Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Parents in Preventing Teenage Pregnancy in Rural Areas of Banyumas District Kurniawan, Arif; Gamelia, Elviera
Public Health of Indonesia Vol. 10 No. 3 (2024): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v10i3.819

Abstract

Background:One of the factors contributing to Indonesia's high maternal mortality rate is the high incidence of teenage pregnancy in Banyumas. The family, particularly parents, plays a crucial role in influencing teenage pregnancy, as they are expected to act as educators, motivators, supervisors, communicators, and counselors for their teenagers. Objective:The purpose of this study was to identify the factors that influence the role of parents in the prevention of teenage pregnancy. Methods:A cross-sectional study design was employed, focusing on female participants. A cluster random sampling technique was used to obtain a sample size of 150 parents from the study population, using the proportion estimation formula. The validity and reliability of the questionnaire used were tested. Data were analyzed using logistic regression. Results:The univariate analysis revealed that 93.2% of respondents were female, 25.3% were aged between 38 and 42, 61.3% had only completed elementary school, 63.3% were housewives, 58% had incomes below IDR 1.350.000, 52% had monthly family expenses under IDR 1.350.000, and 42.7% had five or more dependents. The bivariate chi-square test showed an association between parental resources, the role of health professionals, knowledge, attitudes, and societal values in the prevention of teenage pregnancy. The multivariate analysis using logistic regression indicated that the value of people and resources significantly impacts the role of parents in this regard. Conclusion:The role of parents in preventing teenage pregnancy is influenced by the value placed on people and resources. Keywords: Maternal mortality; adolescent pregnancy; role of parents; knowledge; attitudes
Peningkatan Kapasitas Guru Sebagai Konselor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPN 1 Cilongok Kabupaten Banyumas Gamelia, Elviera; Macfiroch, Arrum Firda Ayu; Rubai, Windri Lesmana; Kurniawan, Arif
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7518

Abstract

Remaja saat ini banyak dihadapkan pada risiko masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas. Perilaku seksual menyimpang yang berdampak negatif bagi masa depan remaja. Tanpa pemahaman dan kemampuan mengendalikan diri yang baik, remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan reproduksi. Dalam hal ini sekolah memiliki peranan penting untuk memberikan arahan dalam perilaku kesehatan reproduksi remaja, terutama guru sebagai role model yang menjadi panutan bagi remaja. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan kapasitas bagi guru untuk meningkatkan keterampilan konseling supaya dapat membantu dan mendampingi siswa dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai konselor remaja dan meningkatkan peran dalam mendampingi siswa SMPN 1 Cilongok. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada guru SMP Negeri 1 Cilongok sebagai konselor. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan dari 10,8 menjadi 12,1 dan rata-rata sikap guru dari 36,2 menjadi 36,5 tentang kesehatan reproduksi remaja. Konselor guru memerlukan upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menumbuhkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi.
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Keterampilan Kader Kesehatan Arif Kurniawan; Colti Sistiarani; Elviera Gamelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2332

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi mengakibatkan ibu hamil mengalami komplikasi Obstetri. Komplikasi obstetri dapat menyebabkan kematian ibu. Upaya deteksi kehamilan berisiko tinggi hanya dilakukan oleh bidan, Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat belum memahami pentingnya deteksi kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini menganalisis perbedaan skor pengetahuan, sikap, motivasi dan keterampilan kader kesehatan setelah diberikan pelatihan deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental yanng dirancang dengan pretest – posttest tanpa kelompok kontrol. Kelompok intervensi yang dipilih untuk penelitian ini melibatkan 47 kader kesehatan di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan cek list observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian dianalisis memakai uji t berpasangan. Analisis uji statistik membuktikan terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan (nilai p = 0,000), sikap (nilai p = 0,000), motivasi (nilai p = 0,000) dan deteksi dini keterampilan kehamilan berisiko tinggi (nilai p = 0,000) sebelum dan sesudah intervensi dengan pelatihan. Peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan deteksi dini kehamilan berisiko tinggi karena adanya pelatihan kader kesehatan.
Health Seeking Behaviour During the COVID-19 Pandemic and Influencing Factors in Indonesia Kurniawan, Arif; Gamelia, Elviera
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i1.5360

