Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pupuk Organik Limbah Jagung untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Nari Gunung Satu, Kabupaten Karo, Sumatera Utara Miswanda, Dikki; Lestari, Devi; Masriah, Imas; Rambey, Mustafid Amna; Tarigan, Ayu Syufiatun Br
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.135

Abstract

Desa Nari Gunung Satu di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, memiliki potensi pertanian tinggi pada komoditas salak dan jagung, namun masih menghadapi permasalahan ketergantungan terhadap pupuk kimia serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian. Limbah jagung seperti kulit, batang, dan tongkol selama ini dibakar atau dibuang, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan pemborosan sumber daya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik padat berbasis limbah jagung menggunakan teknologi fermentasi Effective Microorganism 4 (EM4). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pre-test, pelatihan teori dan praktik, pendampingan teknis, serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai rata-rata pre-test 42,7 dan post-test 86,7. Selain meningkatkan kompetensi teknis petani dalam pembuatan pupuk organik, program ini juga mendorong kemandirian kelompok tani dalam mengelola limbah pertanian secara produktif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas petani salak menuju pertanian sirkular yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat lokal.
SOSIALISASI BERMEDIA SOSIAL YANG HUMANIS BAGI GURU DAN ORANG TUA SISWA Hendri Hendri; Moh Khoiri; Herdi Wisman Jaya; Imas Masriah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1932

Abstract

AbstrakMedia social (social media) saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarat. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakan social media untuk mengakses segala sesuatunya. Dengan social media segala informasi dapat diakses dengan mudah cepat. Dan sinilah masyakat mulai memanfaatkan perkembangan media digital ini sebagain alat intraksi komunikasi social dengan yang lainnya: berbagi ilmu pengetahuan, lewat tulisan, gambar, video dan lainnya melalui media social berbasis digital. Media social seperti candu bagi kehidupan masyarakat, bahkan karenanya tidak segan-segang masyarakat untuk mengeluarkan biaya besar. Ini yang harus menjadi sorotan kita bersama, bahwa ketergantungan masyarakat pada media social memberikan berbagai macam dampak: positif dan juga negative. Dampak positif, artinya masyarakat dapat dengan baik menggunakan social media. Sedangkan dampak negatif adalah kecenderungan masyarakat hanya mampu menggunakan saja, tanpa memahami fungsi dari tujuan yang sebenarnya, dan hasilnya pun dapat merugikan orang lain, terlebih dirinya sendiri. Hal ini yang dirasa perlu oleh kita (tiem PkM) untuk disosialisasikan bagaimana bersosial media yang humanis bagi masyarakat, orang tua siswa termasuk guru-guru SMPN 9 Tangerang Selatan. Melalui sosialisasi ini akan ada banyak trik dan tip dalam menghadapi masalah yang sering ditemukan dilingkungan dalam komunikasi kehidupan sosial guru dan orang tua di sekolah salah satunya dengan kebijakan sekolah.Kata kunci: Media, Sosial, Humanis AbstractSocial media (social media) is currently a basic need of society. Almost all levels of society use social media to access everything. With social media all information can be accessed easily and quickly. And this is where the community begins to take advantage of the development of digital media as a means of social communication interaction with others: sharing knowledge, through writing, pictures, videos and others through digital-based social media. Social media is like an opium for people's lives, and because of that, people don't hesitate to spend big money. This should be our common spotlight, that people's dependence on social media has various impacts: positive and negative. Positive impact, meaning that people can use social media well. While the negative impact is the tendency of people to only be able to use it, without understanding the function of its true purpose, and the results can be detrimental to others, especially themselves. This is what we (the PkM team) feel is necessary to socialize on how to socialize humane media for the community, parents of students, including the teachers of SMPN 9 South Tangerang. Through this socialization, there will be many tricks and tips in dealing with problems that are often found in the environment in the communication of the social life of teachers and parents at school, one of which is school policy.Keywords: Media, Social, Humanist
Smart People Smart Ethics Seni Berorganisasi dalam Genggaman Gadget Lili Nurlaili; Imas Masriah; Arkayah Pachelina; Fauziah Syafira Alfaini; Keken Thalia; Muhammad Hilmy Naufal; Poppy Octamelinia; Sahri Robi; Yanuarius Manggur
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/436wa910

Abstract

The digital age demands that Islamic boarding school students not only be proficient in religious studies but also skilled in managing organizations through information technology. This community service activity aims to equip students at the Al-Kaffah Islamic Boarding School with the concepts of “Smart People and Smart Ethics in running gadget-based organizations.” The primary issues identified were the still-predominantly consumptive use of gadgets and a lack of digital communication ethics in formal organizational coordination. The method employed was Participatory Action Research (PAR) through stages of digital ethics socialization, delivered via training sessions for the students. The expected outcome of this initiative is to enhance the students’ awareness of positioning gadgets as tools to support da’wah and organizational activities, rather than merely as entertainment devices. The students began adopting the “Smart People” principle, meaning they should not only be skilled in using gadgets but must also be wise users—such as using polite language when coordinating in digital chat groups. This activity concludes that empowering students through civilized digital literacy is key to shaping future leaders who are ready to face the challenges of the times without losing their identity as students in the future.