Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Keterampilan Kader Kesehatan Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Elviera Gamelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2332

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi mengakibatkan ibu hamil mengalami komplikasi Obstetri. Komplikasi obstetri dapat menyebabkan kematian ibu. Upaya deteksi kehamilan berisiko tinggi hanya dilakukan oleh bidan, Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat belum memahami pentingnya deteksi kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini menganalisis perbedaan skor pengetahuan, sikap, motivasi dan keterampilan kader kesehatan setelah diberikan pelatihan deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental yanng dirancang dengan pretest – posttest tanpa kelompok kontrol. Kelompok intervensi yang dipilih untuk penelitian ini melibatkan 47 kader kesehatan di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan cek list observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis memakai uji t berpasangan. Analisis uji statistik membuktikan terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan (nilai p = 0,000), sikap (nilai p = 0,000), motivasi (nilai p = 0,000) dan deteksi dini keterampilan kehamilan berisiko tinggi (nilai p = 0,000) sebelum dan sesudah intervensi dengan pelatihan. Peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan deteksi dini kehamilan berisiko tinggi karena adanya pelatihan kader kesehatan.
Assesment Media Promosi Kesehatan untuk Layanan VCT Ibu Hamil di Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Elviera Gamelia; Arrum Firda Ayu Maqhfiroch
Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.2.8160

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi tentang promosi berpengaruh terhadap minat pemanfaatan konseling HIV/AIDS. Kinerja pemasaran sosial layanan pemeriksaan HIV/AIDS menunjukkan kelemahan pada produk layanan terutama promosi layanan VCT dan konseling layanan VCT. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media promosi kesehatan yang tepat berdasarkan penilaian kebutuhan. Penelitian dilakukan pada Mei 2017 dengan pendekatan kualitatif melibatkan 10 ibu hamil sebagai informan utama.Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan melakukan pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Berdasarkan penilaian kebutuhan, media promosi kesehatan dibutuhkan melalui media audio visual (film/video) dengan penjelasan yang lengkap seperti gejala, cara penularan dan penyebab dan bisa diterima oleh semua usia.Video dipilih sebagai media karena bisa diterima oleh semua usia. Pesan yang diharapkan dalam media promosi kesehatan layanan VCT pada ibu hamil di Kabupaten Banyumas meliputi pengertian HIV dan VCT, akibat dan bahaya HIV, gejala HIV, cara penularan HIV, tujuan VCT, manfaat VCT, sasaran VCT dan prosedur VCT
COVID-19 Pandemic Impacts on Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Gamelia, Elviera; Masfiah, Siti; Rubai, Windri Lesmana
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 2 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i2.23897

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus (DM) is a major concern in the health sector of Indonesia, with more than one million patients. During the COVID-19 pandemic, DM patients have a risk of poor quality of life due to the high potential of fatality from COVID-19 infection or access barriers to health care and nutrition. This study aimed to analyze the impact of the COVID-19 pandemic on the quality of life of patients with diabetes.Methods: This quantitative study used a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling; that is, all members of the population were used as research samples. This research involved 95 patients with DM from 127 total population in Puskesmas Cilongok I. Data were collected through interviews with a guided questionnaire. The data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses.Results: The results of this study indicate that factors related to the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (p = 0.011 and OR = 0.341), and factors that affect the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (OR = 0.326). Factors related to poor diabetes patients include losting work, decreased partial or total income, and increased daily expenditure.Conclusion: We suggest that health agencies can help patients with DM restore their quality of life after being hardly affected by the pandemic in the economic aspect by designing a sustainable program for patients with DM. 
The Role of Parents in Preventing Teenage Pregnancy in Rural Areas of Banyumas District Kurniawan, Arif; Gamelia, Elviera
Public Health of Indonesia Vol. 10 No. 3 (2024): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v10i3.819

Abstract

Background:One of the factors contributing to Indonesia's high maternal mortality rate is the high incidence of teenage pregnancy in Banyumas. The family, particularly parents, plays a crucial role in influencing teenage pregnancy, as they are expected to act as educators, motivators, supervisors, communicators, and counselors for their teenagers. Objective:The purpose of this study was to identify the factors that influence the role of parents in the prevention of teenage pregnancy. Methods:A cross-sectional study design was employed, focusing on female participants. A cluster random sampling technique was used to obtain a sample size of 150 parents from the study population, using the proportion estimation formula. The validity and reliability of the questionnaire used were tested. Data were analyzed using logistic regression. Results:The univariate analysis revealed that 93.2% of respondents were female, 25.3% were aged between 38 and 42, 61.3% had only completed elementary school, 63.3% were housewives, 58% had incomes below IDR 1.350.000, 52% had monthly family expenses under IDR 1.350.000, and 42.7% had five or more dependents. The bivariate chi-square test showed an association between parental resources, the role of health professionals, knowledge, attitudes, and societal values in the prevention of teenage pregnancy. The multivariate analysis using logistic regression indicated that the value of people and resources significantly impacts the role of parents in this regard. Conclusion:The role of parents in preventing teenage pregnancy is influenced by the value placed on people and resources. Keywords: Maternal mortality; adolescent pregnancy; role of parents; knowledge; attitudes
Peningkatan Kapasitas Guru Sebagai Konselor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPN 1 Cilongok Kabupaten Banyumas Gamelia, Elviera; Macfiroch, Arrum Firda Ayu; Rubai, Windri Lesmana; Kurniawan, Arif
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7518

