxyapatite ratio (1.67), indicating increased mineral instability. Both Ca and P degradation followed zero-order reaction kinetics, with higher degradation rate constants observed at 0.01 and 1 ppm. Conclusion: these findings provide experimental evidence that Pb exposure can destabilize dental hydroxyapatite by accelerating Ca and P degradation, thereby potentially increasing susceptibility to mineral loss.
The Role of Prenatal Environmental Risk Factors in Autism Spectrum Disorder Severity: Insight from Lead Exposure, Tobacco Smoke, and Low Birth Weight Iskandar Iskandar; Yosef Dwi Cahyadi Salan; Adelia Anggraini Utama; Niarsari Anugrahing Putri; Gusti Muhammad Perdana Putera; Hapsari Lintang Sekartaji; Nisa Nur Agistni Eriana; Eko Suhartono
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i1.380

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a complex neurodevelopmental condition influenced by interactions between genetic susceptibility and environmental exposures during critical developmental periods. However, evidence regarding how environmental factors relate to ASD severity remains limited. This study aimed to examine the associations between urinary lead (Pb) levels, prenatal cigarette smoke exposure, history of low birth weight (LBW), and ASD severity, providing insights into potential environmental influences on clinical outcomes. A cross-sectional study was conducted among 43 children diagnosed with ASD attending a special needs school (SLB C) in Banjarbaru, South Kalimantan, Indonesia. Urinary Pb concentrations were measured using UV-Visible spectrophotometry. Information on prenatal cigarette smoke exposure and birth history was obtained through structured parental interviews. ASD severity was assessed using the Childhood Autism Rating Scale, Second Edition (CARS-2), and classified as mild–moderate or severe. Higher urinary Pb levels, prenatal cigarette smoke exposure, and a history of LBW were significantly associated with ASD severity, highlighting potential environmental risk factors that may influence clinical presentation and management strategies. In conclusion, among children with ASD in this school-based population, environmental and perinatal factors were associated with differences in ASD severity. While these findings are promising, emphasizing the need for further research can foster a sense of hope and motivation among researchers, clinicians, and students. Due to the cross-sectional design, causal inferences cannot be drawn. Further studies using longitudinal designs and objective exposure measurements are warranted.
CINTA SEHAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Diare di Desa Awang Bangkal Barat Aisya Amelia; Ahla Syauqia; Destisa Denti Seiza Pratiwi; Beny Acah Yakwan; Iskandar
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3909

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama yang memengaruhi angka kesakitan dan kematian, terutama di masyarakat pedesaan dengan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi yang layak dan tingkat pengetahuan yang rendah, khususnya tentang tatalaksana diare. Hal ini dapat dicegah dan dikurangi angka kejadiannya dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan judul “CINTA SEHAT: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Diare di Desa Awang Bangkal Barat”. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tatalaksana diare, sehingga angka kematian dan kesakitan akibat diare dapat dikurangi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap utama, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan sikap dan pengetahuan yang signifikan tentang pencegahan diare dan pembuatan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang benar. Program ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik sanitasi yang lebih baik. Sebagai kesimpulan, kegiatan pengabdian CINTA SEHAT terbukti efektif dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan tatalaksana diare dan perilaku PHBS.
Pelatihan Pembuatan Olahan Sirup Jahe Merah pada Jamaah Pengajian Langgar Ar Rahman Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru Noor Muthaminah; Dona Marisa; Eko Suhartono; Iskandar; Irham Taufiqurrahman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3910

Abstract

Penurunan daya tahan tubuh merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang rentan terjadi pada kelompok pralansia dan lansia akibat perubahan fisiologis sistem imun. Pemanfaatan bahan alam sebagai minuman kesehatan menjadi alternatif promotif dan preventif yang aman dan mudah diterapkan di masyarakat. Jahe merah diketahui mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berpotensi sebagai imunomodulator. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jamaah pengajian Langgar Ar-Rahman Kelurahan Loktabat Utara dalam pemanfaatan jahe merah melalui pelatihan pembuatan sirup jahe merah sebagai minuman kesehatan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perizinan dan diskusi untuk identifikasi masalah, edukasi mengenai manfaat jahe merah terhadap imunitas, serta pelatihan pembuatan sirup jahe merah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan “kurang” pada pre-test menjadi “cukup” dan “baik” pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sirup jahe merah dengan benar. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat tradisional secara rasional, tetapi juga memberikan keterampilan yang berpotensi mendukung kemandirian kesehatan dan ekonomi. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sirup jahe merah dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat dalam upaya peningkatan daya tahan tubuh dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Evaluasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Klinik Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) Banjarbaru Susantu Susantu; Ermina Istiqomah; Iskandar Iskandar; Eko Suhartono
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21507

