Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kesalahan Siswa Ditinjau Dari Kecerdasan Logis-Matematis Galih Kurniawan
Dharma Pendidikan Vol 13 No 2 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i2.75

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal tes diagnostik materi bangun ruang sisi datar, baik kesalahan fakta, kesalahan keterampilan, kesalahan konsep, serta kesalahan prinsip pada pembelajaran Inkuiri pendekatan konstruktivisme. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Dawe Tahun ajaran 2017/2018. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling. Dimana ditentukan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Dawe Kudus dengan jumlah 32 siswa. Sebanyak 32 siswa kelas VIIIA ditentukan klasifikasi kecerdasan logis-matematis nya berdasarkan hasil angket kecerdasan logis-matematis siswa. Setiap kelompok kecerdasan matematis siswa diambil 2 siswa yang dijadikan subjek penelitian. Siswa kelas VIII A diberikan pembelajaran Inkuiri pendekatan konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwakelompok kecerdasan logis-matematis rendahmerupakan kelompok siswa yang paling membutuhkan bantuan dan arahan oleh guru, karena keempat jenis kesalahan terjadi pada kelompok ini. Untuk kelompok kecerdasan logis-matematis sedang paling dominan hanya terjadi pada kesalahan fakta dan prinsip. Sehingg pada kelompok ini hanya butuh sedikit bimbingan dan arahan agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir. Sementara untuk kelompok kecerdasan logis-matematis tinggi, pada dasarnya sangat jarang dijumpai kesalahan, baik kesalahan fakta, kesalahan keterampilan, kesalahan konsep, maupun kesalahan prinsip, sehingga kelompok ini merupakan kelompok yang paling aman tanpa butuh perhatian khusus. Sehingga perlu diberikan suatu pengayaan materi sehingga siswa pada kelompok ini dapat lebih meningkatkan pengetahuannya
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan Penerapannya sebagai Pengobatan Tradisional di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Naim Matul Khoiriyah; Ria Etikasari; Galih Kurniawan
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1634

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants cultivated in home gardens and traditionally utilized as natural, safe, and affordable treatments. Indonesia has approximately 15,000 species of medicinal plants, but only about 7,000 are actively utilized. This study aims to analyze the relationship between the level of community knowledge and the application of TOGA as traditional medicine in Dawe District, Kudus Regency. This study employed a cross-sectional observational design. The study subjects consisted of 391 randomly selected respondents from Puyoh and Cendono villages. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. The results showed that 58.3% of respondents had good knowledge of TOGA, and 55% applied it as traditional medicine. The Chi-Square test revealed a significant relationship between knowledge level and TOGA application (p < 0.05). Respondents with higher levels of knowledge tended to apply TOGA more optimally.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN APOTEK DI KABUPATEN JEPARA Kartikawati Kusumaningrum; Ahmad Suriyadi Muslim; Galih Kurniawan
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Nusantara Hasana Journal, June 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i1.2163

Abstract

Service quality is one of the important factors that greatly determines a company's success in retaining customers and increasing competitiveness. This study aims to determine the effect of service quality on customer satisfaction and its implications for purchasing decisions. This study uses a quantitative approach with a causal associative method. The research sample consisted of 400 respondents who were selected purposively according to the criteria of active consumers. The research instrument was a questionnaire with a Likert scale, while data analysis was performed using descriptive statistics and simple linear regression with the help of the SPSS application. Descriptive analysis results show that the average service quality score is in the high category with a value of 117.12 in the range of 85–124, while customer satisfaction has an average of 92.24 in the range of 67–100. The regression test proved that service quality had a positive and significant effect on customer satisfaction and impacted purchasing decisions, with a significance value of <0.05. This indicates that the better the service provided, the higher the level of satisfaction and consumer interest in making purchases. The findings of this study have practical implications for management to maintain and improve service aspects, such as speed and accuracy of service, friendliness of staff, and completeness of supporting facilities. Service quality improvement strategies have proven to be an important factor in strengthening satisfaction and encouraging sustainable purchasing decisions.
Hubungan Profil Pasien Gagal Jantung terhadap Efektivitas Terapi Kombinasi Antihipertensi di Rawat Inap RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Zulia Tri Rahayu; Eko Retnowati; Galih Kurniawan
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i3.4838

