Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Serta Peran Bidan Terhadap Pola Konsumsi Mineral Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Banyumas Ida Puspitasari; Dyah Umiyarni Purnamasari; Elviera Gamelia
JURNAL NUTRISIA Vol 18 No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.52 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v18i1.75

Abstract

Background: The mother's health condition before and after the very pregnant determines the health of pregnant women. So for the sake of the success of the pregnancy, the mother's nutritional state at the time of conception must be in good condition, and during pregnancy should get an extra energy, protein, vitamins, and minerals. The State of health of pregnant women depends on the patterns of everyday food that can be determined by the quality and quantity of the dishes. According to l. Behavioral health is influenced by three factors, namely predisposing factors (knowledge, attitude, belief, education and social levels), factor endowments (health facilities and infrastructure, and the availability of nutritious food), and the amplifier (the role of family, friends, teachers and health workers). Therefore need to do analysis on the influence of the knowledge and attitude to pregnant women as well as the role of the midwife's response to dietary minerals (iron, calcium, and iodium) on pregnant women in work-area Clinics Banyumas Objective: The purpose of this study was to determine the influence of knowledge and attitude of pregnant women and the role of midwife to the consumption patterns of minerals (iron, calcium, and iodine) in pregnant women. Methods : This research is quantitative research survey approach using the analytic cross-sectional study design. The research was conducted in June - Juli of 2015 at the Banyumas Primary Health Center with a sample of 80 people selected by simple random sampling. Data was collected using a questionnaire and food frequency questionnaire and then conducted data analysis of bivariate, and multivariate analyzes. Results : using bivariate chi-square analysis showed that factors associated with mineral consumption patterns in pregnant women is knowledge (p = 0.013). The factors that are not related to mineral consumption patterns in pregnant women is the attitude (p = 0.072) and the role of midwife (0,113). Multivariate analysis using logistic regression showed that the most influential factor on the consumption patterns of minerals in pregnant women is knowledge (Exp (B) = 3.462). Conclusion : It is recommended to pregnant women to increase her knowledge in order to increase mineral consumption patterns. Keywords : Knowledge, Attitude, Midwife, Mineral
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
STUDI KOMPARASI PERILAKU PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA KELUARGA PASIEN DIABETES MELLITUS ANTARA WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMAS Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.2925

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia Diabetes Melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular prioritas. Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan diabetes mellitus (DM) adalah 6,9 persen. Prevalensi DM di Jawa Tengah berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,6 %. Data terbaru proporsi DM masyarakat perdesaan lebih tinggi (7,0%) daripada di perkotaan (6,8%). Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 ID DM sebanyak 306 kasus dan ND DM sebanyak 1.878 kasus, dengan kasus yang tinggi di Puskesmas 1 Purwokerto Utara dan Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi perbedaan perilaku pencegahan tingkat pertama keluarga pasien Diabetes Mellitus antara wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh pasien DM yang terdaftar pada program prolanis, di wilayah Puskesmas Karanglewas dan Puskesmas I Purwokerto Utara. Sampel yang diambil adalah 23 dari kelompok rural dan 33 dari kelompok urban. Data dianalisis dengan Independent T-test dan Mann Whitney test. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan tokoh masyakarat dan persepsi manfaat akan pencegahan DM secara signifikan terbukti berbeda antara rural dan urban. Variabel pengetahuan, sikap, saran dan prasarana, persepsi akan keparahan, persepsi akan kemungkinan terkena DM secara signifikan tidak terbukti berbeda. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Pencegahan Primer, Rural, Urban
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Muda di Desa Petahunan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Bambang Hariyadi; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.3796

Abstract

Pernikahan usia muda menjadi salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Faktor keluarga menjadi pengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja. Hasil analisis situasi permasalahan yang ada pada ibu hamil Desa Petahunan Puskesmas Pekuncen adalah kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi di Desa Petahunan terjadi pada remaja hamil diusia muda. Kehamilan tersebut sebagian besar disebabkan oleh pergaulan bebas remaja Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada orang tua yang memiliki remaja usia 10 -19 tahun. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang memiliki remaja di desa Petahunan dengan jumlah 33 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian nilai p value pengetahuan 0,095>0,05, berarti tidak terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua remaja tentang kesehatan reproduksi remaja di desa Petahunan. Sedangkan nilai p value sikap 0,018 <0,05, berarti terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja di desa Petahunan. Saran bagi puskesmas adalah perlu adanya monitoring pada orang tua remaja dalam melakukan pendampingan kesehatan reproduksi remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN PERSONAL HYGIENE ORANGTUA BADUTA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Elviera Gamelia; Ara Amalia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.1.5379