Abstract

Introduction: Data from the Indonesian Ministry of Health on April 13, 2020, indicated that there were up to 4,557 positive COVID-19 cases in 34 provinces, 380 cases that recovered, and 399 cases that died. One of the transmissions of COVID-19 occurs through nosocomial infections that occur in health service institutions, namely hospitals, health centres’, or polyclinics. The significant incidence of nosocomial infection cases in the COVID-19 transmission chain raises the question of whether or not this alters community patterns around health service utilization. The objective of this research was to ascertain the community's health-seeking behavior during the COVID-19 epidemic and the elements that impact that behavior. The novelty of this research focused on the sociocultural context in Indonesia and its contributions to global discussions on pandemic health behavior. Methods: This study used a cross-sectional survey methodology. People living on Indonesian territory make up the research's population. There were 312 participants in the study's sample. Accidental sampling was the method employed for sampling. A questionnaire is the data collection tool and using logistic regression to analysed data. Results: During the COVID-19 pandemic, 56.4 percent of people had good health seeking behavior, compared to 43.6 percent of people who had poor health-seeking behavior. Most of the respondents sought treatment at health services (99.0%), and the rest did not seek treatment at health services (1.0%). Respondents who seek medical treatment include practicing doctors (76.3%), primary health clinics (60.3%), puskesmas (59%), and hospitals (69.2%). During the COVID-19 pandemic, factors that affected health-seeking behavior were income (0.01), marital status (0.001), travel time to health services (0.029), and health-service knowledge (0.069). Conclusion: There is a joint influence of income, marital status, travel time to health services, and knowledge of health seeking behavior during the COVID-19.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Perundungan pada Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Purwokerto Timur Rubai, Windri Lesmana; Gamelia, Elviera; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Bullying is a problem that is currently increasingly rampant in the education sector, so it requires serious handling. Two out of three children and adolescents in Indonesia have experienced violence throughout their lives. A school environment dominated by violence will harm students, such as feelings of isolation and depression and weakening learning motivation. Aim: This study aims to identify the level of knowledge and attitudes of students and bullying behavior in Elementary Schools. Method: This study uses a cross-sectional approach with a cluster sampling technique. The research location is in six public elementary schools from six sub-districts in the Purwokerto Timur District with a sample size of 211 students. Data collection was conducted in July - August 2024 with univariate and bivariate analysis. Result: The majority of students have good knowledge about bullying (79.5%), and good attitudes about bullying (61.9%). As many as 47.2% of students have been bullied at school, and 52.8% of students admitted to having been victims of bullying by their friends. The majority of bullies are male (54%), and the majority of victims of bullying are female (68%). This study had no significant relationship between knowledge and attitudes towards bullying behavior. Promotive and preventive efforts in schools must be continuously intensified to create a safe learning environment and prevent bullying among students.
Pencegahan Kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) Remaja Perdesaan di Puskesmas II Kembaran Kabupaten Banyumas Kurniawan, Arif; Sistiarani, Colti; Gamelia, Elviera
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.4367

