Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement (STAD) untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Peserta Didik Kelas V SDN Slembaran Surakarta Luthfia Fithriani; Holip Viya; Antika Romadoni; Joko Daryanto; Subkhi Widyatmoko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97066

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, guru harus menggunakan metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga mereka dapat memahami konsep-konsep matematika dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika kelas V SDN Slembaran Surakata melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus terhadap 27 subyek. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi hasil tes evaluasi dan hasil observasi aktivitas belajar peserta didik. Dalam menganalisis data, teknik yang digunakana adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika peserta didik kelas V SDN Slembaran Surakarta. Rata-rata skor indikator aktivitas peserta didik meningkat dari 58% pada siklus 1  menjadi 84% pada siklus 2. Sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik pada meningkat dari 62% pada siklus 1 menjadi 86% pada siklus 2.
Analysis Challenge Packaging Label Education Food and Drink in Elementary School Putri Chaerunnisa Kartika; Slamet Subiyantoro; Joko Daryanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98994

Abstract

Makanan ringan, baik makanan maupun minuman yang terdapat di kantin sekolah dasar, sangat mempengaruhi gaya hidup dan kebiasaan anak dalam memilih makanan ringan. Tujuan dari artikel ini adalah (1) untuk mengetahui kebiasaan siswa sekolah dasar dalam membeli makanan ringan di sekolah. (2) program sekolah yang mendukung edukasi label kemasan makanan dan minuman di sekolah dasar. (3) untuk mengetahui jenis makanan dan minuman yang ada di kantin sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kualitatif eksploratif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil wawancara dan observasi. Analisis interaktif menggunakan teknik analisis data model Miles & Huberman. Temuan penelitian ini adalah kebiasaan siswa dalam memilih dan membeli makanan ringan belum memperhatikan label makanan, hanya mempertimbangkan rasa, harga, dan keinginan. Selain itu, program sekolah untuk mendukung program membawa bekal makanan dan minuman dari rumah belum secara khusus mengedukasi label kemasan. Dan jenis makanan dan minuman jajanan menjadi tantangan dalam edukasi label kemasan makanan dan minuman di sekolah dasar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan edukasi label kemasan memerlukan dukungan dari sekolah, peran guru, dan orang tua untuk menumbuhkan kebiasaan siswa sekolah dasar dalam memilih jajanan dan minuman di sekolah.
Needs Analysis of Canva-Assisted Flashcards for Improving Creative Thinking in Multiplication Learning Sri Wahyuni; Tri Murwaningsih; Joko Daryanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98894

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif sangat dibutuhkan untuk mempelajari materi perkalian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran flashcard berbantuan Canva pada materi perkalian. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa dan guru sekolah dasar di Kecamatan Ngadirojo. Pengumpulan data dilakukan dengan angket yang telah di uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan rumus prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: indikator kebutuhan fasilitas Smartphone adalah 100% menyatakan siswa memiliki Smartphone, 96,78% siswa berinteraksi dengan Smartphone lebih dari 5 jam per hari; indikator pembelajaran matematika adalah 87,65% siswa mengalami kesulitan dengan operasi perkalian, 75,80% guru menggunakan media pembelajaran berbasis android, 95,72% guru belum pernah menggunakan media pembelajaran matematika berbasis teknologi, 91,50% guru menggunakan metode menghafal rumus dan berlatih soal matematika; dan indikator pendukung fasilitas adalah 100% sekolah memiliki fasilitas pendukung Wifi, indikator gaya belajar siswa adalah: 86,75% ingin merasakan sentuhan dan memegang, 90,75% lebih mudah mengingat dengan melihat dan melakukan, dan 100% siswa setuju bahwa ada media pembelajaran berbasis android untuk pelajaran matematika. Kesimpulan: perlu dikembangkan media pembelajaran flashcard berbantuan Canva pada materi perkalian untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif.
Integration of Puppet Story Cultural Values in Strengthening the Character of Elementary School Students Nuryanti Nuryanti; St. Y. Slamet; Joko Daryanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109818

