Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMIZING THE ROLE OF THE FAMILY AS A “CARE GIVER” FOR TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN RURAL AREAS OF BANYUMAS REGENCY Firda Ayu Maqfiroch, Arrum; Gamelia, Elviera; Lesmana Rubai, Windri; Kurniawan, Arif
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4283-4287

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian Maqfiroch (2022), diketahui bahwa peran keluarga di wilayah pedesaan masih belum mendapatkan dukungan yang menyeluruh. Bentuk dukungan keluarga, khususnya dukungan berupa penghargaan, masih sangat minim pada keluarga penderita Diabetes Melitus (DM). Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi dalam bentuk rekayasa sosial untuk memperkuat peran efektif keluarga dalam pengelolaan DM di wilayah pedesaan Kabupaten Banyumas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1. Informasi dari pihak Puskesmas Kembaran juga menunjukkan bahwa peran keluarga dalam mengelola DM masih belum optimal, ditambah dengan keterbatasan alat pengukur gula darah bagi penderita DM di Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Oleh karena itu, solusi yang tepat adalah dengan mengoptimalkan peran keluarga dalam pengelolaan DM di wilayah kerja Puskesmas tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kader, dengan evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 32 kader dengan rentang usia 30–60 tahun. Setelah intervensi dilakukan, dari total 32 peserta, sebanyak 29 kader menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik, dengan nilai rata-rata meningkat dari 8,91 menjadi 9,47.Dapat disimpulkan bahwa intervensi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan kader, sebagaimana terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pengetahuan setelah pelatihan
Program intervensi pencegahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia: A literature review Febriyaningsih, Laeli; Intiasari, Arih Diyaning; Gamelia, Elviera
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1411

Abstract

Background: Drug abuse among adolescents in Indonesia remains a serious public health issue. In response to this phenomenon, the government has implemented various forms of preventive interventions, such as mandatory rehabilitation programs, school counseling activities, and the involvement of religious institutions in anti-drug campaigns. Purpose: To review drug abuse prevention intervention programs in Indonesia. Method: This systematic literature review (SLR) examined seven primary articles published between 2015 and 2025, analyzed from Google Scholar, Scopus, PubMed, and ResearchGate. Results: The most common interventions were peer education in schools, community cadre training, and culture-based approaches. All programs demonstrated significant increases in knowledge and decreases in risky behaviors (p < 0.05). Internal factors such as participatory methods and contextual delivery contributed to success, while external challenges included social stigma and lack of family support. Conclusion: The most common and effective drug abuse prevention intervention in Indonesia is school-based education programs. The success of the program depends heavily on contextual delivery methods, active participant engagement, and supportive social environments. However, challenges such as stigma, lack of participation, and structural barriers remain limiting factors, necessitating adaptive, participatory, and community-based interventions to ensure the sustainability of their impact.   Keywords: Abuse; Narcotics; Preventio.   Pendahuluan: Penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja di Indonesia masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius. Sebagai bentuk tanggapan terhadap fenomena ini, pemerintah telah menerapkan berbagai bentuk intervensi pencegahan, seperti program rehabilitasi wajib, kegiatan penyuluhan di lingkungan sekolah, serta pelibatan lembaga keagamaan dalam kampanye anti narkoba. Tujuan: Untuk meninjau program intervensi pencegahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Metode: Penelitian systematic literature review (SLR) yang meninjau tujuh artikel primer terbitan tahun 2015–2025, dianalisis dari Google Scholar, Scopus, PubMed, dan ResearchGate. Hasil: Intervensi yang paling umum adalah edukasi teman sebaya di sekolah, pelatihan kader komunitas, dan pendekatan berbasis budaya. Seluruh program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan penurunan perilaku berisiko secara signifikan (p < 0.05). Faktor internal seperti metode partisipatif dan penyampaian kontekstual mendukung keberhasilan, sedangkan tantangan eksternal mencakup stigma sosial dan minimnya dukungan keluarga. Simpulan: Intervensi pencegahan penyalahgunaan narkotika yang paling umum dan efektif di Indonesia adalah program edukasi berbasis sekolah. Keberhasilan program sangat bergantung pada metode penyampaian yang kontekstual, keterlibatan aktif peserta, dan dukungan lingkungan sosial. Namun, tantangan seperti stigma, kurangnya partisipasi, dan hambatan struktural masih menjadi faktor penghambat, sehingga diperlukan intervensi yang adaptif, partisipatif, dan berbasis komunitas untuk memastikan keberlanjutan dampaknya.   Kata Kunci: Narkotika; Pencegahan; Penyalahgunaan.
The Role of the Social Marketing Mix in Voluntary Counseling and Testing (VCT) Utilization among Pregnant Women in Banyumas Regency: A Qualitative Study Kurniawan, Arif; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Anandari, Dian; Gamelia, Elviera
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v17i4.851

Abstract

Background: The utilization of Voluntary Counseling and Testing (VCT) services by pregnant women, particularly antenatal checkups with HIV/AIDS testing, remains low in community health centers (in Indonesian: Puskesmas) in Banyumas Regency. Community health centers in Banyumas Regency have implemented a marketing mix for VCT services, but it is not yet optimal. This study aimed to examine the marketing mix, consisting of promotion, product, price, and location, regarding the utilization of VCT services in Banyumas Regency. Method: This qualitative research employed a phenomenological approach and was conducted in 2018. Data were collected through in-depth interviews and documentation studies. Participants included VCT counselor midwives, pregnant women who used VCT, and heads of community health centers with VCT clinics. Informants were selected based on predefined inclusion criteria to capture diverse perspectives. Six pregnant women served as supporting informants. The validity of the research was checked using source triangulation including core informants and supporting informants. Data were analyzed using manual content analysis, including data preparation, repeated reading, initial coding, code categorization, theme development, interpretation, and presentation of findings. Results: Community health centers in Banyumas Regency had implemented all four elements of the social marketing mix in promoting VCT services. However, VCT utilization, particularly among pregnant women, remained below expected levels. Among the four elements, promotion, specifically marketing communication activities aimed at informing and persuading the target population, was identified as the least effective component. Conclusion: This study highlights promotion as the key social marketing element requiring further development to improve the utilization of VCT among pregnant women. Strengthening promotional strategies through the use of audio-visual media may enhance awareness and encourage greater uptake of VCT services in antenatal care settings.