Sandra Bayu Kurniawan
Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Siswa SD Se-Kecamatan Pacitan Dimas Yuniar Ardiniawan; Slamet Subiyantoro; Sandra Bayu Kurniawan
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan realistik, karena memiliki kelebihan yaitu lebih memberikan pengertian yang jelas kepada siswa tentang keterkaitan matematika dengan kehidupan sehari-hari dan dalam bimbingan guru siswa dapat menyelesaikan masalah matematikanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan bernalar siswa melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa semester II kelas IV SD Negeri Kecamatan Pacitan. Dalam penelitian ini sebagai sampelnya adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan teknik Stratified Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah menggunakan metode RME (Realistic Mathematic Education). Berdasarkan hasil analisis uji t (paired sample t-test), maka dapat diperoleh hasil bahwa t-hitung lebih besar dari t tabel yaitu 12.078 > 1.68595 dan Sig. (2 tailed) = 0,000 < 0,05 ,maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh metode RME terhadap pengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa SD se-kecamatan Pacitan.
ANALISIS FAKTOR PERMASALAHAN DAN SOLUSI MISKONSEPSI PEMBELAJARAN PADA KELAS TINGGI DI SEKOLAH DASAR Kitaman Hutapea; Retno Winarni; Mintasih Indriayu; Sandra Bayu Kurniawan; Idam Ragil Widiyanto Admojo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8800

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk menjabarkan persoalan miskonsepsi dalam pembelajaran pada kelas tinggi di sekolah dasar seperti Bahasa Indonesia, IPS, IPA, PKN dan Matematika yang terjadi sekolah dasar melalui pendekatan studi pustaka. Permasalahan miskonsepsi terkait pemahaman yang keliru yang dilakukan oleh guru terhadap penerapan strategi pembelajaran, rancangan pembelajaran, gaya belajar siswa, materi pembelajaran, media dan metode serta penilaian/evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah systematic study of literature dengan mengumpulkan data berupa telaah terhadap artikel-artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa miskonsepsi terhadap pembelajaran pada kelas tinggi adalah faktor internal dari siswa itu sendiri dalam memahami materi pembelajaran, fisik dan psikis siswa yang mempengaruhi kognitif dan mental siswa. Sedangkan faktor eksternal dapat terjadi dari lingkungan sekolah terkait guru, fasilitas sekolah, buku dan bahan ajar, kurikulum dan rancangan pembelajaran serta peran keluarga dan lingkungan masyarakat . Solusi yang dapat diterapkan adalah menerapkan metode, model serta media pembelajaran yang bervariatif serta interaktif, penyesuaian materi dengan pengalaman nyata kehidupan sehari-hari siswa, menjelaskan secara detail terkait materi pembelajaran dengan mempersiapkan materi dan mempelajari dari berbagai sumber, melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui kegiatan eksperimen ataupun observasi dengan kolaborasi, menggunakan media konkret untuk mengurangi keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta penyediaan bahan ajar yang mendukung dan perlunya revisi atau mengkaji ulang terkait kesalahan miskonsepsi materi buku ajar dan penyesuaian kurikulum antara tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Guru mempersiapkan instrumen evaluasi dengan media digital teruntuk penilaian diagnostik awal siswa untuk mengetahui potensi dari kemampuan awal siswa yang perlu dikembangkan dan diperbaiki.
The Effectiveness of Teams Games Tournament (TGT) Based on Paired Cards on Elementary School Students' Critical Thinking Skills in Fraction Material Anisa Diah Wardani; Karsono Karsono; Sandra Bayu Kurniawan
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.1093

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) learning model based on paired cards on elementary school students' critical thinking skills in fractions. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a matching-only pretest-posttest control group design. The sampling technique used was cluster random sampling, with a sample size of 78 students, consisting of 40 students in the experimental group and 38 students in the control group. Data collection was conducted using a critical thinking ability essay test containing indicators for interpretation, analysis, and evaluation. Data analysis was carried out using normality test, homogeneity test, N-gain test, and independent sample t-test assisted by SPSS Statistics 25. The results of the study showed that the paired card-based TGT model had a positive influence on the critical thinking skills of elementary school students with a significance value of 0.001 in the independent sample t-test. The experimental group achieved a higher increase in critical thinking skills (0.7048) compared to the control group (0.6090). Learning activities involving group discussions, educational games, and tournaments can increase student engagement in the mathematics learning process. This research shows that game-based cooperative learning models can be used as an alternative mathematics learning strategy to develop elementary school students' critical thinking skills. Furthermore, the use of matching cards can help create more active, collaborative, and meaningful learning. This study integrates the Teams Games Tournament (TGT) model with paired card media in elementary school mathematics learning to improve students' critical thinking skills on fraction material, which has been limitedly studied in previous studies.