Abstract

As one of the cardiovascular diseases, heart failure is a condition in which the heart loses its ability to pump blood adequately to deliver oxygen throughout the body's tissues. According to a WHO survey in 2016, non-communicable diseases such as cardiovascular problems accounted for 38 million out of 56 million total global deaths. Of these, 17.5 million deaths were specifically caused by circulatory system disorders. In Indonesia, heart failure ranks as a leading cause of mortality. Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) data, the prevalence rate of heart disease in the country reached 1.5%. Hypertension has been identified as one of the main risk factors that can trigger heart failure. This study aims to analyze the correlation between the profiles of heart failure patients and the effectiveness of combination antihypertensive therapies involving Beta Blocker–ACEI, Beta Blocker–ARB, and Beta Blocker–Diuretic in patients hospitalized at Dr. Loekmono Hadi Regional Hospital, Kudus. The study employed an observational analytic method with a cross-sectional approach using patient medical records. The data were collected from Dr. Loekmono Hadi Regional Hospital, Kudus. The sample population included heart failure patients who received combination antihypertensive therapy (Beta Blocker–ACEI, Beta Blocker–ARB, or Beta Blocker–Diuretic) during their inpatient care in 2024. The sampling technique used was total sampling, with 77 patients meeting the established inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods supported by the Chi-Square test. The most commonly used combination therapy was Beta Blocker + Diuretic, administered to 36 patients (46.8%). The average blood pressure of heart failure patients before therapy was 143.81/83.05 mmHg, and after therapy, it was 126.10/76.23 mmHg. Most patients (69 patients or 89.6%) achieved normal blood pressure levels (<140/90 mmHg) post-therapy. Chi-Square analysis indicated a significant correlation between age (p=0.04) and therapy effectiveness. In contrast, no significant association was found between gender (p=1.000) or the type of combination therapy used (p=0.895) and therapeutic outcomes.
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Dalam Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Apotek Wilayah Kedung Jepara: Evaluation Of The Implementation Of Pharmaceutical Service Standards In The Management Of Pharmacy Preparations In Pharmacies In The Kedung Jepara Fathuddin Hamid; Zaenal Fanani; Galih Kurniawan
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6518

Abstract

Apotek berperan penting dalam menyediakan obat dan alat kesehatan yang bermutu, aman, dan efektif. Apotek wajib menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian sesuai Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, yang mencakup seluruh proses pengelolaan sediaan farmasi. Penerapan standar ini bertujuan mencegah pemborosan, menjamin ketersediaan obat, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan pasien. Namun, di lapangan masih ditemukan kendala seperti keterlambatan pengadaan, keterbatasan anggaran, dan risiko kedaluwarsa obat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi standar tersebut di apotek wilayah Kedung, Kabupaten Jepara dengan kriteria apotek aktif beroperasi, memiliki penanggung jawab apoteker, serta bersedia diwawancarai dan memberikan data dokumentasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan total sampling terhadap 10 apotek. Instrumen penelitian berupa wawancara terstruktur berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016 dan dokumentasi. Secara kuantitatif, ditemukan bahwa aspek perencanaan (90%), pengadaan (20%), penyimpanan (10%), pemusnahan dan penarikan (10%), serta pencatatan dan pelaporan narkotika–psikotropika (50%) masih belum sepenuhnya sesuai standar. Meskipun demikian, mayoritas apotek menilai penerapan standar cukup efektif (58% sangat efektif, 37% efektif).
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA DI DESA BANJARHARJO KABUPATEN BREBES Hyang Ayuning; Eko Retnowati; Galih Kurniawan
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4801

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Di Desa Banjarharjo Kabupaten Brebes masih ditemukan wanita penderita hipertensi yang belum patuh dalam penggunaan obat antihipertensi sehingga berpotensi menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah pada wanita di Desa Banjarharjo Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 150 responden wanita penderita hipertensi. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital tervalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 70 responden (46,7%) dan kepatuhan rendah sebanyak 69 responden (46,0%), sedangkan kepatuhan tinggi hanya 11 responden (7,3%). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 129 responden (86,0%) dan tekanan darah terkontrol sebanyak 21 responden (14,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah (p=0,021) dengan kekuatan hubungan termasuk kategori lemah.