Abstract

This study aims to analyze the form of integration of the cultural value of wayang stories in Indonesian learning in elementary schools, describe the perception of teachers and students of the character values contained in the puppet story, and identify the challenges of its implementation as a character strengthening strategy. The research uses a descriptive qualitative approach with a staked case study design focused on grade IV of SDN 1 Tawangharjo involving 1 classroom teacher and 25 fourth-grade students as research subjects. Data was collected through in-depth interviews, participant observations, and documentation, and analyzed using thematic-interactive analysis techniques with data triangulation. The results of the study show that wayang stories are used contextually in the planning and implementation of learning that contains character values such as responsibility, courage, and mutual cooperation. Teachers develop thematic modules based on local stories, but still face obstacles in the formulation of value indicators, limitations in visual media, and students' symbolic understanding. The implications of these findings underscore the need to develop a curriculum based on local culture, value literacy training for teachers, and continuous evaluation of students' character. This research contributes significantly to strengthening culturally and contextually relevant character learning in elementary schools by providing a practical framework for integrating local cultural values into formal education curricula.
Edupreneurship Pengolahan Sampah sebagai Strategi Penanaman Ecological Citizenship pada Siswa Heri Wibowo; Deni Zein Tarsidi; Joko Daryanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8845

Abstract

The continuously rising volume of waste and the low ecological citizenship awareness among the younger generation pose a crucial challenge to sustainable development. This research aims to comprehensively analyze the effectiveness and implementation of Waste Management Edupreneurship as an innovative strategy to instill Ecological Citizenship in Elementary School (SD) students. This study utilizes a systematic literature review methodology, examining various relevant academic journals published within the last decade. The literature analysis results indicate that Edupreneurship functions as a transformative mechanism that integrates entrepreneurial principles (innovation, creativity) with environmental education. The implementation of Edupreneurship at the elementary school level, particularly through activities that transform waste into products of economic value, is proven effective in facilitating the experiential learning that is vital for children in this age group. It was found that the implementation of waste management edupreneurship is an effective and validated pedagogical strategy for instilling the character of Ecological Citizenship in elementary students. The main success of this strategy lies in the utilization of the School Waste Bank (BASS), which serves as a platform for tangible action that simultaneously integrates the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) with economic value. BASS is demonstrably a catalyst that transforms passive environmental awareness into proactive ecological responsibility. Through these activities, students are encouraged to form good citizenship behaviors rooted in sustained daily actions. Based on empirical and conceptual findings from various literature, this study formulates the T.E.P.A.K. Conceptual Model (Transformasi Edupreneurship Pengolahan Sampah Aksi Kewarganegaraan). This model is expected to be an optimal guide for achieving integrated cognitive, affective (character), and psychomotor learning outcomes within the context of environmental and citizenship education.
DINAMIKA PELAKSANAAN PROGRAM EDUPRENEURSHIP DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI KEWARGANEGARAAN Ari Wahyu Kusumajati; Deni Zein Tarsidi; Joko Daryanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9102

Abstract

This study focuses on analyzing the dynamics of edupreneurship implementation within educational institutions, particularly schools, and its contribution to the formation of civic economy among students. Edupreneurship in the field of education refers to creative and innovative efforts by institutions to instill entrepreneurial spirit, independence, and competitiveness for students’ future lives. The method used in this research is qualitative approach with literature study type of research. This study employs qualitative data and secondary data sources. The findings show that the dynamics of edupreneurship program implementation are characterized by three main aspects: (1) integration of relevant curriculum, (2) paradigm shifts among educators, and (3) creation of a practical ecosystem. Edupreneurship has proven to be one of the solutions to the problem of educated unemployment and serves as an effective way to prepare active and productive citizens in the economy through the development of soft skills in schools.
IMPLEMENTASI EDUPRENEURSHIP BERBASIS PROYEK KERAJINAN TANGAN UNTUK PENGUATAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SISWA SD Rachmi suni merlia; Joko daryanto; Deni zein
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi edupreneurship berbasis proyek kerajinan tangan dalam upaya menguatkan kreativitas dan kemandirian siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini melalui pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan bermakna. Kegiatan edupreneurship dipandang sebagai sarana efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kreatif melalui aktivitas praktik langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa SDN Wadas II yang terlibat dalam kegiatan proyek pembuatan kerajinan tangan dari bahan sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi edupreneurship berbasis proyek mampu menumbuhkan kreativitas dan kemandirian siswa secara signifikan. Siswa terlibat aktif dalam setiap tahap pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi produk. Mereka menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap hasil karya yang dibuat. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan ruang bagi siswa untuk berinovasi. Kesimpulannya, pembelajaran edupreneurship berbasis proyek kerajinan tangan efektif dalam memperkuat karakter kreatif dan mandiri siswa sekolah dasar. Model ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 serta mendukung pembentukan jiwa wirausaha sejak dini