Abstract

Remaja saat ini banyak dihadapkan pada risiko masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas. Perilaku seksual menyimpang yang berdampak negatif bagi masa depan remaja. Tanpa pemahaman dan kemampuan mengendalikan diri yang baik, remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan reproduksi. Dalam hal ini sekolah memiliki peranan penting untuk memberikan arahan dalam perilaku kesehatan reproduksi remaja, terutama guru sebagai role model yang menjadi panutan bagi remaja. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan kapasitas bagi guru untuk meningkatkan keterampilan konseling supaya dapat membantu dan mendampingi siswa dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai konselor remaja dan meningkatkan peran dalam mendampingi siswa SMPN 1 Cilongok. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada guru SMP Negeri 1 Cilongok sebagai konselor. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan dari 10,8 menjadi 12,1 dan rata-rata sikap guru dari 36,2 menjadi 36,5 tentang kesehatan reproduksi remaja. Konselor guru memerlukan upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menumbuhkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi.
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Keterampilan Kader Kesehatan Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Elviera Gamelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2332

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi mengakibatkan ibu hamil mengalami komplikasi Obstetri. Komplikasi obstetri dapat menyebabkan kematian ibu. Upaya deteksi kehamilan berisiko tinggi hanya dilakukan oleh bidan, Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat belum memahami pentingnya deteksi kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini menganalisis perbedaan skor pengetahuan, sikap, motivasi dan keterampilan kader kesehatan setelah diberikan pelatihan deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental yanng dirancang dengan pretest – posttest tanpa kelompok kontrol. Kelompok intervensi yang dipilih untuk penelitian ini melibatkan 47 kader kesehatan di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan cek list observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis memakai uji t berpasangan. Analisis uji statistik membuktikan terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan (nilai p = 0,000), sikap (nilai p = 0,000), motivasi (nilai p = 0,000) dan deteksi dini keterampilan kehamilan berisiko tinggi (nilai p = 0,000) sebelum dan sesudah intervensi dengan pelatihan. Peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan deteksi dini kehamilan berisiko tinggi karena adanya pelatihan kader kesehatan.
Health Seeking Behaviour During the COVID-19 Pandemic and Influencing Factors in Indonesia Kurniawan, Arif; Gamelia, Elviera
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 1: MARCH 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i1.5360

Abstract

Introduction: Data from the Indonesian Ministry of Health on April 13, 2020, indicated that there were up to 4,557 positive COVID-19 cases in 34 provinces, 380 cases that recovered, and 399 cases that died. One of the transmissions of COVID-19 occurs through nosocomial infections that occur in health service institutions, namely hospitals, health centres’, or polyclinics. The significant incidence of nosocomial infection cases in the COVID-19 transmission chain raises the question of whether or not this alters community patterns around health service utilization. The objective of this research was to ascertain the community's health-seeking behavior during the COVID-19 epidemic and the elements that impact that behavior. The novelty of this research focused on the sociocultural context in Indonesia and its contributions to global discussions on pandemic health behavior. Methods: This study used a cross-sectional survey methodology. People living on Indonesian territory make up the research's population. There were 312 participants in the study's sample. Accidental sampling was the method employed for sampling. A questionnaire is the data collection tool and using logistic regression to analysed data. Results: During the COVID-19 pandemic, 56.4 percent of people had good health seeking behavior, compared to 43.6 percent of people who had poor health-seeking behavior. Most of the respondents sought treatment at health services (99.0%), and the rest did not seek treatment at health services (1.0%). Respondents who seek medical treatment include practicing doctors (76.3%), primary health clinics (60.3%), puskesmas (59%), and hospitals (69.2%). During the COVID-19 pandemic, factors that affected health-seeking behavior were income (0.01), marital status (0.001), travel time to health services (0.029), and health-service knowledge (0.069). Conclusion: There is a joint influence of income, marital status, travel time to health services, and knowledge of health seeking behavior during the COVID-19.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Perundungan pada Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Purwokerto Timur Rubai, Windri Lesmana; Gamelia, Elviera; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Bullying is a problem that is currently increasingly rampant in the education sector, so it requires serious handling. Two out of three children and adolescents in Indonesia have experienced violence throughout their lives. A school environment dominated by violence will harm students, such as feelings of isolation and depression and weakening learning motivation. Aim: This study aims to identify the level of knowledge and attitudes of students and bullying behavior in Elementary Schools. Method: This study uses a cross-sectional approach with a cluster sampling technique. The research location is in six public elementary schools from six sub-districts in the Purwokerto Timur District with a sample size of 211 students. Data collection was conducted in July - August 2024 with univariate and bivariate analysis. Result: The majority of students have good knowledge about bullying (79.5%), and good attitudes about bullying (61.9%). As many as 47.2% of students have been bullied at school, and 52.8% of students admitted to having been victims of bullying by their friends. The majority of bullies are male (54%), and the majority of victims of bullying are female (68%). This study had no significant relationship between knowledge and attitudes towards bullying behavior. Promotive and preventive efforts in schools must be continuously intensified to create a safe learning environment and prevent bullying among students.
Pencegahan Kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) Remaja Perdesaan di Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas Kurniawan, Arif; Sistiarani, Colti; Gamelia, Elviera
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.4367