Abstract

Background: Personal Hygiene one of the factors that cause children to be exposed to infectious diseases, causing stunting in children. Poor personal hygiene can cause loss of essential nutrients in the growth of toddlers. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes and environmental conditions with the personal hygiene of parents of stunting children. Methodology: This research using a cross sectional approach with observational analytical study design. The population of 1,722 respondents and a sample of 112 parents used a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. Data analysis in 3 stages, univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square), and multivariate analysis (Logistics Regression). Research result: A total of 62 respondents (55.4%) had a SLTP/MTs education, and 104 respondents (92.9%) did not work. There is a relationship between knowledge (p = 0.003) and attitude (p = 0.008) with personal hygiene. The results of multivariate analysis showed that the most influential variable was knowledge (p =0.009, OR = 2.985) on the personal hygiene of parents of stunting children under two. Conclusion: There is an influence of knowledge and attitudes on the personal hygiene of parents of stunting children. Parents can improve and teach personal hygiene to children to prevent stunting.
Bahasa Inggris Bahasa Inggris Alfarid Kurnialandi; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 25 No 1 (2023): Bahasa Indonesia
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/iptekkom.25.1.2023.57-68

Abstract

This study aims to determine the effect of gender, socioeconomic status, social support, TikTok usage duration, TikTok body shape content exposure, and TikTok user activity level on body image. We try to combine theory from Cash and Pruzinski (2002), Grogan (2001), and uses and effects theory by Sven Windahl (1979) to identify various variables (including TikTok) that can affect body image. This research is quantitative cross-sectional. It involved 220 students taken from the population of 19,992 students using an incidental sampling technique. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression). Variables related to body image are social support (p = 0.033), body shape content exposure (p = 0.001), and user activity level (p = 0.00). The Variable that affects body image is the user activity level in the low-high category (p = 0.005, OR = 10.644).
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Keterampilan Kader Kesehatan Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Elviera Gamelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2332

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi mengakibatkan ibu hamil mengalami komplikasi Obstetri. Komplikasi obstetri dapat menyebabkan kematian ibu. Upaya deteksi kehamilan berisiko tinggi hanya dilakukan oleh bidan, Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat belum memahami pentingnya deteksi kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini menganalisis perbedaan skor pengetahuan, sikap, motivasi dan keterampilan kader kesehatan setelah diberikan pelatihan deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental yanng dirancang dengan pretest – posttest tanpa kelompok kontrol. Kelompok intervensi yang dipilih untuk penelitian ini melibatkan 47 kader kesehatan di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan cek list observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis memakai uji t berpasangan. Analisis uji statistik membuktikan terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan (nilai p = 0,000), sikap (nilai p = 0,000), motivasi (nilai p = 0,000) dan deteksi dini keterampilan kehamilan berisiko tinggi (nilai p = 0,000) sebelum dan sesudah intervensi dengan pelatihan. Peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan deteksi dini kehamilan berisiko tinggi karena adanya pelatihan kader kesehatan.
Assesment Media Promosi Kesehatan untuk Layanan VCT Ibu Hamil di Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Elviera Gamelia; Arrum Firda Ayu Maqhfiroch
Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.2.8160

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi tentang promosi berpengaruh terhadap minat pemanfaatan konseling HIV/AIDS. Kinerja pemasaran sosial layanan pemeriksaan HIV/AIDS menunjukkan kelemahan pada produk layanan terutama promosi layanan VCT dan konseling layanan VCT. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media promosi kesehatan yang tepat berdasarkan penilaian kebutuhan. Penelitian dilakukan pada Mei 2017 dengan pendekatan kualitatif melibatkan 10 ibu hamil sebagai informan utama.Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan melakukan pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Berdasarkan penilaian kebutuhan, media promosi kesehatan dibutuhkan melalui media audio visual (film/video) dengan penjelasan yang lengkap seperti gejala, cara penularan dan penyebab dan bisa diterima oleh semua usia.Video dipilih sebagai media karena bisa diterima oleh semua usia. Pesan yang diharapkan dalam media promosi kesehatan layanan VCT pada ibu hamil di Kabupaten Banyumas meliputi pengertian HIV dan VCT, akibat dan bahaya HIV, gejala HIV, cara penularan HIV, tujuan VCT, manfaat VCT, sasaran VCT dan prosedur VCT
COVID-19 Pandemic Impacts on Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Gamelia, Elviera; Masfiah, Siti; Rubai, Windri Lesmana
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 2 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i2.23897

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus (DM) is a major concern in the health sector of Indonesia, with more than one million patients. During the COVID-19 pandemic, DM patients have a risk of poor quality of life due to the high potential of fatality from COVID-19 infection or access barriers to health care and nutrition. This study aimed to analyze the impact of the COVID-19 pandemic on the quality of life of patients with diabetes.Methods: This quantitative study used a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling; that is, all members of the population were used as research samples. This research involved 95 patients with DM from 127 total population in Puskesmas Cilongok I. Data were collected through interviews with a guided questionnaire. The data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses.Results: The results of this study indicate that factors related to the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (p = 0.011 and OR = 0.341), and factors that affect the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (OR = 0.326). Factors related to poor diabetes patients include losting work, decreased partial or total income, and increased daily expenditure.Conclusion: We suggest that health agencies can help patients with DM restore their quality of life after being hardly affected by the pandemic in the economic aspect by designing a sustainable program for patients with DM.