Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembagian Harta Warisan Ampikale dalam Konsep Maslahah pada Masyarakat Bugis Bone Heriana Heriana; Abdul Halim Talli; St Halimang; Lomba Sultan; Hamsir Hamsir
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v9i1.4421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembagian harta warisan Adat Ampikale dalam konteks konsep Ma?la?ah di kalangan masyarakat Bugis. Tiga submasalah yang diangkat meliputi: (1) pelaksanaan pembagian harta warisan Adat Ampikale dalam masyarakat, (2) pandangan tokoh masyarakat dan tokoh agama mengenai problematika yang muncul, dan (3) analisis konsep Ma?la?ah terhadap praktik pembagian tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiologis dan teologis-normatif (syar’i), yang dilaksanakan di Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa tradisi ampikale dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada ahli waris yang merawat pewaris, meskipun praktiknya sering kali tidak sejalan dengan ketentuan syariat, terutama dalam hal pembagian yang adil. Tokoh masyarakat dan agama berpendapat bahwa meskipun tradisi ini mengandung kebaikan, pelaksanaannya perlu disesuaikan untuk menghindari ketimpangan. Dalam perspektif maslahah, ampikale diakui sebagai kearifan local bugis yang sejalan dengan maqasid syariah yang mencakup pemeliharaan jiwa, keturunan dan harta. Hasil ini menunjukkan bahwa pembagian harta warisan ampikale merupakan tradisi yang perlu untuk dipertahankan nilainya dengan menyusun ulang pelaksanaannya sehingga tidak terjadi ketimpangan dikemudian hari oleh para ahli waris.
Pengembangan Model Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Pesantren Komunitas dan Forum Warga di Delta Mahakam Khojir, Khojir; Sudadi, Sudadi; Salim, Muhammad; Hamsir, Hamsir
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v6i1.1713

Abstract

Masyarakat Islam homogen di Delta Mahakam menghadapi tantangan dalam membangun sikap moderat di tengah perbedaan corak keagamaan antarormas seperti Hidayatullah, Jamaah Tabligh, dan Nahdliyin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengembangkan model penguatan moderasi beragama berbasis pesantren komunitas dan forum warga. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan survei pendahuluan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan moderasi beragama, dan pembentukan forum warga inklusif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan indeks moderasi masyarakat sebesar ±33%, terutama pada aspek pemahaman konsep moderasi (naik 45%–78%), keterbukaan terhadap variasi ibadah (40%–75%), dan partisipasi sosial keagamaan (38%–74%). Program ini juga berhasil menghidupkan kembali tradisi lokal seperti selamatan desa dan doa tolak bala sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pemberdayaan keagamaan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.