Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PELATIHAN PENERAPAN PHBS ANAK USIA DINI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN ORANG TUA agnes fitria widiyanto; Elviera Gamelia
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i1.2253

Abstract

Keterlibatan dan kemampuan orang tua terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak usia dini sangat menentukan kualitas kesehatan anak. Kemampuan orang tua mengenai PHBS ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan seperti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan penerapan PHBS terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua siswa PAUD.Penelitian  quasy experimental ini menggunakan desain pre-test and post-test design. Sampel 36 orang tua (19 orang tua PAUD Tunas Harapan Desa Karangmangu dan 17 orang tua PAUD Kasih Ibu Desa Kemutug Kidul). Pengumpulan data menggunakan angket untuk pengetahuan dan sikap, serta kuesioner untuk peran yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Data diuji dengan uji wilcoxon untuk perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum-sesudah diberikan pelatihan, sedangkan uji paired t test untuk perbedaan peran sebelum-sesudah diberikan pelatihan.Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan peran sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan nilai p pengetahuan 0,000, sikap 0,000, dan peran 0,000 (<0,05).Pelatihan penerapan PHBS anak usia dini efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua. Kata Kunci : PHBS, orang tua, anak usia dini
Village cadre behavior in the household-based management of inorganic waste Agnes Fitria Widiyanto; Arif Kurniawan; Elviera Gamelia
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 34 No. 3 (2021): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.274 KB) | DOI: 10.20473/mkp.V34I32021.293-304

Abstract

Waste is still a problem in Indonesia. The increase in population causes the volume of waste to continue to grow, in Karangmangu Village, Banyumas Regency. Data on the increase in the volume of waste in Banyumas Regency reached 21.4%. The volume of inorganic waste is greater than organic waste because Karangmangu Village is a tourism buffer area in Baturraden. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practices of cadres in the management of inorganic waste. The method used was descriptive qualitative. The research subjects were obtained using a purposive technique by conducting interviews with cadres as the main research subjects, midwives, and supporting informants. Data were collected through in-depth interviews and documentation. The results showed that the cadres had understood the definition, types, management, and negative impacts of inorganic waste. Based on their attitudes, the cadres consider the case of handling inorganic waste to be not optimal. In practice, they have sorted inorganic waste, managed a waste bank, made bricks, and produced handicrafts. Strategies to overcome obstacles in waste management are optimizing the facilities and infrastructure for the procurement of waste banks, as well as training more people to make handicrafts and market handicraft products. This study concludes that the presence of village cadres is able to increase public awareness in waste management.
Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Serta Peran Bidan Terhadap Pola Konsumsi Mineral Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Banyumas Ida Puspitasari; Dyah Umiyarni Purnamasari; Elviera Gamelia
JURNAL NUTRISIA Vol 18 No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.52 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v18i1.75

Abstract

Background: The mother's health condition before and after the very pregnant determines the health of pregnant women. So for the sake of the success of the pregnancy, the mother's nutritional state at the time of conception must be in good condition, and during pregnancy should get an extra energy, protein, vitamins, and minerals. The State of health of pregnant women depends on the patterns of everyday food that can be determined by the quality and quantity of the dishes. According to l. Behavioral health is influenced by three factors, namely predisposing factors (knowledge, attitude, belief, education and social levels), factor endowments (health facilities and infrastructure, and the availability of nutritious food), and the amplifier (the role of family, friends, teachers and health workers). Therefore need to do analysis on the influence of the knowledge and attitude to pregnant women as well as the role of the midwife's response to dietary minerals (iron, calcium, and iodium) on pregnant women in work-area Clinics Banyumas Objective: The purpose of this study was to determine the influence of knowledge and attitude of pregnant women and the role of midwife to the consumption patterns of minerals (iron, calcium, and iodine) in pregnant women. Methods : This research is quantitative research survey approach using the analytic cross-sectional study design. The research was conducted in June - Juli of 2015 at the Banyumas Primary Health Center with a sample of 80 people selected by simple random sampling. Data was collected using a questionnaire and food frequency questionnaire and then conducted data analysis of bivariate, and multivariate analyzes. Results : using bivariate chi-square analysis showed that factors associated with mineral consumption patterns in pregnant women is knowledge (p = 0.013). The factors that are not related to mineral consumption patterns in pregnant women is the attitude (p = 0.072) and the role of midwife (0,113). Multivariate analysis using logistic regression showed that the most influential factor on the consumption patterns of minerals in pregnant women is knowledge (Exp (B) = 3.462). Conclusion : It is recommended to pregnant women to increase her knowledge in order to increase mineral consumption patterns. Keywords : Knowledge, Attitude, Midwife, Mineral
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
Intervensi Suplemen Makanan untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Eti Rimawati; Erna Kusumawati; Elviera Gamelia; Sumarah; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.523 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.161-170