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja khususnya kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan perilaku seksual di luar nikah di Kabupaten Banyumas konsisten setiap tahunnya. Jumlah kejadian IMS yang terdeteksi merupakan kasus IMS yang memanfaatkan pelayanan kesehatan perorangan di Puskesmas. Faktanya kejadian IMS yang tidak terdeteksi oleh puskesmas lebih banyak jumlahnya seperti fenomena gunung es. Data pelayanan kesehatan remaja di Kabupaten Banyumas menunjukkan kasus IMS remaja yang konsisten adalah di puskesmas  II Kembaran. Permasalahan kejadian IMS remaja yang disebabkan oleh perilaku seks diluar nikah menjadi masalah utama pelayanan kesehatan reproduksi remaja perdesaan di Puskesmas II Kembaran  Kabupaten Banyumas. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui pelatihan pendidik sebaya kesehatan reproduksi remaja di wilayah kerja puskesmas II Kembaran. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan  adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan infeksi menular seksual, sebelum dan sesudah pelatihan. Pembentukan jejaring kesehatan reproduksi remaja yang dibutuhkan disepakati remaja adalah organisasi karang taruna dan media sosial jejaring What Aps. Promosi kesehatan reproduksi remaja yang dilakukan pendidik sebaya mampu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan infeksi menular seksual remaja perdesaan
Persepsi, Peluang Aksi, dan Infomasi serta Perilaku Pencegahan Malaria Gamelia, Elviera; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Kesmas Vol. 7, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia, malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Di Jawa Tengah, kasus malaria terus memperlihatkan kecenderungan yang meningkat, salah satu daerah endemis malaria di Banyumas adalah Puskesmas II Sumpiuh. Berdasarkan survei pendahuluan masih banyak ditemukan perilaku berisiko yang dapat mengakibatkan terjadi malaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat, kemungkinan aksi, dan informasi tentang malaria yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan malaria di Puskesmas Sumpiuh II Banyumas. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada populasi kepala keluarga di Puskesmas II Sumpiuh. Jumlah sampel sebanyak 95 kepala keluarga ditarik menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis univariat dengan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan kai kuadrat, serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Persepsi masyarakat tentang kerentanan, persepsi tentang kegawatan, kemungkinan aksi hambatan dan informasi tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria, kecuali kemungkinan aksi manfaat berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria. Variabel yang berpengaruh pada perilaku pencegahan malaria adalah manfaat pencegahan malaria. Malaria has still been a threatening of health problem in the world, particularly in tropical countries including Indonesia. The malaria cases in Central Java continued to increase. One of the Malaria endemic areas in Banyumas is Sumpiuh Primary Health Care II. Based on preliminary survey, It was found that there were risky behavior affecting the emerge of malaria. This study aimed to find out the community perception, action probabilility and information about malaria which influenced to preventive behavior in Primary Health Care II Sumpiuh.Cross sectional study was conducted to head of household in primary health care II Sumpiuh. The number of sample that was selected with simple random sampling method was 95 household heads. Data analysis methods used in this study were univariate analysis with descriptive statistic, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression. Community perceptions about vulnerability, seriousity of disease, obstruction and perception about information did not relate to preventive behavior of Malaria, except perception about the benefit related to preventive behavior.The influenced variable for malaria preventive behavior was prevention benefit taken by community.