Abstract

ABSTRACT Human Resource Management (HRM) research has a strategic role in determining the effectiveness and quality of health services, especially at first-level service facilities such as clinics. LMMC Banjarbaru Clinic, as a primary health care service unit under Lambung Mangkurat University (ULM), faces various challenges in HR management, including workload imbalance, shortage of personnel in certain fields, and not optimal HR management system in meeting regulatory standards. This study aims to evaluate HR management at the LMMC Banjarbaru Clinic based on real needs and applicable regulatory standards. This present study was qualitative study with descriptive approach. Data collection techniques through document studies, interviews, and observations of the organizational structure, workload, and competence of health workers. The results of the analysis show that there is a mismatch between the number and type of health workers available and the real needs of services, and the recruitment and distribution system is not maximized. In conclusion, the resulst of this study suggested the importance of implementing needs-based HR, redistribution and workload, as well as developing more adaptive and data-based training and placement policies. This evaluation is expected to be the basis for developing a strategy to strengthen HRM at the LMMC Banjarbaru Clinic, which not only improves operational efficiency, but also supports the improvement of service quality and patient satisfaction. Keywords: Human Resource Management, Human Resource, Primary Health Care, Service Quality, Workload.  ABSTRAK Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas dan kualitas layanan kesehatan, terutama di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama seperti klinik. Klinik LMMC Banjarbaru, sebagai unit layanan kesehatan primer di bawah Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menghadapi berbagai tantangan dalam manajemen MSDM, termasuk ketidakseimbangan beban kerja, kekurangan tenaga kerja di bidang tertentu, dan sistem manajemen MSDM yang belum optimal dalam memenuhi standar regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen SDM di Klinik LMMC Banjarbaru berdasarkan kebutuhan nyata dan standar regulasi yang berlaku. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi terhadap struktur organisasi, beban kerja, dan kompetensi tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakcocokan antara jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang tersedia dengan kebutuhan layanan yang sebenarnya, serta sistem perekrutan dan distribusi yang belum dimaksimalkan. Kesimpulannya, hasil penelitian ini menyarankan pentingnya menerapkan manajemen SDM berdasarkan kebutuhan, redistribusi, dan beban kerja, serta mengembangkan kebijakan pelatihan dan penempatan yang lebih adaptif dan berbasis data. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan strategi penguatan manajemen SDM di Klinik LMMC Banjarbaru, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien. Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Manusia, Pelayanan Kesehatan Primer, Kualitas Layanan, Beban Kerja.
PHYTOCHEMICAL PROFILING AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS) LEAF EXTRACT AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS Muthmainah, Noor; Suhartono, Eko; Perdana Putera, Gusti Muhammad; Marisa, Dona; Mashuri, Mashuri; Hayatie, Lisda; Iskandar, Iskandar; Pradito, Syaifullah Akbar
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : FKG ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v11i1.26090

Abstract

Background: Staphylococcus aureus is an opportunistic Gram-positive bacterium that can colonize the oral cavity and cause various infections such as oral abscesses, stomatitis, and post-dental procedure infections. The increasing problem of antibiotic resistance has encouraged the exploration of medicinal plants as alternative antibacterial agents. Sungkai (Peronema canescens) leaves are traditionally used by the Dayak Meratus community as herbal medicine and are known to contain bioactive compounds with potential antibacterial activity. Purpose: This study aimed to analyse the phytochemical content and antibacterial activity of sungkai leaf extract against Staphylococcus aureus. Methods: This research used a true experimental design with a post-test-only control group design. Methanol extract of sungkai leaves was prepared using the maceration method. Phytochemical analysis included determination of flavonoid, alkaloid, and steroid contents using spectrophotometric and gravimetric methods. Antibacterial activity was tested using the disc diffusion method on Mueller Hinton Agar against S. aureus at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. Clindamycin was used as a positive control and sterile distilled water as a negative control. Results: Phytochemical analysis showed that sungkai leaf extract contained flavonoids (85.47 mg/mL QE), steroids (26.797%), and alkaloids (18.436%). The antibacterial test showed inhibition zones that increased with extract concentration, namely 10.19 ± 0.23 mm (25%), 12.89 ± 0.43 mm (50%), 14.80 ± 0.41 mm (75%), and 17.72 ± 0.57 mm (100%). Conclusion Sungkai leaf extract contains several bioactive compounds and demonstrates antibacterial activity against Staphylococcus aureus, indicating its potential as a natural antibacterial agent.Keywords: Antibacterial Activity, Phytochemical Analysis, Staphylococcus aureus, Sungkai Leaf Extract.