Abstract

Latar belakang: Anemia pada kehamilan saat ini menjadi masalah kesehatan global utama karena telah mempengaruhi hampir setengah dari semua wanita hamil di seluruh dunia. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi, kekurangan asam folat, infeksi dan kelainan darah. Upaya untuk menurunkan angka anemia ibu hamil yaitu dengan pemberian supplement zat besi sebanyak 90 tablet serta pemenuhan asupan gizi pada saat hamil. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk menggambarkan pengaruh suplementasi makanan terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil. Metode: Metode pencarian data bersumber dari google scholar yang berjumlah 11 artikel dari tahun 2010 – 2018. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk matriks. Hasil Penelitian: Hasil literature review ini adalah bahwa pemberian supplement Fe, konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ubi jalar , dan konsumsi makanan yang mengandung zat pembantu penyerapan Fe (enhancer Fe) seperti tinutuan, buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jus jambu, bayam merah dan buah bit, serta makanan tinggi vitamin B9 dan B12 seperti kacang hijau dan rumput laut dapat meningkatkan kadar Hemoglobin darah pada ibu hamil. Selain itu pembatasan makanan yang mengandung zat yang dapat menghambat penyerapan (inhibitor) Fe juga berpengaruh untuk mengoptimalkan absorbsi Fe dalam tubuh. Kesimpulan: Ibu hamil perlu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, B12, asam folat dan protein untuk meningkatkan absorbsi Fe dalam tubuh serta menghindari mengkonsumsi makanan sumber Fe bersamaan dengan makanan yang dapat menghambat absorbsi Fe seperti teh, kopi dan susu.
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
STUDI KOMPARASI PERILAKU PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA KELUARGA PASIEN DIABETES MELLITUS ANTARA WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMAS Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.2925

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia Diabetes Melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular prioritas. Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan diabetes mellitus (DM) adalah 6,9 persen. Prevalensi DM di Jawa Tengah berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,6 %. Data terbaru proporsi DM masyarakat perdesaan lebih tinggi (7,0%) daripada di perkotaan (6,8%). Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 ID DM sebanyak 306 kasus dan ND DM sebanyak 1.878 kasus, dengan kasus yang tinggi di Puskesmas 1 Purwokerto Utara dan Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi perbedaan perilaku pencegahan tingkat pertama keluarga pasien Diabetes Mellitus antara wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh pasien DM yang terdaftar pada program prolanis, di wilayah Puskesmas Karanglewas dan Puskesmas I Purwokerto Utara. Sampel yang diambil adalah 23 dari kelompok rural dan 33 dari kelompok urban. Data dianalisis dengan Independent T-test dan Mann Whitney test. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan tokoh masyakarat dan persepsi manfaat akan pencegahan DM secara signifikan terbukti berbeda antara rural dan urban. Variabel pengetahuan, sikap, saran dan prasarana, persepsi akan keparahan, persepsi akan kemungkinan terkena DM secara signifikan tidak terbukti berbeda. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Pencegahan Primer, Rural, Urban
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Muda di Desa Petahunan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Bambang Hariyadi; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3796

Abstract

Pernikahan usia muda menjadi salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Faktor keluarga menjadi pengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja. Hasil analisis situasi permasalahan yang ada pada ibu hamil Desa Petahunan Puskesmas Pekuncen adalah kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi di Desa Petahunan terjadi pada remaja hamil diusia muda. Kehamilan tersebut sebagian besar disebabkan oleh pergaulan bebas remaja Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada orang tua yang memiliki remaja usia 10 -19 tahun. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki remaja di desa Petahunan dengan jumlah 33 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian nilai p value pengetahuan 0,095>0,05, berarti tidak terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua remaja tentang kesehatan reproduksi remaja di desa Petahunan. Sedangkan nilai p value sikap 0,018 <0,05, berarti terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja di desa Petahunan. Saran bagi puskesmas adalah perlu adanya monitoring pada orang tua remaja dalam melakukan pendampingan kesehatan reproduksi remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN PERSONAL HYGIENE ORANGTUA BADUTA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Elviera Gamelia; Ara Amalia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.1.5379

Abstract

Background: Personal Hygiene one of the factors that cause children to be exposed to infectious diseases, causing stunting in children. Poor personal hygiene can cause loss of essential nutrients in the growth of toddlers. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes and environmental conditions with the personal hygiene of parents of stunting children. Methodology: This research using a cross sectional approach with observational analytical study design. The population of 1,722 respondents and a sample of 112 parents used a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. Data analysis in 3 stages, univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square), and multivariate analysis (Logistics Regression). Research result: A total of 62 respondents (55.4%) had a SLTP/MTs education, and 104 respondents (92.9%) did not work. There is a relationship between knowledge (p = 0.003) and attitude (p = 0.008) with personal hygiene. The results of multivariate analysis showed that the most influential variable was knowledge (p =0.009, OR = 2.985) on the personal hygiene of parents of stunting children under two. Conclusion: There is an influence of knowledge and attitudes on the personal hygiene of parents of stunting children. Parents can improve and teach personal hygiene to children to prevent stunting.
Bahasa Inggris Bahasa Inggris Alfarid Kurnialandi; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 25 No 1 (2023): Bahasa Indonesia
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/iptekkom.25.1.2023.57-68

Abstract

This study aims to determine the effect of gender, socioeconomic status, social support, TikTok usage duration, TikTok body shape content exposure, and TikTok user activity level on body image. We try to combine theory from Cash and Pruzinski (2002), Grogan (2001), and uses and effects theory by Sven Windahl (1979) to identify various variables (including TikTok) that can affect body image. This research is quantitative cross-sectional. It involved 220 students taken from the population of 19,992 students using an incidental sampling technique. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression). Variables related to body image are social support (p = 0.033), body shape content exposure (p = 0.001), and user activity level (p = 0.00). The Variable that affects body image is the user activity level in the low-high category (p = 0.005, OR = 10.644).