Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisa Indeks Keandalan Pelayanan Sistem Distribusi Tenaga Listrik 20 kV Berdasarkan SAIFI pada PT PLN (Persero) ULP Bengkalis Rabiatul Adawiyah; Hikmatul Amri
INOVTEK - Seri Elektro Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ise.v7.i1.621

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik merupakan indikator penting dalam menilai kualitas layanan kepada pelanggan. Penelitian ini menganalisis keandalan sistem distribusi 20 kV pada Penyulang Bandung Jurusan Sei Alam yang dikelola oleh PT. PLN (Persero) ULP Bengkalis, menggunakan indeks SAIFI (System Average Interruption Frequency Index). Data dikumpulkan selama Januari–Mei 2025, meliputi jumlah gangguan, pelanggan terdampak, serta penyebab gangguan. Hasil analisis menunjukkan nilai SAIFI sebesar 9,17 kali/pelanggan/tahun atau rata-rata 1,83 kali/bulan, melebihi batas standar SPLN 68-2:1986 yaitu 3,2 kali/tahun. Hal ini menandakan bahwa sistem belum andal. Gangguan terbanyak disebabkan oleh beberapa faktor seperti: faktor asumsi sebanyak 77,78 % tanpa bukti fisik, faktor gangguan akibat hewan sebanyak 13,89 % dan faktor kerusakan komponen sebanyak 8,33 %. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan sistem proteksi, pemasangan pengaman terhadap hewan, serta pemeliharaan rutin. Hasil analisa ini menjadi dasar penting bagi PLN dalam meningkatkan keandalan distribusi melalui strategi preventif dan penguatan sistem proteksi.
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Dan Kontrol Kadar Asap Rokok Menggunakan Metode Fuzzy Logic Shylvester Simanjuntak; Hikmatul Amri
INOVTEK - Seri Elektro Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ise.v7.i2.1279

Abstract

Exposure to cigarette smoke in enclosed spaces has the potential to cause serious health impacts, especially for passive smokers. This study designs a cigarette smoke detection and control system based on Tsukamoto Fuzzy Logic by employing the MQ-7 sensor to detect carbon monoxide (CO) and the DHT22 sensor to measure room temperature. The acquired data are processed through the stages of fuzzification, rule inference, and defuzzification. The output in the form of a PWM signal is used to control the speed of a DC fan as an air circulation actuator, while a buzzer functions as a warning alarm. The test results show that the system is capable of operating in real time and adapting to environmental conditions. When the temperature is 30.5 °C and the smoke concentration reaches 491 PPM, the fan rotates at maximum speed with a PWM value of 220 and the buzzer is activated. Conversely, at a temperature of 24.0 °C and a smoke concentration of 173 PPM, the fan rotates at medium speed with a PWM value of 113 and the buzzer remains inactive. A comparison between measured and calculated fan speed values yields an average difference of 3.627 PWM and an error of 2.666%, indicating the system’s performance in controlling fan speed according to room conditions. This design can be applied to smoke control systems in enclosed spaces and supports the implementation of smoke-free areas.
Implementation of an IoT-Based Control and Monitoring System for Neon Box Conditions in the Electrical Engineering Building Hikmatul Amri; Zulkifli Zulkifli; Stephan Stephan; Hardi B; Ilham Haris; Azzahra Zulaika; Riski Kurniansyah; Jefri Lianda; Marzuarman Marzuarman
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 13 No 2 (2026): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v13i2.11082

Abstract

The implementation of an Internet of Things (IoT)-based control and monitoring system for the neon box at the Electrical Engineering Department Building aims to improve operational efficiency, installation safety, and the effectiveness of outdoor lighting maintenance. As an information medium and building identity, the neon box requires real-time monitoring of power, voltage, current, light intensity, and operational status. In this study, a system was designed and implemented using a NodeMCU ESP8266 microcontroller as the main controller, a PZEM-004T sensor to measure voltage, current, and power, a TSL2561 lux sensor to read the light intensity produced by the neon box, and a relay module as an actuator to control the neon box lamp. The Blynk IoT platform is used as the interface to display monitoring data and control the neon box remotely. The system is capable of sending data periodically to the server and displaying information such as voltage, current, power, energy, and illumination levels through a digital dashboard, allowing users to monitor the neon box condition at any time via a smartphone. In addition to monitoring functions, the relay module integrated with the IoT system enables operators to remotely turn the neon box on or off through the Blynk IoT application. The Blynk IoT interface successfully displays four main parameters: voltage, electrical power, lumen, and neon box status at the Electrical Engineering Building. The PZEM-004T sensor achieved an average reading error of 0.66% for voltage and 2.53% for current, while the TSL2561 sensor had an average error of 1.42%. The system can detect lamp failure through combined voltage and power readings, with a response time of 0.856 seconds on the Blynk IoT application, which is influenced by internet network quality.
Rancang Bangun Alat Inspeksi Kabel Otomatis Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Deteksi Hubung Singkat, Terputus, dan Kesalahan Pemasangan Krisnito Andreas Sinaga; Marzuarman; Hikmatul Amri; M Afridon; Stephan
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.30597