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja khususnya kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan perilaku seksual di luar nikah di Kabupaten Banyumas konsisten setiap tahunnya. Jumlah kejadian IMS yang terdeteksi merupakan kasus IMS yang memanfaatkan pelayanan kesehatan perorangan di Puskesmas. Faktanya kejadian IMS yang tidak terdeteksi oleh puskesmas lebih banyak jumlahnya seperti fenomena gunung es. Data pelayanan kesehatan remaja di Kabupaten Banyumas menunjukkan kasus IMS remaja yang konsisten adalah di puskesmas  II Kembaran. Permasalahan kejadian IMS remaja yang disebabkan oleh perilaku seks diluar nikah menjadi masalah utama pelayanan kesehatan reproduksi remaja perdesaan di Puskesmas II Kembaran  Kabupaten Banyumas. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui pelatihan pendidik sebaya kesehatan reproduksi remaja di wilayah kerja puskesmas II Kembaran. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan  adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan infeksi menular seksual, sebelum dan sesudah pelatihan. Pembentukan jejaring kesehatan reproduksi remaja yang dibutuhkan disepakati remaja adalah organisasi karang taruna dan media sosial jejaring What Aps. Promosi kesehatan reproduksi remaja yang dilakukan pendidik sebaya mampu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan infeksi menular seksual remaja perdesaan
Persepsi, Peluang Aksi, dan Infomasi serta Perilaku Pencegahan Malaria Gamelia, Elviera; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Kesmas Vol. 7, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia, malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Di Jawa Tengah, kasus malaria terus memperlihatkan kecenderungan yang meningkat, salah satu daerah endemis malaria di Banyumas adalah Puskesmas II Sumpiuh. Berdasarkan survei pendahuluan masih banyak ditemukan perilaku berisiko yang dapat mengakibatkan terjadi malaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat, kemungkinan aksi, dan informasi tentang malaria yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan malaria di Puskesmas Sumpiuh II Banyumas. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada populasi kepala keluarga di Puskesmas II Sumpiuh. Jumlah sampel sebanyak 95 kepala keluarga ditarik menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis univariat dengan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan kai kuadrat, serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Persepsi masyarakat tentang kerentanan, persepsi tentang kegawatan, kemungkinan aksi hambatan dan informasi tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria, kecuali kemungkinan aksi manfaat berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria. Variabel yang berpengaruh pada perilaku pencegahan malaria adalah manfaat pencegahan malaria. Malaria has still been a threatening of health problem in the world, particularly in tropical countries including Indonesia. The malaria cases in Central Java continued to increase. One of the Malaria endemic areas in Banyumas is Sumpiuh Primary Health Care II. Based on preliminary survey, It was found that there were risky behavior affecting the emerge of malaria. This study aimed to find out the community perception, action probabilility and information about malaria which influenced to preventive behavior in Primary Health Care II Sumpiuh.Cross sectional study was conducted to head of household in primary health care II Sumpiuh. The number of sample that was selected with simple random sampling method was 95 household heads. Data analysis methods used in this study were univariate analysis with descriptive statistic, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression. Community perceptions about vulnerability, seriousity of disease, obstruction and perception about information did not relate to preventive behavior of Malaria, except perception about the benefit related to preventive behavior.The influenced variable for malaria preventive behavior was prevention benefit taken by community.
Determinan Perilaku Perawatan Kehamilan Gamelia, Elviera; Sistiarani, Colti; Masfiah, Siti
Kesmas Vol. 8, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan status derajat kesehatan. Indikator derajat kesehatan masyarakat terkait erat dengan Angka Kematian Ibu (AKI). Kabupaten Banyumas memiliki AKI di bawah standar pelayanan minimal (SPM), salah satunya adalah wilayah kerja Puskesmas I Ajibarang. Peningkatan status kesehatan ibu pada saat kehamilan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan kasus kematian ibu. Status kesehatan ibu hamil dipengaruhi oleh perawatan kehamilan yang baik oleh ibu hamil untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan, di samping itu juga untuk pertumbuhan dan kesehatan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang dominan mempengaruhi perilaku perawatan kehamilan. Penelitian ini adalah potong lintang. Populasi adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas I Ajibarang. Metode sampel yang digunakan adalah metode proportional random sampling dengan jumlah sampel 81 ibu hamil. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan kai kuadrat, serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan, paritas, pengetahuan, sikap, dan peran bidan tidak berpengaruh terhadap perilaku perawatan kehamilan. Sedangkan, usia kehamilan, waktu tempuh pelayanan kesehatan, dan peran suami berpengaruh terhadap perilaku perawatan kehamilan. Peran suami merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi ibu hamil dalam melakukan perawatan kehamilan. National health strategy is to realize the increasing level of health status. Public health status indicators closely related to Maternal Mortality Rate (MMR). Banyumas have MMR that is still below the minimum service standards. One that contributes to that number is Puskesmas I Ajibarang. Improving the health status of the mother during pregnancy is one of steps taken to reduce maternal deaths. Health status of pregnant women are affected by good prenatal care, preventing the occurrence of complications, death when delivery, the growth and health of the fetus. This study aims to determine the dominant factors influence to behavior of prenatal care in Ajibarang I Primary Health Center, Banyumas District. It was a cross sectional survey. Data was taken by interviews, involved 81 pregnant women in Ajibarang I primary health care. Data analysis used univariate analysis with descriptive statistic, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression. The results showed that age, education, family income, occupation, knowledge, attitude, parity, and role of midwives did not influence to prenatal care behaviour. Otherwise, age of pregnancy, time of access to heatlh care, and role of husbands influenced pregnant women in prenatal care behaviour. Study also found that role of husband was the most dominant factor influenced to mother’s prenatal care behaviour.