Abstract

Perkembangan teknologi dalam industri mendorong kebutuhan akan sistem kerja yang lebih cepat, akurat, dan efisien, terutama pada proses inspeksi kualitas produk. Salah satu proses penting adalah inspeksi kabel yang masih banyak dilakukan secara manual dan memiliki keterbatasan, seperti ketergantungan pada operator, waktu inspeksi yang relatif lama, serta potensi terjadinya kesalahan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat inspeksi kabel otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Keyence KV-40DT serta menganalisis peningkatan kinerja dibandingkan metode manual. Sistem yang dikembangkan memiliki kemampuan inspeksi multi-channel, sehingga dapat memeriksa beberapa jenis kabel dalam proses pengujian. Kemampuan ini memungkinkan peningkatan kecepatan inspeksi, efisiensi waktu kerja, serta konsistensi hasil pengujian. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian langsung di lingkungan PT Patlite Indonesia. Parameter yang dianalisis meliputi produktivitas, efisiensi, dan operating rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem otomatis mampu melakukan inspeksi kabel secara cepat dan akurat, termasuk mendeteksi kondisi open circuit dan short circuit pada setiap channel yang diuji. Nilai rata-rata efisiensi metode manual sebesar 87,08%, sedangkan metode otomatis mencapai 99,39%, dengan peningkatan efisiensi sebesar 14,14%. Selain itu, sistem otomatis juga menunjukkan kestabilan operating rate di atas 98%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat inspeksi kabel otomatis berbasis PLC Keyence KV-40DT dengan kemampuan multi-channel mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, kecepatan pengujian, serta konsistensi proses inspeksi dibandingkan metode manual
RANCANG BANGUN ALAT PEMANTAU DETAK JANTUNG DAN SUHU TUBUH DENGAN SISTEM KONEKTIVITAS WIRELESS Roy Alfredo Pasaribu; Hikmatul Amri
INOVTEK - Seri Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/a0tm6r02

Abstract

Pemantauan detak jantung dan suhu tubuh merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan seseorang. Selama ini, proses pemantauan masih banyak dilakukan secara manual dan tidak berkelanjutan, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam penanganan apabila terjadi kondisi yang tidak normal. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan pembuatan alat pemantau detak jantung dan suhu tubuh dengan sistem konektivitas wireless. Alat yang dirancang menggunakan sensor ECG AD8232 untuk mendeteksi sinyal detak jantung dan sensor DS18B20 untuk mengukur suhu tubuh. Kedua sensor tersebut dihubungkan ke mikrokontroler ESP32 yang berfungsi sebagai pengolah data sekaligus pengirim data secara nirkabel. Data hasil pengukuran kemudian diterima oleh unit penerima dan ditampilkan melalui layar TFT-LCD berupa grafik sinyal ECG, nilai detak jantung dalam satuan BPM, serta suhu tubuh. Selain itu, sistem dilengkapi dengan buzzer sebagai indikator peringatan apabila nilai detak jantung atau suhu tubuh berada di luar batas normal. Berdasarkan hasil pengujian, selisih pengukuran detak jantung terhadap oximeter fingertip berada pada kisaran 2-5 BPM pada kondisi normal dan 1-5 BPM setelah aktivitas olahraga, dengan rata-rata error pengukuran detak jantung sebesar 17,09%. Sementara itu, pengujian sensor suhu DS18B20 menunjukkan hasil yang lebih stabil dengan selisih pengukuran terhadap termometer digital sebesar 0,5-1,1°C dan rata-rata error sebesar 2,52%. Pengujian konektivitas wireless menunjukkan bahwa sistem mampu mengirimkan data hingga jarak 75 meter pada ruangan terbuka dan 25 meter pada ruangan tertutup. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat yang dirancang dapat digunakan sebagai sistem pemantauan detak jantung dan suhu tubuh berbasis wireless.
RANCANG BANGUN ALAT PEMANTAU GETARAN JEMBATAN BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK DETEKSI DINI KERUSAKAN Arjuna T.P Sihombing; Hikmatul Amri
INOVTEK - Seri Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/y9zbbr44