Fungsi Pemanfaatan Buku KIA terhadap Pengetahuan Kesehatan Ibu dan Anak pada Ibu Sistiarani, Colti; Gamelia, Elviera; Sari, Dyah Umiyarni Purnama
Kesmas Vol. 8, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) masih belum maksimal terbukti dari data cakupan buku KIA Puskesmas Ajibarang I sekitar 72,34%, yang masih dibawah target Standar Pelayanan Minimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara fungsi buku KIA yang meliputi pencatatan, edukasi, dan komunikasi dengan pengetahuan ibu terhadap KIA. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang, yang dilakukan pada peiode bulan Juni _ Oktober 2012, pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Ajibarang I. Populasi adalah ibu yang mempunyai anak berusia kurang dari 5 tahun. Sampel diambil sebanyak 91 orang dilakukan dengan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi univariat dengan melakukan uji distribusi frekuensi, dan analisis bivariat dengan uji kai kuadrat (x2). Hasil fungsi pencatatan buku KIA kurang baik ditemukan sekitar 44 %, fungsi edukasi buku KIA baik sekitar 57,1%, fungsi komunikasi buku KIA baik sekitar 61,5%, dan pengetahuan ibu tentang KIA baik adalah sekitar 56%. Ada hubungan antara fungsi pencatatan buku KIA dengan pengetahuan KIA, tidak ada hubungan antara fungsi edukasi dan komunikasi buku KIA dengan pengetahuan KIA. Utilization maternal child health (MCH) book is not maximized, it is evident from the data MCH book coverage in Ajibarang I Primary Health Care (PHC) was 72.34%, the coverage is still below the target of Minimum Service Standards ( MSS ). The purpose of the study was to analyze relationship between the function of MCH books (recording, educational, communication) with knowledge of MCH. This study used a cross sectional approach and conducted from June to October 2012, performed to mothers at Ajibarang I PHC. The population were mothers of children aged less than 5 years. Samples were taken of 91 people conducted by proportional random sampling technique. Univariate analysis of the data for the frequency distri- Fungsi Pemanfaatan Buku KIA terhadap Pengetahuan Kesehatan Ibu dan Anak pada Ibu Function of Utilization Maternal Child Health Book to Maternal Knowledge Colti Sistiarani, Elviera Gamelia, Dyah Umiyarni Purnama Sari bution test, bivariate chi squared test (x2). Results MCH book recording function less well in the amount of 44%, a good educational functions MCH book of 57.1%, good communication function MCH book by 61.5%, and maternal knowledge about the MCH that is equal to 56 % better. There are relationship between the function of recording MCH books with knowledge, there is no relationship between education and communication functions with knowledge MCH.
Rural-Based Health Promotion Model for Pregnant Women in Banyumas District Gamelia, Elviera; Anandari, Dian; Purnamasari, Dyah Umiyarni
Kesmas Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan pelayanan prenatal di wilayah pedesaan masih rendah yang berdampak pada perilaku buruk sehingga mengembangkan model promosi kesehatan dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan prenatal, sikap dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model promosi kesehatan pelayanan prenatal di wilayah pedesaan berdasarkan penilaian kebutuhan. Penelitian dilakukan pada Juni 2015 dengan pendekatan kualitatif melibatkan 16 ibu hamil pertama di trimester ketiga dengan kehamilan berisiko sebagai informan kunci dan 16 anggota keluarga yang tinggal bersama ibu hamil dan mengetahui kehidupan sehari-harinya, 27 bidan dan 3 tokoh agama sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam dan observasi untuk ibu hamil dan keluarga, kemudian focus group discussion untuk bidan dan tokoh agama. Analisis yang digunakan adalah model Miles dan Huberman dengan melakukan pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Berdasarkan penilaian kebutuhan, media promosi kesehatan dibutuhkan melalui buku untuk ibu hamil dengan desain menarik berfitur gambar, warna dan penjelasan lengkap. Buku dipilih karena kecenderungan dan kebutuhan ibu hamil, karakteristik wilayah pedesaan dan ketersediaan infrastruktur. Bahan pelayanan prenatal perlu ditambahkan dari buku yang memuat kesehatan ibu dan anak meliputi pemeriksaan prenatal oleh bidan, tanda kehamilan berbahaya, penyebab, konsekuensi, pencegahan, makanan rekomendasi dan tidak, cara menjaga payudara dan latihan kehamilan serta perkembangan janin. Metode promosi kesehatan adalah penyampaian dan diskusi di kelas ibu hamil. Previous studies show that knowledge of prenatal care in rural areas remains low that affects to bad behavior, so developing health promotion models is needed to improve prenatal care knowledge, attitude and behavior. This study aimed to develop health promotion model of prenatal care in rural area based on needs assessment. Study was conducted on June 2015 by qualitative approach involving first 16 pregnant women in third trimester with risky pregnancy as key informants and 16 family members living with them and know their daily life, 27 midwives and 3 religious leaders as additional informants. Data collection techniques were in-depth interviews and observation for pregnant women and family, then focus group discussion for midwives and religious leaders. Analysis used was Miles and Huberman model by data reduction, data display and conclusion. Based on needs assessment, health promotion media is needed by book for pregnant women with attractive design that features images, colors and complete explanation. Book is selected because of pregnant women’s preference and needs, characteristics of rural areas and infrastructure availability. Prenatal care materials need to be added from book containing child and maternal health including prenatal checkup by midwives, danger pregnancy signs, causes, consequences, prevention, recommended and unrecommended food, breast care ways, pregnancy exercise and fetal development. Health promotion methods are lectures and discussions in pregnant women’s class.