Abstract

Jembatan merupakan struktur yang dibangun untuk menghubungkan wilayah yang terpisah oleh sungai maupun jalan lain dan memiliki peranan penting dalam menunjang kelancaran transportasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun alat pemantau getaran jembatan berbasis internet of things sebagai upaya deteksi dini kerusakan struktur. Pengujian dilakukan pada tiga titik pengukuran yaitu ujung pertama, bagian tengah, dan ujung kedua jembatan. Berdasarkan hasil pengujian keseluruhan pada ketiga tabel tersebut, nilai frekuensi getaran yang diperoleh berada pada rentang 0,50 Hz hingga 1,50 Hz. Pada titik ujung pertama, nilai getaran cenderung stabil pada kisaran 0,50–1,00 Hz. Pada bagian tengah jembatan, nilai getaran mencapai 1,50 Hz saat kendaraan dengan beban lebih besar melintas. Sedangkan pada ujung kedua, nilai getaran kembali berada pada kisaran 0,50–1,50 Hz tergantung jenis dan beban kendaraan. Seluruh hasil pengukuran masih berada di bawah batas aman 3 Hz, sehingga kondisi jembatan saat pengujian dinyatakan dalam keadaan normal. Secara keseluruhan, alat yang dirancang mampu mendeteksi dan menampilkan data getaran secara real- time serta dapat digunakan sebagai sistem pemantauan awal untuk membantu menjaga keamanan dan kelayakan struktur jembatan.
An Iot-Based Forest Fire Prediction System Using Fuzzy Logic Method Jefri Lianda; Hikmatul Amri; Adam Adam; Johny Custer; Dea Fitriana
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 16 No. 2 (2025): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2025.v16.no2.p158-167

Abstract

Forest and land fires represent a recurring environmental challenge in Indonesia, especially during the prolonged dry season. These incidents result in significant consequences, including the destruction of ecosystems, threats to human health, and considerable economic disruption. To address this problem, the present research focuses on the development of an Internet of Things (IoT)-based system designed to predict and monitor the risk of forest fires by implementing the Fuzzy Logic method. The prototype integrates several sensors, namely a DHT22 sensor for measuring temperature and humidity, an MQ-2 sensor for detecting gas and smoke concentrations, and a flame sensor for identifying the presence of fire. All sensors are connected to a NodeMCU ESP8266 microcontroller that serves as the core of data processing and wireless communication. The collected sensor data is evaluated using a Fuzzy Logic algorithm, which classifies the fire risk into three distinct levels: “Safe,” “Caution,” and “Hazardous.” Experimental testing demonstrates that the system responds effectively to fluctuations in temperature, humidity, smoke levels, and visible flame in real time, with alerts displayed through a web-based dashboard. The DHT22 sensor exhibits an average error rate between 4.8% and 5% for temperature readings and between 4.1% and 4.5% for humidity measurements. In addition, the flame sensor successfully detects fire sources at distances reaching 300 cm. The outcomes confirm that the system achieves a high degree of reliability and accuracy, thereby providing valuable support for early warning, strengthening preventive strategies, and assisting authorities in mitigating the severe impacts of forest and land fires.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Gerobak UMKM Berbasis Internet Of Things (IOT) Nova Ardila; Jefri Lianda; Hikmatul Amri; Adam Adam; Khairudinsyah Khairudinsyah
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1048

Abstract

The utilization of Solar Power Plants (PLTS) for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) is an effective solution to provide an independent, environmentally friendly, and sustainable electrical energy source. This study aims to design and develop an Internet of Things (IoT)-based solar power system for MSME carts that is capable of supplying electrical energy while providing real-time monitoring of electrical parameters. An experimental method was employed through hardware and software design, system assembly, and performance testing. The proposed system consists of a solar panel, solar charge controller, battery, inverter, voltage and current sensors, and a NodeMCU ESP8266 microcontroller for transmitting monitoring data to an IoT platform. System testing was conducted from 08:00 to 17:00 to evaluate variations in voltage, current, and panel temperature under different levels of solar radiation. The results indicate that the solar panel voltage gradually increased and reached a maximum value of 20.0 V at 12:00, before decreasing as solar radiation declined in the afternoon. The Battery Charge Regulator (BCR) maintained a relatively stable output voltage despite fluctuations in the input voltage from the solar panel. Furthermore, the IoT-based monitoring system successfully displayed voltage, current, and temperature data accurately, continuously, and in real time through a monitoring interface, enabling users to monitor system performance remotely. These findings demonstrate that the proposed IoT-based solar power system operates effectively as an independent energy source and supports more efficient energy management for MSME carts.
Sistem Monitoring Parameter Solar Charge Controller (SCC) Berbasis Lokal Webserver Rio Firnando; Marzuarman Marzuarman; Hikmatul Amri; Agustiawan Agustiawan; Jefri Lianda
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1056

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah mendorong pengembangan sistem monitoring yang mampu menyajikan informasi secara real-time pada berbagai aplikasi kelistrikan, termasuk sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Salah satu komponen utama dalam sistem PLTS adalah Solar Charge Controller (SCC) yang berfungsi mengatur proses pengisian baterai dari panel surya serta melindungi baterai dari kondisi overcharge dan overdischarge. Namun, sebagian besar Solar Charge Controller komersial masih memiliki keterbatasan pada sistem monitoring karena informasi parameter kelistrikan hanya ditampilkan melalui layar LCD sehingga proses pemantauan harus dilakukan secara langsung di lokasi perangkat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Monitoring Parameter Solar Charge Controller (SCC) Berbasis Lokal Webserver yang mampu menampilkan parameter kelistrikan secara real-time tanpa memerlukan koneksi internet. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan merancang sistem monitoring menggunakan ESP32 DevKit V1 sebagai pusat akuisisi dan pengolahan data, dua sensor INA226 untuk mengukur parameter tegangan, arus, dan daya pada sisi panel surya maupun baterai, serta LCD 16×2 sebagai media monitoring lokal. Data hasil pengukuran diproses oleh ESP32 kemudian dikirimkan menuju Local Web Server melalui jaringan Local Area Network (LAN) sehingga dapat diakses menggunakan browser pada komputer maupun smartphone melalui alamat IP lokal. Dashboard monitoring menampilkan informasi berupa tegangan panel surya, arus panel surya, daya panel surya, tegangan baterai, arus pengisian baterai, daya pengisian baterai, status pengisian, grafik perubahan parameter secara real-time, serta tabel data hasil pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem monitoring mampu menampilkan seluruh parameter kelistrikan secara real-time dengan waktu pembaruan data kurang dari satu detik. Selain itu, Local Web Server dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa perangkat yang berada pada jaringan lokal tanpa menggunakan layanan cloud maupun koneksi internet. Berdasarkan hasil penelitian, sistem yang dikembangkan mampu memberikan kemudahan dalam proses monitoring parameter Solar Charge Controller secara real-time, stabil, efisien, dan mudah diimplementasikan pada berbagai aplikasi PLTS skala kecil maupun menengah.
Battery Management System dengan Fitur Adaptive Current Protection Terhadap Suhu Ade Mahendra Fata; Jefri Lianda; Hikmatul Amri; Adam Adam; Khairudinsyah Khairudinsyah
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1057

Abstract

The design and development of a Battery Management System (BMS) with an Adaptive Current Protection feature based on temperature aims to improve battery safety, reliability, and service life by automatically adjusting the charging and discharging current according to temperature conditions. This study employed an experimental method by developing a system consisting of a temperature sensor, current sensor, Battery Management System (BMS) module, ESP32 microcontroller, and an Internet of Things (IoT)-based monitoring platform for real-time data visualization. System testing was conducted under various battery temperature conditions to evaluate its ability to monitor temperature, regulate current adaptively, and transmit measurement data to the monitoring platform. The results showed that the proposed system was able to accurately detect battery temperature changes and automatically adjust the allowable current according to predefined temperature thresholds. Under normal temperature conditions, the system allowed the maximum operating current to maintain battery performance. As the temperature increased, the current limit was gradually reduced, and the protection mechanism was activated when the battery reached unsafe temperature levels. Furthermore, temperature, current, and voltage data were continuously displayed on the IoT monitoring platform, enabling users to monitor battery conditions remotely in real time. The study demonstrates that the proposed Battery Management System with Adaptive Current Protection effectively enhances operational safety, maintains battery performance stability, and contributes to extending battery lifespan.